Author Topic: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit  (Read 1347375 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline T0p4n

  • LUTVIN Antena
  • Up Level
  • Ksatria
  • *******
  • Posts: 1976
  • Date Registered: January 07, 2008, 07:45:12 am
  • Reputasi : 51
  • http://www.lutvin.com
    • LUTVIN Antena - Parabola Online Shopping
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #100 on: February 22, 2008, 06:58:23 am »
Televisi Berbayar MAC Tayang Tahun Ini


Jakarta -- PT Mediatama Anugrah Citra (MAC), operator televisi berbayar anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi, mulai tayang semester pertama 2008. Perusahaan yang masih satu holding dengan PT Surya Citra Media, operator SCTV, ini akan menggaet pelanggan dengan menggratiskan hingga mendapat izin penyiaran dari pemerintah dan Komisi Penyiaran Indonesia. "Infrastruktur kami sudah siap, tinggal perizinan," kata Direktur Operasional MAC Ery Hartanto kepada Tempo di Jakarta kemarin. Agoeng Wijaya




Wah tempat mendulang duit lagi, ikutan jadi dealer ahhh
LUTVIN Antena
Dealer TelkomVision, YES TV dan Indovision
Telp 02168112999 Fax 02189118447
http://www.lutvin.com
<a href="http://ymsgr/?lutvindotcom" target="_blank"><img src="http://opi.yahoo.com/online?u=lutvindotcom&amp;m=g&amp;t=02" alt="" width="139" border="0" height="107"></a>

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5027
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 383
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #101 on: March 05, 2008, 10:49:49 am »
 Measat-Malaysia to launch new satellite in Q3 2008

Measat-Malaysia announced today that its next satellite is expected to be launched in the third quarter of this year.

It also said that the satellite, previously known as Measat-1R, will be renamed Measat-3a as it is being designed to be co-located with the Measat-3 satellite at the 91.5°E orbital hot slot.

The new satellite will have 12 high-powered C-band transponders providing coverage across Africa and Eastern Europe in the West, and Japan through to Australia in the East.

It will also have 12 high-powered Ku-Band transponders for Direct-To-Home (DTH) customers in Malaysia and Indonesia.

"The renaming of Measat-1R to Measat-3a better reflects the satellite's mission to provide expansion capacity, and in-orbit redundancy, for customers utilising the Measat-3 satellite," said Paul Brown-Kenyon, Chief Operating Officer, Measat.

"With key capacity on the Measat-3 satellite already fully utilised, and a strong pipeline of customers awaiting capacity on Measat-3a, we are very pleased to have a confirmed launch slot for the new satellite earlier than originally expected."


Thursday 28 Feb 2008

It will also have 12 high-powered Ku-Band transponders for Direct-To-Home (DTH) customers in Malaysia and Indonesia. buat astro kah ini  ???
everything for better

Offline heero

  • Murid
  • **
  • Posts: 208
  • Date Registered: January 22, 2008, 04:53:38 pm
  • Reputasi : 9
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #102 on: March 10, 2008, 07:46:20 pm »
Senin, 10 Maret 2008
Hasnul Suhaimi
Saya dan XL itu Benar-benar Bersinergi



Loyal terhadap pekerjaan yang digeluti tentu bukan merupakan hal yang mudah. Apalagi, ketika tawaran untuk berpindah kerja ke bidang lain dengan imbalan menggiurkan pun tak henti merayu.

Hasnul Suhaimi termasuk yang mampu memegang loyalitas seperti itu. Memang ia berpindah, tetapi tidak ke bidang selain telekomunikasi, terutama perusahaan jasa telepon seluler. Tiga perusahaan seluler dalam negeri pernah mendapatkan sentuhan ide, pemikiran dan tenaganya. Dua diantaranya bahkan menempatkan Hasnul sebagai direktur utama.

Kepada reporter Rima Ria Lestari dan pewarta foto Amin Madani dari Republika, direktur utama PT Excelcomindo Pratama (XL) itu menceritakan sebagian kisah suksesnya.

Setelah lulus dari Teknik Elektro ITB, apakah Anda langsung memulai karier di dunia seluler?
Saya tidak selalu di seluler, sebenarnya. Tahun pertama, saya bekerja di perusahaan minyak Schlumberger, meski tetap di bidang elektronik. Baru kemudian saya ke Indosat. Jadi seumur hidup saya baru pindah dua kali, dari Schlumberger ke Indosat lalu ke XL. Tapi orang-orang melihatnya saya berpindah-pindah. Mungkin karena waktu di Indosat, saya sempat ditugaskan ke Telkomsel dua tahun untuk menjadi Direktur Niaga, lalu ke IM3. Jadi kelihatannya seolah-olah sudah di Telkomsel, Indosat, IM3, lalu XL.

Bagaimana bisa seperti itu?
Nasib ha ha ha... (Hasnul tertawa). Konsep saya, belajar setinggi mungkin, setelah itu bekerja apa pun yang didapat. Tapi dimana pun kita berada, berikan yang terbaik. Seperti airlah. Sebelum jadi hujan, uap air naik ke langit. Ini seperti pendidikan. Setelah turun jadi hujan, mengalir kemana, dimana pun.

Mengapa Anda beralih dari perusahaan minyak ke perusahaan seluler?
Waktu saya bekerja di Schlumberger, tidak ada sedikit pun niat untuk keluar. Cuma ada perubahan-perubahan di industri minyak mentah, sehingga saat ekonomi minyak mulai turun, terjadi cutting cost. Kita yang tadinya banyak mendapat bonus, kemudian dihilangkan. Kerja di minyak itu lucu. Kita kerja di Jakarta,katakanlah gaji kita satu. Setiap ke lapangan, mendapat tambahan lima persen. Saya sempat dulu lebih dari 20 hari di lapangan. Jadi gaji yang saya terima 200 persen.
Tiba-tiba perusahaan menyuruh saya kerja di lapangan saja di Cirebon. Jadi saya tidak mendapatkan uang tambahan lagi. Karena itu saya keluar saja. Saya menghubungi teman-teman, dan dapatlah di Indosat. Lalu saya ditugaskan Indosat ke Telkomsel yang saat itu menjadi anak usaha Indosat. Begitu mau dijual, balik lagi ke Indosat.

Lalu mengapa Anda beralih ke XL?
Mencari yang lebih cocok saja. Begini, masing-masing itu punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan saya sudah tidak terlalu dibutuhkan lagi di Indosat. Saya pikir lebih baik mencari tempat yang masih membutuhkan skill yang sama. Skill saya sudah tidak terlalu penting bagi Indosat, sementara untuk XL mungkin masih ada gunanya.

