Author Topic: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit  (Read 1470190 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline hidden004

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2283
  • Date Registered: July 16, 2008, 09:19:22 am
  • Reputasi : 49
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1000 on: August 30, 2008, 09:07:16 am »
;D ;D ;D kita hanya bisa berharap dan ber andai2 saja bro ;D kenyataan nya untuk saat ini masih jauh...
apa ada ya rekan2 disini yg punya koneksi atau paling tidak tahu cara contact pay tv yg ada di negara kita ini biar bisa diundang gitu untuk tour ke forum kita ini ;D atau dijadikan member spt om telkomvision gitu....biar bisa menjawab uneg2 rekan2 kita disini ;D saya rasa tidak ada salah nya dicoba mudah2 an ada respon.. ;D
salam

akan dijadikan masukan bagi forsat wilayah jabodetabek untuk bikin acara diskusi antar pay tv sekaligus kopdar..... gimana, bro?? >>/

Offline fadli_dodi_dumai

  • LITTLE BY LITTLE
  • Up Level
  • Ksatria
  • *******
  • Posts: 1171
  • Age: 37
  • Location: dumai-riau Kota Minyak
  • Date Registered: June 23, 2008, 11:01:11 am
  • Reputasi : 46
  • Diatas Langit Masih Ada Langit
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1001 on: August 30, 2008, 11:31:53 pm »
 >>/ >>/ >>/ tolong di usahakan ya mas ihsan agenda nya....selamat berjuang mas >>/
salam
Lagi BERUSAHA mencari jalan keluar terbaik dari MASALAH...
<img src="http://www.forumsatelit.com/gallery/1812_28_07_09_10_24_10.gif" />

Offline Udin Ahmad

  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 4302
  • Date Registered: March 24, 2008, 02:45:31 pm
  • Reputasi : 288
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1002 on: August 31, 2008, 08:12:46 am »
Lima pay-tv baru yang lainnya bagaimana kelanjutannya, kok nggak ada kabarnya?
Ya ditunggu aja bln september mas andri,skrg kan masih agustus.Siapa tau nanti tes nya pd FTA smua.Itung2 sbgai hadiah lebaran he he...

kelima pay tv:

1. OK Vision --> sepertinya ini masih anak perusahaannya MNC
2. Citra TV --> sudah launching dengan ganti merk AORA TV
3. I Sky Net --> kalau yang ini mah udah lama beroperasi diam-diam di Indonesia dengan konten channel XXX-nya
4. B-Vision --> nah, yang ini belum jelas, tampaknya bakrie group pengin juga main di pay tv, tapi ga tau kapan?
5. penta vision --> sepertinya ini juga masih anak perusahaannya MNC, memang MNC akan merilis lagi 3 pay tv baru dengan segmen menengah ke bawah dan di daerah seperti TOP TV yang sudah beroperasi duluan....


Saya pernah hubungi pihak sky di Indonesia,mereka hanya menayangkan channel Taiwan saja nggak ada xxx nya

alamat sky indonesia :
Galeri Niaga Mediterania I, Blok E8 B Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, 14460, Indonesia.
Tel:62-21-55964527
Fax:62-21-55964529

Offline 果樹時 所持

  • 私はインドネシア人です
  • Up Level
  • Siswa
  • ***
  • Posts: 386
  • Location: ブリタル - マラン
  • Date Registered: September 28, 2007, 01:52:54 pm
  • Reputasi : 26
  • がんばっています...
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1003 on: September 08, 2008, 08:04:18 pm »
Minggu terakhir Agustus 2008 kemarin saya dapat sebuah tulisan menarik dari milis Jurnalisme (h**p://groups.ya***.com/group/jurnalisme/), yang juga saya posting di salah satu blog saya tentang pay tv di Indonesia. Tulisan milik Ade Armando ini menarik untuk dikomentari. Kelihatannya di Forsat belum ada, makanya saya post.. Monggo yang mau mengomentari... </<

HURU-HARA LIGA INGGRIS, ASTRO, AORA TV DST

Perkembangan mutakhir hak siar liga premier sepakbola Inggris (EnglishPremiere League, EPL)  dan kiprah Astro Malaysia di Indonesia memasuki babak yang semakin buruk. Sekarang ini, bukan saja masyarakat luas yang dilecehkan, tapi keseluruhan sistem penyiaran Indonesia pun dijadikanbulan-bulanan.

