Author Topic: BENGKEL  (Read 600109 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

forsat

  • Guest
BENGKEL
« on: February 13, 2008, 02:50:07 am »
Salam untuk semua.......

mohon do'a dan restunya
disini akan dibuka bengkel elektronika komunikasi, serta micro Processor/controller
pak tukang juga akan memberikan jawaban-jawaban teknis pertukangan elektro bagi yang memerlukan sejauh yang bisa diberikan sesuai kemampuan pak tukang

Ongkos perbaikan dan service serta konsultasi adalah segelas wedang kopi atau jahe serta satu klik pada applaud
tetapi jika barang yang di service menjadi semakin rusak, mbledhos dan ancur di smithe saja
Jika pak tukang sedang On line, bersedia di di hubungi lewat YM
ma'af tidak menerima karangan bunga.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Kepada Admin dan Juragan yang ada di 'Whois'
kalau bengkel ini dirasa mengganggu dan merusak pemandangan serta membuat kumuh. Digusur saja.

Juga kepada Juragan dan Para Jagowan forum dan segenap keluarga besar Forsat, pak tukang mohon bantuan jika sudah kepepet ndak bisa memberikan jawabannya.

Terima kasih.

« Last Edit: May 31, 2011, 02:35:28 am by Daengsat »

komunitas forumsatelit indonesia

BENGKEL
« on: February 13, 2008, 02:50:07 am »

Offline dieto33

  • Just a Forsat addict, not a real
  • Anggota CSAT v.1
  • Master
  • ********
  • Posts: 4984
  • Age: 35
  • Location: Bojonegoro, Jatim, Indonesia
  • Date Registered: January 05, 2008, 07:30:19 pm
  • Reputasi : 224
  • dieto33droid penggemar "kates" tulen
    • My Office
    • Email
Re: BENGKEL
« Reply #1 on: February 13, 2008, 06:23:35 am »
Begini Pak Montir, saya punya masalah nih, klo Parabola saya arahkan ke satelit J-Sat 3A trus saya pindah ke Asiasat3S maka untuk channel di Asiasat3S ga' bisa saya buka alias blank jadi ya kudu saya tuning lg posisinya. Pernah saya tanyakan pada tukang Parabola di tempatku katanya positioner yg diatas genting ada spelengnya/renggang/celah jd klo Parabola digoyang ya jd ga' pas diposisinya alias longgar karena tidak pake klaker/bearing katanya. Trus solusi Pak Montir (Spark) gimana ? Thx b4...
FORSAT telah merubah segalanya dalam hidupku...
Maju terus FORSATku, karena engkau... aku pun jadi bisa segalanya....

Damailah FORSATku... Keep SHARING and SOLID...
STOP PERPECAHAN
dieto33droid is

Offline angga039

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 991
  • Location: Surabaya
  • Date Registered: December 31, 2007, 05:04:51 pm
  • Reputasi : 41
  • ehmmm........
    • Email
Re: BENGKEL
« Reply #2 on: February 13, 2008, 08:13:23 am »
Bung spark aku boleh ngerepotin bentar bung.....gimana ya cara nya supaya piring tahan angin, biar ndak goyang berlebihan klo sedang angin kenceng ? aku tunggu di pinggir bengkel bung...hehehe

PS:Mau beli gula dulu buat kopi bung spark.... :D

Thanks B4-Angga :)
ThePirateBay : "Sharing is Caring"

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2343
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: BENGKEL
« Reply #3 on: February 13, 2008, 08:26:31 am »
weisss...! mantaff..! Thread bengkel...Oke banget pak tukang..! kalau buat tanya2 modif konstruksi boleh gak pak?kesian tuh..brader angga..! dari kemarin berantem sama angin melulu dia..hehe..

Offline tark

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5927
  • Age: 41
  • Location: Kudus
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:47 pm
  • Reputasi : 270
Re: BENGKEL
« Reply #4 on: February 13, 2008, 12:20:41 pm »
Wah joss tenan... mesti siap-siap kopi sak teko ini...  >>/
Yang butuh di servis sekarang gak usah muter-muter langsung mlungker di sini...
 ';/

forsat

  • Guest
Re: BENGKEL
« Reply #5 on: February 13, 2008, 01:07:13 pm »
............................. jd ga' pas diposisinya alias longgar karena tidak pake klaker/bearing katanya. Trus solusi Pak Montir (Spark) gimana ? Thx b4...


