Author Topic: Renungan - Cerita Motivasi dan Inspiratif...!!  (Read 79237 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline pippo_adhif

  • not
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 4884
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 208
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Renungan - Cerita Motivasi dan Inspiratif...!!
« on: May 09, 2010, 07:42:41 pm »
Share buat sebuah renungan yang bisa membuat kita semakin memotivasi, mengenali jati diri dan pengenalan serta arti hidup yang hakiki sehingga menghindarkan diri kita dari sifat iri, dengki, sombong dan lainnya.  :D :D
« Last Edit: February 13, 2011, 08:38:13 pm by pippo_adhif »


    

komunitas forumsatelit indonesia

Renungan - Cerita Motivasi dan Inspiratif...!!
« on: May 09, 2010, 07:42:41 pm »

Offline pippo_adhif

  • not
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 4884
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 208
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
1 JAM SAJA..........
« Reply #1 on: May 09, 2010, 07:44:58 pm »
Satu jam saja..!!!

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya,"Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita ?".
Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, "Tidak, nak".

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,"Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun ?"
Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.

"Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukankesalahan ?"
Ayahnya tertawa, "Mungkin tidak bisa juga, nak".

"OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosadalam 1 jam saja?".
Akhirnya ayahnya mengangguk,"Kemungkinan besar, bisa nak dan kasih Tuhan lah yang akan memampukan kita untuk hidup benar".

Anak ini tersenyum lega.

"Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah.
Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar......"

Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati.
Marilah kita hidup dari waktu ke waktu,dengan memperhati kan cara kita menjalani hidup ini.

Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikankita terbiasa,dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat,dan sifat akan berubah jadi karakter,dan karakter akan menjadi destiny.............

Hiduplah 1 jam...... ....tanpa kemarahan, tanpa hati yang jahat, tanpa pikiran negatif, tanpa menjelekkan orang, tanpa keserakahan, tanpa pemborosan, tanpa kesombong an, tanpa kebohongan, tanpa kepalsuan... .

Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.........
Hiduplah 1 jam..........dengan kasih, dengan suka cita, dengan damai sejahtera, dengan kesabaran, dengan ke lemah lembutan, dengan kemurahan hati, dengan kerendah an hati, dengan penguasaan diri...........

Dan ulangilah untuk 1 jam berikutnya............
Jalanilah kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, dengan menjalaninya dari waktu ke waktu, dari 1 jam ke jam berikut nya .................
« Last Edit: May 09, 2010, 07:59:21 pm by pippo_adhif »
    

Offline joker

  • Masih memohon bimbingan dari para
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2196
  • Age: 39
  • Location: DKI
  • Date Registered: April 07, 2009, 06:01:11 pm
  • Reputasi : 151
  • Carilah ilmu setinggi langit
  • OS:
  • Symbian OS 8.0 / Nokia 6680 Symbian OS 8.0 / Nokia 6680
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #2 on: May 09, 2010, 09:42:41 pm »
Mantap bro >>/ (y) ';/
slowly but sure just enjoy this life ;)
Joker

Offline pippo_adhif

  • not
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 4884
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 208
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.6.3 Firefox 3.6.3
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Renungan
« Reply #3 on: May 10, 2010, 10:49:25 am »
NIKMATI KOPINYA, BUKAN CANGKIRNYA

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.
Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stres di pekerjaan dan kehidupan mereka..

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya…

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan :
"Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum.
Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.

Sekarang perhatikan hal ini : hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya.
Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.


R e n u n g a n :

.... Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati kita..

.... Apakah kita sudah merasa bahagia dan damai ?

.... Apakah kita mencintai dan dicintai oleh keluarga, saudara dan teman-teman kita ?

.... Apakah kita tidak berpikir buruk tentang orang lain dan tidak gampang marah ?

.... Apakah kita sudah sabar, murah hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois ?


Hanya hati kita dan Tuhan yang tahu........
Namun bila kita ingin menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan kita ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi kita.

