Author Topic: Sebutir Batu (Parabola dari sisi berbeda)  (Read 681973 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5030
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 384
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #80 on: February 11, 2008, 01:00:05 pm »
 >>/ top bgt buat mbah spark ..........
everything for better

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #81 on: February 11, 2008, 02:06:43 pm »
Selagi enak enaknya santai ada kiriman kopi, dan susu,
Paktua yang ndak pernah tidur di penginepan bagus jadi lupa diri dan berlagak Suroboyo asli dan sok ke Inggris-inggrisan.
Penginepan itu agak tinggi dan berada di jalan Basuki Rahmat,
Pas,….. ketika lagi leyeh-leyeh di lobi penginepan dan lagi santai, ada seseorang datang dan menyapa “
“Hi Oldman…”
“Ho’oh, same-same…” kata pak tua maksudnya ‘sama-sama’.
Terus orang itu bertanya dengan bahasa Indonesia..:
“Lagi minum apa pak…?
“ Yes, I am drinking ‘breast’…” jawab pak tua. maksudnya ‘Susu’
Orang itu kaget dan paktua dengan penuh percaya diri melanjutkan :
“this is pure ‘breast’ from ‘crocodile forget’……!” katanya meyakinkan
Wuih….., serentak orang itu berdiri dan dalam hati berfikir. “Uh wong ini kalau tak laporkan Gusti Tark mesti dipateni…!”

Sementara itu
Dengan tergopoh gopoh kedua tuyulnya datang.
 dengan masih terengah engah tuyul itu tanya ke paktua..
“mbah mbah..............., Jamal itu di barat mbah ya…?”
“Ho’oh” jawab paktua dengan acuh tak acuh
“Mbah ternyata betul mbah, kalau lihat Jamal itu banyak esek-eseknya dan bidadarinya banyak yang cantik dndak pake baju mbah…” jawab tuyul sambil masih terengah-engah.
“lho kamu kok tahu…?”
“Disini enak mbah, dari atas genteng bisa lihat satelit mbah,  enak, saya baru lihat satelit di barat mbah, ayu ayu mbah…. Cewek e….”
Kalau ndak percaya sini mbah tak kasi tahu, serentak tangan kiri dan kanannya di gandeng kedua tuyulnya dan wussss… tanpa pakai lift paktua langsung dibawa ke atap.

Sesampainya, di atap…..
Kedua tuyul itu langsung duduk di bangku ajaibdisetelnya azimuth sesuai kompas, tanpa menaikkan elevasi langsung menengok dan menunjuk ke barat serta dengan bangga mengatakan :

“Itu khan mbah… jamal202…..! ceweknya banyak dan ada yang ndak pakai baju..dan ada sek- eseknya…!” katanya sambil mengacungkan jempol, “tetapi yang di baratnya itu satelit apa ya…?”  lanjutnya.

Serentak paktua terduduk, shock kaget dan setengah ndak percaya. Dia pandangi kedua tuyulnya dengan pandangan putus asa….

Kemudian dengan lemas dia menjawab…:
“ Le…., thole…………. Kedua tuyulku yang ajaib tapi guoooooblig….., tak kasih tahu ya, Yang di barat itu adalah bukan satelit tapi ‘Darmo Satelit’, sedangkan yang banyak bidadarinya itu bukan satelit jamal202 tapi itu adalah nJarak, gang ‘Dolly’…!”

Jawab pak tua itu sambil bergumam…..: “Besok tuyulku ini tak tukar ayam aja dah…. Daripada bikin mumet…!”


« Last Edit: February 11, 2008, 02:09:30 pm by Spark »

Offline tark

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 6182
  • Age: 46
  • Location: Kudus
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:47 pm
  • Reputasi : 297
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #82 on: February 11, 2008, 02:36:28 pm »
 '/; '/; '/;

Gak tahan gak ngakak

Jangan noleh ke Tenggara lo mbah...
Tretes kejauhan dari Basuki Rahmat  '/;

