Author Topic: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit  (Read 1423279 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline Bro Doctor

  • Disini tempat org mencari kitab silat spy bisa jadi
  • Up Level
  • Ksatria
  • *******
  • Posts: 1030
  • Age: 43
  • Location: Di atas genteng
  • Date Registered: May 27, 2008, 09:51:44 pm
  • Reputasi : 86
  • Cape pointing Mas?Jgn lp faktor cuaca berpengaruh!
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #740 on: August 06, 2008, 04:55:31 am »
aku kenalnya sama Roy martil yang mau di eksekusi mati '/; '/; '/; '/; '/;

Offline Ibani_neo

  • fanatisme fta
  • Forum Moderator
  • Guru
  • *****
  • Posts: 3447
  • Age: 6
  • Location: Latitude: -2.4191° Longitude: 115.2473°/Amsterdam city~ ASj
  • Date Registered: May 29, 2008, 11:26:25 am
  • Reputasi : 90
  • the legend of sa'ilanmaulah
    • Www.Ibnet.Forumsmotion.Com
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #741 on: August 06, 2008, 08:14:42 am »

ada yg pernah gak baca majalah Satelit yang ada di satcodx ...penasaran neh ??? :??:
5F206429

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5030
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 384
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #742 on: August 06, 2008, 08:39:12 am »

ada yg pernah gak baca majalah Satelit yang ada di satcodx ...penasaran neh ??? :??:

download kan bisa bro
everything for better

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5030
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 384
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #743 on: August 06, 2008, 08:41:10 am »
Selasa, 5 Agustus 2008 00:07 WIB - warta ekonomi.com

Televisi Berbayar

       Tahun ini ada 20 perusahaan ramai-ramai mencoba masuk ke industri televisi berbayar di DKI Jakarta. Mereka siap menantang lima pemain lama dan lima pemain lainnya yang lebih dahulu masuk pada 2007. Peluang bisnisnya terbuka lebar, tetapi tantangannya juga banyak. Apa saja?
            “Menyenangkan punya televisi, lihat dunia warna-warni asal jangan acaranya basi. Cuma bisa bikin keki.” Itulah sepenggal lirik  lagu grup band Naif yang merefleksikan kian kritisnya pemirsa televisi di Indonesia saat ini. Masyarakat makin menginginkan adanya  alternatif siaran televisi yang sesuai dengan kebutuhan mereka di luar siaran televisi yang free to air alias gratis. Alhasil, mereka kini mulai beralih ke siaran televisi berlangganan atau berbayar (pay tv).
            Semula hanya ada lima pemain di industri televisi berlangganan yang sudah beroperasi di wilayah DKI Jakarta, yaitu Indovision, Astro, FirstMedia, IM2, dan TelkomVision. Namun, pada 2007, hadir lima stasiun televisi berlangganan baru yang telah mengantongi Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) di wilayah yang sama, yakni PT Nusantara Vision (OK Vision), PT Media Commerce Indonesia (B-Vision), PT Cipta Skynindo (I-Sky-Net), PT Karya Megah Adijaya (Citra TV), serta  PT Global Comm Nusantara (Safuan TV). Dan, berdasarkan data Depkominfo, tahun ini ada  20 perusahaan televisi berlangganan baru ramai-ramai mencoba masuk ke industri televisi berbayar di wilayah Ibu Kota (beberapa di antaranya sudah memperoleh IPP).
            Jadi, dunia pertelevisian berbayar di Tanah Air jelas bakal makin ramai. Menurut D. Ganjar Sidik, managing director PT Data Consult, sebuah perusahaan riset industri, kehadiran perusahaan-perusahaan televisi berlangganan baru itu menunjukkan pasar televisi berlangganan di Indonesia makin berkembang. “Daya beli masyarakat perkotaan meningkat, sementara hiburan luar rumah dirasakan kurang. Maka, dengan adanya pay tv, masyarakat sudah bisa menikmati variasi hiburan dalam rumah,” kata Ganjar. Sutradara dan sineas Garin Nugroho memberikan pendapat senada. “Stasiun televisi berlangganan baru bermunculan karena berkembangnya kebutuhan masyarakat akan hiburan dalam rumah dan hiburan itu tidaklah bersifat umum, tetapi bersifat khusus yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Peluang Pasar Televisi Berlangganan

