Author Topic: Sebutir Batu (Parabola dari sisi berbeda)  (Read 678523 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline tark

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 6171
  • Age: 45
  • Location: Kudus
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:47 pm
  • Reputasi : 297
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #60 on: February 10, 2008, 02:48:33 pm »
Mr. Spark 10-44 dari warung wak Umar, secangkir kopi jahe untuk dongeng 2 tuyulnya... </< (kapan dongeng mbak yulnya  ;D)
Pak bangku yang ditempat saya banyak "tingginya" (kutu b****k:red) jadi duduknya gak krasan...  :(XX

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #61 on: February 10, 2008, 05:34:43 pm »
Mungkin ada yang berfikir bahwa Spark adalah orang yang tak  beres, punya gangguan mental karena selalu membuat cerita yang konyol

Mungkin ucapan itu ada benarnya,

Akan tetapi alasan utama dari semuanya itu adalah saya tidak mau menjadi orang yang sok pinter, kemeruh dengan memberitahukan ini dan itu, atau duduk di bangku tinggi seperti empu dan memberikan wejangan.
Saya tidak akan seperti itu, Tapi saya ahanya akan berceritera pengalaman saya yang mungkin berhubungan dengan masa kini.
Karena meskipun saya pernah belajar dan berguru di berbagi pedepokan silat, tapi itu adalah masa lalu, dan ilmu yang saya pelajari tentunya sudah tidak cocok lagi diterapkan di Forum ini. Sementara banyak warga di forum ini yang masih “fresh from the campus “

Saya hanya berceritera pengalaman saya, dan dengan segala pernik-perniknya dengan harapan “mungkin” ada yang bisa didapat dari pengalaman itu. Karena pengalaman itu sekalipun saya simpan dalam dompet saya, tidak akan membuat saya lebih kaya, atau jika itu saya ceriterakan kepada saudara saya, itu tidak akan membuat saya miskin.

Terlebih pada forum ini, banyak saudara yang jauh berpengalaman. Meski pada bidang yang berbeda.

Saya tidak akan berani memberikan tutor, atau instruksi seperti : “..hey nGGa, kalau pasang kabel itu harus pakai sandal…..!”
Saya sangat tidak berani dan saya sangat tidak berada pada kemampuan dan level seperti itu….

Contoh lain adalah Bro Daengsat, pada tulisan yang terdahulu pernah menceriterakan masih punya Chaparral polarotor, Ini bagi saya merupakan isyarat…, kalau Bro Daengsat dalam pengalaman di Dunia Persilatan ini adalah sudah pada tingkat yang tinggi sekali, dan tenaga dalamnya (Lwe Kang) mungkin sudah pada level teratas dari kita semua, Karena apa, ?
Karena kalau orang punya Polarotor Chaparral ada beberapa kemungkinan, antara lain adalah Beliau kenal LNB lebih dari 25 tahun lalu, dan Chaparral adalah ‘more than Ordinary” high end.

Atau tentang Mas Angga yang memasang Antenna diatas atap, berarti beliau adalah orang yang telah menguasai ilmu Anti gravitasi dan tidak takut jatuh. Dengan kata lain Mas Angga mempunyai Ilmu meringankan tubuh (Gin Kang) yang hebat.

Belum lagi Bro Tark yang anti setrum, Bro Arie yang bisa menghilang, Sk8egeek yang bisa melihat benda ajaib dilangit yang jaraknya 34 ribu kilometer dari bumi, Dieto yang bisa berubah menjadi cewek, dan lain lain Bro yang tidak bisa saya sampaikan disini.
Ini adalah bukti bahwa forum ini bukanlah sekedar forum abal-abal.

Tapi benar kunci utama adalah “jagalah hati……”

Saya jadi teringat seorang teman yang berceritera kepada saya, bahwa kunci utama dari segala sesuatunya adalah rendah hati, kenapa ?
Karena sebetulnya orang pintar itu adalah tidak ada (kecuali minum tolak angin), yang ada adalah orang peka. Karena teman saya itu berkata pada saya bahwa orang yang peka, tentu tahu perbedaan antara kambing dan kuda, bagi orang yang tidak peka tentu tidak tahu perbedaanya dan mengatakan itu adalah binatang, Semakin peka, maka semakin dia bisa merasakan perbedan-perbedaan yang sangat kecil, bisa membedakan mana Feedhorn dan mana waveguide, dan itu bukan berarti pintar, tapi adalah peka atau sensitif.