 

Celakanya, Komisi Penyiaran Indonesia dan  Depkominfo termangu bodoh dipojok sana.

 

Saat ini, mereka yang sudah membayar 200 ribu rupiah per bulan untuk berlangganan Astro pun sudah tidak bisa lagi menikmati siaran EPL. Penyebabnya sederhana: Astro berseteru dengan Direct Vision yang selama ini menjadi operator TV yang membawa isi siaran yang dibawa Astro ke Indonesia. Astro menyatakan menarik diri dari kerjasamanya dengan Direct Vision, dan dengan tenangnya mereka melenggang keluar.

 

Namun, itu tak berarti EPL akan hilang sama sekali dari layar televisi Indonesia. Astro sudah akan pindah dari Direct Vision ke sebuah operator tv berlangganan baru, AORA TV yang sejak awal Agusus ini sudah beroperasi. Hanya saja, untuk sementara migrasi ini masih berada pada tahap awal,sehingga segenap tayangan Astro secara lengkap diperkirakan bisa disajikandi AORA baru pada awal 2009 nanti.

 

Ini tentu menimbulkan banyak masalah. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia sudah bersuara keras tentang hak pelanggan Direct Vision. Direct Vision sendiri pasti sedang kelimpungan kehilangan pelanggan besar-besaran sekaligus mencari pengisi isi siaran alternatif selepas perginya Astro. Migrasi pelanggan dari Direct ke AORA juga pasti melibatkan birokrasi dan dana yang besar.

 

Bagi banyak orang, segenap kekacauan ini sudah bisa diantisipasi terjadi karena memang tak ada aturan yang jelas ditetapkan oleh KPI dan Depkominfomengenai industri televisi berlangganan di Indonesia. Industri televise berlangganan kita dibiarkan berantakan. Dan contoh terbaik dari kekacauanini adalah soal Astro TV.

 

KEKACAUAN DEMI KEKACAUAN

 

Astro, tentu semua tahu, datang dari Malaysia. Di negaranya sendiri, mereka adalah pemain tunggal. Dengan posisinya yang monopolistis itu, Astro bisa mempenetrasi 60 persen rumah tangga di Malaysia.

 

Dalam rangka memperbesar diri, Astro kemudian merambah ke Indonesia yang tingkat penterasi televisi berbayarnya masih sangat rendah. Untung bagi Astro, kebijakan di Indonesia sangat longgar. Tak ada pembatasan jumlah pemain televisi berbayar di negara ini.

 

Satu-satunya pembatasan di Indonesia yang menghambat ekspansi Astro keIndonesia adalah ketetapan UU Penyiaran mengenai modal asing. UU Penyiarankita tak mengizinkan pemain asing masuk begitu saja. UU menyatakan bahwa saham asing di lembaga penyiaran berlangganan di Indonesia adalah maksimal20 persen. Karena itulah Astro masuk ke Indonesia pada 2005, melalui Direct Vision yang adalah anak perusahaan grup Lippo.

 

Masalah berikutnya adalah soal satelit siaran. Astro sejak awal membawasiarannya dari Malaysia melalui satelit Malaysia,  Measat-2,  yang sebenarnya tak memiliki apa yang disebut sebagai "hak labuh" (landing right) di Indonesia.  Saat itu hanya satelit milik Indonesia yang memiliki hak labuh di Indonesia.

 

Tapi, hambatan itu tak menghentikan langkah Astro. Perusahaan ini memang memiliki kedekatan dengan para petinggi Malaysia. Hubungan antar pemerintah pun dilakukan. Hasilnya, pemerintah Indonesia mengizinkan siaran Astro dipancarkan ke Indonesia melalui MEASAT-2. Untuk menyenangkan

hati para pemain di Indonesia, dalam kesepakatan itu dikatakan bahwa kedua negaramenerapkan asas resiprokal (timbal-balik). Implikasinya,satelit Indonesia pun seharusnya memiliki hak labuh d Malaysia.

 

Sekadar catatan, prinsip resiprokal ini jadi tak berarti karena pada saatyang sama, pemerintah Malaysia tak mencabut ketetapan tentang monopoli Astro dalam industri pay-tv di Malaysia. Akibatnya, walaupun  satelit Indonesiadapat memancarkan siaran ke Malaysia, itu tak dapat digunakan untuk kepentingan bisnis televisi berbayar di luar Astro. Padahal semula diharapkan dengan disepakatinya prinsip tersebut,  operator pay-tv Indonesia seperti Indovision bisa juga berbisnis memasuki pasar Malaysia. Tapi itu semua gagal diwujudkan karena, seperti biasa, pemerintah Indonesia begitu mudah dikadali.