            Siapa saja sejatinya pemain-pemain baru di industri televisi berlangganan itu? Beberapa di antaranya ternyata adalah bagian dari usaha konglomerasi negeri ini. Tengok saja PT Media Commerce Indonesia (B-Vision) yang ternyata milik Grup Bakrie, atau PT Global Comm Nusantara (Safuan TV) yang termasuk dalam Grup Bimantara. Mereka seakan tidak puas dengan hanya memiliki stasiun televisi swasta nasional, tetapi juga ikut menceburkan diri ke bisnis televisi berbayar.
            Papar Ganjar, pada dasarnya televisi berlangganan adalah bagian dari perkembangan industri telekomunikasi, teknologi informasi, dan multimedia yang makin menyatu. “Nah, mereka jeli melihat peluang pasar di masa depan, yakni ketika industri telekomunikasi, multimedia, dan internet akan menjadi industri yang besar,” kata Ganjar. Buktinya, kedua kelompok usaha besar itu juga telah bergerak di bisnis telepon selular. “Trennya, masyarakat akan disodori paket lengkap yang terdiri atas telekomunikasi dan multimedia,” tambah Ganjar.
            Pemain baru seperti PT Mentari Multimedia dengan  merek dagang M2V (Mobile Multimedia Vision) mengaku tidak gentar menghadapi persaingan di industri televisi berlangganan. Feronica Laksana, marketing & sales director PT Mentari Multimedia, menuturkan bisnis televisi berbayar yang dilakukan pihaknya mempunyai keistimewaan karena khusus untuk ditonton di dalam mobil pribadi. “Kami menyasar segmen menengah ke  atas yang memiliki kendaraan roda empat, karena kalau untuk televisi berlangganan di rumah sudah banyak pemainnya,” kata Feronica. Ia melihat tingginya tingkat kemacetan di Jakarta justru menjadi peluang yang bagus untuk M2V. “Jadi, dengan mempunyai segmen sendiri, kami malah saling mendukung dengan stasiun televisi berlangganan yang sudah ada,” tambah Feronica.
            Pemain lama seperti PT Direct Vision (Astro) pun  siap menghadapi bakal kian sengitnya kompetisi di bisnis televisi berbayar. “Penetrasi televisi berbayar di Indonesia masih sangat rendah. Jadi, silakan saja ramai-ramai masuk ke industri ini,” tegas Halim Mahfudz, senior vice president corporate affairs PT Direct Vision. Data Asosiasi Penyiaran Kabel dan Satelit Asia (The Cable and Satellite Broadcasting Association of Asia, CASBAA) menyebutkan dengan hanya 2% dari sekitar 40 juta rumah tangga yang memiliki televisi, penetrasi pasar televisi berlangganan di Indonesia memang masih termasuk rendah dibanding pasar negara-negara Asia lainnya. Tingkat penetrasi di Malaysia, misalnya, telah mencapai 36%.
            CASBAA mencatat, hingga kuartal pertama 2008, pertumbuhan bisnis televisi berlangganan di Indonesia telah melaju pesat. Pada 2007, jumlah pelanggan sah mengalami kenaikan dua kali lipat menjadi 785.000. Dan, potensi untuk memperoleh jumlah pelanggan baru masih tinggi. Estimasi CASBAA, masih ada potensi sekitar tujuh juta rumah tangga dengan pendapatan per bulan di atas Rp2 juta di Indonesia yang prospektif sebagai target pasar layanan televisi berbayar.
            Menurut Mohammad Amin, planning & development director PT Indosat Mega Media (IM2), pesatnya industri televisi berlangganan di negara-negara Asia lainnya dibanding Indonesia karena kondisinya memang berbeda. Di Singapura, misalnya, karena stasiun televisi nasionalnya hanya ada satu-dua saja, “Maka, pay tv lokal di sana menjadi diminati,” paparnya. Kata Amin lagi, pemerintah Singapura memang membatasi kehadiran stasiun televisi nasional sehingga ruang napas untuk televisi berlangganan pun sangat luas. “Pendapatan masyarakatnya juga tinggi, sehingga mereka mampu membayar layanan televisi berlangganan,” tambah Amin.
            Akan halnya di India, berkembangnya industri televisi berlangganan lebih disebabkan oleh harga berlangganannya yang murah sehingga terjangkau masyarakat India.  Pada mulanya, di India, yang berkembang pesat adalah usaha televisi berbayar via kabel ilegal. “Karena diprotes pelaku usaha televisi berlangganan, pemerintah India mengambil jalan tengah, yaitu perusahaan televisi berlangganan diimbau agar mau memberikan harga berlangganan yang murah dan bersedia bekerja sama dengan perusahaan televisi berbayar ilegal yang ada,” papar M. Izzul Muslimin, komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Kalau tidak, siap-siap saja kanal mereka dibajak oleh perusahaan televisi berbayar ilegal. Pasar televisi berlangganan di India adalah yang terbesar kedua di Asia setelah Cina dengan estimasi total penjualan US$5,2 miliar pada 2008 dan diperkirakan bakal terus tumbuh hingga US$18,5 miliar pada 2017. India membolehkan investor asing masuk ke sektor usaha televisi berbayar.
            Sementara itu, Sasa Djuarsa Sendjaja, ketua KPI, mengungkapkan bahwa dari sisi perizinan sebenarnya relatif tidak ada kendala bagi tumbuhnya usaha televisi berlangganan di Indonesia. Siapa pun bisa masuk ke industri televisi berlangganan karena proses izin siarannya tidak sulit. “Dari segi perizinan, KPI melakukan proses cepat. Paling-paling hanya soal Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) saja,” kata Sasa. Selebihnya, tambah dia, hanyalah persoalan kalkulasi bisnisnya saja.