Sensitif bukan berarti mudah tersinggung,
Itu bukan sensitif tapi adalah egois dan maunya sendiri

Untuk meningkatkan gain tentulah harus sensitif,
Jadi saya oleh teman saya disarankan untuk sensitif sehingga tahu perbedaan yang sangat kecil sekalipun. Untuk itu kita harus senyap, dan berendah hati untuk bisa menangkap perbedaan yang terlalu senyap sekalipun. Jika kita terlalu riuh dan sibuk dengan berteriak, maka kita hanya akan bising dengan suara kita sendiri…..
Salah satu ciri sensitif adalah kita tidak bisa memaksakan kehendak dan kemauan untuk mengerti kehendak kehendak lain.
Apalagi itu kehendak elektron. Yang kita bisa adalah kita kita memahami kebiasaan, sifat sifat dari mereka dan kemudian mengaplikasikanya dalam bentuk logika.
Kita memang harus  ber ilustrasi dan membayangkan, karena kita tidak bisa dan belum pernah seorangpun bisa melihat dan menyaksikan gelombang elektromagnetik itu,
Segala peralatan yang mahal hanyalah suatu sensor atau alat yang meng indera perubahan akibat dari kelakuan eletromagnetik itu.
Ini seperti halnya udara, kita tidak bisa melihat udara itu , tapi kita hanya bisa melihat akibat dari udara itu, yang ketika bergerak berupa angin yang berhembus dan mengakibatkan daun bergoyang……

Yang lebih penting….., kata teman saya itu.

Penjiwaan… Penjiwaan… Penjiwaan… Penjiwaan… dan penjiwaan

Hayati dan rasakan, jangan cuma sekedar nyambung kabel, saya tidak akan bisa melihat arus listrik itu mengalir, tapi saya harus bisa menghayati dan memahami kemauan listrik itu sehingga saya bisa mem’prediksi’ bagaimana arus itu mengalir tehadap kumparan, resistor dan sebagainya

Jangan lupa, bersyukur kepada Tuhan atas karunia ini.

Kepada Tuhan yang telah memberikan Tembaga, Aluminium, silikon dan banyak lagi terhadap kita. Terutama akal.!
Karena tanpa akal, kita hanyalah seonggok daging yang tidak ada gunanya....!

Itu adalah ajakan teman saya, seorang yang sederhana, seorang Olieman pada sebuah kapal dimana saya menjadi Spark pada kapal tanker di bebarapa puluh tahun lampau.



SPARK
« Last Edit: February 10, 2008, 05:55:44 pm by Spark »

Offline tark

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 6171
  • Age: 45
  • Location: Kudus
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:47 pm
  • Reputasi : 297
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #62 on: February 10, 2008, 05:54:08 pm »
Pak Spark telah memberi warna baru, bagaimana saya yg males belajar jadi seneng untuk kepingin tahu tentang getaran-getaran yang terpancar dari tenaga dalam tuyul V dan tuyul H...
Salut habis pak... ngaturagih kasalangkong atas segala dongeng yang membuat saya makin seneng nggerat nggeret wajan yang satu ini dari barat ke timur dan sebaliknya...
Cuma yang belum kesampaian adalah ngilangi "tinggi" di bangku saya sehingga bisa nyaman nengok ke barat ngintip mbak Iren yang sedang ngikuti Inul buat goyang ngebor  >/?
Hormat saya dari kota kretek...

 >>/

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #63 on: February 10, 2008, 06:07:34 pm »
Pak Spark telah memberi warna baru, bagaimana saya yg males belajar jadi seneng untuk kepingin tahu tentang getaran-getaran yang terpancar dari tenaga dalam tuyul V dan tuyul H...
Salut habis pak... ngaturagih kasalangkong atas segala dongeng yang membuat saya makin seneng nggerat nggeret wajan yang satu ini dari barat ke timur dan sebaliknya...
Cuma yang belum kesampaian adalah ngilangi "tinggi" di bangku saya sehingga bisa nyaman nengok ke barat ngintip mbak Iren yang sedang ngikuti Inul buat goyang ngebor  >/?
Hormat saya dari kota kretek...