Dieto33
Kenapa posisi actuator selalu harus di setel ulang ?
Secara logika teknis, itu begini :
Kita  punya peralatan ‘penggerak’ mekanis diatas genteng dan kita gerakkan secara remote dari bawah.
Dibawah kita harus punya peralatan ‘monitor’ untuk mengamati gerak mekanis.

‘monitor’ tersebut untuk bisa mengetahui gerak dan kedudukan ‘penggerak’ tersebut haruslah punya mata-mata atau sensor yang diletakkan pada penggerak ‘mekanik’ tersebut,

Atau penggerak tersebut harus punya sensor untuk melaporkannya kepada ‘monitor’ dibawah.
Jika informasi yang diterima dibawah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya pada penggerak mekanis diatas kita bisa melihat beberapa kemungkinan. :

1 Monitor dibawah aadalah o’on, jadi tidak bisa memahami informasi yang diberikan ‘sensor’
2 Sensor tersebut suka ‘bohong’ atau tidak menerima data yang benar dari Penggerak.
3 Penggerak mekanis suka ‘ngeles’ atau ‘menghindar’ dari pantauan ‘sensor’
4 Dan berbagai kemungkinan lain. Seperti listrik mati dll

Dari kondisi Mas Dietto, bisa dilihat kemungkinannya adalah 2 dan 3 yang berarti tidak ‘sinkron’ nya data tersebut.
Dari dua kemungkinan tersebut kita bisa persempit lagi sbb :
Sepintar apapun sang penggerak ‘ngeles’ atau menghindar dikarenakan as nya longgar dan tidak memakai bearing, jika sensor itu cerdas dan nempel terus, maka sang penggerak tidak akan pernah bisa ‘ngeles’lagi

Jadi kemungkinannya yang paling besar adalah sensor tersebut adalah malas dan tidak menempel dengan benar pada objek yang di amatinya.

Untuk itu, hal yang pertama harus diperiksa bukanlah bearing pada parabola untuk kiri-kanan, tapi adalah apakah sensornya tidak longgar, atau jika sensor ini menggunakan Variable Resistor-VR (sering disebut potensio meter) di atas sana. Cobalah cek pergerakan sumbunya tidak longgar, tetapi jika ini tidak longgar, cobalah menggantinya VR tersebut dengan yang baru karena VR paling gampang aus dan rusak, dan punya ‘lifetime’.

Ini jika motor diatas memakai motor DC, tapi jika memakai motor stepper, itu perkara lain lagi.

Karena motor stepper tidak perlu sensor tapi cukup memberikan ‘denyut’ yang bisa memberikan perintah untuk bergerak di posisi tertentu.


Salam



forsat

  • Guest
Re: BENGKEL
« Reply #6 on: February 13, 2008, 01:10:52 pm »
Bung spark aku boleh ngerepotin bentar bung.....gimana ya cara nya supaya piring tahan angin, biar ndak goyang berlebihan klo sedang angin kenceng ? aku tunggu di pinggir bengkel bung...hehehe

PS:Mau beli gula dulu buat kopi bung spark.... :D

Thanks B4-Angga :)

Dear Angga039.

Mengenai bagaimana supaya tahan angin, cara paling sederhana adalah memberinya jamu’tolak angin’

Angin di darat lebih mudah di eliminir ketimbang di laut atau kapal.
Posisi di darat adalah fix, dan tetap terhadap posisi sattelit. Jadi Penyetelan Azimuth serta elevasi adalah tetap.
Jika penyetelan Azimuth dan elevasi sudah benar, cara paling masuk akal adalah dengan di weld atau las. Jika hanya mengandalkan baut yang  dipasang dengan model seperti itu ya itu berarti bahwa pemasangan Antenna Parabola itu belum selesai.
Karena tanpa di las, hal itu sulit dilakukan. Terlebih lagi dengan cara di las lebih mudah melihat apakah Azimut atau elevasi berubah. Cukup dengan melihat apakah las-lasan tersebut retak, Karena pergeseran sedikit saja akan membuat las-lasan tersebut retak
Piringan boleh bergetar, tapi tidak boleh berubah arah.