Tantangan Bisnis TV Berbayar

            Menurut Garin Nugroho, televisi berlangganan bisa berkembang asalkan memiliki perbedaan yang tajam dengan siaran televisi umum. “Kalau tidak ada bedanya, ya nggak ada yang tertarik,” kata Garin. Oleh karena itu, saran Garin, pengusaha televisi berlangganan harus mampu melakukan penajaman pasar supaya bisa bersaing dengan siaran televisi umum.
            Ganjar Sidik memperkirakan, seiring berjalannya waktu, walau peluang pasar masih sangat besar, pada akhirnya akan terjadi pengerucutan jumlah pemain di industri televisi berbayar dan menyisakan segelintir pemain besar saja. “Sekarang memang banyak yang minta izin untuk siaran, tetapi pada akhirnya, setelah pasarnya stabil, pasar akan kembali dikuasai oleh beberapa pemain saja. Semuanya seleksi alam,” terang Ganjar. Ia menyamakan kondisi industri televisi berlangganan dengan industri selular, yang meski banyak operator bermain di dalamnya, tetapi hanya beberapa saja yang sanggup menguasai pasar Indonesia. “Sekarang yang terjadi adalah kebanyakan pemain baru yang muncul memilih untuk izin siaran dengan satelit karena mereka harus tumbuh cepat atau mendapatkan pelanggan secepat mungkin,” jelas Ganjar.
            Strategi pricing dalam berusaha di bidang televisi berlangganan juga harus dipertimbangkan matang-matang oleh para pelaku usaha di bidang ini. Mereka harus pandai-pandai melakukan kalkulasi biaya atau harga berlangganan yang terjangkau bagi konsumen. Kata Izzul, masyarakat terbiasa menonton televisi secara gratis sehingga, buat mereka, mengeluarkan dana tambahan secara reguler untuk menonton televisi bisa jadi terasa berat. “Kalau ada yang gratis, kenapa harus membayar? Itu yang ada di pikiran masyarakat kita,” papar Izzul.
            Untuk berlangganan televisi berbayar yang ada sekarang ini, masyarakat rata-rata dikenai biaya Rp80.000–150.000 per bulan. Mereka juga masih harus membayar biaya sewa dekoder sekitar Rp200.000 per bulan atau jika membeli harganya sekitar Rp1,7 juta. Apabila harga berlangganan ini makin murah, layaknya tarif selular yang kian turun, maka bisa jadi makin banyak rumah tangga Indonesia pemilik televisi yang beralih ke televisi berlangganan.
            Di samping itu, seperti yang terjadi di India, perusahaan televisi berbayar di Indonesia juga dihadapkan pada persaingan dengan siaran televisi berbayar ilegal atau tidak mengantongi izin siaran yang tumbuh subur di daerah-daerah.   Mereka menangkap siaran televisi melalui parabola dan kemudian didistribusikan ke warga melalui kabel. Hanya dengan iuran sebesar Rp20.000 –50.000 per bulan, masyarakat di berbagai pelosok daerah telah bisa menikmati siaran televisi, baik lokal maupun  internasional. Jadi, walaupun suatu daerah  merupakan wilayah blank spot dan tidak bisa menangkap siaran televisi nasional, misalnya, hal itu tidak menjadi masalah bagi warga daerah tersebut karena adanya siaran televisi berbayar ilegal.
            Tumbuhnya siaran televisi berbayar ilegal di daerah-daerah, menurut Sasa Djuarsa, tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena  mereka sebenarnya membutuhkan informasi tentang perkembangan berbagai sendi kehidupan nasional, tetapi tidak bisa mendapatkan akses informasinya.  Maka, ia menyarankan, seperti halnya di India, perusahaan televisi berlangganan menginventarisasi siaran televisi berbayar ilegal di berbagai daerah dan merangkulnya untuk bisa menghasilkan siaran televisi berbayar dengan harga murah. “Perusahaan televisi berlangganan pun akan diuntungkan dengan bertambahnya jumlah pelanggan mereka,”  jelas Sasa.
