Author Topic: Perang dunia  (Read 33452 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline luky

  • Kapan ya naik jadi
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2688
  • Location: kota super macet >> jakarta
  • Date Registered: February 11, 2008, 04:33:38 am
  • Reputasi : 242
  • ojo lali marang asalmu...>coook..
Re: Perang dunia
« Reply #20 on: April 23, 2009, 09:39:16 am »
Perang Dunia I (juga dinamakan Perang Dunia Pertama, dan nama dalam bahasa Inggris lainnya: Great War, War of the Nations, dan “War to End All Wars” (Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia yang berlangsung dari 1914 hingga 1918.

Perang ini dimulai setelah Pangeran Ferdinand dari Austria dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya. Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.



Didalam parit: infantri dengan memakai masker gas, Ypres, 1917.Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan AS. Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Terus belajar.............dan amalkan...............menjadikan hidup lebih berguna dan bahagia.......

Offline luky

  • Kapan ya naik jadi
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2688
  • Location: kota super macet >> jakarta
  • Date Registered: February 11, 2008, 04:33:38 am
  • Reputasi : 242
  • ojo lali marang asalmu...>coook..
Re: Perang dunia
« Reply #21 on: April 24, 2009, 10:14:35 am »

PM Jepang Junichiro Koizami menyampaikan permintaan maaf yang mendalam atas kekejaman balatentaranya pada Perang Dunia II (1942-1945) yang mengakibatkan penderitaan rakyat di kawasan Asia. Permintaan maaf tersebut disampaikan saat bertemu Presiden RRC Hu Jintao di sela-sela KTT Asean 2005 di Jakarta.

Tampaknya, permintaan maaf itu tidak hanya ditujukan pada Cina dan Korea Selatan, tapi juga negara Asia termasuk Indonesia yang diduduki Jepang saat PD II. Akibat penjajahan Jepang selama tiga setengah tahun rakyat Indonesia mengalami penderitaan luar biasa. :foto :video

Hubungan Jepang dengan Cina dan Korsel akhir-akhir ini memburuk. Pasalnya Jepang dianggap tidak jujur dengan menghilangkan kekejamaan militernya pada mata pelajaran di sekolah-sekolah saat menduduki kedua negara itu.

Demo-demo anti Jepang pun marak di kedua negara. Sejauh ini Korea Utara tidak mengajukan protes. Padahal ketika Jepang berkuasa di semenanjung Korea, kedua Korea (Utara dan Selatan) masih bersatu. Mereka baru terpisah setelah Perang Korea awal 1950-an.

Pada awal PD II Belanda dan sekutu-sekutunya tidak mampu menahan Blitzkrieg atau perang kilat Jepang yang prajuritnya bersemangat sangat tinggi. Dalam waktu tiga bulan, Inggris di Malaysia dan Birma (kini Myanmar), AS di Filipina, dan Belanda di Indonesia, bertekuk lutut pada Dai Nippon. Di Indonesia Jepang mendarat di Banten 5 Maret 1942 dan Belanda hanya dalam waktu singkat menyerah tanpa syarat. Kedatangan Jepang di Indonesia mula-mula dielu-elukan karena mereka berjanji akan membebaskan dan memberi kemerdekaan. Jepang menyebutkan dirinya sebagai ’saudara tua’. Waktu itu tinggi badan orang Jepang lebih pendek dari kebanyakan orang Indonesia, sehingga mereka disebut bangsa kate.

Hanya di awal pendudukan, Jepang bersikap baik. Setelah itu mereka sangat kejam. Makanan, pakaian, barang, dan -obatan menghilang dari pasaran. Karena sulit pakaian, banyak rakyat memakai celana terbuat dari karung goni. Sedangkan wanita menggunakan kain dari karet yang panas menempel di tubuh. Hanya orang berada yang memiliki baju seadanya. Yang paling menyedihkan, rakyat sulit mendapat -obatan. Termasuk di rumah-rumah sakit. Mereka yang menderita koreng dan jumlahnya banyak sekali, sulit mendapatkan salep. Terpaksa uang gobengan di gecek dan ditemplok ke tempat yang sakit sebagai ganti perban.

Sepeda kala itu bannya terbuat dari karet, atau ‘ban mati’. Di sekolah-sekolah buku tulis terbuat dari kertas merang. Potlot dari arang, hingga sulit sekali menulis. Masa itu, banyak orang berebut makanan bekas di bak-bak sampah. Bila ada mayat di jalan tidak lagi mengagetkan. Jepang mengajarkan rakyat makan bekicot yang oleh orang Betawi disebut ‘kiong racun’. Radio yang hanya dimiliki beberapa gelintir orang disegel. Hanya boleh mendengarkan siaran pemerintah Dai Nippon. Ketahuan menyetel siaran luar negeri dapat hukuman berat. Orang akan bergidik bila mendengar Kempetai atau polisi militer Jepang.

Pada malam hari seringkali terdengar sirene kuso keho sebagai pertanda bahaya serangan udara dari tentara sekutu. Rakyatpun setelah memadamkan lampu cepat-cepat pergi ke tempat perlindungan. Di halaman rumah-rumah kala itu digali lobang untuk empat atau lima orang bila terdengar sirene bahaya udara.

Kekejeman Jepang itu pernah difilmkan dengan judul Romusha, istilah Jepang yang berarti pekerja paksa. Film produksi 1972 yang telah lolos sensor itu tidak beredar karena ditahan oleh Deppen. Alasannya, mengganggu hubungan Indonesia-Jepang. Pada masa Orba, kebijakan pemerintah sulit dilawan. Meskipun ada sedikit protes dari pihak perfilman, tapi Deppen yang mendapat perintah dari ‘atasan’ tidak meladeninya. Konon, larangan film tersebut, seperti dituturkan produsernya Julies Rofi’ie, atas tekanan pemerintah Jepang.

Ratusan ribu tenaga kerja romusha dikerahkan dari pulau Jawa ke luar Jawa, bahkan ke luar wilayah Indonesia. Mereka diperlakukan tidak manusiawi sehingga banyak yang menolak jadi romusha. Dan, Jepang pun menggunakan cara paksa: setiap kepala daerah harus menginventarisasikan jumlah penduduk usia kerja, setelah mereka dipaksa jadi romusha. Ribuan romusha dikerahkan ke medan pertempuran Jepang di Irian, Sulawesi, Maluku, Malaysia, Thailand, Burma dan beberapa negara lainnya. Banyak kisah-kisah sedih yang mereka alami di hutan belukar, hidup dalam serba kekurangan dan di tengah ancaman bayonet. Sampai kini masih banyak eks romusha korban PD II mengajukan klaim agar Jepang membayar konpensasi gaji mereka yang tidak dibayar selama jadi romusha.

Di samping romusha, yang juga menderita adalah para wanita Indonesia yang jadi fujingkau atau iugun yanfu alias — perempuan pemuas seks tentara Jepang.

Nasib mereka difilmkan pada 1983 dengan sutradara Sjuman Djaya. Fatima (Jenny Rachman) merelakan dirinya sebagai pengganti putrinya yang hendak diperkosa serdadu Jepang. Bersama ratusan wanita lainnya, Fatima kemudian dikirim ke Malaysia sebagai pemuas nafsu serdadu yang kesepian. Berlainan dengan Romusha, film Budak Nafsu itu diperbolehkan beredar.

Seperti juga eks romusha, mereka yang pernah menjadi fujingkau atau iugun yanfu juga telah menuntut ganti rugi pada pemerintah Jepang atas penderitaan yang luar biasa, yang mereka alami selama PD II. Tapi, kalaupun sekarang mereka masih hidup, rata-rata usianya di atas 80 tahun. (RioL/(Alwi Shahab )





Terus belajar.............dan amalkan...............menjadikan hidup lebih berguna dan bahagia.......