Salam
    

Offline moch.michbak

  • Pacarku....
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2761
  • Date Registered: November 05, 2008, 04:10:44 pm
  • Reputasi : 182
  • OS:
  • Windows 2000 Windows 2000
  • Browser:
  • Firefox 3.6.4 Firefox 3.6.4
    • Email
Re: Renungan
« Reply #4 on: May 11, 2010, 03:45:43 pm »
NIKMATI KOPINYA, BUKAN CANGKIRNYA

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.
Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stres di pekerjaan dan kehidupan mereka..

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya…

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan :
"Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum.
Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.

Sekarang perhatikan hal ini : hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya.
Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.


R e n u n g a n :

.... Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati kita..

.... Apakah kita sudah merasa bahagia dan damai ?

.... Apakah kita mencintai dan dicintai oleh keluarga, saudara dan teman-teman kita ?

.... Apakah kita tidak berpikir buruk tentang orang lain dan tidak gampang marah ?

.... Apakah kita sudah sabar, murah hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois ?


Hanya hati kita dan Tuhan yang tahu........
Namun bila kita ingin menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan kita ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi kita.

Salam
mantap broo... pencerahan yang mencerahkan..
suwun,
michbak

Offline pippo_adhif

  • not
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 4884
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 208
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.0.18 Firefox 3.0.18
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Re: Renungan
« Reply #5 on: May 11, 2010, 09:22:16 pm »
mantap broo... pencerahan yang mencerahkan..
suwun,
michbak


Mantap bro >>/ (y) ';/

 ;) ;)
    

Offline pippo_adhif

  • not
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 4884
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 208
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.0.18 Firefox 3.0.18
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Re: Renungan...!! (Anak Kecil & Waktu)
« Reply #6 on: May 11, 2010, 10:28:41 pm »
Anak Kecil & Waktu

Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya.

Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja, Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.

“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Rudi.

Tetapi Imron tak beranjak.

Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”

“Tapi, Ayah…” Kesabaran Rudi habis.

“Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya, Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000 ,- lebih dari itu pun ayah kasih.”

“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”

“Iya, iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.

“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah,” kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.   :'( :'(
    

Offline maxx

  • Off The Line
  • Maestro
  • ********
  • Posts: 11623
  • Date Registered: September 21, 2007, 06:19:37 pm
  • Reputasi : 594
  • When U Know d'Truth
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.0 Firefox 3.0
    • I can hardly speak up, so I write it down
Re: Renungan...!!
« Reply #7 on: May 12, 2010, 09:44:09 am »
makasih bro... sangat mengharukan... :'(
semoga para ayah yg sibuk tetap bisa meluangkan waktunya untuk anak-anaknya...
U can find me somewhere else.
Bukan Pelanggan BigTV
OBS4 Plugins > Fortis Plugins

Offline pippo_adhif

  • not
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 4884
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 208
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #8 on: May 14, 2010, 02:26:16 pm »
makasih bro... sangat mengharukan... :'(
semoga para ayah yg sibuk tetap bisa meluangkan waktunya untuk anak-anaknya...

 ;) ;)
    

Offline pippo_adhif

  • not
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 4884
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 208
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Re: Renungan...!! (Enam Pertanyaan)
« Reply #9 on: May 14, 2010, 02:33:46 pm »
Hanya Enam Pertanyaan

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya.

Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan...........

Pertama : "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini......??"

Murid-muridnya ada yang menjawab, "Orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya"

Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar.......,
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian.."
Sebab kematian adalah PASTI adanya.

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua :
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini..??"

Murid-muridnya ada yang menjawab :
"negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang"

Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar........
Tapi yang paling benar adalah "Masa lalu,". Siapa pun kita, bagaimana pun kita dan betapa kayanya kita, tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang.

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga : "Apa yang paling besar di dunia ini..??"

Murid-muridnya ada yang menjawab, "gunung", "bumi", dan "matahari".

Semua jawaban itu benar kata Sang Guru,
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU"
Manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...............
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu. Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat).

Pertanyaan keempat adalah
"Apa yang paling berat di dunia ini..??"

Di antara muridnya ada yang menjawab... "baja", "besi", dan "gajah".

"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ......., tapi yang paling berat adalah "memegang amanah ".

Pertanyaan yang kelima adalah.........
"Apa yang paling ringan di dunia ini..??"

Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ..

"Semua itu benar...", kata Sang Guru...tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "Meninggalkan ibadah,"

Lalu pertanyaan keenam adalah
"Apakah yang paling tajam di dunia ini..??"

Murid-muridnya menjawab dengan serentak....... "PEDANG...!!!"

"(hampir) Benar...", kata Sang Guru tetapi, yang paling tajam adalah "Lidah manusia" Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri...

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN, senantiasa belajar dari MASA LALU, dan tidak memperturutkan NAFSU...??? Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH, serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???
 :o :o
« Last Edit: May 14, 2010, 02:37:15 pm by pippo_adhif »
    

Offline joker

  • Masih memohon bimbingan dari para
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2196
  • Age: 39
  • Location: DKI
  • Date Registered: April 07, 2009, 06:01:11 pm
  • Reputasi : 151
  • Carilah ilmu setinggi langit
  • OS:
  • Symbian OS 8.0 / Nokia 6680 Symbian OS 8.0 / Nokia 6680
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #10 on: May 14, 2010, 06:34:36 pm »
>>/ wah berasa bgt bro Pippo.
Patut,kudu,mesti direnungin (y). Trima kasih Tuhan melalui cerita ini selain hamba kiranya setiap kami benar2 disadarkan. Amin... Amin...
slowly but sure just enjoy this life ;)
Joker

Offline joker

  • Masih memohon bimbingan dari para
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2196
  • Age: 39
  • Location: DKI
  • Date Registered: April 07, 2009, 06:01:11 pm
  • Reputasi : 151
  • Carilah ilmu setinggi langit
  • OS:
  • BlackBerry 8520 BlackBerry 8520
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #11 on: May 14, 2010, 10:46:07 pm »
Mau ikutan share renungan jg ya bro Pippo

Mama melahirkan kita sambil menangis kesakitan...
Masihkah kita menyakitkannya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Mama tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian...
Di saat mamamu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya...
Tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan...
Bayangkan mamamu sudah tiada...
Apakah kamu cukup membahagiakannya...
Apakah kamu pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya...
Kirim pesan ini pada semua... Itupun kalau kamu sayang mamamu dan mau mengingatkan teman2mu. Ingat-ingatlah 5 (lima) aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).
SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi MAMA, tetapi... Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita... Mama bukan tempat penititipan cucunya disaat anda jalan-jalan, tetapi disaat beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan sekarang adalah perhatian anda, datang & hampiri dia, bertanyalah bagaimana kesehatannya saat ini dan dengarlah curhatnya, temani dia disaat dia membutuhkan anda, itu saja..... Beliau sudah bahagia sekali............. dan melupakan semua hutang anda kepadanya.
slowly but sure just enjoy this life ;)
Joker

Offline joker

  • Masih memohon bimbingan dari para
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2196
  • Age: 39
  • Location: DKI
  • Date Registered: April 07, 2009, 06:01:11 pm
  • Reputasi : 151
  • Carilah ilmu setinggi langit
  • OS:
  • BlackBerry 8520 BlackBerry 8520
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #12 on: May 14, 2010, 10:57:59 pm »
Kadang kita bertanya dlm hati & menyalahkan Tuhan," apa yg telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua ?" atau "kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya ?"
Here is a wonderful explanation...Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, "Tentu saja, I love your cake." "Nih, cicipi mentega ini, " kata Ibunya menawarkan. "Yaiks," ujar anaknya. "Bagaimana dgn telur mentah ?". "You're kidding me, Mom.""Mau coba tepung terigu atau baking soda?" "Mom, semua itu menjijikkan." Lalu Ibunya menjawab, " ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak." Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai dgn rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi.Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.
slowly but sure just enjoy this life ;)
Joker