            Persoalan lain yang juga harus dihadapi pelaku bisnis televisi berbayar di Indonesia adalah belum adanya regulasi yang khusus mengatur penyiaran televisi berlangganan. Hal itu diakui Don Bosco Selamun, komisioner KPI. Alhasil, lima stasiun televisi berlangganan yang sudah mendapatkan hak izin siaran pada 2007 masih belum bisa beroperasi maksimal karena regulasinya belum diterbitkan. "Mereka baru bisa melakukan siaran uji coba, tetapi tidak akan dikenai sanksi kalau hingga 2008 belum beroperasi sepenuhnya karena memang aturannya belum ada," kata Don Bosco.
            Di tengah tumbuhnya minat dunia usaha untuk terjun ke bisnis televisi berbayar, Don Bosco tidak menampik kemungkinan nantinya terjadi praktek jual beli lisensi atau izin siaran televisi berlangganan yang notabene bisa juga berarti jual beli frekuensi. Pada dasarnya penyiaran televisi menggunakan frekuensi yang jumlahnya terbatas atau barang langka sehingga tidak semua orang bisa menjadi pemain dalam industri pertelevisian. "Kemungkinan seperti itu memang ada. Oleh karena itu, kami mengawasi dengan ketat dan selektif. Apalagi aturannya jelas melarang perdagangan izin frekuensi," tandas Don Bosco. Kalau sampai hal itu terjadi, jelas melanggar UU Telekomunikasi No. 36 Tahun 1999. KPI juga mengkhawatirkan terjadinya konsolidasi kepemilikan stasiun televisi akibat adanya praktek jual beli izin siaran atau frekuensi televisi. KPI tidak ingin konsolidasi kepemilikan itu menjurus pada pemusatan informasi.
            Masalah hak penggunaan frekuensi siaran televisi berbayar patut dicamkan pelaku usaha baru di bidang ini. Pasalnya, jika hak itu dicabut, perusahaan bisa rugi besar. Stasiun televisi berbayar Astro  pernah memiliki pengalaman pahit soal ini. Selama empat hari, 11–14 April 2008, pemerintah mencabut hak penggunaan frekuensi siaran Astro karena menilai stasiun televisi berbayar itu belum memenuhi kewajibannya kepada pemerintah. Hal itu jelas  membuat Astro dan 140.000 pelanggannya merugi.
            Perusahaan-perusahaan televisi berlangganan baru juga akan dihadapkan pada masalah persaingan memperoleh hak siar eksklusif program siaran televisi tertentu, terutama yang memiliki nilai publik tinggi atau sangat digemari masyarakat. Kasus polemik Astro yang memonopoli atau memperoleh hak eksklusif siaran acara liga sepak bola Inggris di Indonesia beberapa waktu lalu patut menjadi catatan penting. Ketika itu, dengan monopoli di tangan, hanya pelanggan Astro yang bisa menikmati siaran liga sepak bola Inggris.  Namun, manuver Astro itu banyak menuai tentangan. Akhirnya, Astro pun “terpaksa” melepas hak eksklusifnya tersebut, meskipun telah membelinya dengan harga tinggi. "Apa yang terjadi pada Astro adalah masalah persaingan. Oleh karena tayangan Liga Inggris itu dianggap seksi, jadi banyak yang memperebutkan," ujar Don Bosco.
            Persaingan di bisnis tele visi berlangganan juga diperkirakan bakal makin sengit jika sistem penyiaran televisi digital berjalan di Tanah Air. "Para pemain televisi berlangganan sekarang bisa saja dialihkan ke sistem digital nantinya,” terang Don Bosco. Pemakaian sistem digital memungkinkan satu kanal televisi bisa digunakan oleh beberapa stasiun televisi. Artinya, pelaku usaha di bisnis televisi berlangganan bakal makin banyak. Bahkan, digitalisasi televisi juga diperkirakan bisa menekan harga berlangganan televisi berbayar.  Jadi, hati-hati sebelum berbisnis.