Offline luky

  • Kapan ya naik jadi
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2688
  • Location: kota super macet >> jakarta
  • Date Registered: February 11, 2008, 04:33:38 am
  • Reputasi : 242
  • ojo lali marang asalmu...>coook..
Re: Perang dunia
« Reply #22 on: April 25, 2009, 06:56:54 am »
Operasi Singa Laut


Operasi Singa Laut (Jerman Unternehmen Seelöwe, Inggris Operation Sealion) adalah operasi yang sebenarnya akan dilancarkan Jerman untuk menginvasi Inggris pada Perang Dunia II. Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) ditugaskan untuk membombardir daratan Inggris terlebih dahulu dengan menghancurkan markas-markas militer, situs-situs pertahanan di pelabuhan, pabrik, dan lain sebagainya baru setelah itu pasukan darat Jerman akan masuk. Tetapi pada kenyataannya, pihak Angkatan Udara Inggris (RAF) dengan mengandalkan pesawat pemburu Spitfire dapat memberikan perlawanan sengit kepada pesawat pembom dan pemburu jerman (berbagai varian Messerschmitt) yang datang sehingga terjadilah pertempuran udara yang seru dan terkenal dengan sebutan Battle of Britain. Akhirnya pertempuran udara ini dimenangkan oleh RAF sehingga memaksa Markas Besar Jerman di Berlin menunda dulu invasinya.


Terus belajar.............dan amalkan...............menjadikan hidup lebih berguna dan bahagia.......

Offline luky

  • Kapan ya naik jadi
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2688
  • Location: kota super macet >> jakarta
  • Date Registered: February 11, 2008, 04:33:38 am
  • Reputasi : 242
  • ojo lali marang asalmu...>coook..
Re: Perang dunia
« Reply #23 on: April 25, 2009, 07:00:28 am »
Operasi Bagration


Pada Perang Dunia II, Operasi Bagration adalah serangan umum oleh tentara Soviet untuk mengusir tentara Nazi dari Belarusia yang menyebabkan hancurnya Satuan Tentara Tengah Jerman dan mungkin merupakan kekalahan Wehrmacht yang terbesar selama Perang Dunia II.
Satuan Tentara Tengah terbukti sulit untuk dihancurkan sebagaimana ditunjukkan oleh kekalahan Zhukov dalam operasi Mars. Tetapi pada bulan Juni 1944, situasinya berbeda karena meskipun garis depannya telah diperpendek, Satuan ini jadi terbuka setelah hancurnya Satuan Tentara Selatan pada pertempuran-pertempuran yang terjadi sesudah Pertempuran Kursk, Pembebasan Kiev dan Pembebasan Krimea pada akhir musim panas dan berlanjut sampai musim gugur dan musim dingin 1943 - 1944 yang kemudian dinamakan periode ketiga Perang Patriotik Besar.




Operasi Bagration, digabung dengan Operasi Lvov-Sandomierz yang dimulai beberapa minggu kemudian di Ukraine, menyebabkan Uni Soviet menguasai kembali praktis semua wilayahnya berdasarkan perbatasan tahun 1941, bergerak ke wilayah Jerman di Prusia Timur, dan mencapai pinggiran Warsawa setelah menguasai wilayah Polandia di timur sungai Vistula.
Pertempuran ini digambarkan sebagai kemenangan teori "seni operasi" Soviet - yaitu koordinasi total antara semua gerakan di garis depan dan lalu lintas sinyal untuk menipu musuh mengenai arah serangan yang sebenarnya. Meskipun satuan yang terlibat sangat banyak, para komandan garis depan Soviet membuat musuh mereka bingung tentang poros serangannya hingga pihak Jerman sangat terlambat untuk memperbaiki keadaan.


« Last Edit: April 25, 2009, 07:02:16 am by luky »
Terus belajar.............dan amalkan...............menjadikan hidup lebih berguna dan bahagia.......

Offline luky

  • Kapan ya naik jadi
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2688
  • Location: kota super macet >> jakarta
  • Date Registered: February 11, 2008, 04:33:38 am
  • Reputasi : 242
  • ojo lali marang asalmu...>coook..
Re: Perang dunia
« Reply #24 on: April 25, 2009, 07:05:23 am »
Pertempuran Stalingrad

Pertempuran Stalingrad, yang terjadi pada 21 Agustus 1942 hingga 2 Februari 1943, merupakan pertempuran sengit antara Jerma dan sekutunya melawan Uni Soviet, memperebutkan kota Stalingrad (yang sekarang bernama Volgograd), dalam Perang Dunia II. Pertempuran ini dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II, dan sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak. Kedua pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil. Pertempuran ini terdiri dari beberapa fase, yaitu pengepungan Jerman terhadap Stalingrad, pertempuran dalam kota, serangan balik Soviet, serta pengepungan serta penghancuran kekuatan-kekuatan Poros di sekitar Stalingrad, yang ditulangpunggungi Tentara Keenam Jerman.


Terus belajar.............dan amalkan...............menjadikan hidup lebih berguna dan bahagia.......

Offline luky

  • Kapan ya naik jadi
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2688
  • Location: kota super macet >> jakarta
  • Date Registered: February 11, 2008, 04:33:38 am
  • Reputasi : 242
  • ojo lali marang asalmu...>coook..
Re: Perang dunia
« Reply #25 on: April 27, 2009, 03:52:29 pm »
DI BALIK PERANG IRAK


Rencana perang Irak, yang dilancarkan meski mendapat tentangan dari seluruh dunia, telah dipersiapkan setidaknya puluhan tahun lalu oleh para ahli strategi Israel. Dalam upayanya mewujudkan strategi pelemahan atau pemecahbelahan negara-negara Arab Timur Tengah, Israel memasukkan Mesir, Syiria, Iran dan Saudi Arabia dalam daftar sasaran berikutnya.

Saat tulisan ini disusun, Amerika Serikat (AS) telah memulai penggempuran terhadap Irak. Meskipun kenyataannya kebanyakan negara di seluruh dunia, bahkan sebagian besar sekutu AS sendiri, menentangnya, pemerintahan AS bersikukuh untuk meneruskan rencana serangannya. Ketika kita melihat apa yang ada di balik sikap keras kepala AS ini, maka Israel-lah satu-satunya yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah dan penderitaan di Timur Tengah sejak awal abad kedua puluh. Kebijakan pemerintah Israel yang ditujukan untuk memecah-belah Irak memiliki akar sejarah yang panjang"

Rencana Israel Membagi Irak

Laporan berjudul "A Strategy for Israel in the Nineteen Eighties" (Strategi Israel di Tahun 1980-an), oleh majalah berbahasa Ibrani terbitan Departemen Informasi, Kivunim, bertujuan menjadikan seluruh kawasan Timur Tengah sebagai wilayah pemukiman Israel. Laporan tersebut, yang disusun oleh Oded Yinon - seorang wartawan Israel yang pernah dekat dengan kementrian luar negeri Israel - memaparkan skenario "pembagian Irak" sebagaimana berikut:

    Irak, negeri kaya minyak yang menghadapi masalah perpecahan dalam negeri, dijamin bakal menjadi sasaran Israel. Mengakhiri riwayat Irak jauh lebih penting bagi kita ketimbang Syria" Sekali lagi, Irak pada intinya tidaklah berbeda dengan para tetangganya, meskipun sebagian besar penduduknya adalah penganut Syi'ah dan sebagian kecil Sunni yang menguasai pemerintahan. Enam puluh lima persen penduduknya tidak memiliki andil dalam politik di negara di mana sekelompok elit berjumlah 20 persen memegang kekuasaan. Selain itu terdapat minoritas Kurdi berjumlah besar di wilayah utara, dan jika bukan karena kekuatan rezim yang memerintah, angkatan bersenjatanya, dan pemasukannya dari minyak, masa depan Irak akan takkan berbeda dengan nasib Libanon di masa lalu" Dalam kasus Irak, pembagiannya menjadi sejumlah provinsi berdasarkan garis suku atau agama sebagaimana yang terjadi pada Syiria di masa kekhalifahan Utsmaniyyah adalah sesuatu yang mungkin. Jadi, tiga (atau lebih) negara kecil akan terbentuk di sekitar tiga kota utama: Basrah, Baghdad, dan Mosul; dan wilayah kaum Syi'ah di selatan akan terpisah dari wilayah kaum Sunni dan suku Kurdi di utara.