Offline Daengsat

  • Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Lets be gone be by gone
  • Global Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 10476
  • Age: 63
  • Location: Sydney NSW, Australia
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:03 pm
  • Reputasi : 757
  • Daengsat Pty Ltd Australia
    • http://www.daengsat.com.au
    • Email
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #83 on: February 11, 2008, 03:51:43 pm »
@Pak H.Daeng..Sebenarnya disini,khususnya tempat saya,juga cuma bisa dapat yamal 202..tapi gak tau untuk IS 704,902,906 bisa dapat gak ya...!!
kalau dipikir2,korbankan 1 lnb hanya untuk 1 satelit,kayaknya mubazir ya..!Tapi itulah,karena keingin tahuan,dan pengen belajar trik2 nya..!Kalau soal film adult,kenapa gak pakai dvd aja?bener gak?Tapi yang dikejar bukan film nya semata,tapi ilmu yang teman2 disini berikan,harus di praktekan..hehehe..walah..ngomongnya kayak udah seleting aja sama bro2 semua..hahaha..
Salam
di tempat saya dgn menggunakan sekat selain bisa dapat yamal 202 juga dapat alhurra iraq, voa (nss 703), abc news (intelsat 902).
Saya setuju dengan Bro Qyai, saya tidak bisa mengasih komentar karena di tempat saya maksud saya di negara yg saya bermukim tidak akan bisa menrima Yamal 202 di sebab kan foot print nya tidak sampai, angle terakhir di Sydney Telstra 10/ABS 1 kalau lucky.

Regards,

D.Effendi
« Last Edit: February 11, 2008, 04:15:37 pm by daengsat »
Proud to be part of http://www.crowngroup.com.au/

Offline dieto33

  • Just a Forsat addict, not a real
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4997
  • Age: 40
  • Location: Bojonegoro, Jatim, Indonesia
  • Date Registered: January 05, 2008, 07:30:19 pm
  • Reputasi : 225
  • dieto33droid penggemar "kates" tulen
    • My Office
    • Email
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #84 on: February 11, 2008, 09:39:11 pm »
Mbah kalo sore apalagi malam jangan keluyuran di sekitar Diponegoro ... >/? ;D
Jangan sampe lewat IrBa lho Mbah ntar ke'sedot' pipa.
>>Venus Millenium II, Openbox S9, [email protected] Ferrari (alm), Matrix Turbo III<<
dieto33droid is

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #85 on: February 12, 2008, 08:05:50 pm »
Dear bro,
Nasib mujur, akhirnya saya menemukan buku catatan harian pak tua itu sebagai berikut :

Kunci keberhasilan dari sekat ini adalah membuat V dan H berselisih 900,
seperti di ketahui, frekwensi ini menggetar dan merambat di udara bebas yang mempunyai faktor percepatan tertentu, jika gelombang ini melalui  media yang berbeda, tentunya akan mempunyai kecepatan tertentu atau untuk mencapai titik tertentu memerlukan waktu yang berbeda. Untuk berbagai metal, ini nilai percepatannya jauh lebih baik dari udara, akan tetapi selisih lebih cepat itu tidak akan pernah bisa mencapai 900, yang bisa kita lakukan dengan meterial yang ada adalah justru memperlambatnya.
Memperlambat bukan berarti menghambat, untuk itu pada salah satu polar kita perlambat hingga perbedaan itu mencapai 900. Memperlambatnya dapat dilakukan dengan beberapa methode, Salah satunya adalah dengan metode dipantulkan. Dengan dipantulkan terlebih dahulu maka jaraknya akan lebih jauh dan ketika mencapai suatu tempat akan lebih ‘terlambat’. Tapi ini akan sangat dipengaruhi panjang gelombang sehingga faktor ‘dimensi’ akan sangat berbeda untuk berbagai frekwensi untuk bisa ‘resonan’ methode ini kalau pada radio kira-kira akan sama dengan rangkaian L dan C.
Sementara itu kita ketahui, yang kita perlukan adalah kemampuan untu meng cover area frekwensi yang sangat lebar., kita harus selalu ‘tuning’ untuk setiap frekwensi. Ini hanya bisa dan realiable jika hanya dilakukan untuk freksensi tetap dan tidak berubah, keunggulannya adalah gain sangat tinggi, Q tinggi.

Untuk bidang coverage area yang luas dengan rentang yang lebar, cara yang paling mudah adalah tidak memakai L dan C tapi adalah R, atau penghambat yang akan memperlambat.
Kerugiannya, karena menghambat, ada sebagian resiko sebagian kehilangan signal. Akan tetapi tidak perlu main ‘tune’ lagi, dan bebas bergerak pada frekwensi yang rentangannya lebar. Ini adalah yang termudah.