Dan jangan lupa, Mast atau tiang haruslah kokoh dan fix, Jangan cuma di klem, tapi berilah jangkar dan di cor.
Penyakit orang Indonesia adalah satu, biasanya selalu dibilang ‘sementara’ padahal yang di maksud adalah ‘sementahun’.

Jika diatas kapal masalah angin adalah masalah yang sangat utama dalam membuat konstruksi, terlebih lagi di kapal parabolanya selelu ‘solid’ , tapi apakah mas Angga pernah melihat parabola di atas kapal ? Tentu tidak, karena kubah putih diatas kapal sebetulnya hanyalah kerudung untuk parabola didalamnya. Jika tidak, parabola itu pasti akan  jika berada di tengah laut.

Mas Angga pilih yang mana  ?,
kayaknya kalau mau bikin kubah untuk parabolanya, nanti rumahnya dikira masjid.......!


Salam

Offline Putra

  • Up Level
  • Siswa
  • ***
  • Posts: 430
  • Date Registered: September 24, 2007, 08:06:57 pm
  • Reputasi : 22
Re: BENGKEL
« Reply #7 on: February 13, 2008, 01:57:24 pm »
Sedikit menambahkan untuk Bung Angga sebaiknya pipa tiang parabolanya diganti yang tebal dan jangan terlalu tinggi asal dish tidak menyentuh genteng saja, sebab kalau beli paketan parabola sekarang pipanya tipis jadi walaupun dilaspun posisi parabola bisa berubah karena bengkoknya pipa akibat angin kencang.
« Last Edit: February 13, 2008, 01:59:10 pm by Putra »

forsat

  • Guest
Re: BENGKEL
« Reply #8 on: February 13, 2008, 02:04:27 pm »
Sedikit menambahkan untuk Bung Angga sebaiknya pipa tiang parabolanya diganti yang tebal dan jangan terlalu tinggi asal dish tidak menyentuh genteng saja, sebab kalau beli paketan parabola sekarang pipanya tipis jadi walaupun dilaspun posisi parabola bisa berubah karena bengkoknya pipa akibat angin kencang.

Terima kasih Putra,....

Ide lain untuk mensiasati untuk membuat mast (tiang) yang kokoh :

Pipa yang tebal adalah mahal, serta untuk memasang pipa baru perlu tukang,
cara lain mensiasatinya adalah, jika tiang itu berada di tanah atau pada dudukan beton.tembok diatap rumah, akan lebih sederhana jika Bung Angga menuangkan semen, beton kedalam pipa itu sehingga penuh, jika ini tidak terlalu panjang, bisa hanya sepotong pipa PVC 4" yang di isi semen.

Bung Angga pernah liang tiang listrik dari semen ?
Inilah yang saya sebut sebutir batu itu bung Angga,
Parabola tidak harus dari Aluminium  atau metal baja, dari resin dan fiberglass  dan bahkan semen juga bisa,
Apalagi cuma sekedar tiang.
Jika 'seandainya' memakai tiang semen yang di cor dengan menggunakan pipa PVC dll, Mungkin Bung angga tidak perlu beli pipa, cukup 'pinjam saja, sesudah itu pipanya dikembalikan lagi ke yang punya.....!

Salam,


SPARK
« Last Edit: February 13, 2008, 02:19:10 pm by Spark »

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2343
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: BENGKEL
« Reply #9 on: February 13, 2008, 02:29:05 pm »
weiss..mantaff pak spark..! tapi saya ada satu pertanyaan! bagaimana kalau tidak di las,tapi kita berikan baut panjang yang dihubungkan ke tiang? maksud saya,kita buatkan baut panjang kira2 50cm di empat penjuru! di tiang kita buatkan semacam cincin terus diberi penahan supaya cincin pada tiang bisa muter2,terus pada cincin kita buatkan dudukan untuk penghubung ke baut panjang tersebut!Ujung baut panjang lainnya kita sambungkan ke pipa mounting,di pipa mounting kita buatkan dudukan yang seperti cincin juga,jadi dengan mengencangkan 4 baut panjang,seolah2 menarik tiang ke arah mounting..! bagaimana pak?