Kita hanya perlu sedikit mengingat kembali bagaimana skenario ini sebagiannya telah dilakukan pasca Perang Teluk 1991, di mana Irak secara efektif, kalau tidak secara resmi, dibagi menjadi tiga wilayah. Fakta bahwa rencana AS menduduki Irak, yang sedang dilakukan saat tulisan ini dibuat, dapat kembali mendorong terbaginya wilayah tersebut, merupakan sebuah ancaman nyata.

Peran Israel dalam Perang Teluk

Penerapan strategi Israel telah dilakukan sejak tahun 1990. Saddam Hussein menyerbu Kuwait dalam serangan mendadak pada tanggal 1 Agustus 1990, sehingga memunculkan krisis internasional. Israel menjadi pemimpin bagi kekuatan-kekuatan yang mendorong terjadinya krisis itu. Israel adalah pendukung tergigih sikap yang dianut AS menyusul serangan terhadap Kuwait. Kalangan Israel bahkan menganggap AS bersikap moderat, dan menginginkan adanya kebijakan yang lebih keras. Sedemikian jauhnya sehingga Presiden Israel, Chaim Herzog, menganjurkan agar AS menggunakan bom nuklir. Di sisi lain, lobi Israel di AS tengah berupaya untuk mendorong terjadinya serangan berskala luas atas Irak.

Seluruh keadaan ini mendorong terbentuknya pandangan di AS bahwa serangan terhadap Irak yang sedang dipertimbangkan, sesungguhnya dirancang demi kepentingan Israel. Komentator terkenal, Pat Buchanan, merangkum pandangan ini dalam kalimat " Hanya ada dua kelompok yang menabuh genderang perang di Timur Tengah - Kementrian Pertahanan Israel dan kelompok pendukungnya di Amerika Serikat." (http://www.infoplease.com/spot/patbuchanan1.html)

Israel juga telah memulai kampanye propaganda serius dalam masalah ini. Karena kampanye ini sebagian besar dilancarkan secara rahasia, maka Mossad pun terlibat pula. Mantan agen Mossad, Victor Ostrovsky, memberikan informasi penting mengenai hal ini. Menurutnya, Israel telah berkeinginan melancarkan peperangan bersama AS melawan Saddam jauh sebelum krisis Teluk. Bahkan Israel telah memulai melaksanakan rencana tersebut segera setelah berakhirnya perang Iran-Irak. Ostrovsky melaporkan bahwa departemen Perang Psikologi Mossad (LAP - LohAma Psicologit) melancarkan kampanye ampuh menggunakan teknik disinformasi. Kampanye ini ditujukan untuk menampilkan Saddam sebagai seorang diktator berdarah dan ancaman bagi perdamaian dunia. (Victor Ostrovsky, The Other Side of Deception, hlm. 252-254).

Agen Mossad Berbicara tentang Perang Teluk

Ostrovsky menjelaskan bagaimana Mossad menggunakan para agen atau simpatisan di berbagai belahan dunia dalam kampanye ini dan bagaimana, misalnya, Amnesty International atau "para penolong Yahudi sukarelawan (sayanim)" di konggres AS dikerahkan. Di antara cara yang digunakan dalam kampanye tersebut adalah rudal yang diluncurkan ke sasaran-sasaran penduduk sipil di Iran selama perang Iran-Irak. Sebagaimana dijelaskan Ostrovsky, penggunaan rudal-rudal ini oleh Mossad di kemudian hari sebagai sarana propaganda sungguh janggal, sebab rudal-rudal tersebut ternyata telah diarahkan ke sasarannya oleh Mossad, dengan bantuan informasi dari satelit AS. Setelah mendukung Saddam selama perangnya melawan Iran, Israel kini tengah berupaya menampilkannya sebagai seorang monster. Ostrovsky menulis:

    Para petinggi Mossad mengetahui bahwa jika mereka dapat menjadikan Saddam terlihat sebagai sosok sangat jahat dan sebagai ancaman bagi pasokan minyak Teluk, yang hingga saat itu ia telah menjadi pelindung pasokan tersebut, maka Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya takkan membiarkan Saddam begitu saja, tapi akan membuat perhitungan yang akan menghancurkan angkatan bersenjata dan kekuatan persenjataanya, khususnya jika mereka sampai yakin bahwa ini hanyalah kesempatan terakhir mereka sebelum Saddam menggunakan senjata nuklir. (Victor Ostrovsky, The Other Side of Deception, hlm. 254)

Israel sangat bersikukuh dalam masalah ini, dan dalam kaitannya dengan Amerika Serikat, pada tanggal 4 Agustus 1990, Menteri Luar Negeri Israel, David Levy, mengeluarkan ancaman menggunakan bahasa diplomatis kepada William Brown, duta besar AS untuk Israel, dengan mengatakan bahwa Israel "menginginkan AS akan memenuhi semua tujuan-tujuan yang ditetapkan Israel untuk mereka sendiri di awal krisis teluk," dengan kata lain AS hendaknya menyerang Irak. Menurut Levy, jika AS tidak melakukannya, Israel akan melancarkannya sendiri. (Andrew and Leslie Cockburn, Dangerous Liaison, hlm. 356.)

Akan sangat menguntungkan bagi Israel jika AS terlibat perang tanpa keterlibatan apa pun di pihak Israel: dan inilah yang benar-benar terjadi.

Israel Memaksa AS Berperang

Akan tetapi, kalangan Israel terlibat secara aktif dalam perencanaan perang oleh AS. Sejumlah pejabat AS yang terlibat merancang Operation Desert Storm (Operasi Badai Gurun) menerima arahan taktis jitu dari kalangan Israel bahwa "cara terbaik melukai Saddam adalah dengan melancarkan serangan terhadap keluarganya."

Kampanye propaganda yang diilhami Mossad sebagaimana dilaporkan Ostrovsky membentuk dukungan publik yang diperlukan dalam Perang Teluk. Sekali lagi, para pembantu lokal Mossad-lah yang berperan menyulut api peperangan. Lembaga pelobi Hill and Knowlton, yang dikendalikan oleh Tom Lantos dari lobi Israel, mempersiapkan rancangan yang dramatis guna meyakinkan para anggota Konggres perihal perang melawan Saddam. Turan Yavuz, wartawan Turki terkenal, memaparkan kejadian tersebut:

    9 Oktober 1990. Lembaga pelobi Hill and Knowlton mengadakan pertemuan di Konggress yang bertemakan "Kebiadaban Irak." Sejumlah "saksi mata" yang dihadirkan dalam acara itu oleh lembaga pelobi tersebut menyatakan bahwa tentara Irak membunuh bayi-bayi baru lahir di bangsal-bangsal rumah sakit. Seorang "saksi mata" memaparkan kekejaman itu dengan sangat rinci, dan mengatakan bahwa para prajurit Irak telah membunuh 300 bayi baru lahir di satu rumah sakit saja. Berita ini sungguh mengguncang para anggota Konggress tersebut. Ini menguntungkan bagi pihak Presiden Bush. Namun, belakangan diketahui bahwa saksi mata yang dihadirkan oleh lembaga pelobi Hill and Knowlton di hadapan Konggres ternyata adalah anak perempuan duta besar Kuwait untuk Washington. Kendatipun demikian, kisah yang dituturkan anak perempuan tersebut sudah cukup bagi para anggota Konggress untuk menjuluki Saddam sebagai "Hitler". (Turan Yavuz, ABD'nin Kürt Karti (The US' Kurdish Card), hlm. 307)

Hal ini mengarahkan pada satu kesimpulan saja: Israel berperan penting dalam kebijakan Amerika Serikat untuk melancarkan perang pertamanya terhadap Irak. Perang yang kedua tidaklah banyak berbeda.