Bagaimana kondisi XL saat Anda masuk?
Waktu itu sedang growing very fast, saat tiba-tiba direktur utamanya mengundurkan diri. Dalam keadaan begitu, mereka melihat orang yang akan direkrut. Saya waktu itu masih menjadi dirut Indosat. Saya tidak direkrut headhunter, tetapi melalui pemegang saham. Kami ngobrol-ngobrol saja waktu ada acara di Bali. Lalu di Jakarta juga sekadar ngobrol-ngobrol. Saya tanya, bagaimana suasana kerja di XL. Saya juga tanya beberapa teman di XL untuk konfirmasi. Saya merasa cocok.
Di Indosat sendiri, nilai saya sudah habis, sudah kelamaan barangkali Ha...ha..ha...

Berarti, Anda merasa ada tantangan untuk bekerja di XL?
Sangat. Jauh bedanya. Artinya, ada sesuatu yang sudah dipunyai di sini yang saya tidak punya. Itu kan artinya saya harus belajar lagi. Ada juga yang saya punya yang di sini tidak punya. Jadi match. Sinergi itu benar-benar kita dapatkan. Kalau sama saja, ya untuk apa? Tidak ada perubahan, untuk apa.

Apa yang Anda sebut match itu sebenarnya? Contoh, IT di sini sangat luar biasa. Data, analisis, komplit semua. Laporan-laporan akurat dan tepat waktu. Sehingga kalau dulu saya tidak melakukan satu aksi karena tidak tahu data, ternyata hal itu di sini lebih cepat. Tapi di sisi lain, analisis-analisis yang dulu saya punya, seperti gambaran pasar, di sini tidak begitu banyak. Jadi waktu diadu, match.
Ditambah, direktur keuangan kita juga sangat bagus. Istilahnya, punya visi dan perhitungan yang sama. Jadinya,ya matchkarena setelah itu kami dinamis.

Sampai kapan 'nilai' yang Anda miliki dibutuhkan XL, kira-kira?
Saya tidak tahu. Kontrak saya sampai tahun depan. Do the best sajalah. Usia saya sekarang sudah 51 tahun. Kalau masih dibutuhkan saya stay, kalau tidak ya pensiun. Rencananya, kalau sudah pensiun, saya mau mengajar seperti kedua orang tua saya. Mungkin di almamater saya. Tetapi di bisnisnya, bukan di teknik. Mulai akhir bulan Februari ini saya belajar mengajar di sana hanya sebagai pengajar lepas.
(Kemudian Hasnul bercerita tentang masa kecilnya. Hasnul dilahirkan dan dibesarkan di Bukittinggi, Sumatera Barat, bersama lima saudaranya yang lain. Ayahnya, Suhaimi, adalah seorang guru sejarah yang pernah menjadi guru teladan tingkat SMP tahun 1974. Dari ayahnya Hasnul belajar 'berjuang'. Ayahnya selain menjadi guru, tetap giat berusaha menambah penghasilan keluarga dengan berjualan, membuka usaha penerbitan buku "Usaha Ikhlas" yang masih ada saat ini.
Itu dilakukannya sambil terus sekolah untuk meraih kesempatan mengajar di tingkat yang lebih tinggi. Sementara ibunya mengajarkan semua anak-anak bersikap lembut dengan selalu beramal. "Sampai saat ini ibu masih selalu mengingatkan kami,--anak-anaknya, untuk salat, zakat, berkurban, dan sedekah," kata Hasnul.)

Anda sudah bergelut di berbagai perusahaan seluler ternama. Anda paham dong seperti apa dapur pesaing?
Tidak bisa begitu. Banyak orang bilang, ''Wah berarti lu bisa meningkatkan yang di sana dengan mudah dong". Atau dulu waktu dari Telkomsel, ada yang bilang, ''Wah Hasnul pindah bawa data Telkomsel!''.
Nggak lah. Apa yang saya bawa adalah kepala saya sendiri. Lain padang lain belalang. Artinya kalau kita terapkan begitu saja pengalaman saya di selama di Indosat itu di sini, tidak akan jalan. Tidak selalu cocok. Sebaliknya, apakah dengan begitu kita jadi tahu Indosat? Tentu, tidak. Dalam dua bulan saja sudah berubah kok. Pasar itu seminggu dua minggu saja sudah berubah. Ini kan bukan B to B tapi B to C. B to C adalah how to understand the market. Pasar itu begitu luas. Kalau B to B, mungkin. Misalnya, saya punya klien. Karena dia percaya saya, begitu saya pindah, dia ikut.
Tapi di seluler tidak bisa begitu. Tidak segampang itu. Buktinya, waktu saya pindah ke sini, growth sampai 2006 bagus, tapi enam bulan pertama 2007, rata saja. Tidak ada growth.

Mengapa seperti itu?
Waktu itu kompetisinya ternyata sudah berubah terlalu banyak, sementara kita tidak terlalu agresif. Sampai kemudian kita turunkan tarif dari Rp 1.500 per menit menjadi Rp 25 per detik lalu, turun Rp 10, kemudian Rp 1 dan sekarang Rp 0,1. Baru kompetisinya berjalan. Tarif kita, big three jangkauan luas (GSM), terlalu tinggi dibandingkan CDMA. Akibatnya CDMA mudah saja (beraksi). Coba saja perbedaannya, Rp 1.000 berbanding Rp 83 ribu. Terlampau jauh. Nah, sekarang sudah dekat-dekat, agak imbang. Tapi masing-masing punya pasar. Tidak usah khawatir cara ini akan menghilangkan yang lain.
Ini juga terjadi di industri media kan? Dulu sebelum 1998 koran belum banyak, TV juga baru tiga. Tahu-tahu banyak koran dan TV. Apakah TV mati? Ternyata tidak, justru makin marak. Koran makin bagus, majalah makin banyak yang baca. Jadi ada saja pembacanya masing-masing. Makin bagus, makin enak. Orang jadi lebih banyak baca koran. Harga juga tidak turun. Biasa saja. Oplah juga tidak turun. Ya seperti itu lah.

Bagaimana Anda melihat industri seluler lima tahun ke depan?
Kalau melihat dunia seluler, ini adalah dunia padat modal. Jadi awalnya coverage dulu, jangkauan. Setiap orang kalau mau masuk ke dunia ini harus berani investasi. Empat tahun terakhir saja kita berinvestasi 2,35 miliar dolar AS atau sekitar lebih dari Rp 20 triliun.
Jadi yang pertama kali adalah investasi untuk coverage, pasang-pasang BTS, tower. Masa itu untuk XL sudah lewat karena coverage kita sudah seimbang dengan yang big three.
Tapi kemudian ada yang tidak sanggup bayar pulsa, berarti harga harus turun. Nanti begitu harga turun semua, apa yang terjadi? Kompetisi di kualitas. Sekarang ini di Indonesia masih dalam kompetisi harga. Sebentar lagi harga pada turun dan sebentar lagi kualitas yang bermain. Terakhir, kalau coverage sudah imbang, harga sudah mulai sama, kualitas sudah mulai sama, pada saatnya nanti, lima tahun barangkali, nilai tambah yang berperan.
Yang bertahan adalah siapa yang sanggup memberikan nilai tambah pada produknya. Bisa nilai tambah services, inovasi, baru produk. Mungkin bisa dipadukan antara voice, short message service/sms, dan value services, seperti akses internet, televisi, atau content kreativitas yang menarik, bahkan menggunakan video.
Multiply-nya yang akan bermain nanti. Itu peta dunia. Itu pengetahuan umum tapi belum terlaksana.