Offline sk8erdroid

  • masih muridnya
  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4465
  • Age: 2010
  • Location: Macet City
  • Date Registered: September 25, 2007, 07:49:49 am
  • Reputasi : 254
Re: BENGKEL
« Reply #10 on: February 13, 2008, 02:43:00 pm »
sdh dibuat skrup pengencang tp ga jd masang cincin di tiang mounting krn ada actuatornya, bs" ketumbur sm kawat pengencang dr lantai cor ke tiang. CMIIW
www.sentuhlangit.com
www.sentuhraspi.com

Donasi : 1BDZdPas1uqmBP57NcgK2FvZC6ue1ozwVi

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2343
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: BENGKEL
« Reply #11 on: February 13, 2008, 03:53:36 pm »
sdh dibuat skrup pengencang tp ga jd masang cincin di tiang mounting krn ada actuatornya, bs" ketumbur sm kawat pengencang dr lantai cor ke tiang. CMIIW
kenapa ketumbur bro?waduh..susah juga ya gak ada gambarnya..hehe..
baut panjang itu,kita buat tegak lurus sepanjang tiang.jadi tidak akan ketumbur sama kawat atau aktuator sekalipun..atau bro pnh liat sambungan pipa pakai baut(bukan pakai flange)

forsat

  • Guest
Re: BENGKEL
« Reply #12 on: February 13, 2008, 05:34:26 pm »

 kita buatkan dudukan yang seperti cincin juga,jadi dengan mengencangkan 4 baut panjang,seolah2 menarik tiang ke arah mounting..! bagaimana pak?

Dear arie,
Hampir semua antenna parabola yang saya temui selalu mempunyai ciri yang hampir sama. Yaitu pada dasar kerangka parabola itu diberi ‘mount’ untuk di masukkan pada tiang. Hal ini memang mudah dan praktis.
Seperti contohnya adalah venus 6’, solid. Pada mount untuk tiang, dia adalah berupa sedikit pipa, kira kira hanya sepanjang 20 cm dengan garis tengah sedikit agak lebar dari 3”, sehingga ketika dimasang pada tiang yang pipa 3", paka tiang ini akan masuk ‘nyemplung’ pada pipa mounting yang 20 cm tersebut. Serta kemudian di baut pada tiang.
Ini adalah umum. Hampir terdapat pada semua model antenna.
Tapi saya melihat penanganan pemasangannya kurang pas hingga menimbulkan banyak problem akibat bergesernya azimut. Dan cobalah kita berikan perhatian ekstra pada bagian ini.
Cobalah kita ingat ingat hal lain…
Yang umum pada bab lain, jika kita membuka baut dengan kunci pas dan kemudian terasa berat dan tidak kuat untuk membukanya, maka cara termudah adalah menyambung gagang kunci pas dengan pipa yang panjang, semakin panjang pipa itu maka akan semakin ringan tenaga yang diperlukan.
Atau kalau kita mengungkit paku atau mengungkit benda berat dengan linggis. Hal yang berat akan menjadi ringan. Perbedaan jarak tumpuan pengungkit ke paku dan dari tumpuan ke ujung pengungkit (linggis) adalah perbandingan “distribusi” gaya atau momen.

Jadi kembali ke masalah mounting bracket pada antena,
Jika kita bayangkan seperti pengungkit itu, tentu bung Ari akan faham betapa mudahnya sedikit hembusan angin di Parabola yang 2 meter itu terhadap mounting yang hanya 20cm itu.
Semakin besar perbandingannya, semakin ‘enteng’ pulalah angin menggoyangkan, menggeser baut atau bahkan mematahkannya.
Semakin besar parabola akan semakin mudah angin menyebabkan perubahan, begitu pula jika mounting bracket semakin pendek.

Dari hal itu, saya tidak akan membicarakan atau mendikte harus begini dan begitu, pasang ini dan pasang itu,
Tapi dari hal tersebut diatas, tentunya faham apa persoalan  yang dihadapi oleh mounting bracket itu.