 

Setelah Astro resmi beroperasi di Indonesia, masalah demi masalah muncul.Astro tahu tak mudah menembus pasar Indonesia. Karena itu, "tujuan

menghalalkan cara". Mereka tahu kuncinya adalah memaksa penonton Indonesia untuk berpindah dari operator pay- tv yang ada serta memaksa

mereka yang sebelumnya tidak berlangganan pay-tv untuk mulai berlangganan pay-tv. Kuncinya adalah: monopoli siaran!

 

Karena itulah sejak 2007 , mereka memegang monopoli hak siar EPL, sehingga pertandingan-pertandingan liga sepakbola terpopuler itu tak bisa lagi disaksikan melalui  operator televisi berbayar lain dan juga tak bisa disaksikan oleh penonton televisi free-to-air. Strategi itu itu ternyata lumayan sukses. Dikabarkan, Dircet Vision hanya dalam satu tahun bisa memperoleh 60-80 ribu pelanggan. Masih jauh dari harapan Astro yang mentargetkan bisa memperoleh satu juta pelanggan, tapi bisa disebut sebagai kesuksesan terbesar dibandingkan pay-tv yang lain.

 

Tapi rupanya, Astro belum cukup puas dengan itu. Kabarnya, Astro  sebenarnya berharap bisa membeli 20 persen saham Direct Vision. Tapi kenyataannya sampai tahun ini, rencana itu tak kesampaian. Apapun persoalannya, Astro tahun ini pecah kongsi dengan Direct Vision.

 

Namun, itu tentu bukan keputusan yang dibuat mendadak. Begitu Astro putus hubungan dengan Direct Vision, hadir operator televisi berbayar baru: PTKarya Megah Adijaya (KMA)-perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki keluarga Rini Mariani Soemarno. KMA ini yang menjadi mitra baru Astro. Brand yang digunakan KMA adalah Aora. Nama itu bisa disebut sebagai akronim Astro Nusantara. Aora TV juga akan menggunakan satelit Malaysia, MEASAT-3 yang menggunakan frekuensi KU-Band. Apakah MEASAT-3 sudah memiliki hak labuhdi Indonesia? Tak jelas benar. Tapi siapa peduli?

 

Meloncatnya Astro dari Direct ke KMA tentu hal serius dipandang dari kebutuhan membangun industri yang sehat. Tapi nampaknya, tak akan ada kebijakan apapun  dikeluarkan oleh KPI dan Depkominfo. Akibatnya, perpindahan Astro berjalan mulus.

 

Menarik juga untuk mencatat bahwa pihak KMA adalah lembaga penyiaran berlangganan pertama di Indonesia yang memperoleh izin

penyiaran tetap dari Depkominfo pada 31 Juli lalu. Mereka memeprolehnya sementara

operator pay-tv lain – seperti Telkom Vision atau Indovision – masih menunggu proses penyelesaian izin dari KPI.

 

Barangkali ini ada kaitannya pula dengan siapa yang berada di belakang KMA.  Rini Soemarno dulu  dikenal sebagai Rini Suwandi, mantan menteri perdagangan era Megawati. Inevastasi awal KMA, menurut tabloid Kontan, baruRp 40 miliar.Tapi mereka juga mengaku bahwa akan ada kucuran dana sampai Rp450 miliar. Uang siapa? Bisa jadi, keluarga Soemarno. Tapi tolong catat satuhal: Presiden Direktur KMA adalah Ongki Sumarno, yang dulunya adalah Presiden Dikrektur salah satu anak perusahaan  Humpuss, grup bisnis milikTommy Soeharto. Nah!

 

Keluarga Soemarno menguasai 95 persen saham KMA, sementara lima persennya lagi dimiliki bersama oleh sejumlah orang penting Golkar, termasuk –kabarnya --  Solihin Kalla, salah seorang putra Jusuf Kalla. Nah. Lagi!

 

SKANDAL EPL DI INDONESIA

 

Cerita hak siar EPL di Indonesia tahun ini juga tak kalah memalukannya. Pihak yang menguasai hak siar EPL di Asia adalah ESS, yang merupakan kerjasama dua raksasa kanal olahraga berbayar di dunia: ESPN dan StarSports. Sebelum masuknya Astro ke Indonesia, televise free-to-air di Indonesia berhubungan dengan ESS untuk memperoleh hak siar EPL di Indonesia.  Sementara pelanggan pay-tv di Indonesia menyaksikan EPL di dua channel: ESPN dan Star Sports.