Alih-Alih "Perang terhadap Terorisme"

Berlawanan dengan keyakinan masyarakat luas, rencana untuk menyerang Irak dan menggulingkan rezim Saddam Hussein dengan kekuatan senjata telah dipersiapkan dan dicanangkan dalam agenda Washington sejak lama sebelum dilancarkannya "perang mewalan terror," yang mengemuka pasca peristiwa 11 September. Isyarat pertama adanya rencana ini mengemuka pada tahun 1997. Sekelompok ahli strategi pro-Israel di Washington mulai memunculkan skenario penyerangan atas Irak dengan memanfaatkan lembaga think-tank "konservatif baru", yang dinamakan PNAC, Project for The New American Century (Proyek bagi Abad Amerika Baru).

Sebuah artikel berjudul "Invading Iraq Not a New Idea for Bush Clique: 4 Years Before 9/11 Plan Was Set" (Penyerangan atas Irak Bukan Gagasan Baru bagi Kelompok Bush) yang ditulis William Bruch dan diterbitkan di the Philadelphia Daily News, memaparkan fakta berikut:

    Namun kenyataannya, Rumsfeld, Wakil Presiden Dick Cheney, dan sekelompok kecil ideolog konservatif telah memulai wacana penyerangan Amerika atas Irak sejak 1997 – hampir empat tahun sebelum serangan 11 September dan tiga tahun sebelum Presiden Bush memegang pemerintahan.

    Sekelompok pembuat kebijakan sayap kanan yang terdengar mengkhawatirkan, yang tidak begitu dikenal, yang disebut Proyek bagi Abad Amerika Baru, atau PNAC – yang berhubungan erat dengan Cheney, Rumsfeld, deputi tertinggi Rumsfeld, Paul Wolfowitz, dan saudara lelaki Bush, Jeb – bahkan mendesak presiden waktu itu, Clinton, untuk menyerbu Irak di bulan Januari 1998. (William Bunch, Philadelphia Daily News, 27 Jan. 2003)

Minyakkah yang Menjadi Tujuan Sebenarnya?

Mengapa para anggota PNAC sangat bersikukuh untuk menggulingkan Saddam? Artikel yang sama melanjutkan:

    Meskipun minyak melatarbelakangi pernyataan kebijakan PNAC terhadap Irak, namun tampaknya ini bukanlah pendorong utama. [Ian] Lustick, [seorang profesor ilmu politik Universitas Pennsylvania dan ahli Timur Tengah,] yang juga pengecam kebijakan Bush, mengatakan bahwa minyak dipandang oleh para pendukung perang terutama sebagai cara untuk membayar operasi militer yang sangat mahal.

    "Saya dari Texas, dan setiap orang perminyakan yang saya kenal menentang tindakan militer terhadap Irak," kata Schmitt dari PNAC. "Pasar minyak tidak perlu diganggu."

    Lustick yakin bahwa dalang tersembunyi yang sangat berpengaruh kuat kemungkinan adalah Israel. Ia mengatakan para pendukung perang dalam pemerintahan Bush yakin bahwa parade pasukan di Irak akan memaksa Palestina menerima rancangan perdamaian yang menguntungkan Israel"(William Bunch, "Invading Iraq not a new idea for Bush clique" Philadelphia Daily News, 27 Jan. 2003)

Jadi, inilah dorongan utama di balik rencana untuk menyerang Irak: membantu strategi Israel di Timur Tengah.

Fakta ini juga ditengarai oleh sejumlah ahli Timur Tengah lainnya. Misalnya Cengiz Çandar, ahli Timur Tengah asal Turki, memaparkan kekuatan sesungguhnya di balik rencana penyerangan atas Irak sebagaimana berikut:

    "Siapakah yang mengarahkan serangan atas Irak? Wakil Presiden Dick Cheney, Menteri Pertahanan Rumsfeld, Penasehat Keamanan Dalam Negeri Condoleeza Rice. Mereka inilah para pendukung "tingkat tinggi" terhadap penyerbuan tersebut. Akan tetapi, selebihnya dari gunung es tersebut sungguh lebih besar dan lebih menarik. Terdapat sejumlah "lobi."

    Yang terdepan di barisan lobi ini adalah tim Jewish Institute for Security Affairs (Lembaga Yahudi untuk Masalah Keamanan) JINSA, yang merupakan kelompok kanan Israel pro-Likud yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan industri-industri senjata AS" Mereka memiliki hubungan erat dengan "lobi persenjataan," Lockheed, Northrop, General Dynamics dan industri militer Israel" Prinsip mendasar JINSA adalah bahwa keamanan AS dan Israel adalah tak terpisahkan. Dengan kata lalin, keduanya adalah sama.

    Tujuan JINSA tidak terbatas pada merobohkan rezim Saddam di Irak, tetapi juga mendukung penggulingan rezim Saudi Arabia, Syria, Mesir dan Iran dengan logika "perang total", yang diikuti dengan "penegakan" demokrasi. …Dengan kata lalin, sejumlah Yahudi Amerika yang seirama dengan kelompok-kelompok paling ekstrim di Israel sekarang terdiri atas orang-orang yang mendukung perang di Washington. (Cengiz Çandar, "Iraq and the 'Friends of Turkey' American Hawks", Yeni Safak, 3 September 2002.)

Proyek Israel "Penguasaan Dunia secara Diam-Diam"

Singkatnya, terdapat kalangan di Washington yang mendorong terjadinya perang yang awalnya dilancarkan terhadap Irak, dan setelah itu terhadap Saudi Arabia, Syria, Iran dan Mesir. Ciri mereka paling kentara adalah mereka berbaris di samping, dan bahkan sama dengan, "lobi Israel."

Tak menjadi soal betapa sering mereka berbicara tentang "kepentingan Amerika," orang-orang ini sebenarnya mendukung kepentingan Israel. Strategi melancarkan peperangan terhadap seluruh Timur Tengah sehingga menjadikan seluruh rakyat di kawasan tersebut bangkit melawan AS tak mungkin akan menguntungkan pihak AS. Penggunaan strategi seperti ini hanya mungkin dapat dilakukan jika AS tunduk pada Israel, melalui lobi Israel, yang luar biasa berpengaruhnya terhadap kebijakan luar negeri negara tersebut.

Dengan alasan ini, maka di belakang strategi yang mulai dijalankan pasca 11 September dan yang ditujukan untuk merubah peta seluruh dunia Islam, terdapat rencana rahasia Israel untuk "menguasai dunia." Sejak pendiriannya, Israel telah bercita-cita merubah peta Timur Tengah, menjadikannya mudah diatur sehingga tidak lagi menjadi ancaman baginya. Israel telah menggunakan pengaruhnya di AS untuk tujuan ini di tahun-tahun belakangan, dan memiliki andil besar dalam mengarahkan kebijakan Washington di Timur Tengah. Keadaan pasca 11 September memberi Israel kesempatan yang selama ini telah dicari-carinya. Para ideolog pro-Israel yang selama bertahun-tahun secara tidak benar telah menyatakan bahwa Islam sendirilah yang – dan bukan sejumlah kelompok radikal militan yang berbaju Islam – memunculkan ancaman terhadap Barat dan AS. Merekalah yang berusaha meyakinkan kebenaran gagasan keliru tentang "benturan antar peradaban," dan telah berupaya mempengaruhi AS agar memusuhi dunia Islam setelah peristiwa 11 September. Sudah sejak tahun 1995, Israel Shahak dari Universitas Hebrew, Jerusalem, menuliskan keinginan Perdana Menteri Rabin sebagai "gagasan perang melawan Islam yang dipimpin Israel." Nahum Barnea, penulis opini dari surat kabar Israel, Yediot Ahronot, menyatakan di tahun yang sama bahwa Israel tengah mengalami kemajuan "[untuk] menjadi pemimpin Barat dalam perang melawan musuh, yakni Islam." (Israel Shahak, "Downturn in Rabin's Popularity Has Several Causes", Washington Report on Middle East Affairs, Maret 1995.)