Offline joker

  • Masih memohon bimbingan dari para
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2196
  • Age: 39
  • Location: DKI
  • Date Registered: April 07, 2009, 06:01:11 pm
  • Reputasi : 151
  • Carilah ilmu setinggi langit
  • OS:
  • BlackBerry 8520 BlackBerry 8520
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #13 on: May 14, 2010, 11:00:13 pm »
??BACA YA !!!! KEREN BGT !!!! Bagi seorang  yg sdh dewasa, yg sdg jauh dr orangtua, akan sering merasa kangen dgn mamanya. bgmn dgn papa?
Mungkin krn mama lbh sering menelepon utk menanyakan keadaan setiap hari. Tp tahukah kamu, jika trnyt papalah yg mengingatkan mama utk meneleponmu?
Saat kecil, mamalah yg lebih sering mendongeng. Tp tahukah kamu bhw sepulang papa bekerja dgn wajah lelah beliau selalu menanyakan apa yg kamu lakukan seharian.
Saat kamu sakit batuk/pilek, papa kadang membentak "sudah dibilang! jgn minum es!". Tp tahukah kamu bahwa papa khawatir?
Ketika kamu remaja, kamu menuntut utk dpt izin keluar malam. Papa dgn tegas berkata "tidak boleh!" Sadarkah kamu bhw papa hny ingin menjagamu? Krn bagi papa, kamu adlh sesuatu yg sangat berharga.
Saat kamu bisa lebih dipercaya, papapun melonggarkan peraturannya. Kamu akan memaksa utk melanggar jam malamnya.
Maka yg dilakukan papa adlh menunggu di ruang tamu dgn sangat khawatir.Ketika kamu dewasa,dan hrs kuliah di kota lain.
Papa harus melepasmu. Tahukah kamu bhw badan papa terasa kaku utk memelukmu? Dan papa sangat ingin menangis.
Di saat kamu memerlukan ini-itu, utk keperluan kuliahmu, papa hanya mengernyitkan dahi. Tp tanpa menolak, beliau memenuhinya.
Saat kamu diwisuda. Papa adlh org pertama y berdiri dan bertepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dan bangga. Sampai ketika teman pasanganmu datang utk meminta izin mengambilmu dari papa.
Papa akan sangat berhati-hati dlm memberi izin.Dan akhirnya..Saat papa melihatmu duduk di pelaminan bersama seseorang yg dianggapnya pantas, papapun tersenyum bahagia.
Apa kamu tahu,bhw papa sempat pergi ke belakang dan menangis?Papa menangis krn papa sangat bahagia. Dan iapun berdoa "Ya Tuhan, tugasku telah selesai dgn baik.
Bahagiakan. Putra/i kecilku yg manis bersama pasangannya".Stlh itu papa hny bisa menunggu kedatanganmu brsm cucu-cucunya yg sesekali dtg utk menjenguk Dgn rambut yg memutih dan badan yg tak lagi kuat utk menjagamu. Cintailah Papa mu :)
slowly but sure just enjoy this life ;)
Joker

Offline pippo_adhif

  • not
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 4884
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 208
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #14 on: May 18, 2010, 12:57:14 pm »
 >>/ >>/ Mantap Bro Joker....
    

Offline pippo_adhif

  • not
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 4884
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 208
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Renungan!! (Uang)
« Reply #15 on: May 18, 2010, 12:58:19 pm »
UANG

Gara-gara uanglah seorang anak dicaci maki oleh ayahnya.
Sang anak bukan saya.
Ini sebuah cerita benar terjadi.
Si anak berprinsip uang bukan segalanya, sang ayah malah berprinsip uang itu adalah segala-galanya.
Suatu hari sang anak kekurangan uang, ia meminta pertolongan kepada sang ayah.
Maka perkataan inilah yang terdengar di telinga si anak.
"Makanya percaya sama orangtua, Uang itu segalanya.
Lihat… butuh uang juga kan elo."

Gara-gara perkataan itu, ia membenci ayahnya.
Prinsipnya uang bukan segalanya itu tak berarti uang itu tak penting. Buktinya ia mengalami betapa pentingnya harus punya uang dan betapa sengsaranya tak punya uang, sampai harus mengemis dan mempertaruhkan segala prinsip dan mungkin harga diri.
Prinsip yang berbeda itu membuat perselisihan bertahun lamanya.