 >>/

Thanks, Bro
Biasanya...... itu gini (nurut buku saya dilaut)

bangku harus menghadap ke utara pas, Kompas magnit sulit dipercaya. kalau bisa pakai sextant itu bagus, cari posisi bintang 'Polar" dan tentukan utara Hadapkan bangku kearah utara dan kunci atau las. !

Kemudian sandaran elevasi baru mendongak keatas. cari benda ajaib yang paling lurus ke utara, set elevasi dan kunci, kemudian barulah menoleh ke barat dan ke timur. kalau seandainya dengan posisi itu kita menoleh kebarat dan ternyata benda ajaib itu ternyata berada dibawah pandangan kita, itu berati sandaran elevasi terlalu rendah atau kita kurang tengadah. jangan terbalik....!, Semakin rendah elevasi kita , maka akan semakin kebablasan kearah barat atau timur.
Nanti saya berikan ilustrasi gambarnya dari buku tua saya,

Salam

SPARK
« Last Edit: February 10, 2008, 06:10:09 pm by Spark »

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2344
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #64 on: February 10, 2008, 06:48:39 pm »
Salut buat pak Spark..saya jadi males bolos kuliah di forum..bener kata bro tark,telah memberi warna baru di forum kita ini..saya jadi betah berlama2 di genteng,sekedar meliat piring sambil senyum2 dan pengen selalu mengaplikasikan dari cerita konyol pak Spark yang berisi pesan hitech tingkat tinggi..
saya yang tidak pernah mau tau tentang gelombang,sekarang jadi keranjingan liat sampah lnb di gudang..duet pak spark dengan pak daeng,cocok banget jadi nakhoda di kapal kita ini..
walaupun ilmu lama,tapi sangat bermanfaat..tidak ada ilmu baru kalau tidak adanya ilmu lama..tidak ada ahli astronomi kalau tidak ada penemunya dulu..
Mohon dilanjut pak Spark..selalu ditunggu mata kuliahnya..segelas teh obeng maknyuss dari saya..
Salam

Offline angga039

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 991
  • Location: Surabaya
  • Date Registered: December 31, 2007, 05:04:51 pm
  • Reputasi : 41
  • ehmmm........
    • Email
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #65 on: February 10, 2008, 07:29:31 pm »
  Bung Spark saya jadi tergugah ama cerita bung....begini bung spark yang sya miliki sekarang hanyalah sebuah kursi baru tanpa ada rotator maupun telenan untuk bisa mendapatkan senyum dari bidadari di pulau jamal nun jauh di sana (barat mepet, piring tegak, susah mbalik) yang bisa di lakuin untuk ngakalin kursi baru saya bagaimana bung spark?, agar kursi ini dapat melihat, setidak nya sedikit senyum sang bidadari tapi masih bisa belajar silat di pulau shaolin.
  Soalnya aku berpikir pulau sang bidadari (jamal) merupakan warisan lama yang berbeda pancaran aura nya dari pulau pulau yang lain, takutnya klo aku pasang telenan di kursi ini, aku ndak akan bisa melihat lagi pulau shaolin yang selama ini menjadi rumahku sekian lama.

PS: Thank U buat bung spark atas wejangan nya, bikin hidup lebih damai ndak mekso.....maklum saya orang jawa iso nya cuman "nriman" inget inget kata orang dulu :

"Bahan ramuan yang pertama dalam percakapan ialah kebenaran, berikutnya akal sehat, ketiga humor yang baik dan keempat ketajaman otak" - Sir William Temple

Cucok banget sama bung spark.....salam buat keluarga di rumah bung.