Untuk menyekat feedhorn dengan penghambat ini adalah termasuk cara yang ‘Tricky’. Delay dilakukan dengan menghambat melalui media dengan cara dan logika ‘mekanik’. Sehingga ada juga yang menyebutkan dengan pelambat mekanik,

Pada metode ini, faktor sudut pantul yang unik dan konstanta hantar, serta nilai kehilangan merupakan kata kunci untuk keberhasilan ini.

Pada jaman dahulu, media yang sesuai adalah kwarsa silikon, karena bahan ini mempunyai karakter yang unik, termasuk diantaranya dalam karakterisik getar yang disebut ‘piezzo’,
Jika ini dipakai sebagai media akan sangat ideal, tapi rasanya tidak mungkin kita menemukan pasir kwarsa yang cukup besar untuk menyumpal mulut feed horn.
Akan tetapi jaman terus berubah dan orang menjadi semakin pintar, ketika seorang mahasiswa Amerika bisa menumbuhkan ide  tentang ‘resin’ mulailah sisa proses penyulingan minyak ini menjadi ‘primadonna’, karena akhirnya resin resin ini dengan berbagai kelebihan berhasil berkembang menjadi suatu bahan dengan varian sangat banyak. Orang di Jawa yang tidak terlalu faham dengan resin ini menyebutnya dengan Pastik karena bahan ini bersifat Plastic (mudah dibentuk).
Orang mulai sibuk dengan mainan baru ini. Orang keranjingan bereksperiman membuat berbagai yang bersifat sintetic, berbagai macam sifat sifat batu alam seperti akik, ruby dan bahkan berlian dan kwarsa silikon bisa dibuat dari ‘plastik; ini
Varian variannya sangat dan bahkan ada yang dipatentkan, Salah satu varian resin tersebut ditemukan oleh suatu perusahaan Peancis, Du Pont, dengan merk paten “teflon”, Resin yang sangat kuat dan jernih, bisa dipakai melapisi panci atau wajan sehingga ‘tahan gores dan tahan panas’ atau pelapis cat mobil yang juga ‘tahan gores”.

Untuk itulah sangat tidak tepat memakai istilah “teflon” sebagai bahan penyekat mulut feed horn., mungkin memakai istliah Plastik atau resin itu adalah kebih masuk akal. Varian atau jenis plastik ini sangat banyak sekali, ribuan atau bahkan mungkin ratusan ribu. Dipakai dan dimanfaatkan sebagai material pembuatan alat rumah tangga, dapur, elektronik, kesehatam bahkan pesawat ruang angkasa.

Dari berbagai macam resin atau plastik itu, ada istilah yang sangat tidak tepat, yaitu istilah ‘mika’ untuk resin bening. Meskipun itu adalah mika sintetis yang terbuat dari bahan resin. Atau ada istlah ‘Plexyglass’,

Jika produsen LNBF membuat sekat, tentulah dia telah berhitung ukuran fisik dan elektronik feed horn serta membuat sendiri ‘ramuan resin’ secara khusus. Untuk itu  angat sulit bagi seorang hobbyst rumahan untuk bisa membuat plastik dengan karakteristik tertentu dengan sifat-sifat dan karakteristik yang sangat spesific.  Jika dia mencari plastik di pasar, ramuan resin itu sangat beraneka. Ketika dia menemukan jenis plastik yang pas, untuk suatu feedhorn merk tertentu, itu akan berbeda untuk merk feedhorn dengan merk lain karena ukuran feedhorn itu secara fisis juga berbeda.
Jadi tidak ada cara lain bagi para hobbyst selain cara “trial dan error’.
Tapi dalam coba-coba itu harus ada kunci yang tidak boleh diabaikan dalam melakukannya; antara lain :
* Sudut mekanis, sebaiknya tepat siku 900 atau 450,
* Fill atau grind atau gosok setiap permukaannya se rata mungkin dengan peralatan atau akal yang memadai, tempatkah kertas gosok diatas meja kaca dan kemudian gosokkan plastik itu diatas kertas  gosok.
*Sudut terhadp antena polarisasi V dan H harus tepat 450, ini sangat kritis. Jadi lem lah dengan kuat memakai lem ‘silikon’
* Panjang dan jarak terhadap antena V dan H sangat menentukan. Ini bagi hobbyst yang tidak mempunyai laboratorium microwave, hanyalah bisa mencoba-cobanya saja.
* Usahakan panjang plastik itu sependek mungkin, untuk mengurangi loss
* Untuk memendekkan plastik ini cukup menggosok dengan kertas gosok saja karena perubahan setiap mm akan memberikan dampak yang besar, Sebagai acuan, intiplah antena yang seperti jarum itu, jarum itu panjangnya adalah seperempat lamda, atau itu berarti penggeseran 900. Jadi perubahan panjang tidak lebih dari panjang antenna itu
Begitu juga dengan ketebalan plastik ini.
* Semua itu hanya akan berhasil jika memakai receiver dengan fasilitas auto switch V dan H secara auto, jika switching dilakukan manual, trik ini tidak akan pernah berhasil