 

Ini semua berubah tahun lalu, ketika Astro All Asia Network (induk Astro) menyabet hak siar EPL di tiga negara: Malaysia, Indonesia dan Brunei. Manuver Astro memang mengejutkan. Mereka membayar ESS 60 juta dolar untuktiga musim EPL (dari 2007-2008 sampai 2009-2010) untuk memperoleh hak siartiga Negara sekaligus. Tapi mereka jelas bukan sekadar menghambur-hamburkan uang. Kalau diperinci menjadi per negara, Astro sebenarnya "hanya" membayar20 juta dolar AS untuk hak siar EPL di masing-masing negara selama tiga musim, atau  kurang dari 7 juta dolar AS per negara pada satu musim. Manuver Astro mengacaukan pasar dalam negeri Indonesia. Sebelum Astro,pertarungan terjadi antar pemain di Indonesia untuk memperoleh hak siar diIndonesia saja. Misalnya saja, pada 2005-2006, TV7 membayar 4,4 juta dolarAS untuk satu musim EPL. Para stasiun televisi lokal ini tentu saja tak tertarik untuk bertarung memperebutkan hak siar tiga negara seperti yang dilakukan Astro.

 

Karena itulah, tahun lalu, Astro berjaya dengan hak siar eksklusifnya atas EPL di Indonesia. Dengan hak itu, Astro berhak meminta ESPN dan Star Sport untuk tidak menyiarkan satupun pertandingan liga Inggris melalui pay-tv diluar Astro.

 

Tapi  tahun lalu para operator televisi berbayar lain memprotes karena hak siar itu tidak pernah ditawarkan pada para pemain di Indonesia. Praktek itu dianggap tidak adil. Tahun ini, rupanya kecaman itu berusaha diredam dengan paktek akal-akalan yang sama sekali memalukan.

 

Sebelum EPL dimulai tahun ini, pihak ESS dan Astro tiba-tiba saja menawarkan hak siar EPL untuk musim 2008-9 dengan nilai fantastis: 25 juta dolar AS!Ini angka gila sebenarnya. Lebih gila lagi, mereka hanya menyediakan waktu empat hari bagi para operator televisi berbayar di Indonesia untuk menjawab tawaran. Jadi tawaran diajukan pada 8 Agustus, dan pihak yang tertarikdiminta mengajukan kesediaan pada 11 Agustus, yang kemudian diralat menjadi 12 Agustus pagi. Bahkan dengan tambahan catatan, bila memang bersedia membeli, pihak yang tertarik sudah harus membayar uang muka pada 14 Agustus2008.

 

Tanggal 8 Agustus adalah hari Jumat, sementara 12 Agustus adalah Selasa.Jadi bisa dibayangkan, para pengambil keputusan di empat televisi berbayar Indonesia harus mengambil keputusan sangat cepat hanya dalam waku empat hari, yang dua hari di antaranya adalah weekend!

 

Tapi yang tak dibayangkan Astro adalah, manuver itu ternyata justru membuat para operator televisi berbayar Indonesia bersatu. Empat operator pay-tv Indoensia (Indovision, First media, Telkom Vision, dan IM2) memutusan untuk membentuk semacam 'konsorsium' untuk menjawab tawaran ESS-Astro

itu. Mereka bersama-sama menjawab bahwa mereka tertarik untuk  membeli hak siar tersebut dengan harga yang ditawarkan, dengan rencana bahwa mereka

kemudian akanberbagi siaran selama sau tahun. Semangatnya adalah, pokoknya bukan Astro! Melihat akal-akalan mereka berantakan, ESS kemudian mengumumkan bahwa tawaran itu dibatalkan mengingat "sudah ada tawaran pihak lain yang lebih menarik". Tak ada penjelasan apa-apa mengenai siapa pihak lain itu. Tapi,tentu saja, siapapun tahu yang akan memperoleh hak siar EPL itu adalah AoraTV. Di Wikipedia saja, sudah ada entri Aora TV, yang di dalamnya termuat penjelasan bahwa "Aora TV berhasil memperoleh hak siar Liga Utama Inggris di Indonesia untuk musim 2008-2009 yang semula dimiliki oleh Astro

Nusantara". Apa yang terjadi itu menjelaskan betapa berantakannya system penyiaran kita. Semua berlangsung dengan  diketahui Depkominfo dan juga KPI.