Jalan paling masuk akal adalah memindahkan tumpuan as pengungkit atau merubah perbandingan pengungkit tersebut. Saya tidak akan me mendekkan atau mengecilkan parabola, tapi saya justru memanjangkan mounting bracket.
Saya tahu alasan Bung Arie kenapa tidak mau me las mounting bracket tersebut ke tiang. Alasannya adalah Bung Arie belum yakin dengan setelan azimuth ini, dan hanya ingin yang kokoh tapi masih bisa diputar pada azimuth.
Tapi sekali lagi saya berteriak…… Las dan las mounting bracket itu ke tiang…!

Ini maksudnya adalah memperpanjang mounting bracket sehingga perbandingannya akan membuat sang angin sulit atau sengsara untuk memutarkan baut baut itu,
Lantas bagaimana jika masih ingin memutar azimuth…!
Pasanglah bracket mounting pada dasar tiang. …!

Anda tahu satellite bumi atau pada beberapa antenna parabola raksasa ?
(Yang diputar bukanlah mounting bracket pada leher diatas, tapi adalah roda pada dasar menara.

Ketika sudah dilas, buatlah ‘sesuatu’ seperti bracket itu dibawah, umpamanya memasukkan nya pada pipa atau dimasukkan ke pipa kecil yang ditanam pada lantai. Selanjutnya, las juga atau berikan lengan yang 90 derajat pada pipa itu sebagai lengan untuk memutar pipa.
Dengan hal ini akan didapatkan keuntungan lain, yaitu jika tanpa lengan ini, dan anda akan memutar Azimuth lebih teliti dibanding berdasarkan patokan ‘spidol” pada tiang dan bracket seperti pada ‘umumnya’ orang-orang, yang harus ‘melotot’ melihat garis sepidol ini, dimana selisih setengah mili saja berarti memutar azimut se kian derajat.

Tetapi dengan methode ini saya yakin jika lengan itu anda pasang dua meter, anda akan melihat bahwa sepidol yang selisihnya itu Cuma per mm akan menjadi skala yang bedanya dua jengkal lebih. Dan anda akan memutar azimuth dengan mudah. Anda akan bisa memutar Azimuth tidak dalam periode derajat saja, tapi bahkan menit dan detik, ini penting sekali, karena selisih bidik seper enampuluh derajat saja bisa menyebabkan bidikan anda meleset ribuan kilometer dari benda yang letakknya berada di 34 ribu kilometer diatas sana.
Dari pemikiran ini, bisakah anda bayangkan perbandingan lengan dan sudut Az-El pada mounting bracket antena parabola ?
Jika parabola itu adalah senapan, dan anda membidik hanya menghitung dari derajat Az-El saja dengan memakai bracketnya Venus yang diberi sepidol dan kemudian menembak orang dari jarak 34 ribu km. Meskipun anda seorang jago tembak saya yakin jika anda membidik Mas Angga di Surabaya, tapi yang kena adalah tetangganya yang di Mesir

Untunglah pola patern signal Microwave tidak seperti peluru atau senter, tapi melebar seperti apel,  Jadi pelurunya nyebar, sehingga kalau anda menembak orang dengan peluru itu, meskipun arahnya kena orang di Mesir Tapi mas Angga yang di Surabaya akan ketimpa juga.

Tapi sekali lagi saya Ajak Bung Ari melihat segala persoalan dari sudut pandang yang lebih luas, sehingga kita tidak terjebak pada persoalan yang “biasanya atau umumnya itu begitu,,,!’, padahal yang  di maksud ‘biasanya’ atau ‘umumnya’ itu belum tentu benar.

Jadi kembali pada pertanyaan Bung Ari tentang empat baut sepanjang 50 cm itu itu,
menurut dari peniturab Bro Arie, saya mengira-ngira, apakah betul yang Bro maksudkan seperti yang saya gambar di attachement ?
kalau memang sepert itu...... :

“Apakah itu berguna ?”
“hmhhhhhhhhhhh…..?”