Cheers-Angga :D
ThePirateBay : "Sharing is Caring"

Offline Death Angel

  • Forum Moderator
  • Ksatria
  • *****
  • Posts: 1280
  • Age: 14
  • Location: Jakarta
  • Date Registered: October 08, 2007, 02:02:08 pm
  • Reputasi : 129
  • Wisang Geni
    • Email
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #66 on: February 10, 2008, 08:18:20 pm »
ha ... ha ...ha ... cerita Bung Spark sangat mudah dicerna, kita jadi tambah pengetahuan nih ... tapi ngomong2 boleh dong kalo kita diberi sedikit teknik trouble shooting yang nggak harus menggunakan alat2 yg mahal, mungkin cuma secara visual or suara klik kalo buat switch. At least temen2 ngerti root causesnya ... contoh : LNB hanya bisa nangkap signal yg kuat aja ato hanya polaritas H saja, ... jangan sampai 22kHz switch or Coaxial Cable jumper yg di anggap rusak. And masalah2 lain yang udah dipraktekin, dicoba & dianalisa olah Mr. Spark

Thanks banyak Mr. Spark ...  ';/
sebutir batu ini mungkin yg akan menjawab permasalahan kita di Forsat ini >>/

Regards

Arif Wibisono

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2344
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #67 on: February 10, 2008, 09:21:31 pm »
akur bro angga n bro axel..idem..!ide bagus tuh..dengan secuil limpahan ilmu,bisa menjawab semua masalah kita..jadi makin hidup rumah kita..PEACE..
Salam

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #68 on: February 10, 2008, 10:13:53 pm »
Ketika keesokan harinya……
Kedua tuyul itu melihat paktua itu tidur akibat semalaman nonton esekesek di jamal, dasar orang tua, tidurnya ngorok dan ngiler,
Dengan mengendap-endap kedua tuyul itu akhirnya berhasil mencuri kitab rahasianya paktua itu, ada banyak catatan disitu, ada resep jamu dan  kuat….., terus dibalik baliknya seluruh dokumen paktua itu samapai akhirnya diketemukan secarik g**bal dengan oret oretan.
“Sing iki ta…?” bisik tuyul V
“mBuh, kayaknya ya ini wong kemarin nggambarnya aku Cuma kelihatan ada ijo-ijonya gitu…” jawab tuyul H sambil bisik bisik.
“Lhoh tapi ini kamsud nya apa ? kok gambare mek koyok gambare onde-onde kecokot ?”
“mbuh wis, biar aja gambar ini nanti kita setor ke Gusti Tark kan kita dapat hadiah ?”
“Ooo iyo… yo, Wis iki ae yang di colong..”

Kemudian g**bal bertulis itupun diambil dan kedua tuyul itu mengendap-endap hendak melarikan diri. Tapi sial, salah satu dari kedua tuyul itu……

“gedubrak….! “
Seraya berteriak “wadowwwww…”, ternyata tuyul itu tadi kepleset ilernya paktua.
Paktua bangun seketika dan ketika melihat kedua tuyul itu hendak melarikan diri dengan mambawa g**bal itu malah tertawa… :
“ha…… ha….”
“kaliyan nyolong itu tah……” katanya
“terpaksa mbah, rumus rahasia untuk posisi dingklik ini tak curi mau tak setor ke Gusti tark….” Jawab kedua Tuyul itu.