Semua yang telah terjadi di tahun-tahun berikutnya adalah bahwa Israel menjadikan niatannya semakin kentara. Iklim politik pasca 11 September memberikan peluang untuk mewujudkan niatan ini menjadi kenyataan. Dunia kini tengah menyaksikan tahap demi tahap menerapan kebijakan Israel dalam memecah-belah Irak, yang telah dirancang di Konggres Zionis Dunia pada tahun 1982.

Satu-Satunya Jalan Menuju Perdamaian Dunia: Persatuan Islam

Keadaan di atas dapat dirangkum sebagai berikut: Tujuan Israel adalah untuk menata ulang kawasan Timur Tengah menurut kepentingan strategisnya sendiri. Untuk mencapai hal ini, untuk menguasai Timur Tengah, wilayah paling mudah bergejolak di dunia, Israel memerlukan sebuah "kekuatan dunia." Kekuatan ini adalah Amerika Serikat; dan Israel, dengan kekuatan pengaruhnya terhadap AS, tengah berupaya menggadaikan kebijakan luar negeri AS terhadap Timur Tengah. Meskipun Israel adalah sebuah negara kecil berpenduduk 4,5 juta jiwa, rencana yang disusun Israel dan para pendukungnya di Barat mengendalikan keseluruhan dunia.

Apa yang perlu dilakukan menghadapi kenyataan ini?

1) Kegiatan melobi perlu dilakukan dalam rangka menandingi pengaruh lobi Israel di Amerika Serikat guna membangun dialog antara AS dan dunia Islam, dan untuk mengajaknya mencari cara damai dalam memecahkan permasalahan Irak dan permasalahan serupa lainnya. Banyak kalangan AS menginginkan negeri mereka mengambil kebijakan Timur Tengah yang lebih adil. Banyak negarawan, ahli strategi, wartawan dan cendekiawan telah mengungkapkan hal ini, dan gerakan "perdamaian antar peradaban" harus digulirkan dengan bekerjasama dengan kalangan tersebut.

2) Pendekatan yang mengajak pemerintah AS kepada pemecahan masalah secara damai haruslah dibawa ke tingkat pemerintahan dan masyarakat sipil.

Bersamaan dengan ini semua, jalan keluar paling mendasar terletak pada sebuah proyek yang dapat menyelesaikan seluruh permasalahan antara dunia Islam dan Barat, dan dapat mengatasi perpecahan, penderitaan dan kemiskinan di dunia Islam dan sama sekali merubahnya, dan ini adalah Persatuan Islam.

Perkembangan terakhir telah menunjukkan bahwa seluruh dunia, tidak hanya wilayah-wilayah Islam, memerlukan sebuah "Persatuan Islam." Persatuan ini haruslah mampu meredam unsur-unsur radikal di Dunia Islam, dan membangun hubungan baik antar negara-negara Islam dan Barat, khususnya Amerika Serikat. Persatuan ini juga hendaknya membantu menemukan jalan keluar bagi induk dari seluruh permasalahan yang ada: perseteruan Arab-Israel. Hanya dengan penarikan diri Israel hingga batas wilayahnya sebelum tahun 1967, dan pengakuan bangsa Arab atas keberadaannya, akan ada perdamaian sesungguhnya di Timur Tengah. Dan umat Yahudi dan Muslim – yang keduanya keturunan Nabi Ibrahim dan beriman pada satu Tuhan saja – dapat hidup berdampingan di Tanah Suci, sebagaimana yang telah mereka tunjukkan di abad-abad yang lalu. Dengan demikian, Israel takkan lagi memerlukan strategi untuk mengganggu keamanan atau memecah-belah negara-negara Arab. Dan Israel takkan menghadapi balasan atas pendudukannya dalam bentuk kekerasan dan ketakutan terus-menerus terhadap upaya penghancuran terhadapnya. Lalu, keduanya, anak-anak Israel dan Irak (juga Palestina) dapat tumbuh dalam lingkungan yang damai dan aman. Inilah wilayah Timur Tengah yang seharusnya didambakan dan berusaha diwujudkan oleh setiap orang yang bijak.

 
Terus belajar.............dan amalkan...............menjadikan hidup lebih berguna dan bahagia.......

Offline luky

  • Kapan ya naik jadi
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2688
  • Location: kota super macet >> jakarta
  • Date Registered: February 11, 2008, 04:33:38 am
  • Reputasi : 242
  • ojo lali marang asalmu...>coook..
Re: Perang dunia
« Reply #26 on: April 29, 2009, 10:43:05 am »
Peran Unit Pemecah Sandi

Anda pernah menonton film tentang pertempuran di Samudera Atlantik berjudul. U-571? Film ini memberi gambaran yang jelas tentang betapa krusialnya Peran unit pembuat sandi dan unit-unit Pemecah kode dalam menentukan jalannya peperangan semasa Perang Eropa berkecamuk. Tak dari Jenderal Dwight D. Eisenhower. Panglima Pasukan Sekutu mengatakan, bahwa merekalah sesunguhnya yang membantu Sekutu memenangkan perang.



Dalam U-571, kita toh tidak ”dipertemukan” langsung dengan personel dari top secret dari unit top secret tersebut. Film lebih disibukkan dengan,pertempuran antara kapal perang Jerman termasuk di antaranya U-boat 571, yang memudi tokoh central film ini) dan kapal perang Sekutu. Pada bagian akhir film, barulah kita diberi kesempatan melihat apa ujud peralatan yang pada masa Perang Eropa (1939-1945) itu dikenal sebagai Perangkat intelejen paling diburu Sekutu.
TERUS MENGGEMBPUR - Marinir AS dalam pertempuran di Kepulauan Paleliu, Pasifik, pada September 1944. AS terus menggempur kekuatan Jepang di berbagai wilayah. Setelah Unit Kombat Intelejen AL AS mampu memecahkan pesan radio berisi rencana Jepang ke Midway pada 4 Juni 1942, pada masa-masa selanjutnya gerakan ofensif praktis mengendur

TERUS MENGGEMBPUR - Marinir AS dalam pertempuran di Kepulauan Paleliu, Pasifik, pada September 1944. AS terus menggempur kekuatan Jepang di berbagai wilayah. Setelah Unit Kombat Intelejen AL AS mampu memecahkan pesan radio berisi rencana Jepang ke Midway pada 4 Juni 1942, pada masa-masa selanjutnya gerakan ofensif praktis mengendur

Ujudnya ternyata amat sederhana. Perangkat tersebut mirip mesin ketik. Tetapi, siapa sang¬ka jika dengan perangkat yang terkesan sederhana ini Jerman bisa diantar menguasai satu negara demi satu negara dalam waktu yang relatif cepat. Mesin Pemecah kode (cipher machine) ini dikenal dengan nama Enigma.

Sekutu amat memburu Enigma, karena mereka ssadar bahwa hanya dengan alat inilah perintah-perintah operasi maupun pesan¬pesan rahasia dari pimpinan militer Lerman, yang kerap mereka sadap, bisa “dicerna”. Cara kerjanya mirip mesin tabulasi. Rangkaian huruf dan angka yang tertera dalam perintah-perintah rahasia itu akan dipecah-pecah alat ini lalu disusun kembali dengan pola keteraturan tertentu.

Mesin ini diciptakan pertama kali pads 1932 oleh tiga ahli kriptograf Polandia bernama Marian Rejewski, Jerzy Rozycki dan Henryk Zygalski. Nazi Jerman langsung menggunakannya untuk mengirim pe¬san-pesan rahasia dari Polandia ke agen-agen telik sandi mereka di Inggris dan Perancis. Berkat mesin-mesin inilah, operasi militer Jerman di berbagai wilayah semasa Perang Dunia II tak bisa diendus Sekutu.

Lewat perburuan bertahun-tahun, Sekutu akhirnya berhasil merebut 15 unit Enigma. Namun, bukan keberhasilan perburuan ini yang ingin kami urai dalam editorial kali ini. Yang ingin kami urai dalam tulisan ini adalah tentang betapa luar biasanya mesin itu, peran unit-unit sandi dan sandi-sandi itu sendiri dalam menentukan jalannya peperangan di palagan Asia Timur Raya.

