Author Topic: Argiculture and Farming  (Read 103085 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #20 on: January 31, 2009, 10:17:38 am »
Saya pernah membaca jika Australi emang kaya plasma nutfah tanaman. Ini saya juga punya koleksi srikaya hibrida dari Aussie. Saya beli dari nurseri di Jkt. Pertumbuhannya cepet dan bongsor. Srikaya lokal kalah cepet. Cuma belum berbuah soalnya baru 1 tahun. Kalau mangga mungkin yang dilihat p Daeng itu varietas Keshington Pride. Ada semburat merahnya kan? Mangga ini kalau ditanam di Indo malah kurang bagus warnanya. Beberapa tanaman lain yang cukup terkenal dari Aussie a.l. : miracle fruit, srikaya merah, dll. Kalau gak salah Aussie itu iklimnya keras, masih jauh lebih "friendly" di Indo.

Offline Daengsat

  • Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Lets be gone be by gone
  • Global Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 10467
  • Age: 63
  • Location: Sydney NSW, Australia
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:03 pm
  • Reputasi : 757
  • Daengsat Pty Ltd Australia
    • http://www.daengsat.com.au
    • Email
Re: Argiculture andFarming
« Reply #21 on: January 31, 2009, 10:29:09 am »
Saya pernah membaca jika Australi emang kaya plasma nutfah tanaman. Ini saya juga punya koleksi srikaya hibrida dari Aussie. Saya beli dari nurseri di Jkt. Pertumbuhannya cepet dan bongsor. Srikaya lokal kalah cepet. Cuma belum berbuah soalnya baru 1 tahun. Kalau mangga mungkin yang dilihat p Daeng itu varietas Keshington Pride. Ada semburat merahnya kan? Mangga ini kalau ditanam di Indo malah kurang bagus warnanya. Beberapa tanaman lain yang cukup terkenal dari Aussie a.l. : miracle fruit, srikaya merah, dll. Kalau gak salah Aussie itu iklimnya keras, masih jauh lebih "friendly" di Indo.

Iya memang benar kingston dari Northern teritory tetanggaan sama Indonesia yg paling enak nama nya Bowen manggo dari north Queensland tapi kalau di Sydney mangga tidak begitu subur dikarena kan sudah masuk aderah 4 musim karena disni ada musim dingin, jadi yg di dareah North udara nya sama dengan Indonesia disini yg bagus apple, anggur,pear,strawberry,peach dan buah buah yg di musim dingin.

jadi buah buahan di Northen teritory dan North Queensland hampir sama dengan buah yg di Indonesia hanya beda nya buah disini agak besar,
dari IPB Bogor banyak kok ngirim IR nya sekolah di South Australia Khusus pertanian.


Regards,

D.Effendi
Proud to be part of http://www.crowngroup.com.au/

Offline HiBideHipHop

  • Warga Baru
  • *
  • Posts: 52
  • Age: 38
  • Location: Kerinci - Painan - Padang
  • Date Registered: September 15, 2008, 03:04:49 am
  • Reputasi : 3
  • Using Prepaid IM2 BroadBand Unlimited note: PESAN NO.IM3 CANTIK CALL 085669148898
Re: Argiculture andFarming
« Reply #22 on: February 01, 2009, 01:00:14 am »
kayaknya gk pnting2 amat tu teknik prtanian ala israel...
Iya juga sih ada yg lebih hebat lagi dari Israel tentang pertanian adalah Australia disni pun sama tanah tandus tapi Apple nya enakkkkkkkkkkkkkkkkkkk buah buahan nya segar dan bagus bagus mangga nya juga tidak kalah dengan mangga di Indonesia,
tuh kan, byk yg lbh ok dr israel, kali aja tu media yg mmblow up ttg israel yg baik2 dibayar mahal ama israel...
dulu mah org yahudi makanannya langsung turun dr surga, dasarnya aja kufur, makanya kena laknat...
We Will Not Go Down (song for Ghaza)CLICK -->TO DOWNLOAD THIS SONG

Offline sk8erdroid

  • masih muridnya
  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4493
  • Age: 2014
  • Location: Macet City
  • Date Registered: September 25, 2007, 07:49:49 am
  • Reputasi : 257
Re: Argiculture andFarming
« Reply #23 on: February 01, 2009, 02:06:49 am »
kayaknya gk pnting2 amat tu teknik prtanian ala israel...
Iya juga sih ada yg lebih hebat lagi dari Israel tentang pertanian adalah Australia disni pun sama tanah tandus tapi Apple nya enakkkkkkkkkkkkkkkkkkk buah buahan nya segar dan bagus bagus mangga nya juga tidak kalah dengan mangga di Indonesia,
tuh kan, byk yg lbh ok dr israel, kali aja tu media yg mmblow up ttg israel yg baik2 dibayar mahal ama israel...
dulu mah org yahudi makanannya langsung turun dr surga, dasarnya aja kufur, makanya kena laknat...
bro pernah ke israel?

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #24 on: February 01, 2009, 05:37:41 am »
Negara dengan 4 musim memang lebih bagus mutu produknya ketimbang daerah tropis. Mengapa? Karena biasanya kan kalau musim panas siang jauh lebih panjang daripada malam sehingga tanaman lebih optimal mendapatkan energi sehingga wajar jika di Aussie buahnya lebih besar. Cuma kalau musim dingin yah... sulit kayaknya mau tanam kecuali dalam greenhouse. Juga di negara 4 musim biasanya beda suhu siang malam lumayan tinggi sehingga ibaratnya kalau siang tanaman kerja keras memasak makanan karena banyak sinar matahari (akibatnya cadangan makanannya banyak) dan malamnya karena udara dingin metabolisme-nya melambat sehingga cadangan makanan yang diperoleh siang hari tadi tidak banyak terpakai buat respirasi (so sisa cadangan makanannya juga tetap banyak). Di Indo ini juga banyak kok orang yang bisa membudidayakan strawberry dan apel semisal kalau strawberry yang terkenal di Lembang, kalau apel di Batu cuma ya itu mutu dan kuantitasnya jelas kalah dengan yang import. Lihat strawberry kita kecil dan masam. Apel kita apalagi deh. Padahal kata temen saya yang kul di Jepang, strawberry di Jepang bisa besar dan manis. Yang jelas meski di Lembang udaranya bisa dingin (<20'C) yang sudah pasti cocok untuk budidaya strawberry tapi tetep saja lama penyinaran/hari tidak akan pernah bisa selama negara 4 musim.
« Last Edit: February 01, 2009, 12:23:40 pm by kucingmicel »