D. UTAMI WARDHANI, YOHANA NOVIANTI, DAN SATRIANI ARI WULAN
everything for better

Offline Cipluk

  • Siluman Ular Hijau
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5339
  • Age: 2015
  • Location: Green Land RT 30 RW 58 Kutub Utara. Kode
  • Date Registered: May 05, 2008, 08:45:21 pm
  • Reputasi : 277
  • Jangan Telanjang Di Jalan Raya
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #744 on: August 06, 2008, 08:49:38 am »
Ini barru hangat.....
AKU CINTA INDONESIA

Offline Ibani_neo

  • fanatisme fta
  • Forum Moderator
  • Guru
  • *****
  • Posts: 3447
  • Age: 6
  • Location: Latitude: -2.4191° Longitude: 115.2473°/Amsterdam city~ ASj
  • Date Registered: May 29, 2008, 11:26:25 am
  • Reputasi : 90
  • the legend of sa'ilanmaulah
    • Www.Ibnet.Forumsmotion.Com
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #745 on: August 06, 2008, 09:11:23 am »

ada yg pernah gak baca majalah Satelit yang ada di satcodx ...penasaran neh ??? :??:

download kan bisa bro
makasih bapak darktemplar ...dalam hitungan menit udh terjawab rasa penasaran saya  ';/ ';/
5F206429

Offline tvholic

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2100
  • Age: 33
  • Location: Banyuwangi
  • Date Registered: March 04, 2008, 11:04:00 am
  • Reputasi : 35
  • Mencari Yang Terbaik
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #746 on: August 06, 2008, 09:11:43 am »
sebenarnya bro tibol09 ingin memasukan postingan nya di thread fun & jokes,tapi apa daya beliau salah masuk kamar,habis nama thread nya mencolok sih.....GOSIP HANGAT...NGAT...ngat ;D ;D
ditambah pula diladeni serius oleh rekan2 yg lain ;D ;D ;D
KENA......DEH

walah walah, makannya saya kok nggak pernah denghar berita seputar roy suryo yang resek soal yamal. just a joke toooo :(XX

Offline arie

  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2344
  • Date Registered: November 27, 2007, 01:21:46 am
  • Reputasi : 109
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #747 on: August 06, 2008, 09:16:47 am »
wah mantaff... jadi rame nih pay tv di ibukota... tapi adakah ini disebalik APTK?