Salam

SPARK


*PS, :
Contoh dielektrik yang bagus adalah dielektrik yang dipakai oleh kabel ‘coaxial’

« Last Edit: February 12, 2008, 08:12:05 pm by Spark »

Offline dieto33

  • Just a Forsat addict, not a real
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4997
  • Age: 40
  • Location: Bojonegoro, Jatim, Indonesia
  • Date Registered: January 05, 2008, 07:30:19 pm
  • Reputasi : 225
  • dieto33droid penggemar "kates" tulen
    • My Office
    • Email
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #86 on: February 12, 2008, 08:42:53 pm »
Siip, Pak Dosen Spark. Skarang aku dah jarang bolos, biar cepet pinter, dapet IPK3 di FORSAT. Ditunggu mata kuliah berikutnya lho.
« Last Edit: February 12, 2008, 08:47:04 pm by dieto33 »
>>Venus Millenium II, Openbox S9, [email protected] Ferrari (alm), Matrix Turbo III<<
dieto33droid is

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #87 on: February 12, 2008, 09:09:51 pm »
SEdikit curahan hati....
Saya sangat senang dengan orang yang membagi bagikan pengetahuannya untuk orang lain demi kebaikan orang banyak, untuk itulah pada forum ini saya berterima kasih sekali terhadap semua yang ada di forum ini sehingga membuat saya lebih pintar.
Akan tetapi, informasi itu hendaklah harus benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Karena informasi yang salah justru akan menyesatkan orang lain dan malah akan mencelakakan orang lain. Untuk itu saya menganggap memberikan informasi yang salah adalah menyesatkan, mungkin akan lebih baik bertanya kepada ahlinya jika tidak paham akan sesuatu, daripada memberikan theori ngeyel yang menggelikan.
Dan harus terbuka serta berendah hati untuk menerima kritik dan memberikan penjelasan. Bilamana perlu sangat sehat untuk ber adu argumen. Tapi haryslah sehat dan tidak ngeyel.
Untuk itu, hindarkan memberikan informasi yang asal-asalan

menghargai karya orang lain adalah hal yang terpuji, menjiplak tulisan orang lain haruslah seijin si pemilik tulisan, jika mungkin akan lebih sehat jika kita menyebutkan sumber atau penulisnya.
Jika tidak,   ini adalah suatu penghinaan terhadap karya tulis orang lain..! Secara umum... ini tidaklah sehat.

Untuk itulah di beberapa Forum lain, saya sangat sarkastis dan bahkan sinis terhadap perilaku yang kurang terpuji itu.

Kita bisa bedakan antara rumus, axioma dan teori. Kita tidak perlu jelaskan Rumus dan Axioma, tapi mungkin untuk theori berbeda. Atau hasil penulisan, penelitian orang lain kita tidak boleh semena mena.
Untuk itulah, curigai setiap posting yang memakai bahasa Asing (Inggris) dengan sempurna Karena kita  tahu, gaya ahasa untuk bahasa Inggrisnya orang indonesia gampang di lihat dan khas. Jadi jika ada orang kita memakai bahasa Inggris dengan 'sangat' fasih dan bahkan 'gaya bahasa' nya seperti orang Eropa dan Amerika, kita patus curiga.