Yang terjadi di palagan Asia Timur dan Pasifik sesungguhnya tak jauh beda dengan yang berlangsung di Eropa. Dalam Perang Asia Timur Raya di wilayah Asia Timur dan Pasifik, Jepang juga menerapkan teknik kriptograf, serupa seperti yang dilakukan Jerman.

Tahukah Anda, ape yang membuat operasi pemboman Pearl Harbor, Hawaii, pada 7 Desember 1941 lupus dari perhatian pasukan AS? Selain ditentukan oleh kecerdikan dan keberanian tentara Jepang, keberhasilan operasi ini ternyata juga amat ditentukan oleh kemampuan Jepang dalam memproteksi pesan-pesan rahasianya dengan mesin mirip Enigma, yang biasa dijuluki Purple.

Kecurigaan AS tentang adanya upaya serbuan yang besar-besaran sebenarnya sudah merebak sejak pertengahan 1939. Persisnya sejak Unit Kombat Intelijen AL AS menyadap untuk pertama kalinya pesan radio aneh yang dikenal dengan julukan “IN (Japanese Navy)-25″. Pesan dengan 33.000 kata yang dicangkokkan dalam pesan diplomatik itu lain dari biasanya. Selalu diawali dengan kata-kata “I have the honor to inform your excellency”. Pesan ini uniknya juga dipenuhi rangkaian huruf dan angka-angka kode yang tak bermakna.

Serangan ke Midway

Tak lama setelah serangan ke Pearl Harbor meletus, militer AS pun terpacu untuk sesegera mungkin bisa membongkar pesan-pesan rahasia itu. Mereka meng¬khawatirkan, jika pesan-pesan rahasia itu tak segera dibongkar, bukan tak mungkin Jepang akan melancarkan serangan yang jauh lebih besar ke sasaran-sasaran yang jauh lebih strategic. Salah satu sasaran yang kola itu dicemaskan warga AS adalah Pantai Barat Amerika.

Ratusan pemuda-pemudi AS pun dikerahkan untuk memecahkan pesan¬pesan rahasia yang berhasil disadap Unit Kombat Intelijen AL AS. Mereka bekerja 12 jam sehari, tujuh hart dalam seminggu. Di lain tempat, AL AS juga mengerahkan 738 personelnya untuk berkonsentrasi memecahkan JN-25. Tim ini memiliki callsign “OP-20-G” dengan operasi yang biasa disebut “Magic”.

Pemerintah AS mengakui bahwa memecahkan sandi bukanlah pekerjaan mudah. Untuk itu mereka mengimbau berbagai perusahaan teknologi informasi yang ado pada mass itu untuk memberi dukungan. Tak kurang dari IBM menyumbang mesin tabulasi khusus yang bisa digunakan untuk mencacah kode. Sementara Friedman, menyuplainya dengan mesin unik yang diberi name ECM Mark III. Baden Intelijen Inggris (British Secret Service) kabarnya juga ikut memberikan supervise.
INGGRIS YANG PERTAMA - Mesin pemecah kode Colossus buatan Inggris. Di antara kekuatan sekutu, Inggris lah yang pertama siap menghadapi "serbuan" pesan-pesan rahasia Jerman. Dengan Colossus dan pakar Kriptograf seperti Tommy Flower lah, rencana Serangan Jerman akhirnya bisa ditekan


INGGRIS YANG PERTAMA - Mesin pemecah kode Colossus buatan Inggris. Di antara kekuatan sekutu, Inggris lah yang pertama siap menghadapi

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Menjelang Januari 1942, hamper seluruh kode dalam pesan-pesan rahasia Jepang berhasil dipecahkan! Mereka. juga berhasil memecahkan rangkaian kode lima angka yang ternyata merupakan kode untuk jenis-jenis persenjataan. Kode “97850″, misalnya, adalah untuk menyebut jenis kapal selam. Kemajuan lain, Unit Kombat Intelijen AL AS berhasil membongkar detail serangan besar ke pangkalan AL AS di Kepulauan Midway pada 4 Juni 1942.

Keberhasilan AS mencerna pesan rahasia di seputar rencana serangan ke Midway itu pun dikenang sebagai keberhasilan paling dramatis dari unit pemecah sandi di dunia. Berkat keberhasilan ini, AS mampu mencium mulai taktik operasi sampai ke jadwal pengerahan kekuatan yang telah dirancang Laksamana Isoroku Yamamoto. Serangan ini dimaksudkan untuk melumpuhkan kekuatan AS di Pasifik.
Tommy Flowers

Tommy Flowers

Dalam pesan rahasia tersebut, juga dibeberkan bahwa Jepang akan membuat gerakan menipu untuk mengalihkan kekuatan AS ke Kepulauan Aleutian di Alaska. Berkat informasi penting itu, supremasi udara AS berhasil membungkam empat kapal induk Jepang yang menjadi kekuatan utama mereka.

Operasi militer Jepang kale itu pun berbalik jade bumerang. Oleh karena AL Jepang hanya memiliki enam kapal induk, kekuatan militernya yang amat tergantung armada lout serta-merta nyaris lumpuh. Posisi mereka makin kacau setelah Unit Kombat Intelijen AL AS berhasil menyadap duo rencana serangan besar lainnya, yakni ke Guadalcanal dan Tarawa, serta rencana inspeksi Yamamoto ke Bougenville, Kepulauan Solomon.

Untuk yang terakhir itu Dai Nippon benar-benar menangguk kerugian besar. setelah detail rencana :[ :[ :[ Yamamoto ke Bougenville diketahui, militer AS yang pernah dibuat sakit hati akibat pemboman Pearl Harbor, tak tanggung-tanggung menyiapkan upaya penyergapan. Panglima Armada Jepang itu pun gugur pada 18 April 1943.

Keberhasilan Unit Kombat Intelijen AL AS dalam membongkar pesan-pesan rahasia Jepang diakui memberi efek yang luar biasa. seperti ditulis dalam berbagai literatur, kegagalan serbuan ke Midway dan gugurnya Yamamoto serta merta menjadi titik balik bagi kekuatan Jepang di Asia dan Pasifik. sejak itu, kekuatan Jepang mengalami kemunduran amat drastis.

Ditolong Inggris

Dari secuplik persitiwa diatas, dunia pun beroleh pengalaman, pengetahuan, serta pelajaran penting tentang aspek lain yang tak bisa diabaikan dalam proses peperangan. Peristiwa-peristiwa itu tak lagi bicara coal berapa banyak prajurit yang berperang, seberapa cerdik panglima yang mengatur strategi, atau seberapa dahsyat persenjataan yang dikerahkan. Yang dibicarakan adalah, seberapa pintar mereka menerapkan teknik kriptografi dalam penyampaian pesan-pesan penting yang berkaitan dengan rencana operasi.

Di akhir Perang Eropa, tidak sedikit jenderal-jenderal Sekutu yang mengakui, bahwa kehadiran Enigma telah membuat Battle of theAtlantic begitu sulit diredakan. Di wilayah Pasifik, Sekutu juga mengakui bahwa masalah yang sama kembali dihadapi oleh karena kehadiran Purple. Oleh sebab itu tak kurang dari Kepala Staf Angkatan Darat AS (waktu itu) Jenderal George C. Marshall sempat menegaskan, bahwa tugas-tugas codebreaking menjadi sangat krusial di kedua mandala tersebut.

“Operasi AS di Pasifik benar-benar terbantu oleh begitu banyaknya informasi yangberhasil dipecahkan unit-unit kombat intelijen. Dalam sekejap kami bisa mengetahui kekuatan pasukan Jepang, jalur logistik mereka, dan berbagai hal penting lainnya. Dalam sekejap kami juga bisa mengetahui gerakan armada kapal perang mereka dari waktu ke waktu berikut jalur konvoinya,” urai Jenderal Marshall.

Keberhasilan itu, sambung Jenderal Dwight D. Eisenhower, Panglima Pasukan Sekutu, bagaimana pun juga bisa berhasil berkat pertolongan ahli-ahli kriptograf Inggris. Berkat orang-orang seperti Tommy Flowers dan Max Newman yang telah sejak lama mendedikasikan diri dalam dunia kriptograflah, AS bisalebihcepat memecahkan kode-kode itu.