Offline padjok

  • Up Level
  • Ksatria
  • *******
  • Posts: 1079
  • Age: 2015
  • Location: kota bara, sumatera selatan
  • Date Registered: April 22, 2008, 11:15:28 am
  • Reputasi : 76
  • My Jr
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #748 on: August 06, 2008, 09:29:49 am »
enak ya di ibu kota, banyak pilihan, malang nasib yang tinggal di daerah,  :Pe: :Pe: :Pe:
mari berburu fta :R:

Offline maldini

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4251
  • Age: 41
  • Location: Sampit- Pelaihari PP
  • Date Registered: June 02, 2008, 09:23:36 am
  • Reputasi : 221
  • MeZIN
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #749 on: August 06, 2008, 10:23:00 am »
enak ya di ibu kota, banyak pilihan, malang nasib yang tinggal di daerah,  :Pe: :Pe: :Pe:
mari berburu fta :R:
Nggak selamanya enak bro tinggal dikota,kalo gak ada kerja,mana bisa bayar iuran.
Komunitas Hape Jadul Pelaihari

Offline agha

  • Tukar aja
  • Up Level
  • Ksatria
  • *******
  • Posts: 1454
  • Location: Siak Sri Indrapura - Riau
  • Date Registered: February 18, 2008, 11:33:22 am
  • Reputasi : 67
  • Jembatan Siak
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #750 on: August 06, 2008, 10:27:23 am »
enak ya di ibu kota, banyak pilihan, malang nasib yang tinggal di daerah,  :Pe: :Pe: :Pe:
mari berburu fta :R:
Nggak selamanya enak bro tinggal dikota,kalo gak ada kerja,mana bisa bayar iuran.
Klu udah namanya berbayar ngak ada enaknya lagi .. '/;

Offline Juan pablo

  • di atas ada satelit dan langit
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5192
  • Age: 119
  • Location: Bumi Angso Duo
  • Date Registered: September 24, 2007, 06:33:18 pm
  • Reputasi : 292
  • Victoria Concordia Crescit,.... no-matter-what
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #751 on: August 06, 2008, 11:02:22 am »
bro dark : nice info.......seloki cointreuo dingin buat anda

btw, jadi kabar EPL di asnus gimana ?
Jadilah petarung, karena hanya petarunglah yg mengerti arti kalah dan menang. Terbanglah kepusaran angin dan pusat pusat badai, segeralah bangun tanpa banyak mengeluh ketika jatuh dan terhempas. Karena "sakit" itu menyehatkan dan mendewasakan jiwa

Offline padjok

  • Up Level
  • Ksatria
  • *******
  • Posts: 1079
  • Age: 2015
  • Location: kota bara, sumatera selatan
  • Date Registered: April 22, 2008, 11:15:28 am
  • Reputasi : 76
  • My Jr
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #752 on: August 06, 2008, 11:09:47 am »
enak ya di ibu kota, banyak pilihan, malang nasib yang tinggal di daerah,  :Pe: :Pe: :Pe:
mari berburu fta :R:
Nggak selamanya enak bro tinggal dikota,kalo gak ada kerja,mana bisa bayar iuran.
Klu udah namanya berbayar ngak ada enaknya lagi .. '/;
maksud enaknya dalam artian banyak pilihan :HA:
yang namanya bayar ya gak enak apalagi gak sesuai dgn yang kita harapkan hasilnya.  :HIT:
kalo saya pribadi lebih enak yang fta aja, ada kepuasan berburu, apalagi di forsat selalu ada  yang baru
bravo forsat, terus maju   :R: :R:

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5030
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 384
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #753 on: August 06, 2008, 11:18:18 am »
bro dark : nice info.......seloki cointreuo dingin buat anda

btw, jadi kabar EPL di asnus gimana ?