Mendengar itu Paktua itu itu malah tertawa…..
“Tuyul Goblig…!, dadi tuyul kok oon, itu bukan rumus, tapi itu celana dalamku yul…!” kata paktua sambil tetap tertawa terkekeh kekeh.
Mendengar kata itu serentak melembarkan g**bal itu sambil : “ hoekkkk…, pantes baunya tengik..!” serpahnya.
“ Gitu aja kok repot, kalau pengin tahu bilang aja, sini tak kasi tahu rahasianya…!” kata paktua. “Ambil kertas dan apa yang aku bilang gambar yo…!”
“Nggih mbah…!”
“Pertama. Mujur ngalor….”
“Kayak ngubur mayit gitu tah mbah…?”
Pak tua itu ndak reken, malah terus kasih instruksi, :
“kamu ambil kuas dan cat warna merah, kamu naik ke atas sana kamu cet satelit disana dan kamu kasih nomer ! Cepat…!” bentaknya
Tuyul itu naik ke langit dan di carinya satelit mulai dari barat ketimur, dicet warna merah dan dikasih nomer satu sampai tujuh…
“Sampun mBah….” Jawab
Ambil senter warna merah …!”, sekejab tuyul itu membawa senter warna merah. Senter itu kemudian dipasangnya di jidat sejajar dengan mata.,
Kemudian dia lanjut, “Kasih judul Elevasi,  terus coba gambar sorotnya senter ini…”
Sambil berkata begitu paktua sembari duduk di dingklik.  Melihat kebarat dan pelahan lahan menoleh ke timur……
Sinar senter itu membentuk garis melengkung dilangit dan tepat menyinari satelit satu sampai tujuh…
“Garis merah ini adalah katulistiwa tempat satelit ngorbit…..kalau aku menyetel Azimut dan elevasinya benar ya gini, kamu bisa melihat bagaimana semua satelit bisa aku sorot dengan sekali noleh…!  catat…”
Kedua tuyul itu mencatat posisi satelit itu dan dan menggambar garis merah itu.

“Kalau sendenan elevasinya terlalu tinggi gimana mbah ..? “ tanya tuyul itu lagi.
“Ya coba saja…, coba kamu lihat elevasi ini tak tinggikan, berarti aku semakin mlumah,  sini ambilkan senter kuning…”
Paktua itu langsung mengambil senter kuning dan digantikannya senter merah tadi dengan senter kuning…., kemudian kembali dia menghadap barat dan pelahn lahan menoleh ke timur. Senter itu membentuk garis lengkung yang berbeda,….

Tulis garis kuning dengan catatan Elevasi terlalu tinggi……
“Kalau elevasinya terlalu rendah gimana mbah ..? “ tanya tuyul itu lagi.
“Ya coba saja…, coba kamu lihat elevasi ini tak rendahkan, berarti aku semakin berdiri,  sini ambilkan senter biru…”
Paktua itu langsung mengambil senter biru dan digantikannya senter kuning tadi dengan senter biru…., kemudian kembali dia menghadap barat dan pelahan lahan menoleh ke timur. Senter itu membentuk garis lengkung yang berbeda,….

Begitu jua akhirnya dijelaskan oleh pak tua itu tentang azimuth,
Semuanya dicatat oleh kedua tuyul tadi
Terus pada akhirnya kedua tuyul tadi bertanya : “Mbah kalau masang dingklik sembarangan itu gimana sih….?”
“Dasar tuyul, kalian tahu variabelnya kan cuma elevasi dan azimut, masing masing kemungkinan salah nya dua, jadi apapun kesalahan penyetelannya, posisi kesalahan itu adalah…….”
Serentak kedua tuyul tadi bilang : “enambelas…..kemungkinan  !”

Yo wis…., kamu pinter, sekarang kamu ke warung cari supermi…!”

“Lho buat apa mbah, ?” tanya tuyul itu
“Guoooooooobligggggg……!. Ya buat sarapan yul, Iya kalau kaum tuyul sarapannya kembang, ……………… lha aku khan sarapan supermi…!”






« Last Edit: February 15, 2008, 01:14:38 am by Spark »

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #69 on: February 10, 2008, 10:25:09 pm »
 Dear Bro's

Mohon ma'af kalau gaya bahasa saya kacau,
saya jadi merasa sangat tersanjung dengan support dari semua, dan jangan lupa, kalau saya kebablasan dan salah ucap mohon di koreksi, maklum orang tua kan sering pikun...!

Cerita lain lain mengenai halhal yang bersifat teknis saya akan coba susun dengan cara yang mudah dimengerti....


Regards,

SPARK

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2344
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #70 on: February 10, 2008, 10:44:14 pm »
mantaff pak spark..!! Tutorial yang bisa dicerna..!! Dilanjut pak kuliahnya..hehehe..
Salam..

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #71 on: February 10, 2008, 10:50:01 pm »
mantaff pak spark..!! Tutorial yang bisa dicerna..!! Dilanjut pak kuliahnya..hehehe..
Salam..