Untuk itu Eisenhower tak lupa memberi apresiasi yang luar biasa kepada British Secret Service. Mereka bahkan telah berhasil membuat mesin pemecah kode sebelum ahli-ahli AS mampu membuatnya.

Mesin pemecah kode terhebat pertama buatan Inggris pada mass Perang Dunia II adalah Colossus. Mesin ini bisa dibilang sebagai komputer digital terprogram pertama karena kemampuannya untuk memecahkan berbagai hitungan matematik. Mesin ini memiliki 2.000 tombol dengan fisik yang tentu Baja belum semungil sekarang. Ujudnya masih sebesar lemari.

Colossus berhasil memecahkan berbagai pesan rahasia Jerman pada 1944 dan sejak itulah berbagai rencana operasi Jerman bisa dipatahkan di tengah jalan. Kola itu lawan tending Colossus bukan lagi Enigma, melainkan Lorenz SZ42 yang jauh lebih canggih dan merupakan “pegangan” jenderal-jenderal Jerman. Colossus di tempatkan secara khusus di markas British Secret Service di Bletchley Park.
Mau tabu kemampuan Colossus? Antara 1944 sampai 1945, mesin ini telah memecahkan 63 jute karakter dari pesan¬pesan rahasia tingkat tinggi Jerman. Seluruh karakter itu, jika dikumpulkan, kira-kira bisa dituangkan menjadi 5.000 novel.

Kriptogref di masa kini

Menyadari rentannya jalur transmisi radio dan telepon terhadap praktik penyadapan, selepas Perang Dunia II, beberapa negara pun gencar mengembangkan teknik kriptograf yang lebih maju. AS yang kemudian terlibat perang urat syaraf dengan Uni Soviet, misalnya, mengembangkan program Venona.

Berkat program Venona itulah, U.S. Army’s Signal Intelligence Service (kini National Security Agency) berhasil menyadap 2.200 pesan rahasia di jalur komunikasi diplomatik Uni Soviet. Tak semua memang bisa dimengerti, namun unit intelijen inilah yang kemudian berhasil membekuk mata-mata kelas dunia Kim Philby Berta pasangan Ethel-Julius Rosenberg.

NSA sendiri kemudian memublikasikan pesan-pesan rahasia itu pada 1995 atau 15 tahun setelah program Venona ditutup secara resmi. Publikasi pesan-pesan rahasia o itu cukup menghebohkan, karena hampir bersamaan dengan runtuhnya Uni Soviet.

Setelah itu era kriptograf untuk kepentingan terbatas lambat-laun memudar. Pihak militer maupun jalur diplomatik tak lagi bersemangat menggunakannya setelah teknologi internet kian menjalar ke hampir seluruh pelosok dunia. Tetapi kriptograf toh tak sama sekali menghilang. Berikutnya, kriptograf justru kian populer digunakan di fasilitas-fasilitas publik. Penggunaannya untuk kepentingan umum pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Martin Hellman dari Universitas Stanford pada 1976.

Anda tertarik menggunakannya? Untuk mengetahuinya lebih jauh silakan telusuri situs program gratis Pretty Good Privacy (PGP), rancangan programer Phil Zimmermann.

Program yang semula dikuasai Biro Penyelidik Federal AS atau FBI ini, kabarnya, kini tengah menjadi program kriptograf standar paling populer di dunia. Dengan program ini Andabisaberpetualang dengan rekan Anda, laiknya petualangan yang dialami pare penyusun sandi dan pemecah kode di mesa Perang Eropa atau Perang Asia Timur Raya.
Terus belajar.............dan amalkan...............menjadikan hidup lebih berguna dan bahagia.......

Offline darktemplar

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Posts: 5030
  • Location: depok - Jakarta PP
  • Date Registered: September 20, 2007, 01:23:26 pm
  • Reputasi : 384
Re: Perang dunia
« Reply #27 on: June 10, 2009, 09:49:35 am »
TENTARA NAZI JERMAN DI INDONESIA

(1940 – 1945)

Berkecamuknya Perang Dunia ke II di wilayah Asia Pasifik, khususnya yang terjadi di Indonesia, diwarnai dengan kehadiran pasukan Nazi Jerman. Aksi mereka dilakukan usai menyerahnya Belanda kepada jepang di kalijati, Subang, 8 Maret 1942. Kehadiran pasukan Jerman secara umum melalui aksi sejumlah kapal selam (U-boat) di Samudera Hindia, Laut Jawa, selat Sunda, Selat malaka pada kurunb waktu tahun 1943 – 1945. Sebanyak 23 U-Boat mondar – mandir di perairan Indonesia, Malaysia dan Australia dengan pangkalan bersama Jepang di Jakarta, Sabang dan Penang yang diberangkatkan dari daerah pendudukan di Brest dan Bordeaux (Prancis) Januari – Juni 1943. Beroprasinya sejumlah U-Boat di kawasan Timur Jauh merupakan perintah Fuehrer Adolf hitler kepada Panglima Laut Jerman (Kriegsmarine) Admiral Karl Doenitz. Tujuannya membu7ka blockade lawan juga membawa mesin Presisi, mwesin pesawat  serta berbagai peralatan industry lainnya yang dibutuhkan oleh rekan sejawatnya, Jepang yang sedang menduduki Indonesia dan Malaysia. Sepulangnya dari sana, berbagai kapal selam itu bertugas mengawal kapal yang membawa hasil perkebunan berupa karet alam, kina, serat – seratan, dll. Untuk keperluan industry perang Jerman di Eropa. Pada  awalnya kapal selam Jerman yang ditugaskan ke Samudra Hindia dengan tujuan awal ke Penag berjumlah 15 buah terdiri dari U-177, U-196, U-859, U-860, U-861, U-863 dan U-871 (semuanya dari type IXD2), U-510, U-537, U-843 (Type IXC), U-1059 dan U-1062 (Type VIIF). Jumlahnya kemudian bertambah dengan kehadiran U-862 (Type IXD2) yang pindah pangkalan ke Jakarta. Ini disusul U-195 (Type IXD I) dan U-219 (Type XB) yang mulai menggunakan Jakarta sebagai pangkalan pada Januari 1945. Sejak itu berduyun – duyun kapal selam Jerman yang lainnya yang masih berpangkalan di Penang dan Sabang ikut pindah pangkalan ke Jakarta, sehingga Jepang kemudian memindahkan kapal selamnya ke Surabaya. Adalah U-862 yang dikomandani Heinrich Timnn yang tercatat paling sukses beraksi di wilayah Indonesia. Berangkat dari Jakarta dan kemudian selamat pulang ke tempat asal, untuk menenggelamkan kapal sekutu di Samudera Hindia, Laut Jawa sampai Pantai Australia.Nasib sial nyaris dialami Heinrich saat bertugas di permukaan laut wilayah Samudera Hindia. Gara – gara melakukan maneuver yang salah, kapal selam itu nyaris mengalami ‘senjata makan tuan’ dari sebuah torpedo jenis homming akustik T5/G7 Zaunkving yang diluncurkannya. Untungnya, U-862 buru – buru menyelam secara darurat, sehingga torpedo itu kemudian meleset. Usai Jerman menyerah kepada pasukan Sekutu, tanggal 6 Mei 1945 U-862 pindah pangkalan dari Jakarta ke Singapura. Pada Juli 1945, U-862 dihibahkan kepada AL Jepang dan berganti kode menjadi I-502. Jepang kemudian menyerah kepada Sekutu, Agustus 1945. Riwayat U-862 berakhir pada 13 Februari 1946 karena dihancurkan pasukan Sekutu di Singapura. Para awak U-862 sendiri semuanya selamat dan kembali ke tanah air mereka beberapa tahun usai perang.