Unttuk itu saya sangat kecewa dengan posting September 29, 2007, 10:46:00 AM   :
http://www.forumsatelit.com/*********

karena ternyata itu adalah tulisan seseorang di :
http://www.satsig.net/lnb/explanation-description-lnb.htm

Seluruh tulisan, sampai titik koma adalah identik,

Saya menjadi sangat malu sekali terhadap sdr. Eric Johnston yang telah membuat tulisan itu pada tanggal  21 March 2006, dan di revisi pada tanggal 25 April 2007
Karena Eric Johnston adalah teman  dan saya kenal baik dengan beliau.

Kayaknya tragedi "Roy Suryo" terulang pada Forum ini.....
Kenapa harus terjadi seperti ini, ? bukankah 'lebih baik hanya memberikan 'link' saja atau menyebutkan penulisnya secara lengkap.

Kita boleh menulis artikel dengan sumber dari orang lain, tapi bukan berarti kita menjadi 'plagiat'
Untuk saudaraku disini, saya harap ini tidak terjadi lagi
Saya prihatin untuk itu.

mohon maaf, mungkin ada yang merasa tersinggung, tapi kita punya kewajiban untuk saling mengingatkan
Saya akan siap dan sangat bersedia untuk dimaki dan dihardik, dihina sekalipu hanya untuk mengungkapkan suatu kebenaran. Memang sulit untuk menerima keadaan bahwa 'saya' salah. mengakui kesalahan diri sendiri adalah hal tersulit bagi manusia. tapi saya akan memulai dari detik ini di forum ini untuk manjadi orang yang menghargai karya orang lain dengan tanpa menjadi 'plagiat'

Salam dan hormat bagi seluruh Bung dan Bro serta saudara saya di forum ini, tanpa anda, saya hanyalah sampah daging 60 kg yang penuh bakteri.
Anda semua telah menjadikan saya orang paling beruntung di dunia ini....!

terima kasih....terima kasih....terima kasih....


Salam



SPARK
« Last Edit: February 14, 2008, 04:58:41 pm by Spark »

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2344
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #88 on: February 12, 2008, 09:29:01 pm »
Bravo pak spark..saya jadi tau apa itu dielectric plate secara teknis..secangkir kopi o kaw lagi buat pak spark..hehe..

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #89 on: February 12, 2008, 09:35:05 pm »
Bravo pak spark..saya jadi tau apa itu dielectric plate secara teknis..secangkir kopi o kaw lagi buat pak spark..hehe..

terima kasih Bro Arie.
saya tembahkan sedikit
 di electrik itu artinya adalah medium  atau sekat diantara dua  elektroda, seperti sekat diantara keping kapasitor atau  inti coaxial kabel dan Shieldnya
Dielektrik itu bisa udara, mika atau keramik (pernah dengar istilah Kapasitor mika atau keramik...?) Dibilang kapasitor mika karena dielektricnya adalah mika dan kapasitor keramik karena dielektriknya adalah keramik...!

Salam untuk keluarga dirumah...


SPARK
« Last Edit: February 12, 2008, 11:13:55 pm by Spark »

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2344
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #90 on: February 12, 2008, 10:58:11 pm »
Pernah pak spark..saya tau ceramic capasitor..Top banget pak spark..Salam juga buat keluarga dirumah..

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #91 on: February 12, 2008, 11:09:17 pm »
Sebetulnya saya sangat malu akan menuliskan apa yang dibawah ini karena ini adalah sangat basic. Tapi ini terpaksa saya lakukan karena banyak diantara kita yang disini justru lupa dengan pengertian yang sangat basic ini…:

Lokal Oscillator..:

Jika kita berniat menerima suatu getaran pada frekwensi tertentu, Kita tentulah harus membuat sesuatu utnuk menerima getaran itu,
Menurut saya, istilah menerima dan memancar itu adalah kurang tepat, tapi biarlah ini tetap kita pakai karena sudah kelewat umum

Jika kita menerima signal yang lemah ini, hal yang kita lakukan adalah kita harus punya sensor yaitu antenna, kemudian menguatkannya. Dan ternyata menguatkan dengan sekali penguatan adalah tidak cukup, diperlukan beberapa tingkatan.
Pada setiap tingkatan, ada penalaan yang harus sama untuk frekwensi itu. Kadang kala tingkatan itu mencapai enam tingkat atau lebih,
Jika kita ingin menerima suatu frekwensi tertentu, betapa repotnya kita harus me nala kena enamnya secara serentak.