 ::Beer::
everything for better

Offline Daengsat

  • Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Lets be gone be by gone
  • Global Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 10478
  • Age: 64
  • Location: Sydney NSW, Australia
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:03 pm
  • Reputasi : 757
  • Daengsat Pty Ltd Australia
    • http://www.daengsat.com.au
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #754 on: August 06, 2008, 11:42:40 am »
Musti nya mereka mengunakan Papala c2 Asean Plus beam biar orang di luar bisa langganan :)
Proud to be part of http://www.crowngroup.com.au/

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5030
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 384
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #755 on: August 06, 2008, 02:08:38 pm »
anget dari oven  ;D :

Telkomvision Siarkan Semua Pertandingan Seri A
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Jakarta - Telkomvision memastikan sebagai pemegang hak siar tayangan pertandingan Seri A musim 2008/2008 untuk stasiun TV berbayar. Semua pertandingan bisa disiarkan secara langsung.

"Kita memperoleh semua pertandingan yang disiarkan di setiap pekan, Sabtu dan Minggu," demikian dikatakan Direktur Content Marketing Telkomvision Bambang Lusmiadi via telepon kepada detiksport, Rabu (6/8/2008).

"Kalau di jam yang sama ada tiga pertandingan live, maka kita siarkan tiga-tiganya. Kalau ada empat, ya kita siarkan empat-empatnya. Karena TV kabel 'kan bisa punya banyak channel, bisa berpuluh-puluh," tambahnya.

Bambang menegaskan, hak siar yang dimiliki Telkomvision hanya untuk jenis TV berbayar. Dengan demikian mereka tidak bisa dan tidak dibolehkan melakukan share dengan stasiun TV terrestrial (free to air).

Dari informasi yang didapat detiksport, dua stasiun TV swasta nasional yang sedang memburu hak siar Seri A untuk jenis TV terrestrial adalah Trans 7 dan Global TV.

"Saya tidak tahu paket yang bisa didapat TV terrestrial seperti apa, berapa pertandingan yang bisa didapat. Itu tergantung kontrak mereka bagaimana. Yang pasti, TV terrestrial 'kan terbatas, hanya punya satu channel. Jadi mereka tak bisa live di waktu bersamaan,” tukas Bambang.
everything for better

Offline padjok

  • Up Level
  • Ksatria
  • *******
  • Posts: 1079
  • Age: 2015
  • Location: kota bara, sumatera selatan
  • Date Registered: April 22, 2008, 11:15:28 am
  • Reputasi : 76
  • My Jr
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #756 on: August 06, 2008, 02:13:25 pm »
thanks master,  >>/ >>/

Offline risal.maros

  • Grand
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 5474
  • Age: 51
  • Location: Maros_sulsel
  • Date Registered: March 15, 2008, 11:39:52 pm
  • Reputasi : 208
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #757 on: August 06, 2008, 02:24:30 pm »
Wah terobosan nih buat tkvsn

Offline fadli_dodi_dumai

  • LITTLE BY LITTLE
  • Up Level
  • Ksatria
  • *******
  • Posts: 1171
  • Age: 36
  • Location: dumai-riau Kota Minyak
  • Date Registered: June 23, 2008, 11:01:11 am
  • Reputasi : 46
  • Diatas Langit Masih Ada Langit
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #758 on: August 06, 2008, 08:44:16 pm »
ternyata mas dark emang top markotop deh >>/
biar hangat nih malam,saya kirim teh susu telor dari dumai untuk mas dark ;D
salam
Lagi BERUSAHA mencari jalan keluar terbaik dari MASALAH...
<img src="http://www.forumsatelit.com/gallery/1812_28_07_09_10_24_10.gif" />

Offline risal.maros

  • Grand
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 5474
  • Age: 51
  • Location: Maros_sulsel
  • Date Registered: March 15, 2008, 11:39:52 pm
  • Reputasi : 208
    • Email
Re: Gosip Hangat Seputar Dunia Multimedia & Satelit
« Reply #759 on: August 07, 2008, 01:25:08 pm »
Plus satu gelas sarabba bambang dari makassar