Terima kasih Arie,

salam untuk semua yang ada di sana


Regards,

SPARK

Offline Qyai

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5712
  • Location: Bandar Lampung
  • Date Registered: September 25, 2007, 10:10:26 am
  • Reputasi : 336
  • Andrew Dish
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #72 on: February 11, 2008, 06:36:27 am »
@Pak H.Daeng..Sebenarnya disini,khususnya tempat saya,juga cuma bisa dapat yamal 202..tapi gak tau untuk IS 704,902,906 bisa dapat gak ya...!!
kalau dipikir2,korbankan 1 lnb hanya untuk 1 satelit,kayaknya mubazir ya..!Tapi itulah,karena keingin tahuan,dan pengen belajar trik2 nya..!Kalau soal film adult,kenapa gak pakai dvd aja?bener gak?Tapi yang dikejar bukan film nya semata,tapi ilmu yang teman2 disini berikan,harus di praktekan..hehehe..walah..ngomongnya kayak udah seleting aja sama bro2 semua..hahaha..
Salam
di tempat saya dgn menggunakan sekat selain bisa dapat yamal 202 juga dapat alhurra iraq, voa (nss 703), abc news (intelsat 902).
Manhattan 1920 LX+, Airbox S505, Powers 900s

Offline Qyai

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5712
  • Location: Bandar Lampung
  • Date Registered: September 25, 2007, 10:10:26 am
  • Reputasi : 336
  • Andrew Dish
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #73 on: February 11, 2008, 06:42:35 am »

Saya masih punya kok lnb chapparal complet dengan corotor nya, mana ada Digital Receiver yg punya skew denagn 3 cable untuk mutar corotor nya,mangkanya ada LNBF mengantikan yg jaman nya analog doeloe.

Regards,

D.Effendi
kalo di sini masih ada bro rx digital yg punya 3 input utk memutar corotornya, merknya Tanaka t28 dan t29.
Manhattan 1920 LX+, Airbox S505, Powers 900s

Offline dieto33

  • Just a Forsat addict, not a real
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4997
  • Age: 40
  • Location: Bojonegoro, Jatim, Indonesia
  • Date Registered: January 05, 2008, 07:30:19 pm
  • Reputasi : 225
  • dieto33droid penggemar "kates" tulen
    • My Office
    • Email
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #74 on: February 11, 2008, 09:20:15 am »
Mantap abis, dilanjut Maknyuuussss..... hik...
>>Venus Millenium II, Openbox S9, [email protected] Ferrari (alm), Matrix Turbo III<<
dieto33droid is

Offline Death Angel

  • Forum Moderator
  • Ksatria
  • *****
  • Posts: 1280
  • Age: 14
  • Location: Jakarta
  • Date Registered: October 08, 2007, 02:02:08 pm
  • Reputasi : 129
  • Wisang Geni
    • Email
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #75 on: February 11, 2008, 11:37:14 am »
bangku harus menghadap ke utara pas, Kompas magnit sulit dipercaya. kalau bisa pakai sextant itu bagus, cari posisi bintang 'Polar" dan tentukan utara
Bener Mr. Spark ... kalo mau gunakan kompas, pastikan posisi kompas tidak diatas besi dan adanya Interferensi dari medan magnit yg lain (biasanya electromagnetic kabel yang teraliri arus akan menginduksi magnet di kompas tsb). katanya sih ... hiks .. hiks .. hiks.
Tolong di koreksi kalo ada salah ... namanya juga sharing knowledge. >>/

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #76 on: February 11, 2008, 11:50:41 am »
Beberapa hari kemudian….

Paktua itu hendak kembali memulung. Kali ini targetnya adalah Surabaya…. Tapi siwalnya, kedua tuyulnya itu mau ikut terus akhirnya terpaksa lah paktua memulung dengan berbekal satu karung bekas dan dua tuyul O’on.

…..
….