Tak ada satupun yang berbuat apa-apa. Tak ada regulasi. Tak ada intervensi. Kompetisidipersilakan berlangsung sebabas-bebasnya. Tak ada kepedulian pada

kepentingan publik. Tak ada kepedulian pada kepentingan industri nasional yang sehat.

 

Sekadar catatan, Singapura menolak kehadiran pemain asing dalam televise berbayar mereka. Sekadar catatan pula, di Inggris sendiri, tak

boleh ada monopoli siaran EPL. Di sana yang menyiarkan EPL adalah televisi berbayar Sky-Tv dan televisi publik free-to-air, BBC.

 

Menurut saya, sudah saatnya negara (dalam hal ini Depkominfo dan KPI)mengintervensi persoalan EPL. Kalau tidak, kita akan menjadi bulan-bulanan bisnis televisi dan olahraga internasional yang dengan seenak-enaknya menghisap kekayaan kita, seraya mengahancurkan industry pertelevisian di dalam negeri.

 

Kalau perlu negara turut campur dan mewakili stasiun-stasiun televisi dan operator televisi berbayar untuk berhadapan dengan industry asing. Kalau tidak, kita benar-benar akan jadi bulan-bulanan.  Harga hak siar Liga Inggris pada 2003, cuma 1,2 juta dolar AS untuk 62 pertandingan. Dua tahun berikutnya sudah melonjak menjadi 4,4 juta dolar AS. Kalau sekarang ESS berani mematok harga 25 juta dolar AS, itu menunjukkan betapa mudahnya kita dianggap dapat diadu-domba oleh konglomerat industri media internasional.

 

Ade Armando

catatan:
kelihatannya pak Ade ini membuat tulisan ini sebelum ada keputusan bahwa Astro Nusantara tidak terbukti melakukan monopoli EPL di Indonesia...
Itu bukan tanda tanya, tapi aksara Jepang. Browser anda tidak mendukung aksara Jepang. -scradle89-

Offline ysh

  • Murid
  • **
  • Posts: 151
  • Date Registered: July 21, 2008, 08:22:03 am
  • Reputasi : 13
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1004 on: September 08, 2008, 08:12:39 pm »
panjaaaannnnggggg banget infonya bro....sampe pusing ngebacanya....ujung2nya tambah ruwet ! alias gak ada harapan nyaksiin EPL/BPL di TV swasta nasional (teresterial) lahi nih !!  :Pe:

Offline Cipluk

  • Siluman Ular Hijau
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5359
  • Age: 2016
  • Location: Green Land RT 30 RW 58 Kutub Utara. Kode
  • Date Registered: May 05, 2008, 08:45:21 pm
  • Reputasi : 278
  • Jangan Telanjang Di Jalan Raya
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1005 on: September 08, 2008, 08:19:47 pm »
pangjange reeek.... tak bacane dulu... yang koment jangan pendek pendek yaa ;D
AKU CINTA INDONESIA

Offline @dhitya

  • Up Level
  • Ksatria
  • *******
  • Posts: 1611
  • Date Registered: October 01, 2007, 02:58:35 pm
  • Reputasi : 104
  • ..si loreng,,
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1006 on: September 08, 2008, 08:24:56 pm »
Info yg mantap!

Offline sifa shafira

  • hormati
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2442
  • Age: 41
  • Location: Balikpapan
  • Date Registered: September 28, 2007, 11:56:07 am
  • Reputasi : 133
  • 081520316195
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1007 on: September 08, 2008, 08:35:58 pm »
 :(XX....bro......mata jadi kunang2...maklum bro pake hp....udah tulisannya kecil2...layar hp ku kecil pula....kaya ngeliat semut baris....

Offline hidden004

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2283
  • Date Registered: July 16, 2008, 09:19:22 am
  • Reputasi : 49
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1008 on: September 08, 2008, 09:35:25 pm »
mudah-mudahan aora tv jadi batu pijakan terakhir asmal dan kasus dv & EPL-nya tidak terulang lagi!
kapan pemimpin dan pengusaha bangsa ini mau belajar dari negeri jiran??