Offline Daengsat

  • Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Lets be gone be by gone
  • Global Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 10467
  • Age: 63
  • Location: Sydney NSW, Australia
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:03 pm
  • Reputasi : 757
  • Daengsat Pty Ltd Australia
    • http://www.daengsat.com.au
    • Email
Re: Argiculture andFarming
« Reply #25 on: February 01, 2009, 05:44:23 am »
Negara dengan 4 musim memang lebih bagus mutu produknya ketimbang daerah tropis. Mengapa? Karena biasanya kan kalau musim panas siang jauh lebih panjang daripada malam sehingga tanaman lebih optimal mendapatkan energi sehingga wajar jika di Aussie buahnya lebih besar. Cuma kalau musim dingin yah... sulit kayaknya mau tanam kecuali dalam greenhouse.

Iya memang benar dulu kami kalau mau makn kangkung nunggu summer sekarang ada terus setipa musim itulah dia green house,terima kasih juga Mr.Kucing anda telah memindah kan jawaban menjadi Argiculture, Farming dari pada kita memikir kan di tanah Arab, Mesir dan negara Arab yg tetangga nya saja tidak perduli,mari kita mendoaakan dan sedekah untuk Gaza dan keselamatan warga Pelestina yg di tindas supaya lepas dari penindasan Israel dari pada kita mengumpat yg tidak akan ada habis nya hanya lah menimbul kan kebencian.

Applaud untuk anda

Regards,

D.Effendi
« Last Edit: February 01, 2009, 06:05:19 am by Daengsat »
Proud to be part of http://www.crowngroup.com.au/

Offline Ibani_neo

  • fanatisme fta
  • Forum Moderator
  • Guru
  • *****
  • Posts: 3446
  • Age: 5
  • Location: Latitude: -2.4191° Longitude: 115.2473°/Amsterdam city~ ASj
  • Date Registered: May 29, 2008, 11:26:25 am
  • Reputasi : 90
  • the legend of sa'ilanmaulah
    • Www.Ibnet.Forumsmotion.Com
Re: Argiculture andFarming
« Reply #26 on: February 01, 2009, 08:50:21 am »
Nah ini yang ku tunggu  tread ginian siapa tau ada yang kasih saran  berternak dan bertani di daerah rawa ..?
5F206429

Offline sk8erdroid

  • masih muridnya
  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4493
  • Age: 2014
  • Location: Macet City
  • Date Registered: September 25, 2007, 07:49:49 am
  • Reputasi : 257
Re: Argiculture andFarming
« Reply #27 on: February 01, 2009, 10:32:53 am »
Negara dengan 4 musim memang lebih bagus mutu produknya ketimbang daerah tropis. Mengapa? Karena biasanya kan kalau musim panas siang jauh lebih panjang daripada malam sehingga tanaman lebih optimal mendapatkan energi sehingga wajar jika di Aussie buahnya lebih besar. Cuma kalau musim dingin yah... sulit kayaknya mau tanam kecuali dalam greenhouse.

Iya memang benar dulu kami kalau mau makn kangkung nunggu summer sekarang ada terus setipa musim itulah dia green house,terima kasih juga Mr.Kucing anda telah memindah kan jawaban menjadi Argiculture, Farming dari pada kita memikir kan di tanah Arab, Mesir dan negara Arab yg tetangga nya saja tidak perduli,mari kita mendoaakan dan sedekah untuk Gaza dan keselamatan warga Pelestina yg di tindas supaya lepas dari penindasan Israel dari pada kita mengumpat yg tidak akan ada habis nya hanya lah menimbul kan kebencian.

Applaud untuk anda

Regards,

D.Effendi
saya sependapat wak, kebencianlah awal dari kehancuran, biasanya hanya menutup sebelah mata saja
tuk apa ribut ngurus negara lain sedangkan negara kita sendiri betul" lagi amburadul, beda klo negara kita sudah makmur dan smua terpenuhi, bolelah klo mo sombong ikut campur urusan negara tetangga

kita doakan tuk ketabahan bagi warga Palestina

OOT deh tu kan
« Last Edit: February 01, 2009, 10:50:26 am by sk8ergeek »

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #28 on: February 01, 2009, 12:45:12 pm »
He he he terima kasih semuanya atas dukungannya! (l)
Kebetulan saya lahir di keluarga petani. Semua saudara saya petani tulen. Tetangga saya juga petani semua. Sejak kecil saya sudah biasa dengan lumpur, bibit, benih, pupuk, pestisida, karung goni, cangkul, sabit, bekicot sawah, ulat, dll. Sampai sekarang pun saya tidak pernah jijik meski memegang ulat sebesar jempol kaki yang biasanya makan daun tembakau.  :D Itulah kenapa saya susah lepas dari kegiatan bertani.
Kangkung (water convolvulus atau water spinach) juga menjadi menu favorit keluarga di sini. Apalagi kalau dioseng-oseng. Wah, semangkuk habis saya makan sendiri. ;) Jadi malu. :-[ . Kalau gak salah kan ada makanan namanya plecing kangkung dari mana itu asalnya... Lupa. Kayaknya dari luar Jawa kok.
Pertanian.... Yah, semestinya ini menjadi bagian kehidupan semua orang baik secara langsung maupun tak langsung karena kita semua pasti butuh makan kan? Di negara manapun yang sudah maju pertanian tak pernah diabaikan. Kalau ada yang bilang amrik bisa kaya itu dari mana? Coba renungkan. Pasti jawabannya ya dari jual F-16, rudal, nuklir, dll. He he he, maaf jawaban anda keliru. Amrik bisa kaya karena ekspor produk pertanian seperti kedelai, gandum, jagung, dan daging. Hayoo siapa yang suka makan mi instan atau gorengan? Nah, terigunya itu kan dari gandum. 90% gandum kita ternyata diimport dari amrik dan sebagian Aussie. Apakah di sini tidak bisa dibudidayakan gandum? Bisa! Saya pernah denger di Batu ada yang pernah budidaya dan langsung saya datangi tapi eh... ternyata orangnya sudah berhenti menanam. Alasannya bijinya bikin gatal. :D Awal amrik merdeka apa dulu yang mereka bangun? Pertanian! Pernah lihat film Little House on the Prairie? Nah, kurang lebih seperti itulah awal berdirinya amrik. Saat itu semua petani mendapat jatah lahan pertanian sekitar 25 ha gratis dari pemerintah asal mau menempatinya selama minim 5 tahun. Semua orang menanam tanaman yang bisa mereka makan seperti gandum, oat, kentang, apel, dll. Gula mereka membuatnya dari getah pohon mapel. Sabun dan lilin (belum ada listrik) dibuat dari lemak babi. Mereka juga menanam bit, lobak, dan bean buat sayur. Rusia pernah tahun berapa itu semua devisanya habis hanya buat impor gandum gara-gara gagal panen. Jepang juga masih tetap top kalau masalah pertanian. Benihnya pun mis merek SA*K*T* sangat bagus mutunya (meski tidak murah) dan banyak beredar di toko-toko saprotan di sini. RRC kini menjadi raksasa pertanian baru. Apel, pear, dan jeruk sekarang sudah banyak yang dari situ. Thailand apalagi, dikenal sebagai kitchen of the world. Mutu produk dan teknologi pertaniannya jauhhh lebih bagus dari Indo. Padahal dulu banyak plasma nutfahnya yang diambil dari Indo. Malay sekarang menjadi top no. 1 produsen karet dan kelapa sawit padahal 20 tahun lalu mereka belajari dari Indo. Nanti dilanjutkan lagi... Kalau kepanjangan nanti takut bosen  :D

Offline Daengsat

  • Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Lets be gone be by gone
  • Global Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 10467
  • Age: 63
  • Location: Sydney NSW, Australia
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:03 pm
  • Reputasi : 757
  • Daengsat Pty Ltd Australia
    • http://www.daengsat.com.au
    • Email
Re: Argiculture andFarming
« Reply #29 on: February 01, 2009, 01:10:04 pm »
Sudah jelas Bro kucing supporter nya Garindra :) canda


Di Australia petani atau yg dikenal Farmer adalah orang kaya, mereka umum nya petani gandum,mangga,rambutan,anggur,macam macam lah
Buah dari Australia saya rasa buah yg berqualitas tinggi sebelum saya tinggal di Australia, dulu di Singapore saya selalu membanggakan singapore buah buahan nya dan fresh juice begitu saya di australia rupanya buah yg di singapore dan freh juice nya berasal dari Australia.
Termasuk beef nya juga yg bisa masuk Indonesia karena aman untuk di makan.
Proud to be part of http://www.crowngroup.com.au/

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #30 on: February 01, 2009, 03:37:04 pm »
Partai Gerindra? Ha ha ha. Kayaknya menarik juga buah-buahan aussie ini. Sayang saya belum pernah mencicipi secara langsung kebanyakan selama ini cuma dari Thailand. Gambaran aussie selama ini ya hanya saya dapat dari Animal Planet, seperti ular derik, buaya, koala, kangguru, kaktus, padang pasir, dll. Kalau pertaniannya belum pernah saya lihat di TV cuma sekilas pernah saya baca di majalah. Mungkin nanti kalau pas ke Singapore akan saya coba cicipi juice-nya.  ;) Oya beberapa waktu lalu kalau tidak salah di Aussie ada yang beternak kambing dan kalau udah mendekati Idul Adha di sini katanya diekspor ke Indo?
@bro sk8, ada yang bilang kebencian seperti asam yang nantinya akan menghancurkan wadahnya sendiri :D.
@bro Ib, kalau daerah rawa yah harus dikasih kapur yang banyak supaya bisa ditanami soalnya asam banget. Jika sudah dikapur maka bisa ditanami apapun. Bahkan ada yang sudah mencoba tanpa diberi pupuk kimia apapun sudah bisa berhasil dengan baik soalnya kan  bahan organiknya sangat tinggi. Apalagi sekarang harga pupuk kimia sangat mahal. Kalau gak salah lahan gambut juga mudah terbakar. Inilah kendalanya. Kalau beternak saya rasa bisa dengan memelihara ikan lele atau belut misalnya. Ikan ini kan bandel. Tinggal dibuat bedengan yang tinggi terus di sepanjang bedengan dibuatkan parit untuk drainase soalnya drainase gambut biasanya jelek. Nah, di parit itu bisa piara ikan. Belut juga mudah dipiara.

Offline HiBideHipHop

  • Warga Baru
  • *
  • Posts: 52
  • Age: 38
  • Location: Kerinci - Painan - Padang
  • Date Registered: September 15, 2008, 03:04:49 am
  • Reputasi : 3
  • Using Prepaid IM2 BroadBand Unlimited note: PESAN NO.IM3 CANTIK CALL 085669148898
Re: Argiculture andFarming
« Reply #31 on: February 02, 2009, 11:15:42 am »
judul threadnya ejaannya gk salah tu? untung bush gk jd presiden lg... jd gk ada yg tau :lol: =))
We Will Not Go Down (song for Ghaza)CLICK -->TO DOWNLOAD THIS SONG

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #32 on: February 02, 2009, 01:53:45 pm »
judul threadnya ejaannya gk salah tu? untung bush gk jd presiden lg... jd gk ada yg tau :lol: =))
Soalnya Bush kan udah 2 kali jadi presiden bro  ;)

Offline amoedy

  • Belum saatnya menjadi
  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 742
  • Age: 52
  • Location: west of jakarta
  • Date Registered: November 06, 2008, 04:44:28 pm
  • Reputasi : 15
  • aku gak bisa liat jeung irent lagi..........
    • Email
Re: Argiculture andFarming
« Reply #33 on: February 02, 2009, 02:29:54 pm »
Partai Gerindra? Ha ha ha. Kayaknya menarik juga buah-buahan aussie ini. Sayang saya belum pernah mencicipi secara langsung kebanyakan selama ini cuma dari Thailand. Gambaran aussie selama ini ya hanya saya dapat dari Animal Planet, seperti ular derik, buaya, koala, kangguru, kaktus, padang pasir, dll. Kalau pertaniannya belum pernah saya lihat di TV cuma sekilas pernah saya baca di majalah. Mungkin nanti kalau pas ke Singapore akan saya coba cicipi juice-nya.  ;) Oya beberapa waktu lalu kalau tidak salah di Aussie ada yang beternak kambing dan kalau udah mendekati Idul Adha di sini katanya diekspor ke Indo?
@bro sk8, ada yang bilang kebencian seperti asam yang nantinya akan menghancurkan wadahnya sendiri :D.
@bro Ib, kalau daerah rawa yah harus dikasih kapur yang banyak supaya bisa ditanami soalnya asam banget. Jika sudah dikapur maka bisa ditanami apapun. Bahkan ada yang sudah mencoba tanpa diberi pupuk kimia apapun sudah bisa berhasil dengan baik soalnya kan  bahan organiknya sangat tinggi. Apalagi sekarang harga pupuk kimia sangat mahal. Kalau gak salah lahan gambut juga mudah terbakar. Inilah kendalanya. Kalau beternak saya rasa bisa dengan memelihara ikan lele atau belut misalnya. Ikan ini kan bandel. Tinggal dibuat bedengan yang tinggi terus di sepanjang bedengan dibuatkan parit untuk drainase soalnya drainase gambut biasanya jelek. Nah, di parit itu bisa piara ikan. Belut juga mudah dipiara.

Bro,KM..........saya juga sedikit punya tempat yang diamanati orang untuk diolah.............karena saya tidak mengerti maka saya mengambil anak buah dari daerah dimana tersebut dimana dapat bekerja untuk saya sebagai pemasuk sayuran Organic.
sampai saat ini hasilnya masih belum maximal.
padahal apa yang bro katakan untuk memberi kapur sudah saya lakukan.....oh yah sorry lupa kasih informasi letaknya tanah tsb,adanya didaerah sentul Bogor dengan luas 2,5 ha.........dari modal yang saya keluarkan setiap bulannya masih tekor.
anak buah ada 6 orang untuk menggarap dan bercocok tanam,biaya operasional/bulan  = Rp 9jtt pemasukan masih 2,5 jt jadi masih tekor 7,5 jt. nah di tahun kedua ini saya berharap minimal balik modal..........tolong pencerahannya tentang apa dan bagai mana yang haarus saya lakukan terhadap para penggarap yang mana jika dipertanyakan selalu jawabnya tanahnya mengandung unsur belerang dan kekurangan air serta agak tandus.........terima kasih sebelumnya  :D

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #34 on: February 02, 2009, 04:36:49 pm »
Hmmm bro amoedy ternyata ngobyek agro juga ya? ;) Sayang saya tidak bisa melihat langsung ke lokasi anda jadi agak susah menganalisis permasalannya dan memberi solusi. Saya ingin sedikit bertanya: berapa ketinggian lahan itu dari permukaan laut? Terus apakah lahan itu lahan baru dibuka? Jika tidak apakah sebelumnya sudah pernah dibudidayakan sesuatu komoditas di atasnya? Terus bagaimana riwayat tanaman sebelumnya? Sekarang komoditas apa aja yang tengah anda budidayakan (mis cabe, kol, sawi, selada, dl)l? Berapa mm curah hujan/tahun?
Aturan dasarnya jika kita akan membudidayakan apapun sebaiknya melakukan analisis tanah. Dari situ nanti kita akan tahu banyak hal baik unsur makro, mikro,  organik, pH, dll dll. Kalau di dekat situ ada lembaga penelitian pertanian maka biasanya mereka bisa melakukan analisis tanah. Kalau di sini ada Pusat Penelitian Kopi dan Kakao yang bisa melakukan analisis tanah. Kalau tidak ada, apakah di situ dekat dengan perguruan tinggi yang punya fak pertanian? Coba analisiskan ke mereka. Biasanya harganya terjangkau kok. Benernya ada alat soil tester. Saya pernah ditawari dulu 20 jutaan bisa menganalisis tanah lengkap. Karena mahal saya berniat bergotong royong dengan beberapa orang petani cuma kayaknya mereka masih belum memahami pentingnya alat itu jadi batal deh  :D.
Setahu saya Bogor itu curah hujannya tinggi jadi kemungkinan tidak akan kekurangan air dan jika sampai kekurangan air ada kemungkinan lahan berada di tempat yang tinggi. Kalau tanah tandus memang mau tak mau harus dikasih pupuk kandang atau kompos yang sangat banyak sebelum tanam. Volumenya tergantung tingkat kesuburannya. Soal adanya belerang jika memang bener, jelas bisa menurunkan pH tanah dan itu bisa diatasi dengan pengapuran. Ada 2 jenis kapur: kalsit dan dolomit. Nah, sekarang berapa pH tanah bro amoedy? Dari situ nanti bisa ditentukan berapa jumlah kapur yang diperlukan/ha. Makin asam ya makin banyak. Kalau pH-nya jatuh banget mending pakai kalsit namun kalau tidak jatuh banget lebih bagus dolomit. Jika lahan sudah sangat tandus dan berbatu maka satu-satunya jalan hanya dengan menggunakan hidrosorb (bukan merek). Ini semacam produk yang akan mengubah cairan menjadi jelly. Jadi dibuat semacam koakan-koakan pada tanah terus dikasih tanah yang bagus + hidrosorb. Memang cost yang dikeluarkan akan sangat banyak :). Oya aplikasi kapur yang bagus adalah awal musim hujan sebelum lahan dibajak.
Setahu saya kebanyakan kalau pulau Jawa jarang deh lahan yang pH-nya jatuh-jatuh banget. Kalau di luar Jawa emang kebanyakan kurang cocok buat pertanian horti. Seperti Kalimantan tanahnya jenis podzolik merah kuning. Tanah ini kurang subur. Tetap bisa ditanami namun kurang optimal. Luar Jawa lebih cocok buat perkebunan mis kelapa sawit, karet, dll. Saudara-saudara saya di Kaltim semula menjadi petani sekarang banyak yang hengkang menjadi pedagang, buka warung, buat batako, ngojek, dll.

Offline amoedy

  • Belum saatnya menjadi
  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 742
  • Age: 52
  • Location: west of jakarta
  • Date Registered: November 06, 2008, 04:44:28 pm
  • Reputasi : 15
  • aku gak bisa liat jeung irent lagi..........
    • Email
Re: Argiculture andFarming
« Reply #35 on: February 02, 2009, 05:26:14 pm »
Hmmm bro amoedy ternyata ngobyek agro juga ya? ;) Sayang saya tidak bisa melihat langsung ke lokasi anda jadi agak susah menganalisis permasalannya dan memberi solusi. Saya ingin sedikit bertanya: berapa ketinggian lahan itu dari permukaan laut? Terus apakah lahan itu lahan baru dibuka? Jika tidak apakah sebelumnya sudah pernah dibudidayakan sesuatu komoditas di atasnya? Terus bagaimana riwayat tanaman sebelumnya? Sekarang komoditas apa aja yang tengah anda budidayakan (mis cabe, kol, sawi, selada, dl)l? Berapa mm curah hujan/tahun?
Aturan dasarnya jika kita akan membudidayakan apapun sebaiknya melakukan analisis tanah. Dari situ nanti kita akan tahu banyak hal baik unsur makro, mikro,  organik, pH, dll dll. Kalau di dekat situ ada lembaga penelitian pertanian maka biasanya mereka bisa melakukan analisis tanah. Kalau di sini ada Pusat Penelitian Kopi dan Kakao yang bisa melakukan analisis tanah. Kalau tidak ada, apakah di situ dekat dengan perguruan tinggi yang punya fak pertanian? Coba analisiskan ke mereka. Biasanya harganya terjangkau kok. Benernya ada alat soil tester. Saya pernah ditawari dulu 20 jutaan bisa menganalisis tanah lengkap. Karena mahal saya berniat bergotong royong dengan beberapa orang petani cuma kayaknya mereka masih belum memahami pentingnya alat itu jadi batal deh  :D.
Setahu saya Bogor itu curah hujannya tinggi jadi kemungkinan tidak akan kekurangan air dan jika sampai kekurangan air ada kemungkinan lahan berada di tempat yang tinggi. Kalau tanah tandus memang mau tak mau harus dikasih pupuk kandang atau kompos yang sangat banyak sebelum tanam. Volumenya tergantung tingkat kesuburannya. Soal adanya belerang jika memang bener, jelas bisa menurunkan pH tanah dan itu bisa diatasi dengan pengapuran. Ada 2 jenis kapur: kalsit dan dolomit. Nah, sekarang berapa pH tanah bro amoedy? Dari situ nanti bisa ditentukan berapa jumlah kapur yang diperlukan/ha. Makin asam ya makin banyak. Kalau pH-nya jatuh banget mending pakai kalsit namun kalau tidak jatuh banget lebih bagus dolomit. Jika lahan sudah sangat tandus dan berbatu maka satu-satunya jalan hanya dengan menggunakan hidrosorb (bukan merek). Ini semacam produk yang akan mengubah cairan menjadi jelly. Jadi dibuat semacam koakan-koakan pada tanah terus dikasih tanah yang bagus + hidrosorb. Memang cost yang dikeluarkan akan sangat banyak :). Oya aplikasi kapur yang bagus adalah awal musim hujan sebelum lahan dibajak.
Setahu saya kebanyakan kalau pulau Jawa jarang deh lahan yang pH-nya jatuh-jatuh banget. Kalau di luar Jawa emang kebanyakan kurang cocok buat pertanian horti. Seperti Kalimantan tanahnya jenis podzolik merah kuning. Tanah ini kurang subur. Tetap bisa ditanami namun kurang optimal. Luar Jawa lebih cocok buat perkebunan mis kelapa sawit, karet, dll. Saudara-saudara saya di Kaltim semula menjadi petani sekarang banyak yang hengkang menjadi pedagang, buka warung, buat batako, ngojek, dll.

sebenarnya,bukan saya punya tapi boss saya hanya diamanatkan saja dan juga sebenarnya ada 3 lokasi yaitu di cipanas 3330m2 di bintaro 5000m2,kemudian snetul 2,5ha nah kebetualn juga yang namanya sentul ini bukan daerah yang curah hujannya tinggi seperti yang bro bilang,makanya selalu mereka bilang pada musim kemarau selalu kekurangan air.
untuk PH disentul cukup tinggi cuma saya lupa berapannya sedangkan untuk dibintaro bagus sekalai,tanah ini sudah 2 orang yang mengelola dan hasilnya lebih para yang pertama.jenis tanaman yang biasa ditanam disana adalah,jagung manis,kacang tanah,kyuri(timunjepang)kabocha(waluh jepang) ubi jepang,buncis,okra (yang lancip berbulu jika dimakan berlendir) sementara ini yang biasa dipakai DOLOMIT,dan pupuk kandang serta sekam bakar,jujur saja saya berharap anak dari IPB mau bekerja sama saya sebagai tenaga ahli,akan tetapi sampai saat ini hanya magang saja 1 bulan setelah tamat saya tawarkan pekerjaa itu mereka lebih memilih menjadi pekerja kantoran gak mau menjadi petani .......................? aneh kalau menurut saya ngapain coba kuliah ngambil pertanian kalau mereka tidak mencintai secara keseluruhan tentang arti pertanian itu sendiri,sebenarnya kalau saja manusia indonesia mau menjadi petani mereka akan mendapatkan hasil bagus................sayang,sekali lagi sayang bro,bangsa ini dijajah belanda selama 3,5 abad untuk menjajah bangsanya lagi sehingga bangsa kita menjadi tertinggal terus menerus.
sekedar info aja saya juga menjadikan adik kandung saya di cipanas sana sebagai pengumpul sayuran non organic dengan catatan, tidak membodohi para petani,tidak memeras petani,tidak menyusahkan petani dengan pembayaran,mengalahkan para tengkulak yang selalu menyusahkan petani.jika tengkulak membeli 1 ikan caysim Rp 1000 dengan ditunda pembayarannya /maka saya berharap adik saya tidak seperti itu dia saya perintahkan untuk membeli Rp 1050 dengan catatan barang harus bagus kemudian bayar dimuka.
sehingga para petani akan merasa diperhatikan dan akan mendapatkan hasil yang baik.
tapi bro,sekali lagi saya katakan..............itulah indonesia.........perlakuan adik saya itu tidak mendapatkan hasil yang bagus mereka masih juga suka membohongi adik saya dengan memberikan hasil/Grade yang jelek..................manusia macam apa ini ,tapi dari pengalaman yang didapat adik saya dari hari kehari dan bulan ke tahun,ternyata tidak semuanya seperti itu setelah mereka merasakan manfaatnya banyak dari mereka bisa memberikan hasil yang maximal dan saya juga mendapatkan hasil yang baik karena pangsa pasar saya khusus restaurant dan orang orang asing dijakarta. ???

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #36 on: February 03, 2009, 04:58:41 am »
1 appl untuk anda bro amoedy yang sudah punya niatan baik beragro organik dan membangun sistem tata niaga yang lebih baik.
Ha ha ha bro amoedy emang begitulah kenyataannya! ;) Tetangga sebelah selatan saya ada lulusan agronomi Unibraw tapi sekarang kerja di bank. Saya dulu juga punya temen SMA yang kul di pertanian UNEJ dan sekarang dia kerja di bank juga. Ini juga tetangga di sebelah barat juga lulusan agronomi UNEJ dan sudah 10 tahun kerja di Kaltim di kebun kelapa sawit tapi ya sama aja kerjanya juga cuma di kantor.
Kalau p Daeng bilang farmer itu kaya it's absolutely true! Gambaran petani di luar ya sudah seperti itu. Punya lahan milik sendiri beberapa puluh-ratus ha. Punya mesin-mesin macam traktor, mesin dryer, mesin aplikator pupuk, dll. Malah ada yang punya pesawat  buat aplikasi pestisida. Punya ternak kuda, sapi, babi, ayam, dll. Punya pasture atau meadow buat menggembalakan ternak. Kalau di Indo sebenarnya yang truly farmer sangat sedikit. Yang kebanyakan itu peasants alias petani penggarap. Mereka tidak memiliki lahan sendiri. Mereka menggarap lahan dengan menyewa milik orang lain. Contohnya aja di sini yang punya lahan sendiri mungkin hanya 10%, sisanya menyewa dari tuan-tuan tanah atau pemerintah. Dari yang punya lahan sendiri mungkin hanya 1% yang lahannya di atas 1 ha. data terakhir yang saya dapat rata-rata kepemilikan lahan di pula Jawa sudah mencapai 0,25 ha/petani. Angka ini turun dari 5 tahun sebelumnya 0,3 ha. Dengan lahan 0,25 ha apa yang bisa dilakukan petani buat meningkatkan kesejahteraan hidupnya? ??? So sebenarnya saya bisa memahami mereka yang lebih memilih bekerja di kantor. Sewa lahan dan harga lahan juga sangat mahal. Di sini sewa lahan sudah mencapai Rp 20 juta/ha/tahun dan kayaknya akan terus naik. Kalau beli sekitar Rp 300-400 jt/ha. Namun dampak negatifnya adalah dunia pertanian akhirnya tidak memiliki orang-orang yang ber-SDM tinggi. Yang ber-SDM tinggi lebih memilih bekerja di kantor. Akibatnya dunia pertanian semakin terpuruk alias gak bisa maju-maju. Memang gambaran pertanian di Indo ini identik dengan kotor, keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohan. Di Scotland ada petani bibit kentang punya lahan 300 ha kalau tidak salah. Jumlah pekerjanya cuma 7 orang! Kalau di Indo dengan lahan segitu kira-kira berapa ratus orang pekerjanya?  :) Mereka pakai fully mechanized dan untuk memantau seluruh lahan menggunakan satelit.
Karena harga lahan yang sangat mahal dan lahan yang super sempit itu maka petani dipaksa untuk menanam komoditas yang bernilai ekonomi tinggi semisal cabe atau melon. Hasilnya memang menggiurkan namun resikonya juga tidak kecil. Akhirnya banyak yang gagal. Di luar Jawa sebenarnya lahan masih cukup banyak untuk pertanian namun kayaknya kurang ekonomis buat pertanian horti. Hingga detik ini Jawa masih mendominasi. Ini tak lain karena Jawa sangat subur. Kalau belajar Geografi dulu Jawa kan masuk sirkum mediteranian jadi Jawa memiliki banyak sekali gunung berapi. Mulai ujung kulon sampai Banyuwangi coba hitung berapa biji gunung berapi? Nah abu vulkanik gunung itu yang bikin Jawa subur. Selain itu masyarakatnya emang sudah kental dengan budaya bertani juga sistem tata niaganya sudah terbentuk sejak dulu. Padahal banyaknya konversi lahan pertanian ke perumahan, industri, jalan, dll akan merupakan masalah tersendiri bagi penyediaan dan ketahanan pangan.

Offline amoedy

  • Belum saatnya menjadi
  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 742
  • Age: 52
  • Location: west of jakarta
  • Date Registered: November 06, 2008, 04:44:28 pm
  • Reputasi : 15
  • aku gak bisa liat jeung irent lagi..........
    • Email
Re: Argiculture andFarming
« Reply #37 on: February 03, 2009, 09:34:31 am »
jadi..........apa dong yang harus kita lakukan terhadap generasi penerus kita,yang jelas jelas bekuliah dan mengambil jurusan pertanian ?
apakah itu hanya taktik mereka untuk mendapatkan gelar dengan sangat mudah tidak perlu berfikir keras dan tidak perlu menghafal.
artinya begitu lulus mereka akan melamar disebuah kantor yang memang .................benar-benar mempertanyakan apakah anda bersekolah tinggi sampai selesai ? kalau ya apapun jurusannnya apapun fakultasnya maka anda kami terima bekerja disini.
sekali lagi .........manusia indonesia selalu berfikiran sempit,mau ambil enaknya saja dan gampangnya saja kapan negeri tercinta ini akan bangkit dari keterpurukan dan kemiskinan,saran saya buat anda yang memiliki ilmu pertanian kembalilah kedesa masing-masing danbangulah desa kita dengan pertanian sehingga desa kita tidak akan tertinggal dengan desa-desa yang lainnya hehehehehe :D kayak dosen aja.Bro KM........seandainya saja anda dekat disini mungkin kita bisa berbagi ilmu pertanian dan dapat mengangkat harkat martabat para petani yang ketinggalan dan selalu dibodohi................any way bus way ..............saya bukan anggota partai yang ingin berkampanye ini asli dari hati nurani saya sebagai manusia indonesia yang cinta akan bangsa sendiri,tanah air,dan manusia indonesia semuanya  '/; '/;
merdeka bung hehehehe kaya jaman perang

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #38 on: February 03, 2009, 05:55:23 pm »
Merdeka juga bro Amoedy!!  ;) Ha ha ha meski kita jauh kan kita bisa bisa selalu konek di sini. Jarak sudah bukan masalah lagi abad ini kok bro Amoedy. Teruskan maju bro, emang banyak sekali rintangan yang akan temui membangun pertanian di negeri ini. Saya mau sedikit bercerita pengalaman saya selama ini. Tahun 2005 saya pernah tanam tembakau harganya extra murah karena mutunya jelek. Biangnya hujan terus menerus. Sekarang ini kan musim susah diduga karena adanya global warming. Padahal kepastian musim adalah hal yang sangat penting bagi petani. Sudah gitu celakanya duit gak dibayar sama pedagang (sekitar 4 jutaan). Usut punya usut ternyata duitnya sudah habis buat berjudi sama dia. Akhir 2005 saya tanam semangka sukses. Dari sukses ini saya jadi semangat dan tanam lagi awal 2006, apa lacur hujan terus mengguyur. 1/2 lahan terendam banjir dan sisanya membusuk. Saya merugi meski tak banyak. Kemudian tanam bawang merah ah ternyata malah semakin hancur. Gagal 100% terserang penyakit. uang 15-20 juta amblas dimakan bawang merah  :). Sesudah itu tembakau lagi tapi apa yang terjadi, 1/3 lahan terkena virus gara-gara lahan tetangga ditanami semangka dan tidak pernah diurus sehingga virusnya ke mana-mana. Sesudah itu jagung cuma dapat 2 ton per 1/2 bau padahal biasanya  4 ton. Biangnya ternyata buruh penggarap malas-malasan mengairi dan memupuk. Sesudah itu padi, hasilnya memble meski sudah dipupuk lengkap dan disemprot pestisida rutin. Biangnya angin kencang terus menerus mengganggu polinasi. Tengah 2007 tanam tembakau lagi dan harga hancur total karena saat petik yang semestinya tidak ada hujan malah gerimis terus. Sesudah itu tanam semangka lagi dihajar kemarau panjang dan harga jatuh sangat murah. He he he begitulah sedikit cerita.... Baru pertengahan 2008 lalu saya bisa sedikit bersyukur karena harga tembakau lagi bagus so hampir semua utang bisa dilunasi. Sekarang saya sudah tidak tanam macam-macam lagi seperti tahun-tahun lalu. Bukannya kapok cuma saya juga punya garapan budidaya jamur tiram putih di rumah dan supplier bibit dan kultur jadinya saya cuma tanam padi, tembakau, dan jagung aja.
O ya soal lahan yang bro Amoedy garap sekali lagi saya hanya bisa menyarankan di-cek-kan ke lab fak pertanian terdekat. Atau coba hub mahasiswa-mahasiswa yang mau ambil skripsi. Biasanya mereka mencari-cari tema dan topik buat skripsi mereka. Nah, kalau mereka mau barangkali mereka bisa membantu dan biasanya mereka sendiri sudah ada biaya untuk penelitian.
Emang kultur orang Indo itu kan product oriented. Orang cuma melihat hasilnya tapi gak suka melihat atau menjalani prosesnya. Akibatnya wajar jika korupsi sukar diberantas. Koruptor-koruptor itu kan orang yang maunya product oriented kan? Mereka gak mau kerja keras. Maunya langsung banyak duit tapi gak mau berusaha. Walhasil uang negara yang ber-M atau T langsung deh diembat. Padahal process juga penting. Semestinya orang harus lebih fokus kepada process ini karena dari sini diharapkan bisa dihasilkan product yang baik. Kata peneliti Belanda siapa tuh, orang Indo itu kebanyakan pikirannya suka main jalan pintas. Wajar jika kita tak pernah bisa bangkit. Lihat saja penyaluran pupuk urea masih aja amburadul. Sekarang pakai sistem kelompok tani. Nyatanya saya daftar untuk lahan saya yang semestinya dapat 6 zak sudah 2 bulan baru dapat 2 zak. Apa iya tanaman bisa menunggu? Sebagian besar urea dijual sama dist entah ke mana. Ada yang pernah tertangkap di sebelah selatan saya namun 2 hari kemudian dilepas dengan tebusan 10 juta. Hmmmm....

Offline hidroponos

  • Siswa
  • ***
  • Posts: 437
  • Date Registered: June 17, 2008, 07:17:00 pm
  • Reputasi : 31
Re: Argiculture andFarming
« Reply #39 on: February 03, 2009, 06:10:38 pm »
Merdeka juga bro Amoedy!!  ;) Ha ha ha meski kita jauh kan kita bisa bisa selalu konek di sini. Jarak sudah bukan masalah lagi abad ini kok bro Amoedy. Teruskan maju bro, emang banyak sekali rintangan yang akan temui membangun pertanian di negeri ini. Saya mau sedikit bercerita pengalaman saya selama ini. Tahun 2005 saya pernah tanam tembakau harganya extra murah karena mutunya jelek. Biangnya hujan terus menerus. Sekarang ini kan musim susah diduga karena adanya global warming. Padahal kepastian musim adalah hal yang sangat penting bagi petani. Sudah gitu celakanya duit gak dibayar sama pedagang (sekitar 4 jutaan). Usut punya usut ternyata duitnya sudah habis buat berjudi sama dia. Akhir 2005 saya tanam semangka sukses. Dari sukses ini saya jadi semangat dan tanam lagi awal 2006, apa lacur hujan terus mengguyur. 1/2 lahan terendam banjir dan sisanya membusuk. Saya merugi meski tak banyak. Kemudian tanam bawang merah ah ternyata malah semakin hancur. Gagal 100% terserang penyakit. uang 15-20 juta amblas dimakan bawang merah  :). Sesudah itu tembakau lagi tapi apa yang terjadi, 1/3 lahan terkena virus gara-gara lahan tetangga ditanami semangka dan tidak pernah diurus sehingga virusnya ke mana-mana. Sesudah itu jagung cuma dapat 2 ton per 1/2 bau padahal biasanya  4 ton. Biangnya ternyata buruh penggarap malas-malasan mengairi dan memupuk. Sesudah itu padi, hasilnya memble meski sudah dipupuk lengkap dan disemprot pestisida rutin. Biangnya angin kencang terus menerus mengganggu polinasi. Tengah 2007 tanam tembakau lagi dan harga hancur total karena saat petik yang semestinya tidak ada hujan malah gerimis terus. Sesudah itu tanam semangka lagi dihajar kemarau panjang dan harga jatuh sangat murah. He he he begitulah sedikit cerita.... Baru pertengahan 2008 lalu saya bisa sedikit bersyukur karena harga tembakau lagi bagus so hampir semua utang bisa dilunasi. Sekarang saya sudah tidak tanam macam-macam lagi seperti tahun-tahun lalu. Bukannya kapok cuma saya juga punya garapan budidaya jamur tiram putih di rumah dan supplier bibit dan kultur jadinya saya cuma tanam padi, tembakau, dan jagung aja.
O ya soal lahan yang bro Amoedy garap sekali lagi saya hanya bisa menyarankan di-cek-kan ke lab fak pertanian terdekat. Atau coba hub mahasiswa-mahasiswa yang mau ambil skripsi. Biasanya mereka mencari-cari tema dan topik buat skripsi mereka. Nah, kalau mereka mau barangkali mereka bisa membantu dan biasanya mereka sendiri sudah ada biaya untuk penelitian.
Emang kultur orang Indo itu kan product oriented. Orang cuma melihat hasilnya tapi gak suka melihat atau menjalani prosesnya. Akibatnya wajar jika korupsi sukar diberantas. Koruptor-koruptor itu kan orang yang maunya product oriented kan? Mereka gak mau kerja keras. Maunya langsung banyak duit tapi gak mau berusaha. Walhasil uang negara yang ber-M atau T langsung deh diembat. Padahal process juga penting. Semestinya orang harus lebih fokus kepada process ini karena dari sini diharapkan bisa dihasilkan product yang baik. Kata peneliti Belanda siapa tuh, orang Indo itu kebanyakan pikirannya suka main jalan pintas. Wajar jika kita tak pernah bisa bangkit. Lihat saja penyaluran pupuk urea masih aja amburadul. Sekarang pakai sistem kelompok tani. Nyatanya saya daftar untuk lahan saya yang semestinya dapat 6 zak sudah 2 bulan baru dapat 2 zak. Apa iya tanaman bisa menunggu? Sebagian besar urea dijual sama dist entah ke mana. Ada yang pernah tertangkap di sebelah selatan saya namun 2 hari kemudian dilepas dengan tebusan 10 juta. Hmmmm....

salut buat bro kucing... ternyata juragan tani...eh...salah petani juragan  >>/ ..... salam kenal bro kucing....
buat bro amoedy... kalo memang lahannya sudah ga ketolong lagi... kenapa ga di coba sistim hidroponik saja.... di parung ada contoh menggunakan bertanam sayur dengan menggunakan teknologi Hidroponik namanya parung farm dekat pasar parung ... selain sayuran juga bunga anggrek dikembangbiakkan dengan teknologi hidroponik disana ..... saya pernah 3 kali kesana dan berhasil mencontek untuk skala rumahan.... ya lumayanlah sayurnya untuk komsumsi sendiri bebas dari pestisida.... fotona saya upload ya... ;)