Ada trik ….:
Kalau kita punya dua frekwensi, Misal Fa dan Fb, maka jika dicampur, kita akan mendapatkan Fa, Fb,  selisih FaFb serta penjumlahan dan Pengurangan hasil Pencampuran ini biasanya disebut Frekwensi Antara atau IF (intermediate Frekwensi)

Dengan keadaan ini ada yang kita bisa siasati,
Jika kita menghendaki menerima pada Penguat RF dan mencampurkannya pada MXER
Dengan sumber frekwensi lokal (Local oscillator) LO maka kita mandapatkan frekwensi IF.
Jika kita menala LO dan RF secara bersamaan bukankah kita selalu mendapatkan frekwensi selisih yang selalu sama ?

Dengan hal ini kita jadi dengan mudah membuat penguat IF sampai beberapa tingkat dan hanya dengan sekali me nalanya saja pada frekwensi yang tetap.

Atau jika kembangkan lebih lanjut, Jika kita membuat RF amplifier yang bisa menerima segala frekwensi, bukankah kita bisa memilih frekwensi tertentu hanya dengan cukup menggerakkan oscillator yang frekwensinya variabel (Variable Frekwensi Oscillator) ? Krena yang yang akan dikuatkan IF ahayalah selisih antara LO itu dan signal yang akan diterima
VFO ini pada model terakhir memakai methode Variable Current Oscillator (VCO).

Sistim ini Populer dengan istilah “heterodyne”
Ini dipakai dalam tuning sistim radio dan televisi dan banyak sekali….
Seperti Pada Rx sattelite.

Trik yang lain adalah :
Untuk mengolah, menguatkan signal pada frekwensi semakin tinggi akan semakin sulit dan semakin mahal. Maka dengan mencampurkannya dengan LO akan meng convert frekwensi itu ke lebih rendah sehingga akan lebih mudah dan mengolahnya.
Untuk menerima atau mengolah frekwensi dari Band C yang 3 Ghz atau terlebih lagi Ku dan Ka yang sangat tinggi adalah sangat sulit dan mahal. Untuk itu, signal yang sangat tinggi dan lemah ini hanya dikuatkan sekali pada Penguat dengan Noise Rendah (Low Noise Amplifier - LNA) dan segera dicampur dengan Local Oscillator (LO) untuk di menghasilkan frekwensi yang lebih rendah yaitu IF jadi seolah-olah di convert pada (Block Down Converter –BDC), untuk lebih praktis, maka LNA dan BDC dijadikan satu modul dinamakan menjadi LNB, supaya lebih praktis lagi, LNB ini digabung dengan antenna dan Feedhorn menjadi istilah LNBF.

Dan ini akan sangat praktis sekali,
karena seandainya kita membuat tiga LNBF dengan band yang berbeda, kita cukup membuat LO yang berbeda-beda untuk menghasilkan IF yang sama.
Dengan kata lain  Untuk Band S, Band C,  IF nya bisa sama
Jadi Untuk Band C, S dan Ku, dll cukup satu receiver yang sama.
Sementara itu pada IF yanga sama tapi sangat lebar ini (950 – 1750) Mhz kita tinggal masukkan kedalam Receiver yang kemudian kita campur dengan VCO untuk memilih Frekwensi (Channel) dan selisihnya adalah IF dengan frekwensi yang sama dan rendah sehingga kita bisa secara mudah untuk menguatkannya sampai beberapa tingkat sesuai yang kita inginkan.

Untuk itu, berhenti memperdebatkan masalah LO yang tidak sama Karena IF itu adalah selisih  dan jumlah.

Stop ngeyel mengenai perbedaan LO.
karena IF adalah ;

IF merupakan selisih jika kita ingin menerima signal yang Variable untuk di konvert menjadi frekwensi yang sama atau lebih rendah.
IF merupakan hasil pengurangan Jika kita akan meng convert ke Frekwensi lebih rendah
IF merupakan hasil penjumlahan Jika kita akan meng convert ke Frekwensi lebih tinggi


Salam

SPARK
« Last Edit: February 12, 2008, 11:12:00 pm by Spark »

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #92 on: February 13, 2008, 02:40:29 am »

mudah mudahan ada yang kiri wedhang kopi........