Cerita itu membuat saya mengerti mengapa ada kasus ayah membunuh anak atau sebaliknya atau pegawai membunuh atasannya, kakak berkelahi dengan adik hanya gara-gara yang satu ini.
Atau yang dahulu baik-baik kemudian menjadi tidak baik-baik.
Yang dahulu rendah hati dan rendah diri, bisa menjadi tinggi hati dan tinggi diri.
Itu juga mengapa ada perselingkuhan dan ketidaksetiaan dalam bentuk lain.

Bahagia dan tidak bingung

Saya dahulu berprinsip seperti cerita sang ayah gara-gara ayah saya yang kikir.
Suatu hari saya harus punya uang banyak sekali sehingga saya bisa bebas tak bergantung pada siapa pun.
Bahasa Inggrisnya—semoga kali ini saya tak keliru menulis—saya ingin memiliki financial freedom.

Dan keinginan itu makin menjadi-jadi kalau membaca majalah dan bergaul di dunia nyata.
Melihat manusia muda belia sudah punya lukisan supermahal, memiliki rumah dua belas ribu meter persegi, dan disebut sebagai salah satu manusia terkaya di jagat raya ini.
Itu mengapa saya setuju sekali dengan prinsip sang ayah, uang adalah segalanya.

Bagaimana tidak ? Bayangkan kalau saya punya uang boanyak, saya bisa memerintahkan sebuah negeri untuk menurunkan atau menaikkan salah satu menterinya, bahkan presidennya, karena dengan uang boanyak itu, saya bisa mengatur hidup orang.
Mengapa ? Karena orang berutang pada saya, si kaya raya itu.
Dan uang pengembaliannya dibayar separuh saja, sisa separuhnya untuk saya mendapat fasilitas menurunkan atau menaikkan manusia-manusia yang saya ingin turun atau naikkan.

Kalau saya dipenjara, misalnya, uang adalah segalanya.
Tak usah percaya dengan saya, Anda pasti sudah membaca liputan sejuta media mengenai kehidupan di hotel prodeo belakangan ini, bukan ?
Kok dipenjara sepuluh tahun, seumur hidup saja tak jadi masalah.
Lha wong bisa keluar-masuk hanya gara-gara uang dan mengatur bisnis dari dalam penjara dan bertambah kaya di dalam penjara.

Uanglah yang menyebabkan saya iri mengapa saya tidak dianggap oleh salah satu wong sugih di Nusantara ini, hanya karena saya berprofesi kuli tinta yang memang pendapatannya yaaa… gitu deh.
Gitu deh sengsaranya, maksudnya. Kalau di dalam pesta, ia hanya menyalami tanpa banyak bacot tanpa menatap mata saya.
Tapi berbeda halnya kalau menyalami teman saya yang memang kaya raya.
Ia pasti menepuk bahu teman saya itu sambil berkata keras tanpa perlu toak.
"Ini loh anaknya (dia menyebut silsilah keluarga teman saya itu)…. Wah…. muda-muda kaya raya… kalian mesti kenal orang ini... orang huebat."

Makin bahagia dan jadi bingung

Seorang pribadi kondang di negeri ini sudah menasihati saya dari sejak awal tak ada gunanya mencintai dunia kuli itu.
"Ndang cepet nggolek gawean liyo.
Ra bakal mundak sugih kowe."
(Cepat-cepat cari pekerjaan lain. Tak bakal bertambah kaya kamu).
Ia kemudian melanjutkan begini.
”Sebutannya saja sudah kuli.
Bagaimana mau kaya raya. Ka-u-el-i. Kuli. Kalau ka-a-ye-a…. kaya. Bedo, no?”

Terus saya juga mendapat nasihat dari teman saya kalau uang itu bukan segalanya, seperti pendapat si anak tadi.
Saya tak mengerti mengenai nasihat itu.
Ia kemudian mengatakan, kebahagiaan itu tak hanya punya uang.

Saya makin tak mengerti karena saya membayangkan kalau saya punya uang, saya sangat bahagia.
Waktu itu saya berpikir, apa, ya, mungkin saja istilah itu ada karena yang menciptakan pandangan itu memang enggak pernah kaya dan sudah dicoba beberapa kali, ya, tetap enggak kaya.
Jadi mencari sudut pandang yang kelihatan mulia, tapi sesungguhnya tak benar-benar amat.
Itu pikiran saya saja.