Sampai kapan kompetisi harga akan berlangsung?
Tidak akan lama lagi. Tahun 2008 harusnya sudah selesai. Sekarang ke sesama XL seluruh Indonesia di bawah Rp 2.000, sekitar Rp 1.860 satu jam. Dulu SLJJ (sambungan langsung jarak jauh) Rp 1.500 - Rp 2.000 semenit. Kita, Rp 2.000 sudah satu jam.
Kemarin teman-teman saya bercerita, ada yang punya pacar tapi jarang bertemu karena di luar pulau. Sekarang menelepon berjam-jam tidak jadi masalah karena hanya Rp 2.000 satu jam.

Apakah XL sudah punya peta sendiri untuk sampai ke nilai tambah itu?
Kita sudah mengarah ke sana. Waktu kita launching Rp 1 itu satu langkah. Malah waktu Rp 10 orang sudah bilang, ''Wah berani sekali''. Maka waktu Rp 1 akan mengguncang dan akan diikuti. Dan benar kan, diikuti. Jadi kita sudah well planned. Kita tahu, dengan begini apa dampaknya pada kualitas, perusahaan, dan cost.
Anda bayangkan tadinya orang hanya 1,25 menit untuk Rp 2.000, sekarang untuk satu jam! Dampaknya pada perusahaan sangat luar biasa. Terhadap investasi, kapasitas, jaringan.

Apakah perusahaan tidak rugi?
Kami tidak merugi, tetapi kalau soal untung, tergantung. Kalau yang menelepon itu-itu saja tapi meneleponnya lama, kita bisa (untung) besar. Tapi kalau menambah (pelanggan), why not. Ada yang tadinya menganggap menelpon kemahalan, sekarang merasa mampu dengan tarif yang kita tawarkan.

Apakah program tarif murah XL berhasil memacu penambahan pelanggan?
Ya. Dari 9,5 juta pelanggan di 2006 lalu, enam bulan pertama 2007 menjadi 10,2 juta pelanggan. Enam bulan berikutnya menjadi 15,5 juta pelanggan. Ini karena pelanggan melihat bahwa hanya dengan Rp 1 saja mereka sanggup bertelepon. Mereka ini kebanyakan pelanggan baru, pasar baru. Artinya pelanggan-pelanggan tadinya menelepon 0,5 menit sekarang berani lima menit. Umpama,gratis lah. Apalagi nanti turun lagi-turun lagi.

Bagaimana dengan aturan tarif pemerintah?
Pemerintah memang menerapkan ada tarif atas. Ya, kami tidak akan melampaui karena turun terus kok. Tapi dulu memang pemerintah mau mengatur tarif terbawah. Menurut saya susah. Tarif rata-rata sekarang berapa? Kalau meneleponnya satu menit, tetap saja Rp 600. Tapi kalau meneleponnya setengah jam memang murah sekali. Tergantung manusianya saja.
Nah, kita sekarang masih di harga murah. Artinya bukan satu predatory tapi sesuai kebutuhan masyarakat dengan memberikan telepon panjang hanya dengan Rp 1.800 per jam. Apa dengan satu jam Rp 1.800 berarti Rp 3 per menit? Kan tidak. Semenit tetap Rp 600. Benar jatuhnya Rp 30 per menit kalau satu jam. Tapi kan tidak semua orang bertelepon selama satu jam.

Apakah ada yang dirugikan?
Tidak ada yang rugi, semua untung. Kita mengambil pasar yang mau bicara panjang. Yang tidak mau bicara panjang tidak pindah ke kita. Buktinya, kita hanya menambah jadi 16,5 juta pelanggan sampai kemarin. Kenapa tidak 50 juta? Jadi memang hanya segmen tertentu yang kita dapat, yaitu yang mau berbicara panjang. Ini memang tergantung pintar-pintarnya kita melihat pasar. Ada yang bilang, ''Ngapain lama-lama bicara? Cukup tiga menit''. Nah kita bilang, ''Ngapain sebentar kalau bisa lama''? Itulah bisnis.
Kita harus bisa perkirakan berapa besar yang mau bicara panjang dan bicara pendek. Kalau ada yang bilang, ''Saya bicara 1 menit saja'', ya buat apa dia pindah ke kita? Sebagian besar orang ingin bicara panjang. Makanya kita berani ambil itu. Kalau segmennya tipis, kita tidak berani.

Apa yang akan dilakukan XL tahun ini?
Membangun tower company. Kalau kita ingin memberikan sesuatu pelayanan yang bagus dengan harga murah, kita harus fokus. Fokus ke mana? Ke hal yang bisa lakukan dengan baik. Kalau ternyata kita tidak cakap, lebih baik kita serahkan kepada orang yang fokus di bidang itu.
Makanya kita pikir,tower kita serahkan kepada anak perusahaan, lalu kita jual kepada pihak lain yang fokus pada tower. Kita menyewa kepada dia. Sekarang ini sedang proses tender. Di sini kita serahkan 7.000 tower milik kita. Ini depresiasi dari capex jadi opex. Capex ada biaya bunga, opex biaya pemeliharaan.

Bagaimana rencana ke depan?
Kita tidak mau terlalu muluk. Rencana saya masuk ke sini ingin kualitas terbaik dengan harga murah. Kita juga mau memberi volume terbanyak kepada masyarakat. Produk terbaik itu rasanya kalau murah, susah. Jadi lebih baik kualitas terbaik dengan harga murah di kelasnya. Saya juga ingin menyumbangkan jaringan, yang kata orang berlebihan.
Selama ini orang merasa telepon itu mahal, dan karenanya saya ingin memberikan harga murah untuk masyarakat. Kebetulan disambut menteri yang meminta turun minimum 10-20 persen. Oke, turun 60 persen saja bisa. Make everybody happy. Jadi konsepnya itu saja, berikan yang dibutuhkan masyarakat. Karena kalau kita terlalu lama memberikan harga yang terlalu tinggi, akibatnya nanti masyarakat tidak akan pernah bisa berkomunikasi dengan mudah.
Yang kedua mungkin mudah-mudahan masih kesampaian, membuat internet murah buat masyarakat. Sekarang voice murah sudah, sms murah mungkin menyusul. Jadi yang belum, internet murah. Tiga itu saja, bicara murah, sms murah, internet murah. Kita ingin ke sana kalau diizinkan pemerintah.