Offline risal.maros

  • Grand
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 5474
  • Age: 51
  • Location: Maros_sulsel
  • Date Registered: March 15, 2008, 11:39:52 pm
  • Reputasi : 208
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1009 on: September 09, 2008, 12:14:37 am »
panjang ya.. he he. tunggu saya print dulu.. perlu dibaca sambil tiduran rupanya. he he.
Kanibalisme sudah mulai nampak.... persaingan tidak sehat mulai muncul pada pay tv. biarkan saja jor joran.. ujung ujungnya mereka banting harga nanti

Offline Daengsat

  • Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Lets be gone be by gone
  • Global Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 10484
  • Age: 64
  • Location: Sydney NSW, Australia
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:03 pm
  • Reputasi : 757
  • Daengsat Pty Ltd Australia
    • http://www.daengsat.com.au
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1010 on: September 09, 2008, 01:19:07 am »
Barangkali dulu belum ada KPK sekarang KPK super aktip jadi pejabat2 di Indonesia takut untuk di sogok sama ASTRO,
Musti nya Pay TV asing mengunakan satellite Palapa c2 atau Telkom 1 kan uang nya masuk ke Indonesia ini keuntungan dan uang nya masuk semua ke Malaysia,
Saya pernah dulu di Forum sebelah sebelum kita terusir dari situ hanya beri komentar begini uang nya masuk ke Malaysia donk langsung saya lempari batu bertubi tubi :)
Memang kita serumpun tapi ini kan menyangkut soal business soal isi perut.
Proud to be part of http://www.crowngroup.com.au/

Offline andriyuliantomi

  • Up Level
  • Ksatria
  • *******
  • Posts: 1143
  • Age: 35
  • Location: Dari Painan (SumBar) ke Batam (Kepri)
  • Date Registered: January 10, 2008, 12:16:33 pm
  • Reputasi : 26
    • Salah Seorang Interisti dari Sumbar
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1011 on: September 09, 2008, 11:53:39 pm »
Ada yang nggak beres dengan pemerintah kita saat ini, kenapa membiarkan Astro MALAYSIA meraja lela.

Ada satu cara, USIR SAJA ASTRO MALAYSIA DARI BUMI INDONESIA, karena telah membuat kekacauan dunia pertelivisian baik pay tv maupun tv fta.

Offline sifa shafira

  • hormati
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2442
  • Age: 41
  • Location: Balikpapan
  • Date Registered: September 28, 2007, 11:56:07 am
  • Reputasi : 133
  • 081520316195
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1012 on: September 10, 2008, 12:00:27 am »
Ada yang nggak beres dengan pemerintah kita saat ini, kenapa membiarkan Astro MALAYSIA meraja lela.

Ada satu cara, USIR SAJA ASTRO MALAYSIA DARI BUMI INDONESIA, karena telah membuat kekacauan dunia pertelivisian baik pay tv maupun tv fta.
tenang bro....kita gak bisa main vonis aja....setidaknya astro sudah meramaikan pay tv di indonesia walaupun sekarang lagi ganjang-ganjing....

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2347
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1013 on: September 10, 2008, 12:46:41 am »
Ada yang nggak beres dengan pemerintah kita saat ini, kenapa membiarkan Astro MALAYSIA meraja lela.

Ada satu cara, USIR SAJA ASTRO MALAYSIA DARI BUMI INDONESIA, karena telah membuat kekacauan dunia pertelivisian baik pay tv maupun tv fta.
tenang bro....kita gak bisa main vonis aja....setidaknya astro sudah meramaikan pay tv di indonesia walaupun sekarang lagi ganjang-ganjing....
sebenarnya...yang pantas disalahkan bukan astro, tapi sistim birokrasi penyiaran negeri ini yang lemah. negara ini gak punya UU yang kuat tentang penyiaran. apalagi ditopang dengan UANG, sehingga pejabat2 yang urusin ini, matanya dibutakan uang...

yang anehnya, pay tv jiran bisa ke negeri ini, tapi kenapa pay tv negeri ini gak bisa ke jiran? siapa yang patut disalahkan?

Offline Daengsat

  • Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Lets be gone be by gone
  • Global Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 10484
  • Age: 64
  • Location: Sydney NSW, Australia
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:03 pm
  • Reputasi : 757
  • Daengsat Pty Ltd Australia
    • http://www.daengsat.com.au
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1014 on: September 10, 2008, 03:09:10 am »
Ada yang nggak beres dengan pemerintah kita saat ini, kenapa membiarkan Astro MALAYSIA meraja lela.