DILINDUNGI PRIBUMI

Usai Jerman menyerah kepada Sekutu di Eropa pada tanggal 8 Mei 1945, berbagai kapal selam yang masih berfungsi dihibahkan kepada AL Jepang untuk kemudian dipergunakan lagi, sampai akhirnya takluk pada 15 Agustus 1945 usai dibom Atom oleh Amerika Serikat.Setelah peristiwa itu, sejumlah tentara Jerman yang ada di Indonesia menjadi luntang – lantung tidak mempunyai pekerjaan. Orang – orang Jerman mengambil inisiatif agar dapat dikenali oleh Pejuang Indonesia dan tidak keliru disangka orang belanda. Caranya mereka membuat tanda atribut yang diambil dari seragamnya dengan menggunakan lambing Elang Negara Jerman pada bagian lengan baju mereka. Para tentara jerman yang tadinya berpangkalan di Jakarta dan Surabaya, pindah bermukim ke Perkebunan Cikopo, Kec. Megamendung, Kab. Bogor. Mereka semua kemudian menanggalkan seragam mereka dan hidup sebagai ‘warga sipil’ disana. Pada awal Bulan September 1945 sebuah resimen Ghurka Inggris dibawah komandan perwira asal Scotlandia dating ke P.Jawa dan mereka kaget menemukan tentara Jerman di Perkebunan Cikopo. Sekutu kemudian memerintahkan Burghagen (komandan – Mayor Angkatan Laut Jerman) untuk pindah ketempat penampungan di Bogor. Dengan menggunakan 50 truk eks tentara Jepang, orang – orang Jerman di Perkebunan Cikopo itu dipindahkan ke tempat penampungan di Bogor. Namun mereka harus kembali mengenakan seragam mereka, memegang senjata yang disediakan pasukan Inggris, untuk melindungi tempat penampungan yang semula ditempati orang – orang Belanda. Tetapi ditempat penampungan banyak orang belanda yang mengeluh, karena mereka ‘dijaga’ oleh orang Jerman. Pada malam hari pertama menginap, langsung terjadi saling tembak namun tak ada korban. Karena orang – orang Indonesia mengira oprang – orang Jerman telah ditangkapi oleh Pasukan Sekutu dan mereka berusaha membebaskan orang – orang Jerman itu. Setelah peristiwa itu, Inggris menyerahkan sekitar 260 tentara Jerman kepada pihak Belanda yang kemudian di tawan di Pulau Onrust. Tercatat pula, beberapa tentara jerman melarikan diri dari pulau Onrust dengan berenang menyebrang ke pulau lain. Diantaranya pilot pesawat AL jerman bernama Werner dan sahabatnya Lvsche dari U-219. Selama pelarian, mereka bergabung dengan pejuang Kemerdekaan Indonesia di P. Jawa bekerjasama melawan Belanda yang ingin menjajah kembali. Lvsche kemudian meninggal akibat kecelakan saat ,merakit pelontar api.
everything for better

Offline Alhamas

  • bukan
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 6311
  • Age: 45
  • Location: Trenggalek-Purwokerto
  • Date Registered: March 26, 2009, 04:52:34 pm
  • Reputasi : 366
  • SAVE OUR EARTH
    • cahgalexs
Re: Perang dunia
« Reply #28 on: June 13, 2009, 01:37:42 pm »
numpang baca bang buat mengingat sejarah. mau andil tidak punya data.. maaf ';/

Offline luky

  • Kapan ya naik jadi
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2688
  • Location: kota super macet >> jakarta
  • Date Registered: February 11, 2008, 04:33:38 am
  • Reputasi : 242
  • ojo lali marang asalmu...>coook..
Re: Perang dunia
« Reply #29 on: September 26, 2009, 12:01:38 pm »
Misteri Hilangnya U-196 di Laut Kidul

DARI sejumlah kapal selam Jerman yang beraksi di perairan Indonesia, adalah U-196 yang masih menyimpan misteri keberadaannya.

Sampai kini, nasib kapal selam Type IXD2 itu hanya dikabarkan hilang di Laut Kidul (sebutan lain untuk bagian selatan Samudra Hindia).

Berbagai catatan resmi u-boat di Jerman, U-196 dinyatakan hilang bersama seluruh 65 awaknya di lepas pantai Sukabumi sejak 1 Desember 1944. Sehari sebelumnya, kapal selam yang dikomandani Werner Striegler itu, diduga mengalami nasib nahas saat menyelam.

Kapal selam U-196 meninggalkan Jakarta pada 29 November 1944, namun kemudian tak diketahui lagi posisi terakhir mereka selepas melintas Selat Sunda. Pesan rutin terakhir kapal selam itu pada 30 November 1944 hanya "mengabarkan" terkena ledakan akibat membentur ranjau laut lalu tenggelam.

Namun dari ketidakjelasan nasib para awak U-196, ada satu nama yang dinyatakan meninggal di Indonesia. Ia adalah Letnan Dr. Heinz Haake yang makamnya ada di Kampung Arca Domas Bogor, bersama sembilan tentara Nazi Jerman lainnya.

Minim catatan mengapa jasad Haake dapat dimakamkan di sana, sedangkan rekan-rekannya yang lain tak jelas nasibnya. Hanya kabarnya, ia dimakamkan atas permintaan keluarganya.

Selama kariernya, U-196 pernah mencatat prestasi saat masih dipimpin komandan sebelumnya, Friedrich Kentrat. Kapal selam itu melakukan tugas patroli terlama di kedalaman laut selama 225 hari, mulai 13 Maret s.d. 23 Oktober 1943. Kapal tersebut menenggelamkan tiga kapal musuh dengan total bobot 17.739 GRT.

Posisi Friedrich Kentrat kemudian digantikan Werner Striegler (mantan komandan U-IT23) sejak 1 Oktober 1944, sampai kemudian U-196 mengalami musibah sebulan kemudian.

Kendati demikian, sebagian pihak masih berspekulasi atas tidak jelasnya nasib sebagian besar awak U-196. Walau secara umum mereka dinyatakan ikut hilang bersama kapal selam itu di Laut Kidul, namun ada yang menduga sebagian besar selamat.

Konon, kapal ini datang ke Amerika Selatan kemudian sebagian awaknya bermukim di Iqueque, Chile. Dari sini pun, tak jelas lagi apakah U-196 akhirnya benar-benar beristirahat di sana, apakah kemudian kapal selam itu ditenggelamkan atau dijual ke tukang loak sebagai besi tua, dll.

Seseorang yang mengirimkan e-mail dari Inggris, yang dikirimkan 14 Oktober 2004, masih mencari informasi yang jelas tentang keberadaan nasib awak U-196. Ia menduga, U-196 sebenarnya tidak mengalami kecelakaan terkena ranjau di sekitar Selat Sunda dan Laut Kidul, sedangkan para awaknya kemudian menetap di Cile.

Keyakinannya diperoleh setelah membaca sebuah surat kabar di Cile, sejumlah awak kapal selam Jerman telah berkumpul di Iqueque pada tahun 1945. Mereka tiba bersamaan dengan kapal penjelajah Almirante Latorre, yang mengawal mereka selama perjalanan dari Samudra Hindia. Di bawah perlindungan kapal penjelajah itu, kapal selam tersebut beberapa kali bersembunyi di perairan sejumlah pulau, sebelum akhirnya berlabuh di Pantai Selatan Cile.

Yang menimbulkan pertanyaan dirinya, mengapa setelah tiba di Cile, tak ada seorang pun awaknya pulang ke Jerman atau mencoba bergabung kembali dengan kesatuan mereka. Ini ditambah, minimnya kabar selama 50 tahun terakhir yang seolah-olah "menggelapkan" kejelasan nasib U-196, dibandingkan berbagai u-boat lainnya yang sama-sama beraksi di Indonesia.

Entahlah, kalau saja Dr. Heinz Haake masih hidup dan menjadi warga Negara Indonesia, mungkin ia dapat menceritakan peristiwa yang sebenarnya menimpa U-196.

Sumber : http://www.yousaytoo.com/Hardono/keh...rlupakan/19984
Terus belajar.............dan amalkan...............menjadikan hidup lebih berguna dan bahagia.......