Salam

SPARK

seandainya Bro Arie bisa kirimkan gambarnya tentu lebih enak kita membahasnya....
« Last Edit: February 14, 2008, 02:04:47 am by Spark »

Offline Daengsat

  • Global Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 10078
  • Age: 58
  • Location: Sydney NSW, Australia
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:03 pm
  • Reputasi : 719
  • Daengsat Pty Ltd Australia
    • http://www.daengsat.com.au
    • Email
Re: BENGKEL
« Reply #13 on: February 13, 2008, 07:04:58 pm »
Bro Angga sabar saja dulu nanti kalau saya pulang ke Sydney photo nya baru saya masukan jadi anda ada ide,
Kebetulan di belakang kantor disini parabola nya penuh dengan tulang rusuk yg di support.
penuh dengan teori tanpa preraktek nama nya insyinyur banyak nganggur di Indonesia :) sorry canda.
Atau dokter salah dianogsa sorry if my Indonesian nya berantakan.




Regards,

D.Effendi
« Last Edit: February 13, 2008, 07:07:36 pm by daengsat »

forsat

  • Guest
Re: BENGKEL
« Reply #14 on: February 13, 2008, 08:18:44 pm »
Bro Angga sabar saja dulu nanti kalau saya pulang ke Sydney photo nya baru saya masukan jadi anda ada ide,
Kebetulan di belakang kantor disini parabola nya penuh dengan tulang rusuk yg di support.
penuh dengan teori tanpa preraktek nama nya insyinyur banyak nganggur di Indonesia :) sorry canda.
Atau dokter salah dianogsa sorry if my Indonesian nya berantakan.

Regards,

D.Effendi

Benar, Bro Daengsat



Buatlah segala sesuatunya dengan baik
dan
Jadilah yang terbaik.... !

Salam


SPARK

« Last Edit: February 13, 2008, 10:14:51 pm by Spark »

Offline angga039

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 991
  • Location: Surabaya
  • Date Registered: December 31, 2007, 05:04:51 pm
  • Reputasi : 41
  • ehmmm........
    • Email
Re: BENGKEL
« Reply #15 on: February 13, 2008, 11:28:34 pm »
Thank Bung spark, bung daeng dan bung bung yang lain mau bantuin.....memang permasalahan kayak gini klasik bener, gimana kita bisa beradaptasi dengan keadaan alam/cuaca.

Jadi selama ini yang bisa aku lakuin cuman mengganti batang besi penyangga....dari yang standard (tipis pendek klo di jual laku murah soalnya ringan banget....nyesel beli jadine) aku ganti dengan pipa besi 4 dim yang jauh lebih tebal dengan ketinggian 3.9 meter (bekas pipa papan reklame) yang aku tancapin dempet dengan tembok di belakan rumah.

Berhubung dengan pijakan ato penyangga yang lebih kuat pondasi piring bisa lebih stabil.....tapi kok muncul masalah baru, siping kok goyang terus biala ada angin yang rada kenceng, kemudian aku cek kembali ternyata baut settingan inklinasi utara selatan kendor jadi signal yang di dapat 3 hari terakhir 0% (masa kegelapan.....jadi aku cuti bentar dari forsat soalnya bingung ngomong apa....wong ndak bisa liat apa apa...hehehe), lau aku kencengin bautnya dan juga aku dobelin bautnya supaya lebih kuat gigitan nya.

Setelah dua permasalahan teratasi muncul masalah lagi (memang aku ini anak yang bermasalah yach?? :Pe:) kliatan nya dengan pijakan yang kuat dan baut yan sdh di kencengin si piring masih aja ndak mau diam....tapi kini yang bergetar bukan pijakan maupun settingan baut ....tapi rangka yang kliatan nya bergoyang....lha ini yang aku ndak tahu ngatasi nya gimana, aku memang ada beberapa ide untuk ngatasinya (sayang.... lama ndak pake autocad 3d jadi ndak bisa nggambarin) antara lain pake per penyangga di kerangaka biar lebih tahan goncangan seperti yang di sebutkan bung arie, tapi masih bingung ....ngefek ndak yach??

Jadi sekarang masih stuck dengan masalah klasik ini.....

PS:Bung daeng aku tunggu pics nya bung ....biar bisa buat beserta panduan build nya juga dan buat bung spark thank u buat analisa nya....gini kan enak sebelum di lakuin di analisa dulu biar ndak naik turun genteng dengan percuma...hehehe......Oh ya berhubung si mbok warunk sebelah ndak bisa ngutangin gula (maklum bon sdh berjibun banyaknya...hehehe)....silahkan bung spark kopi tubruk panas dari aku..... ;D

Sincerly-Angga :)
ThePirateBay : "Sharing is Caring"

forsat

  • Guest
Re: BENGKEL
« Reply #16 on: February 13, 2008, 11:48:08 pm »
....gini kan enak sebelum di lakuin di analisa dulu biar ndak naik turun genteng dengan percuma...hehehe......Oh ya berhubung si mbok warunk sebelah ndak bisa ngutangin gula (maklum bon sdh berjibun banyaknya...hehehe)....silahkan bung spark kopi tubruk panas dari aku..... ;D

Sincerly-Angga :)

Terimakasih kopinya angga,
hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah memikirkan dan menganalisanya terlebih dahulu. Jangan main langsung pegang golok saja.
Di pikir, di analisa dan kalau bisa gambar dan di analisa di atas kertas, bukankah lebih enak bongkar pasang di atas kertas dari pada di atas genteng ?
ketika sudah pas, dihitung yang matang, kalkulasi untung ruginya baru ambil golok.
Jadi kita sudah ndak surprise lagi dengan hasil yang kita dapatkan kemudian
Sekali lagi, Penjiwaan....Penjiwaan....Penjiwaan....Penjiwaan.... dan Penjiwaan....

hayati dan rasakan.

Cobalah menjadi dish, dan rasakan apa yang dirasakan dish, dan cari solusi.
Jangan menjadi Angga untuk menyelesaikan masalahnya dish.
Cobalah menjadi dish untuk menyelesaikan masalahnya dish
(tapi jangan lupa kalau siang kembali jadi Angga lagi.... dan jangan terus-terusan jadi Anggie.... ;D ;D ;D)

ini adalah falsafah nenekmoyang saya ketika mengajarkan theori 'chi'


Salam

Spark

ps " terimakasih kopi tubruknya.

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2343
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: BENGKEL
« Reply #17 on: February 14, 2008, 07:22:49 am »
hehehe..iya pak spark..maksud saya seperti itu..cuman bahasa saya gak enak banget..susah mau ngomongnya..! tapi saya pikir,baut 50cm,kepanjangannya?mungkin cukup dengan 20cm.Atau baut biasa dilas dengan besi 20cm!dengan pakai baut,jadi seperti tiang menarik mounting ke bumi.
tapi sekali lagi,itu hanyalah sebuah ide saya yang konyol..!analisa pak spark dengan menggunakan roda,sepertinya mantap tuh pak..segelas kopi O kaw dari saya pak..hehe..
Salam

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2343
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: BENGKEL
« Reply #18 on: February 14, 2008, 07:30:17 am »
Oalah cak angga..hahaha..maksud saya tulang dish.bukan per!walah..saya jadi bingung sendiri..hehe..habis gak ada gambarnya..kalau dish muter2 kena angin,ya kita buat seperti pak spark analisa..gimana cak?setuju?

Offline Axelrose04

  • Forum Moderator
  • Ksatria
  • *****
  • Posts: 1280
  • Age: 9
  • Location: Tuban - Jawa Timur
  • Date Registered: October 08, 2007, 02:02:08 pm
  • Reputasi : 127
  • My Roses
    • Arif Site's
    • Email
Re: BENGKEL
« Reply #19 on: February 14, 2008, 11:58:23 am »
Pak Montir ... aku mau nanya & konsultasi nih ... aku punya LNB C band bekas tapi nggak tau statusnya ... gimana untuk verifynya ??? sorry aku lagi males keatas genteng (anginnya lagi kenceng2nya ... takut jatuh & kebetulan tetangga sebelah juga seorang janda muda ... jadi aku takut dikirain ngintip dia lagi mandi :Pe:) untuk bongkar pasang LNB. Gimana kalo aku coba secara manual ... aku mainkan H/V LNB langsung dari Rx. kira2 apa yang bisa kita lihat ??? :(XX ya ... kalo terpaksa naik keatas genteng ...berarti aku nunggu cuacanya baik & nunggu janda sebelah pergi ke pasar aja ya ... :Pe:

Plz advise-nya ';/


komunitas forumsatelit indonesia

Re: BENGKEL
« Reply #19 on: February 14, 2008, 11:58:23 am »