Ada satu cara, USIR SAJA ASTRO MALAYSIA DARI BUMI INDONESIA, karena telah membuat kekacauan dunia pertelivisian baik pay tv maupun tv fta.
tenang bro....kita gak bisa main vonis aja....setidaknya astro sudah meramaikan pay tv di indonesia walaupun sekarang lagi ganjang-ganjing....
sebenarnya...yang pantas disalahkan bukan astro, tapi sistim birokrasi penyiaran negeri ini yang lemah. negara ini gak punya UU yang kuat tentang penyiaran. apalagi ditopang dengan UANG, sehingga pejabat2 yang urusin ini, matanya dibutakan uang...

yang anehnya, pay tv jiran bisa ke negeri ini, tapi kenapa pay tv negeri ini gak bisa ke jiran? siapa yang patut disalahkan?

Nah itu dia kenapa dia bisa kesini dan kita tidak bisa kesana itu musti di pertanyakan :)
Proud to be part of http://www.crowngroup.com.au/

Offline maldini

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4263
  • Age: 42
  • Location: Sampit- Pelaihari PP
  • Date Registered: June 02, 2008, 09:23:36 am
  • Reputasi : 223
  • MeZIN
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1015 on: September 10, 2008, 03:16:36 am »
Bener kata wak haji Daeng,kita seharusnya smua brpikir knp pay tv malay bisa msuk ke indo tapi sebaliknya pay tv negri kita kok gak bisa masuk ke sblah,apa yg harus dilakukan?
Komunitas Hape Jadul Pelaihari

Offline 果樹時 所持

  • 私はインドネシア人です
  • Up Level
  • Siswa
  • ***
  • Posts: 386
  • Location: ブリタル - マラン
  • Date Registered: September 28, 2007, 01:52:54 pm
  • Reputasi : 26
  • がんばっています...
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1016 on: September 10, 2008, 05:51:04 am »
Waah..sebenernya saya posting tulisan itu lebih mencermati kasus EPL-nya...sesuai judul artiket itu..yah, walaupun masalah dilarangnya beroperasinya operator pay tv Indonesia di Malaysia juga penting.
Yang saya sesalkan (dari dulu) masalah lisensi hak siar eksklusif EPL yang dimiliki Astro Nusantara (dulu) dan Aora (sekarang). Lisensinya kan berlaku nasional seluruh Indonesia. Tapi kenyataanya dua operator pemegang lisensi EPL di Indonesia tidak mampu menyediakan layanannya secara nasional. Waktu dipegang Astro, cuma Jawa, Sumatera, dan Bali yang bisa liat EPl. Kalimantan, Sulawesi, Indonesia timur, dll ngacir gak kebagian...mereka kan termasuk Indonesia juga. Mereka termasuk dalam teritori lisensi hak siar eksklusif yang dimiliki Astro, tapi tidak punya akses untuk berlangganan Astro. Nah, kalau orang sulawesi mau liat EPL gimana tuh (tentunya secara legal - bukan menggunakan oversize dish)..
Setelah dipegang Aora dengan satelit baru dan jangkauan lebih luas, masih tetap saja ada wilayah Indonesia timur yang tidak tercover layanan mereka (berdasarkan coverage SatcoDX). Nah lho...orang Maluku dan Papua, anda gak kebagian EPL, padahal anda punya hak nonton karena lisensi sudah "dibelikan" Aora. Sayang sekali memang, masyarakat yang gak bisa langganan tidak bersuara di forum2 seperti ini...  :-X pernah kemarin di rumah "tetangga" waktu euro dipegang MNC, salah satu master parabola dari papua mau mengkritisinya... tapi untuk EPl samasekali tidak ada suara... yah, mungkin memang masyarakat Papua lebih suka nonton Euro daripada EPl. But, who cares???  </<
Itu bukan tanda tanya, tapi aksara Jepang. Browser anda tidak mendukung aksara Jepang. -scradle89-

Offline 果樹時 所持

  • 私はインドネシア人です
  • Up Level
  • Siswa
  • ***
  • Posts: 386
  • Location: ブリタル - マラン
  • Date Registered: September 28, 2007, 01:52:54 pm
  • Reputasi : 26
  • がんばっています...
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1017 on: September 10, 2008, 06:34:51 am »
Ini hanya analisa pribadi, mungkin bisa salah...