Apakah mungkin segera terlaksana?
Itu butuh beberapa lisensi. Prosesnya cukup panjang karena kita butuh fiber optik. Kita sudah punya fiber optik sekarang, ke luar negeri sudah, ada ring dalam kota, tinggal last mile-nya saja. Tinggal diupayakan apa teknologinya.

Apa cita-cita Anda di dunia seluler yang belum tercapai?
Internet murah. Anak-anak sekarang yang di bawah usia 30 tahun, sudah tidak baca koran lagi, baca layar. Contohnya anak saya tidak pernah baca koran. Begitu saya tanya, mereka sudah membacanya di internet. Kalau mau beli sepatu juga begitu. Cek dulu di internet. Anak-anak sekarang sebagian sudah tidak bisa hidup tanpa internet. Anda bisa lihat, sekarang ini warnet laris luar biasa.
Saya ingin memasyarakatkan hal itu karena di dalamnya full of knowledge, lot of information. Everybody doing.

Menurut Anda, idealnya berapa harga akses internet?
Sekarang masih mahal. Untuk mendapatkan informasi internet bisa Rp 1 juta sebulan. Tapi nanti bisa Rp 300 ribu sebulan sekeluarga atau bisa lebih rendah lagi. Menurut saya Rp 200-300 ribu per bulan per keluarga.

Anda yakin hal itu bisa terjadi?
Tergantung. Masih panjang perjalanannya karena ada beberapa tahapan kebutuhan, frekuensi, kebutuhan link internasionalnya, kalau bisa local content-nya lebih banyak, jangan semuanya ke luar negeri. Mahal. Kalau misalnya, informasi di Indonesia lebih banyak dari Indonesia, bisa lebih murah karena cost kita tanggung dari sini. Kita sekarang yang masih susah itu dari BTS ke rumah, last mile.
Kalau teknologinya sudah dapat, ke sananya akan jalan. Yang diakses kan kebanyakan Indonesia juga. Jadi lokal lagi lokal lagi.
( )
Sumber Republika online
I LOVE YOU FULL FORSAT

Offline heero

  • Murid
  • **
  • Posts: 208
  • Date Registered: January 22, 2008, 04:53:38 pm
  • Reputasi : 9
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #103 on: March 10, 2008, 07:52:17 pm »
Mudah2 an internet murahnya cepat terealisasi, tapi jangan murah aja kecepatanya juga harus diperhatiin. Boleh murah asal 3,5 G he...he...he!!!
maunya gitu ....setuju? harus setuju kalau gak ketimpuk batu....he....he..hee 100x!!!!!
I LOVE YOU FULL FORSAT

Offline heero

  • Murid
  • **
  • Posts: 208
  • Date Registered: January 22, 2008, 04:53:38 pm
  • Reputasi : 9
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #104 on: March 10, 2008, 08:12:48 pm »
 Seminar Satu Tahun Satelit LAPAN-TUBSAT Beroperasi Di Orbit      


Pada tanggal 31 Januari 2008 lalu telah diadakan seminar satu tahun satelit LAPAN-TUBSAT beroperasi di orbit. Seminar yang dimaksudkan untuk menjaring forum yang akan mendukung program menguasaan teknologi satelit di Indonesia tersebut dihadiri peserta dari berbagai instansi pemerintah, swasta, lembaga pendidikan, maupun organisasi profesi.

Dari sesi pertama seminar tersebut antara lain disimpulkan bahwa teknologi satelit sangat penting bagi sistem pertahananan dan keamanan masa kini, dimana kecepatan bertindak merupakan kunci, sehingga information technology menjadi penentu keberhasilan operasi. Satelit dipandang sebagai infrastruktur IT yang dominan bagi negara kepulauan, sehingga kemandirian di bidang teknologi satelit merupakan kepentingan keamanan Indonesia. Untuk mendapatkan kemandirian tersebut diperlukan komitmen multi-year untuk pengembangan SDM dan infrastruktur penunjang. Kunci dari pengembangan SDM teknologi satelit adalah sektor pendidikan teknik. Bidang keilmuan yang multi-disiplin ini memerlukan sinergi kelembagaan antara perguruan tinggi dan lembaga riset. Dalam hal ini, jurusan teknik elektro Institut Teknologi Bandung, akan menerapkan model pendidikan terintegrasi dengan teknik :[ :[ :[ yang memfokuskan diri pada teknologi program satelit tahun depan.
Untuk mendapatkan program penguasaan teknologi satelit yang keberlanjutan disarankan agar program LAPAN menyatu dalam grand design program satelit nasional, dimana formulasi kontribusi pada ekonomi akan dicoba untuk diwujudkan. Selain untuk justifikasi pendanaan, hal ini juga dikarenakan pengembangan teknologi satelit akan menggunakan sumber daya alam yang terbatas, yakni spektrum frekwensi radio dan orbit satelit. Program satelit nasional yang digagas oleh Ditjen Pos dan Telekomunikasi berupaya mengubah paradigma satelit Indonesia yang saat ini hanya berbasis visi operator telekomunikasi swasta (ekonomi jangka pendek) saja. Hal ini membuat kurang terakomodasinya sektor pendidikan dan hankam. Perubahan paradigma akan memerlukan sinkronisasi aspek regulasi, bisnis, industri dan politik.
Dari sisi ekonomi makro, sangat tampak bahwa negara-negara maju, yang punya akses ke antariksa, telah terlebih dahulu mendapatkan sumber daya spektrum frekwensi radio dan orbit satelit. Kendati telah dibentuk organisasi seperti ITU, untuk menjamin hak setiap negara dijamin atas sumber daya tersebut, langkah kemandirian teknologi akan sangat diperlukan untuk mengamankan kepentingan Indonesia..
Dari sesi kedua seminar dipaparkan mengenai LAPAN-TUBSAT, dimana LAPAN menyimpulkan bahwa misi utama satelit tersebut, yakni surveillance dan training, sudah tercapai. Statistik operasi satelit LAPAN-TUBSAT menunjukkan bahwa 60% dari pass (lintas satelit dalam cakupan stasiun bumi Rumpin) dimanfaatkan untuk operasi video, sementara sisanya untuk maintenance dan training. Sebagai satelit eksperimen, hasil ini cukup menggembirakan. Langkah selanjutnya adalah mencoba untuk mencakup seluruh Indonesia sehingga LAPAN akan menambah stasiun bumi di Indonesia Timur..
Dari pemrosesan data video LAPAN-TUBSAT disimpulkan bahwa satelit video mempunyai prospek yang cukup baik, dimana Data LAPAN-TUBSAT mempunyai potensi untuk menjadi pelengkap (menambah detil dan update) data Landsat. Untuk satelit yang akan datang, kamera HDTV (high definition television) dapat menjadi pilihan yang optimal bagi payload satelit video..
Sesi 3 membahas mengenai pengembangan satelit mikro LAPAN selanjutnya yang akan diberi nama LAPAN-A2 dan LAPAN-B1. LAPAN-A2 akan menggunakan bus yang sama dengan LAPAN-TUBSAT, dengan tambahan Global Positioning System. Perangkat lunak untuk 2 buah komponen satelit, yakni Wheel Drive Electronic dan On Board Data Handling akan dibuat oleh LAPAN. Satelit ini akan akan menggunakan alokasi frekwensi yang sama dengan LAPAN-TUBSAT untuk mempermudah koordinasi. Ada keinginan untuk menempatkan satelit ini di orbit dengan inklinasi rendah untuk memaksimalkan visibility dari Indonesia, namun karena belum ditemukan strategi yang solid untuk mencapai orbit tersebut, untuk kepentingan desain, diambil asumsi bahwa peluncuran akan dilakukan dengan pigyback pada PSLV. Pada bus LAPAN-A2 akan dilakukan peningkatkan daya listriknya dengan menggunakan solar panel sistem yang mempunyai efisiensi lebih tinggi. Karena LAPAN akan mempunyai lebih banyak akses terhadap perangkat lunak LAPAN-A2, peningkatan akan dilakukan pada otomasi sistim pengendalian sikap satelit. Sesuai dengan kajian hasil operasi LAPAN-TUBSAT, payload pada satelit ini adalah kamera video. Proses desain detil dan pengadaan komponen LAPAN-A2 akan dimulai tahun ini, dan diharapkan akan siap  pada tahun 2010.
LAPAN-B1 direncanakan sebagai satelit mikro dengan payload berupa multi-spectral imager untuk aplikasi darat, seperti kuatifikasi dan klasifikasi penutupan lahan. Pusat Pengembangan Penginderaan jauh diberi tugas untuk mengembangkan sensor bagi payload LAPAN-B1. Diperkirakan sensor yang dikembangkan akan siap untuk melalui tahap uji dengan pesawat  pada tahun 2009. Pengembangan payload satelit ini akan mengutamakan kompatibilitas dengan stasiun bumi penginderaan jauh yang saat ini telah dioperasikan LAPAN..
Dengan kondisi keuangan negara secara umum dan pada khususnya LAPAN saat ini, pembiayaan program satelit LAPAN mempunyai banyak keterbatasan. Untuk melampaui berbagai keterbatasan tersebut, selain dengan membuat strategi prioritas program, juga dirintis kerjasama dengan pihak/negara lain yang mempunyai ketertarikan sama dan dapat membantu dalam hal dana. Diantaranya dengan membuat roadmap pengembangan satelit bersama, seperti yang dilakukan dengan Departemen Pertahanan dan Bakorkamla. Pada seminar ini Bakornas Penanggulangan Bencana menyatakan minatnya untuk membuat roadmap pengembangan aplikasi satelit bersama LAPAN. Sinergi nasional ini diharapkan dapat terus berguling dengan sinkronisasi pada program satelit nasional yang digagas oleh Ditjen Pos dan Telekomunikasi dan Undang-undang Keantariksaan yang tengah diformulasikan LAPAN.

Sumber : Robertus Heru Triharjanto
PUSAT TEKNOLOGI ELEKTRONIKA DIRGANTARA - LAPAN

Taunya udah hebat yaa negeri kita, sudah bisa bikin satelit sendiri. Walau mikro satelit yang penting made in dewek.
I LOVE YOU FULL FORSAT

Offline heero

  • Murid
  • **
  • Posts: 208
  • Date Registered: January 22, 2008, 04:53:38 pm
  • Reputasi : 9
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #105 on: March 11, 2008, 03:19:02 pm »
Program Pengembangan Roket dan Satelit Terancam Berhenti


Senin, 14 Januari 2008 | 11:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Realisasi Daftar Isian Perencanaan Anggaran tahun ini yang menurun dibandingkan dengan tahun lalu menyebabkan hampir semua program riset antariksa yang direncanakan Lembaga :[ :[ :[ dan Antariksa Nasional tahun ini tertunda pelaksanaannya.

Kegiatan penelitian dan pengembangan yang terancam batal dan tertunda, jelas Kepala Lembaga :[ :[ :[ dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun, Minggu (13/1), meliputi pembuatan dan pengorbitan roket berdiameter 420 mm, pembuatan satelit mikro untuk orbit ekuatorial, peningkatan daya roket ionosfer dan atmosfer di Pamengpeuk, pembuatan prototipe sistem pencitra satelit observasi, dan pembuatan sistem kendali jarak jauh roket.

Adi menjelaskan, untuk melakukan semua kegiatan tersebut, tahun ini pihak Lapan mengajukan anggaran riset sebesar Rp 300 miliar. Akan tetapi, yang terealisasi ternyata jumlahnya sama dengan anggaran tahun 2007, yaitu sekitar Rp 200 miliar, bahkan berkurang 15 persen sesuai kebijakan pemerintah yang memotong seluruh anggaran DIPA untuk departemen dan instansi pemerintah.

Akibatnya, sasaran program pembuatan bahan bakar roket atau propelan, yaitu aluminium perklorat, sebanyak 5 ton tidak tercapai, tetapi hanya 1 ton.

Propelan seberat itu ditujukan untuk mendukung rencana peluncuran roket berdiameter 420 mm tahun ini. Akibat lanjutan dari situasi tersebut, peluncuran Rx420 pun batal. Tahun ini Lapan hanya akan meluncurkan Rx320.

Satelit mikro


Tahun ini, Lapan juga merencanakan pembuatan satelit mikro yang akan ditumpangkan pada roket India yang akan diluncurkan sekitar tahun 2009-2010. Namun, dengan dana yang terbatas, pembuatan dan peluncuran satelit itu terancam batal.

Sementara itu, penundaan kegiatan juga bakal dialami dalam pengembangan daya sistem radar pemantau cuaca di atmosfer dan ionosfer yang berada di daerah Pamengpeuk.

"Hal ini disayangkan, karena data dari stasiun radar ini diperlukan untuk mendukung Badan Meteorologi dan Geofisika dalam memprediksi cuaca," ujar Adi.

Program lain adalah peningkatan kemandirian dalam pembuatan sistem penerima dan pengolahan data citra dari satelit generasi ketiga beresolusi 1 meter. Untuk itu Lapan akan melakukan rancang bangun dan rekayasa prototipe imager tersebut. Namun, rencana ini pun batal karena ketiadaan dana memadai untuk pembelian komponen.