Offline Death Angel

  • Forum Moderator
  • Ksatria
  • *****
  • Posts: 1280
  • Age: 14
  • Location: Jakarta
  • Date Registered: October 08, 2007, 02:02:08 pm
  • Reputasi : 129
  • Wisang Geni
    • Email
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #93 on: February 13, 2008, 07:30:55 am »
Sedikit curahan hati....

hiks ... hiks ... hiks ... :Pe: peace man ...
Thanks berat Mr. Spark ... Teorinya benar2 sangat mudah di cerna ... walopun saya nggak punya background elektonika/telekomunikasi. Akhirnya sebutir batu paling tidak bisa dijadikan forum tanya jawab (FAQ) dan bisa menjawab pertanyaan temen2 secara sharing.
Mengenahi masalah curahan hatinya Mr. Spark ... saya kembalikan kepada masing2  </<

 ';/Thanks Mr. Spark >>/
Silahkan di lanjut ... saya mendukung anda  :LV:

Regards,
Arif Wibisono
« Last Edit: February 13, 2008, 12:25:32 pm by sk8ergeek »

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2344
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #94 on: February 13, 2008, 07:49:59 am »
Mantaf pak spark..! saya tidak pernah tau tentang frekuensi,disinilah saya pengen belajar!saya cuma tau sedikit,memang frekwensi tidak memancar,tapi merambat seperti menggerakan tali..pelajaran ipa SMA..!
seperti kemarin2 saya pernah tanyakan,semua perangkat,dari keras sampai lunak,pasti punya rumus..! makanya saya ingin tau...!Thanks pak spark..
segelas kopi O kaw dari saya..bukan wedang kopi loh..
Salam

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #95 on: February 13, 2008, 01:38:28 pm »


Dalam penjelajahan selama empat hari di Surabaya, banyak hal menarik

Saya melihat ada satu mobil dikendarai anak muda yang gaul, dia me’ modif’ mobilnya sedemikian rupa, Rim pakai 21” merk enkei, jok merk sparco. Ada LCD TV, ban dipompa dengan nitrogen dan memakai shockabsorber yang memakai nitrogen pula.
Saya dalam hati berpikir, tentunya ini adalah anak gaul model Indonesia masa kini.
Tapi saya berpikir, apalah artinya modif, kalau Cuma sekedar beli barang mewah dan tinggal tempel sana dan tempel sini….

Sementara itu pada sisilain di jalan Kedung doro, ada seorang penjual martabak. Ketika dia mau pulang, dia tidak mendorong gerobaknya akan tetapi, dengan sekedar tarikan tali pada kolong gerobaknya, serentak……… duk……uduk……uduk…….
Ternyata pak Martabak memasang motor 4takt dikolong gerobaknya.
Tak ayal gerobak itu berubah seperti tronton.
Saya berpura pura memanggilnya dan dengan sedikit bujukan dia mau berhenti dan saya ajak sedikit, berbincang dan memperbolehkan saya melihat ‘engine’ nya

Saya semakin kaget ketika melihat konstruksinya,
Hanya dengan model las yang sederhana dan beberapa tempelan besi tua, dia memakai ‘karburator’ yang menurut saya ajaib.
Ternyata Pak Martabak ini tidak memakai bensin…..!
Dia menghubungkan slang bahan bakar itu ke selang elpiji yang sekaligus untuk kompornya….
Saya kagum…..
……….

Ini adalah contoh lain dari sebutir batu yang bisa menjatuhkan ‘goliath’

SPARK




forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #96 on: February 13, 2008, 09:32:52 pm »
Bagaimanakan LO itu bekerja ?
Oscillator adalam sumber atau generator pembangkit frekwensi. Cara termudah adalah dengan menyambungkan Kumparan (Inductor, coil-L) dengan Capasitor(C) dan memberikan tegangan, Kedua ini aakan bergetar. Untuk merubah frekwensinya adalah dengan merubah nilai L atau C tersebut, Jika masih teringat Radio Receiver jaman dulu, Perubahan ini dilakukan dengan memakai Capasitor yang Variabel (Varco) dengan secara fisis merubah jarak kedua plat dengan diputar secara mekanik. Oscillator ini dinamakan VFO – Variable Frekwency Oscillator.
Beberapa periode kemudian orang memakai Diode yang memiliki nilai Kapasitif, Nilai kapasitif ini bisa di ubah dengan merubah Tegangan pada diode ini Diode ini disebut Diode dengan variabel kapasitif atau VariCap. Ketika VFO memakai diode ini maka istilahnya menjadi variable Current Oscillator atau disebut VCO.
VCO atau VFO ini sangat mudah di geser frekwensinya, karena itu juga sangat mudah bergeser sehingga kurang stabil.

Pada dunia lain.
Ada seorang bernama Piezzo, menemukan ‘sebutir batu’ batu kristal kwarsa. Kemudian dipotongnya dan digosok. Ketika kristal ini dijepit dengan pelat dan kemudian diantara kedua pelat itu diberi tegangan, maka kristal ini akan bergetar.
Ketika kristal ini dipakai pengganti rangkaian LC pada Oscillator, maka didapatkan stabilitas yang sangat tinggi dengan nilai Q sangat bagus. Oscillator ini dinamakan XO, satabilitas sangat tinggi, tapi sayangnya frekwensinya adalah fix (tetap)

Sekali lagi ada trik :
Bagaimana membuat oscilator yang variabel dengan stabilitas seperti kristal ?
 Jika kita bisa membuat sebuah pembanding, antara dua frekwensi dan jika kedua frekwensi itu tidak sama maka pembanding itu akan mengeluarkan output itu berupa tegangan, maka trik nya adalah sbb:
Buat satu oscilator dari kristal umpamanya 1 mhz dari kristal, dan masukkan pada pembanding sebagai Oscilator Refferensi.
Buatlah lagi VCO dan kemudian outputnya masukkan ke Pembanding(Comparator) guna diperbandingkan. Hasil perbandingan ini kembalikan lagi (Loop) ke VCO untuk mengontrol varicap. Dengan hal ini maka VCO akan selalu selaras dan sama dengan Kristal karena jika fase (Phase)nya tidak sama maka Comparator itu akan mengeluarkan tegangan yang akan merubah frekwensi VCO sehigga terkunci (Locked) dan selalu sama dengan Frekwensi Kristal yang sangat stabil itu.

Bagaimana merubah frekwensinya.
Dari ilustrasi tersebut, Cobalah kita bayangkan, ‘Jika’ diantara VCO dan Comparator tersebut kita sisipkan pembagi(Divider), maka yang terjadi adalah :
Jika Divider itu adalah membagi 2, maka ketika VCO pada frekwensi 2 mHz akan dibagi 2 oleh Divider dan diumpankan ke Comparator, maka Comparator akan ‘mengira’ VCO bergetar pada 1 Mhz. Padahal VCO adalah 2 Mhz, Begitu juga seterusnya. Jika kita bagi 5 maka pembanding akan mengira frekwensi adalah 1, padahal VCO bergetar pada 5 mhz.

Trik ini disebut Phase Locked Loop (PLL)


Kenapa ini saya ceriterakan ?
Ini adalah sedikit penjelasan terhadap posting Bro DaengSat terdahulu yang menyebutkan PLL LNB.

Semoga hal yang sangat sedikit ini ada manfaatnya dan ada yang mengirim wedhang kopi buat saya……!



Salam


SPARK
« Last Edit: February 13, 2008, 09:45:19 pm by Spark »

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #97 on: February 14, 2008, 10:33:25 am »
apakah kristal sama dengan jam quartz crystal dan bagaimana menaikan sinyal ?
« Last Edit: February 14, 2008, 10:35:25 am by ANZA »

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2344
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #98 on: February 14, 2008, 11:26:23 am »
apakah kristal sama dengan jam quartz crystal dan bagaimana menaikan sinyal ?
salam kenal bro anza..welcome to forsat..alangkah lebih baik sampaikan salam pada rekan2 terlebih dahulu di kamar perkenalan..dan ditunggu postingan serta pencerahan bro anza selanjutnya..!
Salam

forsat

  • Guest
Re: SEBUTIR BATU
« Reply #99 on: February 14, 2008, 07:48:00 pm »
Terima kasih Bp. Daengsat atas "Jamu Gendong" nya..........

Asli  ....


 ;D ;D ;D ;D

Say hi for all your family n friend at Brisbane,
How 'bout Goldcoast ? still windy ?

Salam

SPARK


« Last Edit: February 14, 2008, 11:15:32 pm by Spark »