Sementara muter mutar dikota itu, tuyul itu bertanya…:
“Mbah, sebetulnya kemarin itu saya juga mau nyolong primbon yang ada catatannya mengenai polarisasi ngebor itu lho mbah…! “
“Kenapa kok ndak dicolong saja……. Sekalian he… he…!” jawab mbah dengan santai
“nDak tahu yang mana mbah, lha kemarin malah keliru ambil CDnya mbah…!” kata tuyul
He he…., kembali , mbah itu terkekeh….
“banyak yang bilang katanya dari Teflon mbah ?”
Paktua sebentar mengernyitkan kening seperti berpikir dan kemudian menjawab…: “ Ya mungkin…”
Dan tuyul itu mengguman seolah berkata pada dirinya “Ooooo…..o   !”
Sambil terus berjalan dan menoleh kiri kanan mencari objek pemulungan…!

Ketika sampai di Jalan tunjungan, tuyul itu seperti kaget dan seraya berteriak seolah senang dan tangannya menunjuk sesuatu “ mBah……!”
“Ada apa…?” jawab paktua dengan cuek
“Itu mbah…!” katanya sambil menunjuk papan bilboard besar berwarna-warni dengan tulisan “DISINI MENJUAL TEFLON ASLI CAP KODOK”
“mBah aku mau kesana nyolong teflon mau tak buat sekat di LNBF biar aku bisa nonton Jamal ya……?”
“Iya… sana…, ati ati Ojok sampek dicokot iwak cucut…” kata si mBah menirukan ucapannya Juragan Angga tempo hari….
Agak bingung tuyul itu…pikirnya : “lho mosok iwak cucut nang supermarket …?”
Tapi kayaknya Paktua tanggap lalu : “ Oooo sorry, bukan Iwak cucut… tapi satpam..!”
Mendengar itu serentak kedua tuyul itu  mak Wussss seperti hologram langsung menyusup ke supermarket itu………
Paktua ndak reken dan terus memulung sepanjang jalan tunjungan……

Sepuluh menit kemudian….
Kedua tuyul itu sudah kembali dengan terengah engah…… keringat bercucuran sebesar biji jagung dan …….
Paktua Cuma mengerling saja…
“Mbah…” kata tuyul itu
Pak tua Cuma diam dan hanya “ Heh..!”  menjawab singkat.
“mBaaah”
Sekali lagi Pak tua Cuma diam dan hanya “ Heeeeeh..!” 
“Mbah ternyata di dalam sana “Teflon itu Panci, Wajan dan  teko mbah…, Mosok panci dipakai dipakai nyekat LNB ….? “
Sambil sedikit tersenyum pak tua bertanya, “ mereknya cap apa…?”
“Cap Kodok ijo mBah, Uaslii… sli…sli…!” kata tuyul itu meyakin kan…
Mendengar itu paktua langsung tertawa keras :

“ He…. He…. He…. He…. He…. , “ tap kemudian segera ditutupnya mulutnya sepert terkejut, dan kemudian dilanjutkan lah tertawanya : “ Hik….. Hik….. Hik….. Hik…..”
Sambil berguling guling di trotoar..

Setelah beberapa jam tertawa itu reda, sambil masih sedikit senyum senyum… paktua itu menunjuk ke etalase toko dan bertanya pada tuyul itu…

” kalau itu apa Yul…?”
“Supermi..!” Jawab tuyul masih setengah jengkel.

” kalau itu apa Yul…?” sambil menunjuk barang lain…
“Sanyo…..”  Jawab tuyul semakin jengkel.

” kalau itu apa Yul…?” sambil menunjuk barang lain…
“Honda…..” Kali ini tuyul itu kesabaranya mulai habis.

Melihat itu paktua malah tertawa dan malah berdiri berkacak pinggang dan langsung membentak “ Guobbbblig…!”

“Lhohhhhh… Kamsude mbah yok opo se…..,” kata tuyul dengan logat suroboyoan…
“Sing pertama tadi itu bukan Supermi tapi Mi Instan….”
“Sing kedua tadi itu bukan Sanyo tapi pompa air ….”
“Sing ketiga tadi itu bukan Honda tapi Se… Pe…. Da…..Mo Torrrrrrrrr….” Kata pak tua sambil nyulek matanya tuyul itu

Lhooooohhhhh
“Mosok onok tah Supermi cap endomee, atau Sanyo cap Dab, utowo Honda cap Yamaha..?” kata Paktua dengan Jumawa.
“terus……. hubungane karo LNB opo mbah ..?”
“Teflon iku merek, Cap Teflon iku bikinannya Paklik DuPont wong Perncis…!”
“Lha paklik DuPont iku pengrajin  panci, wajan, teko mbarek korek…!” jawab paktua dengan perasaan kemeruh dan sok tahu nya yang selangit..”