Prediksi saya, suatu saat Aora TV akan bisa menyiarkan tv2 terrestrial milik MNC. Aora TV dimiliki oleh bebera petinggi negara sesuai tulisan pak Ade itu. Saya rasa pemilik Aora akan bisa "membujuk" MNC supaya RCTI, Global TV, dan TPI memperoleh izin dipancarkan lewat Aora. Karena memang jika Aora berniat memperoleh pelanggan banyak, maka akan melengkapi salurannya selengkap2nya. Terlepas dari kualitas dari tv2 terrestrial itu, yang jelas masyarakat Indonesia suka. Dan menurut saya, inilah salah satu senjata kunci MNC. Jika sampai 3 tv itu berhasil dipancarkan Aora, Indovision akan sangat kelabakan. Kenapa saya bilang kemungkinannya besar, karena kembali lagi pemilik Aora adalah salah satu petinggi negara. Mereka akan sangat mudah melobi. Sudah terbukti kok. Nyatanya Aora dapat izin siaran tetap, pertama kali dibandingkan Indovision atau Telkomvision dari Depkominfo. Nah, lho...siapakah sih Aora sampai2 sebuah operator tv baru tapi mendapat izin pertama kali bahkan mengalahkan pendahulunya... Kecuali, hal ini mungkin tidak terjadi jika Aora tidak berhasil mendapat izin dari MNC...
Jika memang benar2 terjadi, 2009 Aora sangat bagus dalam hal content, didukung modal yang kuat, content yang berkualitas dari Astro Malaysia yang juga punya saham di Star TV, kemudian tv terrestrial juga sangat lengkap, ada EPL, sudah MPEG-4, pemiliknya para petinggi negara Indonesia dan juga dari Malaysia juga punya kedekatan dangan petinggi negara Malaysia, dll yang masih sangat banyak keunggulannya...
Dengan asumsi hal itu benar2 terjadi, operator tv dalam negeri seperti Indovision akan sangat kelabakan tahun 2009 nanti. Tapi dengan satelit baru dan rencana penambahan content, saya tidak tau pasti apakah pay tv dalam negeri bisa bersaing. Tapi keunggulan pay tv Indonesia, Indovision atau Telkomvision, mereka sudah mapan disini duluan, mereka punya jangkauan nasional yang tidak dimiliki Aora, jadi punya kesempatan pangsa pasar yang lebih luas di Indonesia timur khususnya.. Tambahan untuk Telkomvision yang memang mempunyai segmen pasar tersendiri, yaitu pre-paid pay tv... kalau Telkomvision bisa mengelola dengan baik, ini merupakan diferensiasi produk yang akan menguntungkan Telkomvision.
Hambatan Aora mungkin masalah teknis ijin labuh satelit, penggunaan decoder yang gosipnya sedikit bermasalah, kemudian kesediaan layanan yang belum mencakup nasional, dan hal lain yang mungkin saya tidak tau..
pada intinya, prediksi saya tahun 2009 AoraTV akan sangat berjaya didukung dengan content siaran yang berkualitas, teknologi mutakhir MPEG-4, dan pelayanan yang semoga saja semakin baik... (untuk masalah harga..tak tau lah...tapi prediksi saya, semakin banyak content, harga semakin tinggi, tapi kita tunggu saja...)
Untuk operator pay tv baru di Indonesia, kita tunggu saja, apa strategi mereka untuk menggebrak pasar pay tv Indonesia. Apakah mereka bisa bersaing?? just wait and see... </<
Itu bukan tanda tanya, tapi aksara Jepang. Browser anda tidak mendukung aksara Jepang. -scradle89-

Offline tark

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 6242
  • Age: 47
  • Location: Kudus
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:47 pm
  • Reputasi : 301
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1018 on: September 10, 2008, 07:28:33 am »
Tak kirimi kurma dulu buat berbuka puasa buat bro scradle...
Salam dari Kudus
 </<

Offline Bro Doctor

  • Disini tempat org mencari kitab silat spy bisa jadi
  • Up Level
  • Ksatria
  • *******
  • Posts: 1030
  • Age: 44
  • Location: Di atas genteng
  • Date Registered: May 27, 2008, 09:51:44 pm
  • Reputasi : 86
  • Cape pointing Mas?Jgn lp faktor cuaca berpengaruh!
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #1019 on: September 10, 2008, 08:34:15 am »
kangen nih ama postingan Bro scraddle89........dah lama......kemana aja sibuk kuliah yah Bro?
nih aku kirimin applaud dari Sukabumi :LV: