Author Topic: Argiculture and Farming  (Read 103638 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #40 on: February 03, 2009, 07:00:09 pm »
Ha ha ha ada aja bro hidroponos nih... :-[
Hidroponik memang lagi ngtrend sekarang ini. Sebenarnya hidroponik ada beberapa macam a.l. (kalau gak salah ada 7 macam) aquaponik, hirdoponik substrat, aeroponik, EBB dan flow, dll (lupa nanti tak lihat dulu kitabnya). Kalau hidroponik meski membangun greenhouse. Cuma bahasa greenhouse kan rumah kaca ya tidak perlu dari kaca sih. Kalau yang murah bisa dari plastik biasa cuma gak tahan lama. 6 bulan paling sudah hancur. Kalau mau tahan lama ya dari plastik UV. Sekarang ini sudah banyak plastik UV khusus untuk greenhouse yang sudah bisa memendarkan cahaya matahari sehingga distribusi cahaya lebih merata. Teknologi hidroponik yang paling murah ya pakai hidroponik substrate. Cuma agak ribet karena perlu menyiapkan sekam bakarnya buat media. Saya pernah coba ini buat melon. Kalau mau agak sedikit canggih bisa dengan alat-alat yang sederhana misal pipa paralon, nozzle, saringan, keran, timer, bak nutrisi, corong plastik, dan stirofoam. Soal teknisnya lebih jauh silahkan baca bukunya aja soalnya nanti kepanjangan di sini. Siapkan juga EC-meter buat mengukur kepekatan larutan nutrisi. Yang canggih biasanya sudah pakai plastik slab, rockwool, dan itu kayak semacam jarum buat nancepin selang ke media tanam (lupa namanya :) ). Siapkan juga larutan nutrisi yang bisa dibeli di toko bahan kimia.
Memang produk dari hidroponik ini mutunya lebih bagus ketimbang yang ditanam di tanah. Selain itu bisa segala musim. Kalau serangan hama penyakit juga relatif lebih bisa dimanage. Cuma biayanya lumayan tinggi so harga jualnya juga meski tinggi. Biasanya hidroponik buat budidaya komoditas yang nilai ekonomisnya tinggi semisal melon, paprika, selada, dll.

Offline hidroponos

  • Siswa
  • ***
  • Posts: 437
  • Date Registered: June 17, 2008, 07:17:00 pm
  • Reputasi : 31
Re: Argiculture andFarming
« Reply #41 on: February 03, 2009, 07:28:43 pm »
Ha ha ha ada aja bro hidroponos nih... :-[
Hidroponik memang lagi ngtrend sekarang ini. Sebenarnya hidroponik ada beberapa macam a.l. (kalau gak salah ada 7 macam) aquaponik, hirdoponik substrat, aeroponik, EBB dan flow, dll (lupa nanti tak lihat dulu kitabnya). Kalau hidroponik meski membangun greenhouse. Cuma bahasa greenhouse kan rumah kaca ya tidak perlu dari kaca sih. Kalau yang murah bisa dari plastik biasa cuma gak tahan lama. 6 bulan paling sudah hancur. Kalau mau tahan lama ya dari plastik UV. Sekarang ini sudah banyak plastik UV khusus untuk greenhouse yang sudah bisa memendarkan cahaya matahari sehingga distribusi cahaya lebih merata. Teknologi hidroponik yang paling murah ya pakai hidroponik substrate. Cuma agak ribet karena perlu menyiapkan sekam bakarnya buat media. Saya pernah coba ini buat melon. Kalau mau agak sedikit canggih bisa dengan alat-alat yang sederhana misal pipa paralon, nozzle, saringan, keran, timer, bak nutrisi, corong plastik, dan stirofoam. Soal teknisnya lebih jauh silahkan baca bukunya aja soalnya nanti kepanjangan di sini. Siapkan juga EC-meter buat mengukur kepekatan larutan nutrisi. Yang canggih biasanya sudah pakai plastik slab, rockwool, dan itu kayak semacam jarum buat nancepin selang ke media tanam (lupa namanya :) ). Siapkan juga larutan nutrisi yang bisa dibeli di toko bahan kimia.
Memang produk dari hidroponik ini mutunya lebih bagus ketimbang yang ditanam di tanah. Selain itu bisa segala musim. Kalau serangan hama penyakit juga relatif lebih bisa dimanage. Cuma biayanya lumayan tinggi so harga jualnya juga meski tinggi. Biasanya hidroponik buat budidaya komoditas yang nilai ekonomisnya tinggi semisal melon, paprika, selada, dll.
Nah... ketahuan kan ternyata bro kucing sangat ahli ttg tanaman.... macam jenis hidroponik diatas memang ada saya lihat di parung farm sana ... cuma saya ga tau istilah2 nya dan cuma seneng aja melihat pertanian (mungkin karna saya anak petani jadi senang ngeliatnya).... sekitar 1 tahun lalu saya pernah lihat tv australia ( satelit intelsat 2 .. 8 ) menyiarin ttg pertanian sayur2an dgn tek. hidroponik..... tapi jika dibanding dengan negaraku ini  jauh ketinggalan... yg saya liat itu di ausi semuanya sudah pakai mesin robot... mulai dari persiapan benih ... panen...sampai pengemasan.... kapan ya negeriku seperti itu....  :)
« Last Edit: February 03, 2009, 07:30:24 pm by hidroponos »

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #42 on: February 05, 2009, 08:41:53 am »
He he he semestinya yang namanya pertanian mendapat prioritas no. 1 karena logikanya setiap orang butuh makan. Orang bisa saja gak bisa akses internet atau gak punya hape namun asal bisa makan dengan baik saya kira bisalah hidup dengan layak. Yang repot adalah kalau logika itu dibalik. Orang ngejar-ngejar kebutuhan tersier namun kebutuhan primer dilupakan. Gak apalah makan pakai nasi aking dan garam lauk dengan sambal asal bisa punya hape model terbaru atau kendaaraan mewah. Berapa anak Indo lahir malnutrisi? Berapa juga balita yang kekurangan gizi? Semuanya itu akan bisa dengan mudah diatasi dengan pembangunan di sektor pertanian. Namun kenyataannya kalau melihat APBN tiap tahun berapa yang sudah dialokasikan buat pembangunan di sektor pertanian? Sangat tidak mencukupi.
Mungkin anda pernah makan durian monthong yang dijual di supermarket dengan harga yang aduhai itu? ceritanya itu dulu adalah polimorfi durian mawar dari Indo. Pada waktu itu pas ulang tahun raja Thai, pres Sukarno ngasih hadiah berupa bibit durian Mawar ini. Sama ahli tanaman di Thailand durian ini dikutak katik dan lahirlah si monthong yang mendunia. Sekarang monthong sudah membanjiri pasar Indo. Lihat juga kasus beberapa tahun lampau bagaimana jambu citra berubah rupa menjadi jambu thong samsi yang lebih gede. Jambu citra asli Indo. Terus bagaimana dengan kiprah para ahli tanaman kita? Apakah mereka semua sedang tertidur lelap? Coba jawab sendiri...

Offline Daengsat

  • Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, Lets be gone be by gone
  • Global Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 10470
  • Age: 63
  • Location: Sydney NSW, Australia
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:03 pm
  • Reputasi : 757
  • Daengsat Pty Ltd Australia
    • http://www.daengsat.com.au
    • Email
Re: Argiculture andFarming
« Reply #43 on: February 05, 2009, 06:25:06 pm »
He he he semestinya yang namanya pertanian mendapat prioritas no. 1 karena logikanya setiap orang butuh makan. Orang bisa saja gak bisa akses internet atau gak punya hape namun asal bisa makan dengan baik saya kira bisalah hidup dengan layak. Yang repot adalah kalau logika itu dibalik. Orang ngejar-ngejar kebutuhan tersier namun kebutuhan primer dilupakan. Gak apalah makan pakai nasi aking dan garam lauk dengan sambal asal bisa punya hape model terbaru atau kendaaraan mewah. Berapa anak Indo lahir malnutrisi? Berapa juga balita yang kekurangan gizi? Semuanya itu akan bisa dengan mudah diatasi dengan pembangunan di sektor pertanian. Namun kenyataannya kalau melihat APBN tiap tahun berapa yang sudah dialokasikan buat pembangunan di sektor pertanian? Sangat tidak mencukupi.
Mungkin anda pernah makan durian monthong yang dijual di supermarket dengan harga yang aduhai itu? ceritanya itu dulu adalah polimorfi durian mawar dari Indo. Pada waktu itu pas ulang tahun raja Thai, pres Sukarno ngasih hadiah berupa bibit durian Mawar ini. Sama ahli tanaman di Thailand durian ini dikutak katik dan lahirlah si monthong yang mendunia. Sekarang monthong sudah membanjiri pasar Indo. Lihat juga kasus beberapa tahun lampau bagaimana jambu citra berubah rupa menjadi jambu thong samsi yang lebih gede. Jambu citra asli Indo. Terus bagaimana dengan kiprah para ahli tanaman kita? Apakah mereka semua sedang tertidur lelap? Coba jawab sendiri...

Disini banyak durian dari Thailand quality no 1 monthong $3.99/kg nya runya durian dari Indo asli nya :)
Proud to be part of http://www.crowngroup.com.au/

Offline sk8erdroid

  • masih muridnya
  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4493
  • Age: 2014
  • Location: Macet City
  • Date Registered: September 25, 2007, 07:49:49 am
  • Reputasi : 257
Re: Argiculture andFarming
« Reply #44 on: February 05, 2009, 06:36:33 pm »
Bahas buah-buahan di supermarket, sering saya liat jeruk, apel dkk yang diimport dari luar (ausie,US dkk).
Yang menjadi pertanyaan, kenapa buah-buahan ini bisa bertahan lama (berawal dari dipetik, dikemas, dlm perjalanan import, dan setibanya di supermarket)? Apakah pakai bahan pengawet? Dan berapa hari biasanya buah-buahan bisa bertahan dan apa baik tuk kesehatan?

Duh banyak banget pertanyaannya  :D

Offline Maximal Prime

  • Off The Line
  • Maestro
  • ********
  • Posts: 11858
  • Date Registered: September 21, 2007, 06:19:37 pm
  • Reputasi : 625
  • When U Know d'Truth
    • I can hardly speak up, so I write it down
Re: Argiculture andFarming
« Reply #45 on: February 05, 2009, 08:24:18 pm »
Bahas buah-buahan di supermarket, sering saya liat jeruk, apel dkk yang diimport dari luar (ausie,US dkk).
Yang menjadi pertanyaan, kenapa buah-buahan ini bisa bertahan lama (berawal dari dipetik, dikemas, dlm perjalanan import, dan setibanya di supermarket)? Apakah pakai bahan pengawet? Dan berapa hari biasanya buah-buahan bisa bertahan dan apa baik tuk kesehatan?

Duh banyak banget pertanyaannya  :D
kalau jeruknya dari sambas dijamin gak bisa bertahan lama bro... soalnya gak pernah dikasih bahan pengawet... tapi sayangnya skg rasanya gak semanis dulu... :D
I can hardly speak up, so I write it down
I'm Here - My blog > MyDVBS

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5030
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 384
Re: Argiculture andFarming
« Reply #46 on: February 05, 2009, 09:16:10 pm »
aplaud buat bro kucing dengan penjelasannya masalah pertanian
everything for better

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #47 on: February 06, 2009, 04:49:23 am »
Terima kasih bro dark!  :)
Bro maxx, setahu saya buah-buahan import semisal apel dan jeruk ada lho yang umurnya sudah 1 tahun di sini. Saya sendiri juga gak percaya semula. Ternyata buah-buahan itu diberi formalin!  :( Pantes aja... Mungkin bukan dengan disuntikan tapi dengan direndam. Kan buah punya pori-pori jadi formalinnya masuk deh. Tapi gak semuanya gitu. Ada juga yang memakai pengasapan. Yang ini jauh lebih aman kayaknya. Asapnya gak berbau jadi kalau mau beli buah impor jangan dicium-cium dulu bau asap pa ngga'  :)? Contohnya lengkeng Thailand itu pakai pengasapan. Juga durian monthong pakai asap. Ada juga yang direndam pakai fungisida + bakterisida dosis rendah. Ini juga relatif aman asal cuci dulu.
Biasanya yang suka pake bahan-bahan berbahaya itu yang dari RRC. ;) Ingat kasus susu bermelamin beberapa waktu lampau?

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5030
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 384
Re: Argiculture andFarming
« Reply #48 on: February 06, 2009, 08:36:07 am »
Terima kasih bro dark!  :)
Bro maxx, setahu saya buah-buahan import semisal apel dan jeruk ada lho yang umurnya sudah 1 tahun di sini. Saya sendiri juga gak percaya semula. Ternyata buah-buahan itu diberi formalin!  :( Pantes aja... Mungkin bukan dengan disuntikan tapi dengan direndam. Kan buah punya pori-pori jadi formalinnya masuk deh. Tapi gak semuanya gitu. Ada juga yang memakai pengasapan. Yang ini jauh lebih aman kayaknya. Asapnya gak berbau jadi kalau mau beli buah impor jangan dicium-cium dulu bau asap pa ngga'  :)? Contohnya lengkeng Thailand itu pakai pengasapan. Juga durian monthong pakai asap. Ada juga yang direndam pakai fungisida + bakterisida dosis rendah. Ini juga relatif aman asal cuci dulu.
Biasanya yang suka pake bahan-bahan berbahaya itu yang dari RRC. ;) Ingat kasus susu bermelamin beberapa waktu lampau?

wah harus hati2 dong kalau beli jeruk mandarin di carefour atau supermarket lainnya...
everything for better

Offline sk8erdroid

  • masih muridnya
  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4493
  • Age: 2014
  • Location: Macet City
  • Date Registered: September 25, 2007, 07:49:49 am
  • Reputasi : 257
Re: Argiculture andFarming
« Reply #49 on: February 06, 2009, 08:40:16 am »
Terima kasih bro dark!  :)
Bro maxx, setahu saya buah-buahan import semisal apel dan jeruk ada lho yang umurnya sudah 1 tahun di sini. Saya sendiri juga gak percaya semula. Ternyata buah-buahan itu diberi formalin!  :( Pantes aja... Mungkin bukan dengan disuntikan tapi dengan direndam. Kan buah punya pori-pori jadi formalinnya masuk deh. Tapi gak semuanya gitu. Ada juga yang memakai pengasapan. Yang ini jauh lebih aman kayaknya. Asapnya gak berbau jadi kalau mau beli buah impor jangan dicium-cium dulu bau asap pa ngga'  :)? Contohnya lengkeng Thailand itu pakai pengasapan. Juga durian monthong pakai asap. Ada juga yang direndam pakai fungisida + bakterisida dosis rendah. Ini juga relatif aman asal cuci dulu.
Biasanya yang suka pake bahan-bahan berbahaya itu yang dari RRC. ;) Ingat kasus susu bermelamin beberapa waktu lampau?

wah harus hati2 dong kalau beli jeruk mandarin di carefour atau supermarket lainnya...
nah itu bro dark yang jadi pertanyaan besar.
seawetkah itu buah-buahan di supermarket??
mending cari buah pasar pagi dah  :D

canda mode : on

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5030
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 384
Re: Argiculture andFarming
« Reply #50 on: February 06, 2009, 08:46:42 am »
sama aja bro dipasar pagi sekarang buah import dari negeri tiongkok juga banyak...
mendingan nanam sendiri dikebun :D dijamin aman
everything for better

Offline sk8erdroid

  • masih muridnya
  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4493
  • Age: 2014
  • Location: Macet City
  • Date Registered: September 25, 2007, 07:49:49 am
  • Reputasi : 257
Re: Argiculture andFarming
« Reply #51 on: February 06, 2009, 08:53:54 am »
sama aja bro dipasar pagi sekarang buah import dari negeri tiongkok juga banyak...
mendingan nanam sendiri dikebun :D dijamin aman
*smbilnyanyi*...cangkul..cangkull..  cangkul yang dalam...menanam jagung di kebun kita...  :D

Offline Adi-jember

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 905
  • Age: 41
  • Location: Ambulu, Jember
  • Date Registered: November 25, 2008, 09:09:00 am
  • Reputasi : 32
  • Ambulu, Jember
Re: Argiculture andFarming
« Reply #52 on: February 06, 2009, 09:32:02 am »
Pingin makan buah aman?  Memang bisa membudidayakan sendiri tapi yah kelamaan keburu lapar buah nanti :D . Pernah denger tabulampot? Itu tanaman buah dalam pot. Jadi buat yang lahannya sempit bisa deh pakai cara ini. Prinsip dasarnya ya sama dengan di lahan luas cuma karena pakai pot ya komposisi media mesti diperhatikan. Yang paling penting media meski porous dan bergizi. Tiap tanaman punya preferensi media yang berbeda. Lebih lanjut silakan baca-baca aja bukunya. Yang jelas tabulampot ini ada tanaman yang relatif mudah dan ada yang sulit. Kalau mudah misal mangga dan jambu. Yang sulit misal durian. Tabulampot ini juga umum dijual di nurseri-nurseri dengan harga dari puluhan ribu hingga jutaan Rp. So buat yang mau cari tambahan penghasilan, tabulampot ini cocok sekali  ;) asal telaten. Kalau saya lebih suka tanam langsung di lahan karena kebetulan lahan saya luas. :D
Nah, kalau gak mau lama-lama dan segera makan buah dengan aman bisa dipilih buah-buahan produksi lokal. Petani kita umumnya belum punya teknologi pengawetan yang bagus. Wong formalin aja banyak yang ngga' tahu.
Kalau buah impor memang logikanya pasti diawetkan karena bagaimana mungkin mereka bisa bertahan dalam kurun waktu yang begitu lama kalau ngga' pakai teknologi pengawetan? Coba aja jeruk atau apel segar diletakkan di suhu ruang selama beberapa hari pasti sudah tak enak dimakan. O ya ada juga yang dibekukan semisal durian. Namun ini biasanya untuk produk olahan.
Kalau emang mau tanam buah sendiri di lahan saya sarankan beli di nurseri yang terpercaya. Kalau beli di pinggir jalan saya sudah pengalaman wah banyak troubelnya nanti. Kadang durian lokal dibilangnya durian monthong  :(. Harga di nurseri memang mahal namun ya itulah konsekuensinya. Mereka biasanya mengimpor batang atas langsung dari Thailand. Yuk bikin bumi kita hijau. Meski mungkin kita tidak bisa menikmati buah itu nanti paling tidak anak cucu cicit atau siapapun yang akan mewarisi. Ingat konsumsi buah kita masih sangat rendah lho (menurut FAO).
Bagi yang gak mau keluar duit sepeser pun bisa dengan membibitkan sendiri. Caranya kalau makan buah kan ada bijinya. Ya bijinya itu masukin aja dalam polibag yang sudah ada media tanamnya. Tanaman akan tetap bisa berbuah cuma biasanya umurnya akan lebih lama ketimbang yang dari setek atau cangkok. Dan biasanya sifat induknya tidak diturunkan. Jadi kalau induknya manis belum tentu anaknya akan manis juga.

Offline amoedy

  • Belum saatnya menjadi
  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 742
  • Age: 53
  • Location: west of jakarta
  • Date Registered: November 06, 2008, 04:44:28 pm
  • Reputasi : 15
  • aku gak bisa liat jeung irent lagi..........
    • Email
Re: Argiculture andFarming
« Reply #53 on: February 06, 2009, 10:48:09 am »
Merdeka juga bro Amoedy!!  ;) Ha ha ha meski kita jauh kan kita bisa bisa selalu konek di sini. Jarak sudah bukan masalah lagi abad ini kok bro Amoedy. Teruskan maju bro, emang banyak sekali rintangan yang akan temui membangun pertanian di negeri ini. Saya mau sedikit bercerita pengalaman saya selama ini. Tahun 2005 saya pernah tanam tembakau harganya extra murah karena mutunya jelek. Biangnya hujan terus menerus. Sekarang ini kan musim susah diduga karena adanya global warming. Padahal kepastian musim adalah hal yang sangat penting bagi petani. Sudah gitu celakanya duit gak dibayar sama pedagang (sekitar 4 jutaan). Usut punya usut ternyata duitnya sudah habis buat berjudi sama dia. Akhir 2005 saya tanam semangka sukses. Dari sukses ini saya jadi semangat dan tanam lagi awal 2006, apa lacur hujan terus mengguyur. 1/2 lahan terendam banjir dan sisanya membusuk. Saya merugi meski tak banyak. Kemudian tanam bawang merah ah ternyata malah semakin hancur. Gagal 100% terserang penyakit. uang 15-20 juta amblas dimakan bawang merah  :). Sesudah itu tembakau lagi tapi apa yang terjadi, 1/3 lahan terkena virus gara-gara lahan tetangga ditanami semangka dan tidak pernah diurus sehingga virusnya ke mana-mana. Sesudah itu jagung cuma dapat 2 ton per 1/2 bau padahal biasanya  4 ton. Biangnya ternyata buruh penggarap malas-malasan mengairi dan memupuk. Sesudah itu padi, hasilnya memble meski sudah dipupuk lengkap dan disemprot pestisida rutin. Biangnya angin kencang terus menerus mengganggu polinasi. Tengah 2007 tanam tembakau lagi dan harga hancur total karena saat petik yang semestinya tidak ada hujan malah gerimis terus. Sesudah itu tanam semangka lagi dihajar kemarau panjang dan harga jatuh sangat murah. He he he begitulah sedikit cerita.... Baru pertengahan 2008 lalu saya bisa sedikit bersyukur karena harga tembakau lagi bagus so hampir semua utang bisa dilunasi. Sekarang saya sudah tidak tanam macam-macam lagi seperti tahun-tahun lalu. Bukannya kapok cuma saya juga punya garapan budidaya jamur tiram putih di rumah dan supplier bibit dan kultur jadinya saya cuma tanam padi, tembakau, dan jagung aja.
O ya soal lahan yang bro Amoedy garap sekali lagi saya hanya bisa menyarankan di-cek-kan ke lab fak pertanian terdekat. Atau coba hub mahasiswa-mahasiswa yang mau ambil skripsi. Biasanya mereka mencari-cari tema dan topik buat skripsi mereka. Nah, kalau mereka mau barangkali mereka bisa membantu dan biasanya mereka sendiri sudah ada biaya untuk penelitian.
Emang kultur orang Indo itu kan product oriented. Orang cuma melihat hasilnya tapi gak suka melihat atau menjalani prosesnya. Akibatnya wajar jika korupsi sukar diberantas. Koruptor-koruptor itu kan orang yang maunya product oriented kan? Mereka gak mau kerja keras. Maunya langsung banyak duit tapi gak mau berusaha. Walhasil uang negara yang ber-M atau T langsung deh diembat. Padahal process juga penting. Semestinya orang harus lebih fokus kepada process ini karena dari sini diharapkan bisa dihasilkan product yang baik. Kata peneliti Belanda siapa tuh, orang Indo itu kebanyakan pikirannya suka main jalan pintas. Wajar jika kita tak pernah bisa bangkit. Lihat saja penyaluran pupuk urea masih aja amburadul. Sekarang pakai sistem kelompok tani. Nyatanya saya daftar untuk lahan saya yang semestinya dapat 6 zak sudah 2 bulan baru dapat 2 zak. Apa iya tanaman bisa menunggu? Sebagian besar urea dijual sama dist entah ke mana. Ada yang pernah tertangkap di sebelah selatan saya namun 2 hari kemudian dilepas dengan tebusan 10 juta. Hmmmm....

salut buat bro kucing... ternyata juragan tani...eh...salah petani juragan  >>/ ..... salam kenal bro kucing....
buat bro amoedy... kalo memang lahannya sudah ga ketolong lagi... kenapa ga di coba sistim hidroponik saja.... di parung ada contoh menggunakan bertanam sayur dengan menggunakan teknologi Hidroponik namanya parung farm dekat pasar parung ... selain sayuran juga bunga anggrek dikembangbiakkan dengan teknologi hidroponik disana ..... saya pernah 3 kali kesana dan berhasil mencontek untuk skala rumahan.... ya lumayanlah sayurnya untuk komsumsi sendiri bebas dari pestisida.... fotona saya upload ya... ;)

bro,hidro........parung farm itu adalah suplier disupermarket saya dan juga bedanya hidroponos.......eh salah hidrophonik itu jelas,yang satu hanya menggunakan media air sedang kan organik tanah tapi tanpa pupuk pestisida.
sementara ini orang sudah mulai beralih ke organik dan mereka belum memahami hidrophonos heheheheheeheh '/; '/; '/; '/; '/; '/; >>/

Offline amoedy

  • Belum saatnya menjadi
  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 742
  • Age: 53
  • Location: west of jakarta
  • Date Registered: November 06, 2008, 04:44:28 pm
  • Reputasi : 15
  • aku gak bisa liat jeung irent lagi..........
    • Email
Re: Argiculture andFarming
« Reply #54 on: February 06, 2009, 10:52:19 am »
sama aja bro dipasar pagi sekarang buah import dari negeri tiongkok juga banyak...
mendingan nanam sendiri dikebun :D dijamin aman
*smbilnyanyi*...cangkul..cangkull..  cangkul yang dalam...menanam jagung di kebun kita...  :D

lagunya salah tuh bro.....gininih yang benar.....cangkul.....cangkul ..cangkul yang dalam menanam jagung dikebun ..........pisang. '/; '/; '/; '/; '/; '/; >>/ >/? >/?

Offline sk8erdroid

  • masih muridnya
  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4493
  • Age: 2014
  • Location: Macet City
  • Date Registered: September 25, 2007, 07:49:49 am
  • Reputasi : 257
Re: Argiculture andFarming
« Reply #55 on: February 06, 2009, 08:15:24 pm »
sama aja bro dipasar pagi sekarang buah import dari negeri tiongkok juga banyak...
mendingan nanam sendiri dikebun :D dijamin aman
*smbilnyanyi*...cangkul..cangkull..  cangkul yang dalam...menanam jagung di kebun kita...  :D


lagunya salah tuh bro.....gininih yang benar.....cangkul.....cangkul ..cangkul yang dalam menanam jagung dikebun ..........pisang. '/; '/; '/; '/; '/; '/; >>/ >/? >/?
'/; '/; '/; sakit perutku  '/; '/; ke dokter ah  :D

Offline tark

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 6165
  • Age: 45
  • Location: Kudus
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:47 pm
  • Reputasi : 297
Re: Argiculture andFarming
« Reply #56 on: February 07, 2009, 08:31:12 am »
Ikut menyimak pelajaran cangkul-cangkulan ah....
Pak dosen ijin menimbah ilmu....

Saya tak dudu' dibangku yg paling pojok saja... :D
Nuwun Sewu...

Offline amoedy

  • Belum saatnya menjadi
  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 742
  • Age: 53
  • Location: west of jakarta
  • Date Registered: November 06, 2008, 04:44:28 pm
  • Reputasi : 15
  • aku gak bisa liat jeung irent lagi..........
    • Email
Re: Argiculture andFarming
« Reply #57 on: February 07, 2009, 09:11:25 am »
Ikut menyimak pelajaran cangkul-cangkulan ah....
Pak dosen ijin menimbah ilmu....

Saya tak dudu' dibangku yg paling pojok saja... :D
Nuwun Sewu...

monggo-monggo asal jangan ketiduran bro,soalnya masalah pertanian ini tidak semenarik pembahasan tentang perkawinan / percintaan yang paling pentiang adalah dari dalam hati kita keingin tahuan itu timbul dengan sendirinya,karena kalau anda tidak menyukai dedaunan atau hamparan hijau yang luas anda akan menjadi boring/bosan.padahal menurut para ilmuwan /dokter yang meneliti tentang penyakit mata....dari rabun,buta senja,dari penglihatan maka jika setiap hari anda melihat hamparan hijau setiap bangun tidur dipagi hari maka mata anda akan selalu sehat.......................coba perhatikan orang -orang didesa sana jarang sekali yang memakai kaca mata,karena mata mereka sehat selalu. >>/ jangan cuma goyang dombretnya jeng irent saja yang ditonton  >/? >/? >/? '/; '/; '/; '/; '/; '/;

Offline tark

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 6165
  • Age: 45
  • Location: Kudus
  • Date Registered: September 21, 2007, 01:21:47 pm
  • Reputasi : 297
Re: Argiculture andFarming
« Reply #58 on: February 07, 2009, 10:59:37 am »
Kepingin buah yg tanpa pengawet pak :D

Offline Ibani_neo

  • fanatisme fta
  • Forum Moderator
  • Guru
  • *****
  • Posts: 3447
  • Age: 5
  • Location: Latitude: -2.4191° Longitude: 115.2473°/Amsterdam city~ ASj
  • Date Registered: May 29, 2008, 11:26:25 am
  • Reputasi : 90
  • the legend of sa'ilanmaulah
    • Www.Ibnet.Forumsmotion.Com
Re: Argiculture andFarming
« Reply #59 on: February 07, 2009, 05:20:16 pm »
Pernah beli mangga kok rasanya agak berasa belerang..Akhirnya 1 biji udah gak nikmat,,Serasa gak gitu dulu jangankan beli ,,makan mangga yang tumbuh atas pemakaman gak rasanya gitu.. :D
5F206429