Lembaga ini juga tidak dapat mengembangkan pelayanan data lokasi ikan bagi nelayan. Saat ini baru 27 kabupaten yang terlayani. Pembuatan sistem kendali pada roket UAV530 yang nantinya bermanfaat untuk pemantauan dari udara pun tertunda. (YUN)

Sumber Kompas.com
I LOVE YOU FULL FORSAT

Offline heero

  • Murid
  • **
  • Posts: 208
  • Date Registered: January 22, 2008, 04:53:38 pm
  • Reputasi : 9
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #106 on: March 11, 2008, 03:27:06 pm »
Kacian deh bangsaku, aku bangga karena orangnya pinter2. Tapi sayang kurang modal makanya banyak orang pinter yang lari keluar.
Yang paling nyata dan sering ditampilin ditipi tentang demo orang2 mantan PT. DI, mereka kan orang pinter2 semua tapi terus diobok2 bahkan sampai dirumahkan, kan sayang tuh ahli2 pesawat ( orang pinter jugakan) banyak yang nganggur, akhirnya yaa lari keluar lagi!!!
I LOVE YOU FULL FORSAT

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5027
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 383
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #107 on: March 11, 2008, 04:06:01 pm »
Kacian deh bangsaku, aku bangga karena orangnya pinter2. Tapi sayang kurang modal makanya banyak orang pinter yang lari keluar.
Yang paling nyata dan sering ditampilin ditipi tentang demo orang2 mantan PT. DI, mereka kan orang pinter2 semua tapi terus diobok2 bahkan sampai dirumahkan, kan sayang tuh ahli2 pesawat ( orang pinter jugakan) banyak yang nganggur, akhirnya yaa lari keluar lagi!!!


UUD bro..ujung²nya duit....miskin amat ya negara kita  :'( akibat miskin moral juga nih, korupsi tiada henti  :(XX
everything for better

Offline sk8erdroid

  • masih muridnya
  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4493
  • Age: 2013
  • Location: Macet City
  • Date Registered: September 25, 2007, 07:49:49 am
  • Reputasi : 257
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #108 on: March 12, 2008, 01:00:29 pm »
sudah ada kenyataannya...
belakangan ini ada di berita seorang anak mati kelaparan dan gizi buruk karena kemiskinan yg melanda negri kita.
ironis bukan?? disini sudah terlihat kemampuan suatu negara di mata dunia

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5027
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 383
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #109 on: March 12, 2008, 01:25:40 pm »
sudah ada kenyataannya...
belakangan ini ada di berita seorang anak mati kelaparan dan gizi buruk karena kemiskinan yg melanda negri kita.
ironis bukan?? disini sudah terlihat kemampuan suatu negara di mata dunia

semoga anak cucu kita bisa merubahnya  ;)
everything for better

Offline Daengsat

  • Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Lets be gone be by gone
  • Global Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 10426
  • Age: 62
  • Location: Sydney NSW, Australia
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:03 pm
  • Reputasi : 753
  • Daengsat Pty Ltd Australia
    • http://www.daengsat.com.au
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #110 on: March 12, 2008, 03:30:08 pm »
Bagi teman teman yg ingin Immigrasi ke Australia.

Bagi temanteman EX PT DI coba liat nih Aircraft Maintenance Engineer (Avionics)   

4114-15
Aircraft Maintenance Engineer (Mechanical)    4114-11
Di perlukan di Australia.
Cari kerja coba disini www.seek.com.au
http://www.immi.gov.au/
Anda ahkli dibidang :
What occupations are currently MODL?

The table below shows the current (as at 30 July 2007) occupations in demand for migration purposes.
MIGRATION OCCUPATIONS IN DEMAND (MODL)
Managers and Administrators    ASCO code
Child Care Coordinator    1295-11
Professionals    ASCO code
Accountant    2211-11
Anaesthetist    2312-11
Architect    2121-11
Chemical Engineer    2129-17
Civil Engineer    2124-11
Computing Professional - specialising in CISSP *    2231-79
Computing Professional - specialising in C++/C#/C *    2231-79
Computing Professional - specialising in Java *    2231-79
Computing Professional - specialising in J2EE *    2231-79
Computing Professional - specialising in Network Security/Firewall/Internet Security *    2231-79
Computing Professional - specialising in Oracle *    2231-79
Computing Professional - specialising in PeopleSoft *    2231-79
Computing Professional - specialising in SAP *    2231-79
Computing Professional - specialising in SIEBEL *
(especially Siebel Analytic)    2231-79
Computing Professional - specialising in Sybase SQL Server    2231-79
Dental Specialist    2381-13
Dentist    2381-11
Dermatologist    2312-13
Electrical Engineer    2125-11
Emergency Medicine Specialist    2312-15
External Auditor    2212-11
General Medical Practitioner    2311-11
Hospital Pharmacist    2382-11
Mechanical Engineer    2126-11
Medical Diagnostic Radiographer    2391-11
Mining Engineer (excluding Petroleum)    2127-11
Obstetrician and Gynaecologist    2312-17
Occupational Therapist    2383-11
Ophthalmologist    2312-19
Paediatrician    2312-21
Pathologist    2312-23
Petroleum Engineer    2127-13
Physiotherapist    2385-11
Podiatrist    2388-11
Psychiatrist    2312-27
Quantity Surveyor    2122-11
Radiologist    2312-29
Registered Mental Health Nurse    2325-11
Registered Midwife    2324-11
Registered Nurse    2323-11
Retail Pharmacist    2382-15
Specialist Medical Practitioners (not elsewhere classified)    2312-79
Specialist Physician    2312-25
Speech Pathologist    2386-11
Sonographer    2391-17
Surgeon    2312-31
Surveyor    2123-13
Associate Professionals    ASCO Code
Chef (excluding Commis Chef)    3322-11 (part)
Trades Persons    ASCO codes
Aircraft Maintenance Engineer (Avionics)    

4114-15
Aircraft Maintenance Engineer (Mechanical)    4114-11
Automotive Electrician    4212-11
Baker    4512-11
Boat Builder and Repairer    4981-13
Bricklayer    4414-11
Cabinetmaker    4922-11
Carpenter    4411-13
Carpenter and Joiner    4411-11
Cook    4513-11
Drainer    4431-15
Electrical Powerline Tradesperson    4313-11
Electrician (Special Class)    4311-13
Electronic Equipment Tradesperson    4315-11
Fibrous Plasterer    4412-11
Fitter    4112-11
Floor Finisher    4423-11
Furniture Finisher    4929-13
Furniture Upholsterer    4942-11
Gasfitter    4431-13
General Electrician    4311-11
General Plumber    4431-11
Hairdresser    4931-11
Joiner    4411-15
Lift Mechanic    4311-15
Locksmith    4115-15
Mechanical Services and Air-conditioning Plumber    4431-19
Metal Fabricator (Boilermaker)    4122-11
Metal Machinist (First Class)    4112-13
Motor Mechanic    4211-11
Optical Mechanic    4999-11
Painter and Decorator    4421-11
Panel Beater    4213-11
Pastry Cook    4512-13
Pressure Welder    4122-13
Refrigeration and Air-conditioning Mechanic    4312-11
Roof Plumber    4431-17
Roof Slater and Tiler    4413-11
Solid Plasterer    4415-11
Sheetmetal Worker (First Class)    4124-11
Stonemason    4416-13
Toolmaker    4113-11
Vehicle Body Maker    4215-11
Vehicle Painter    4214-11
Wall and Floor Tiler    4416-11
Welder (First Class)    4122-15

* Important: If you nominate one of the above specialist computing occupations, you will only be awarded MODL points if your skills assessment from the relevant Australian assessing body – the Australian Computer Society (ACS) states you have met the criteria to be recognised in one of the above specialisations.

Skills assessments provided to successful applicants will state:

    * the ASCO Code for Computer Professional not elswhere classified (nec) with the specialisation stated in brackets - for example, 2231-79 (SAP)
      and
    * the statement: 'Based on the provided certified documentation, it is my opinion that the applicant has 12 months experience in (name of specialisation, for example, SAP)'.

Note: If you have a skills assessment which only states the ASCO Code for 'Computer Professional nec 2231-79', you are not eligible to be awarded MODL points. A new assessment with the above information will be required if you wish to claim MODL points.
How often does the MODL change?

The MODL is reviewed twice a year to take into consideration existing and emerging skills shortages. This does not mean the list is changed twice a year. Changes only occur if there has been a significant change in labour market trends.

As the MODL may change from time to time, you are advised to check the current MODL at the time you are lodging your visa application.
How are occupation points awarded on the points test?

If your nominated occupation is on MODL either at the time your application is lodged or assessed, you will be eligible for 'occupation in demand/job offer' points on the General Skilled Migration points test. You will receive extra points if you have a job offer from a suitable Australian employer.
What is a 'suitable Australian employer'?

A 'suitable Australian employer' is an employer that has employed at least 10 people on a full-time basis for the previous two (2) financial years.

If you intend to claim points for 'occupation in demand/job offer' you are required to submit documentary evidence that your proposed employer meets these requirements. This evidence should include:

    * a letter of offer from your prospective employer on official letterhead of the company which states the full address of the company and any telephone, fax numbers, e-mail and website addresses
    * the name and position of the person authorised to sign the employment reference typed or stamped below that person's signature - a reference with an illegible signature will not be accepted
    * details of the position you are being offered, the main five duties to be undertaken, and the salary level
    * details of the organisation making the job offer, including the number of people it has employed on a full-time basis for the previous two (2) years

The department will make any necessary checks to ensure that the information provided is correct.
Priority processing

If your nominated occupation is on the MODL, your General Skilled Migration visa application will receive priority processing.

people our business

    * Departmental Sites
    * Sitemap
    * Privacy
    * Copyright & Discl

kebetulan ada anak Pontianak lulusan Jogya mining engineer, kerja di Free Port 2 th terus melamar kerja di sini diterima sekarang beliau ada di pontianak mengambil Istri dan anak nya.
Masih muda baru umur 30 th diksih gaji $110.000/tahun
Kalau libur beliau ketempat saya.

Regards,


D.Effendi
Sayang ya TKW alias pembantu rumah tangga tidak masuk dalan kategori :)

« Last Edit: March 13, 2008, 06:05:38 pm by daengsat »

Offline heero

  • Murid
  • **
  • Posts: 208
  • Date Registered: January 22, 2008, 04:53:38 pm
  • Reputasi : 9
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #111 on: March 13, 2008, 07:41:59 am »
Sy punya usul nih sama admin kalau boleh. Bagaimana kalau dibuatin tred khusus lowongan kerja disertai sumbernya, karena sy kira diantara anggota kita pasti ada yg masih nganggur, disamping itu minimal membantu kasih informasi kepada teman atau kerabat yg memerlukan biar tambah rame nih forum.
Sebenarnya masih banyak kok lowongan kerja diberbagai bidang cuman saya kira kurang informasi aja,terutama job2 diluar negeri.
Ini merupakan sedikit bantuan atas wujud keprihatinan kita bersama melihat banyak diantara masyarakat yg masih menganggur padahal mereka mempunyai potensi yg besar untuk kemajuan bangsa.
Makasih untuk pak Daengsat yg telah memulai dulu sebelum diminta untuk kasih info lowongan kerjanya. >>/ >>/
I LOVE YOU FULL FORSAT

Offline Daengsat

  • Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Lets be gone be by gone
  • Global Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 10426
  • Age: 62
  • Location: Sydney NSW, Australia
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:03 pm
  • Reputasi : 753
  • Daengsat Pty Ltd Australia
    • http://www.daengsat.com.au
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #112 on: March 14, 2008, 03:59:05 am »
Kacian deh bangsaku, aku bangga karena orangnya pinter2. Tapi sayang kurang modal makanya banyak orang pinter yang lari keluar.
Yang paling nyata dan sering ditampilin ditipi tentang demo orang2 mantan PT. DI, mereka kan orang pinter2 semua tapi terus diobok2 bahkan sampai dirumahkan, kan sayang tuh ahli2 pesawat ( orang pinter jugakan) banyak yang nganggur, akhirnya yaa lari keluar lagi!!!

Karena tulisan anda lah, semoga bisa membantu teman teman yg membutukan nya atau yg ingin coba coba Immigrasi ke Australia.
Australia tidak memandang kaya banyak uang yg diliat nya adalah orang orang pintar yg baik untuk negara nya.
Sekarang bisa liat disini http://www.forumsatelit.com/index.php/topic,173.0.html

Regards,

D.Effendi

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5027
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 383
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #113 on: March 14, 2008, 07:42:02 am »
Sy punya usul nih sama admin kalau boleh. Bagaimana kalau dibuatin tred khusus lowongan kerja disertai sumbernya, karena sy kira diantara anggota kita pasti ada yg masih nganggur, disamping itu minimal membantu kasih informasi kepada teman atau kerabat yg memerlukan biar tambah rame nih forum.
Sebenarnya masih banyak kok lowongan kerja diberbagai bidang cuman saya kira kurang informasi aja,terutama job2 diluar negeri.
Ini merupakan sedikit bantuan atas wujud keprihatinan kita bersama melihat banyak diantara masyarakat yg masih menganggur padahal mereka mempunyai potensi yg besar untuk kemajuan bangsa.
Makasih untuk pak Daengsat yg telah memulai dulu sebelum diminta untuk kasih info lowongan kerjanya. >>/ >>/


treadnya monggo dibuat di menu serba serbi  ;)
everything for better

Offline heero

  • Murid
  • **
  • Posts: 208
  • Date Registered: January 22, 2008, 04:53:38 pm
  • Reputasi : 9
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #114 on: March 14, 2008, 07:21:56 pm »
Minggu, 24 Februari 2008 03:27 WIB
Jepang Luncurkan Satelit Komunikasi Internet Tercanggih

TOKYO—MI: Badan Eksplorasi Ruang Angkasa Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency/JAXA), Sabtu (23/2), meluncurkan roketnya ke angkasa luar, membawa satelit Kizuna yang merupakan proyek eksperimental tercanggih guna mewujudkan sistem jaringan komunikasi internet supercepat.

Peluncuran roket buatan dalam negeri bernama H-2A itu berlangsung sukses dari pusat peluncuran ruang angkasa Jepang di Provinsi Kagoshima, setelah sempat mengalami penundaan dari jadwal sebelumnya pada 15 Februari lalu, demikian seperti dilaporkan Kyodo di Tokyo, Sabtu.

Para ahli Jepang merancang Kizuna sebagai upaya untuk mewujudkan sistem komunikasi internet tanpa kabel (wireless) supercepat yang mampu menjangkau wilayah Asia-Pasifik. Hal itu juga sebagai jawaban atas sulitnya pembangunan infrastruktur jaringan internet di daratan.

Kondisi geografis Jepang yang bergunung-gunung dan berbatu-batu memang cukup menyulitkan bagi terlaksananya pembangunan infrastruktur jaringan internet di seantero negeri yang memang sedang dikebut oleh Jepang.

Akhirnya Jepang memilih untuk mempercepat pengembangan sistem jaringan internet via satelit yang tidak menggunakan kabel dan opsi tersebut juga sebagai upaya antisipatif jika sistem komunikasi yang permanen mengalami gangguan hebat.

Kemampuan mentransfer data melalui Kizuna cukup mengagumkan, yakni sebesar 1,2 gigabit per detik. Satu gigabit sama dengan satu miliar bit per detik. Dengan kemampuan itu, Jepang juga mampu mempercepat riset pengembangan teknologi broadcastinghigh-definition televisions, atau kerap disebut HD-TV.

Kecepatan transfer data internet bagi publik Jepang tergolong cepat dengan menggunakan jaringan serat optik berkecepatan transfer data minimal 100 megabit per detik (Mbps).

Pihak pembuat satelit itu mengklaim bahwa Kizuna merupakan sistem komunikasi tercepat yang ada di dunia saat ini. Manfaat lainnya dengan kapasitas transfer data super cepat itu adalah mampu mengembangkan layanan konsultasi kedokteran jarak jauh.

Satelit itu merupakan hasil kerja sama antara JAXA dan National Institute of Information and Communication Technology. Total biaya yang dihabiskan untuk proyek tersebut mencapai 52 miliar yen, mulai dari riset, peluncuran hingga pengoperasiannya. (Ant/OL-02)

Sumber mediaindonesia.com
I LOVE YOU FULL FORSAT

Offline heero

  • Murid
  • **
  • Posts: 208
  • Date Registered: January 22, 2008, 04:53:38 pm
  • Reputasi : 9
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #115 on: March 14, 2008, 07:31:44 pm »
Kecepatan transfer data internet bagi publik Jepang tergolong cepat dengan menggunakan jaringan serat optik berkecepatan transfer data minimal 100 megabit per detik (Mbps).
Wuiehh mantap man. Untuk publik aja segitu ngiler juga nih dengernya....cek..cek..cek. Jepang is the best untuk IT saat ini. Sedikit bicara banyak kerja nih orang2.
Jangan kawatir ahli IT akan lahir dari forum ini  he.he.he.he!!
I LOVE YOU FULL FORSAT

Offline dieto33

  • Just a Forsat addict, not a real
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4993
  • Age: 38
  • Location: Bojonegoro, Jatim, Indonesia
  • Date Registered: January 05, 2008, 07:30:19 pm
  • Reputasi : 225
  • dieto33droid penggemar "kates" tulen
    • My Office
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #116 on: March 14, 2008, 08:50:55 pm »
.::Para ahli Jepang merancang Kizuna sebagai upaya untuk mewujudkan sistem komunikasi internet tanpa kabel (wireless) supercepat yang mampu menjangkau wilayah Asia-Pasifik.::.
kita di Indo bisa ikut nimbrung di net Jepang dgn gratis ga' ya... khan enak lebih cueepet puool.
maklum di Indo segalanya mahal dan harus bayar, apalagi tarif data alias internet. hik..hik..hi
s ;)
>>Venus MilleniumII, Openbox S9, [email protected] Ferrari, Matrix Turbo III<<
dieto33droid is

Offline sk8erdroid

  • masih muridnya
  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4493
  • Age: 2013
  • Location: Macet City
  • Date Registered: September 25, 2007, 07:49:49 am
  • Reputasi : 257
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #117 on: March 15, 2008, 07:00:39 am »
.::Para ahli Jepang merancang Kizuna sebagai upaya untuk mewujudkan sistem komunikasi internet tanpa kabel (wireless) supercepat yang mampu menjangkau wilayah Asia-Pasifik.::.
kita di Indo bisa ikut nimbrung di net Jepang dgn gratis ga' ya... khan enak lebih cueepet puool.
maklum di Indo segalanya mahal dan harus bayar, apalagi tarif data alias internet. hik..hik..hi
s ;)

mahal karena ga ada saingannya

Offline heero

  • Murid
  • **
  • Posts: 208
  • Date Registered: January 22, 2008, 04:53:38 pm
  • Reputasi : 9
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #118 on: March 15, 2008, 07:27:06 am »
Yang punya sky graber siap2 aja sedia harddisk sealmari biar gak jebol....!!!!!!!!!!!
I LOVE YOU FULL FORSAT

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5027
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 383
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #119 on: March 15, 2008, 09:48:11 am »
Kecepatan transfer data internet bagi publik Jepang tergolong cepat dengan menggunakan jaringan serat optik berkecepatan transfer data minimal 100 megabit per detik (Mbps).
Wuiehh mantap man. Untuk publik aja segitu ngiler juga nih dengernya....cek..cek..cek. Jepang is the best untuk IT saat ini. Sedikit bicara banyak kerja nih orang2.
Jangan kawatir ahli IT akan lahir dari forum ini  he.he.he.he!!

gak usah jauh² ke jepang, dinegara tetangga singapura kayaknya mau nerapin koneksi publik bukan mbps lagi tapi gbps
everything for better