“Cuma itu mBah…..?” sambung tuyul
“Ada lagi…….” Jawab mbah….
“Apa mbah” Tuyul semakin ngeyel…
“Kondom….”
“Apa itu mbah………..? “

Sampai disini, paktua itu kehilangan akal, kening mengernyit dan otaknya  berputar bekerja keras, Dia sulit menjelaskan ini karena tuyul tidak mempunyai jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Dus.. berati ndak punya alat kelamin, tapi kemudian nemu akal..

“Itu adalah pembungkus senapan” jawab mbah dengan Yakin
“Senapan yang dipakai nembak burung itu ta…?’

Gila…, paktua ini mengeluh, gimana ya jawabnya. Dengan ragu ragu dia mulai menganalisa dan membuat definisi baru :

“Bukan untuk nembak burung tapi senapan itu adalah Bedhil yang biasanya justru dibilang burung tapi modelnya ndak seperti burung “

“Lha modelnya seperti apa…..?”

Waduhhhh… tuyul kok kayak gini pikir paktua. Tapi demi menjaga wibawa sebagai seorang tua yang harus bisa menjawab dia lanjutkan…:
“Ya macam macam, kalau punya Gusti Tark kayak telo rambat…”
“Ooooo gundhek, tapi lemu gitu tah mbah….?” Tanya tuyul dan paktua mengangguk.
“Kalau Juragan Dieto kaya Pohung….”
“Oooo lincip ngono tah mbah…?” Tanya tuyul dan paktua mengangguk
“Kalau yang lain lain, Arie, Putra. Axel dan lain lain itu kayak kacang panjang”
“Oooo kecil panjang dan mluntir ngono tah mbah…?” Tanya tuyul dan paktua mengangguk

Sebelum pak tua melanjutkan, dengan penuh semangat kedua tuyul itu mendahului bertanya : “Lha kalau untuk Juragan Angga yak apa mbah modelnya …”
“Sak ruji……” jawab mbah
“Lho kok cilik mbah….. ruji ne sepeda montor ta”
“Bukan ,,!,  ruji ne sepur…”
Kedua tuyul itu kuaget dan ternganga, sebelum sempat bertanya lebih lanjut paktua sudah menimpalinya dengan kata kata …:
“Itu ukuran untuk bolongane thok lho…..” jawab paktua dengan kalem
“Wuik…. Gedhene rek…….” Bathin kedua tuyul itu semakin kaget ……...

“Wis mbah sak iki  teorine sekat LNB untuk polarisasi muter tadi dilanjutkan…” sambung tuyul itu.

“Sik, aku mau istirahat dulu, cari suguhan kopi atau wedhang jahe atau tuwak tuban, dan siapa tahu dapat suguhan susu kanguru,…. Sik istirahat dulu…” katanya sambil selonjor di lantai empat penginepan sebelahnya BRI tower…..”












« Last Edit: February 11, 2008, 11:52:32 am by Spark »

Offline tark

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 6171
  • Age: 45
  • Location: Kudus
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:47 pm
  • Reputasi : 297
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #77 on: February 11, 2008, 12:28:16 pm »
Mbah kalo sore apalagi malam jangan keluyuran di sekitar Diponegoro ... >/?


 ;D

Offline Putra

  • Up Level
  • Siswa
  • ***
  • Posts: 435
  • Date Registered: September 24, 2007, 08:06:57 pm
  • Reputasi : 22
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #78 on: February 11, 2008, 12:34:18 pm »
Mbah Spark, biar tambah Fit saya suguhkan secangkir wedang jahe asli dari lereng Gunung Merapi ditambah Susu murni dari Boyolali.

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2344
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #79 on: February 11, 2008, 12:57:11 pm »
hahaha..hahaha..oalaah..mbah..mbah..bikin sakit perut aja..hahaha..