Karena setelah melihat orang yang tak punya uang sekalipun, perselingkuhan juga terjadi, pembunuhan dan kebahagiaan juga dialami, sama saja dengan orang yang superkaya.
Jadi saya bingung sampai sekarang dengan kalimat uang tak bisa membeli kebahagiaan.
Ia pastinya bisa.
Bisa beli tas bermerek, terus bahagia.
Bisa beli koleksi lukisan termahal di dunia dan bahagia.
Bisa membunuh pesaing, yaa… bahagia.
Perkawinan yaa bisa bahagia.

Perselingkuhan dalam perkawinan ? Lha wong sopir saya di kantor lama yang gajinya sebelas dua belas sama saya saja istrinya satu, selingkuhannya tiga.
Satu sopir lagi malah menghamili anak pejabat dan mereka saling cinta dan si anak pejabat tak keberatan jadi istri kedua.
Dengan memiliki banyak uang, saya bisa berbakti membantu korban gempa sampai membiayai pendidikan anak cacat dan yang waras sekalipun.

Saya pernah dinasihati lagi, katanya akar dari segala kejahatan itu adalah cinta uang.
Saya tambah bingung lagi.
Dengan IQ, SQ, EQ saya yang lumayan, lumayan datar maksudnya, maka cinta uang tak akan jadi masalah.
Karena tanpa mencintai uang yang kita miliki, maka investasi tak akan pernah terjadi.
Royal adalah bentuk tidak mencintai uang.
Karena cintalah saya mengembangkan uang menjadi lebih banyak, dengan demikian saya bisa paling tidak membantu menyejahterakan orang lain.

Kalau kemudian manusianya yang mencintai uang itu jadi kemaruk, sombong, dan jadi anak buah .........., maka yang salah bukan cinta uangnya, otaknya saja yang enggak beres.
Karena seperti cinta, uang itu punya sengat.
Masalahnya mau disengat atau tidak ? Ya... tak beda banyak dengan cinta.
Mau dibuat buta, apa memilih yang menginjak bumi?

Cinta itu tak pernah buta, yang tak tahan menjadi buta itu manusianya. Saya jadi bingung sendiri nih.
Awalnya saya berpikir artikel ini akan diakhiri dengan menyetujui pendapat si anak, kok sekarang saya malah pro bapaknya.
Piye toh….

Sumber: Samuel Mulia, Penulis
    

Offline joker

  • Masih memohon bimbingan dari para
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2196
  • Age: 39
  • Location: DKI
  • Date Registered: April 07, 2009, 06:01:11 pm
  • Reputasi : 151
  • Carilah ilmu setinggi langit
  • OS:
  • BlackBerry 8520 BlackBerry 8520
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #16 on: May 21, 2010, 09:08:22 am »
???“Lihatlah telapak tanganmu.."

Ada bbrp garis utama yg menentukan nasib.
Ada garis kehidupan.
Ada garis rezeki &
Ada pula garis jodoh.

Sekarang, menggenggamlah..
Dimana semua garis tadi ?
“Di dalam telapak tangan yg kita genggam.”

Nah, apa artinya itu?
Apapun takdir & keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri.

Anda lihat bukan? Bahwa semua garis tadi ada di tanganmu.

Dan, begitulah rahasia sukses..
Berjuang & berusaha dengan berbagai cara utk menentukan nasib sendiri..

Tetapi coba lihat pula genggamanmu.
Bukankah masih ada garis yg tidak ikut tergenggam?

Sisa garis itulah yg berada di luar kendalimu.. Karena di sanalah letak kekuatan Sang Maha Pencipta yg kita tidak akan mampu lakukan & itulah bagianNya Tuhan.

Genggam & lakukan bagianmu dengan kerja keras & sungguh, & bawalah kepada Tuhan bagian yg tidak mampu kita lakukan..!

GOD will give the BEST.  
   GOD:)BLESS:)YOU
slowly but sure just enjoy this life ;)
Joker

Offline rokip

  • Hanyalah siswa biasa. Bukan
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 3235
  • Age: 40
  • Location: BLITAR & Tehoru MALUKU TENGAH
  • Date Registered: October 05, 2009, 11:04:56 am
  • Reputasi : 242
  • YD 3 ERZ
  • OS:
  • Java Platform Micro Edition Java Platform Micro Edition
  • Browser:
  • Opera 9.80 (Opera Mini 4.2.14912) Opera 9.80 (Opera Mini 4.2.14912)
Re: Renungan...!!
« Reply #17 on: May 30, 2010, 12:08:16 pm »
CREDIT CARD..... Siapa yang gak kenal kartu sakti ini. Kira2 7 tahun yang lalu saya mulai mengenal yang namanya kartu kredit ini. Karena mudahnya aplikasi, hingga saya punya 6 kartu. Saat itu memang... Saya belum bisa mengatur keuangan, jadi setiap ada keinginan belanja, saya pakai itu kartu. Gesek sana, gesek sini, hingga tiba masanya.... Saat saya pakai kartu itu... Saya lihat di mesin EDC ada tulisan "declient". Semua kartuku over limit. Panik.... Saya terjerat pada pemakaian yang melebihi kemampuanku untuk membayar. Saya dulu berfikir cukup membayar minimal payment, justru ini peluang bank untuk mengeruk uang dari bunga yang mencekik leher... Hutang makin menggunung. Saat itu masalah saya pendam sendiri dengan istri, malu cerita ke ortu / mertua, tapi tagihan bertubi2 masuk ke telp kantor maupun ke hp.... Pontang panting saya menutupi hutang yang makin menggunung, akhirnya, saran bang Safir Senduk saya ikuti, tutup dulu kartu kredit yang bungannya paling tinggi, tutup langsung.Kesalahanku dulu, ada uang, saya bagi rata untuk membayar minimum payment masing2 kartu, ini salah. Pakai uang itu untuk menutup, walaupun cuma 1 kartu. Jadi, minimal bisa stop 1 kartu. Saran dari OPRAH,Keluarga... Adalah harapan terakhir, kumpulkan semua keluarga, utarakan permasalahan kita. Syukur... Mereka semua support. Dengan bantuan mereka saya bisa menutup semua kartu kreditku... Sekarang saya cuma pegang 1 kartu kredit, karena saya tahu, kartu kredit itu perlu juga, tapi pemakaian harus terkontrol, jangan besar pasak daripada tiang. Cepat bayar dengan full payment sebelum jatuh tempo. Jangan pernah bayar cuma minimum payment... Mungkin ini bisa jadi renungan saya untuk berhati2 dalam penggunaan kartu kredit.
« Last Edit: May 30, 2010, 12:15:19 pm by rokip »

ahmad azka muqtafi
fatimah asma'ul 'uliya

Offline pippo_adhif

  • not
  • Up Level
  • Master
  • ********
  • Posts: 4884
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 208
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #18 on: May 30, 2010, 06:30:39 pm »
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat,
"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya ? atau tentang aku ?"

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
"Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."
"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalaukamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
"Kualitas Pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini.
Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini.
Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya" .

"Kualitas Kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek.
Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderita-an dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas Ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek.
Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas Keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil.
Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas Kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan.
Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan.
Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan"
    

Offline joker

  • Masih memohon bimbingan dari para
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2196
  • Age: 39
  • Location: DKI
  • Date Registered: April 07, 2009, 06:01:11 pm
  • Reputasi : 151
  • Carilah ilmu setinggi langit
  • OS:
  • BlackBerry 8520 BlackBerry 8520
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #19 on: June 12, 2010, 09:42:29 pm »
Ada seorg janda yg sdh tua, hidup ber2 dg anak satu2nya.
Anaknya punya tabiat yg sgt buruk : suka mencuri, berjudi, mengadu ayam & banyak lagi.
Ibu itu sering menangis memikirkan anaknya.
Ia sering berdoa mohon kpd Tuhan, spy anaknya mjd baik & bertobat.
Suatu hr ia kembali mencuri & tertangkap.
Dia diadili & dijatuhi hukuman pancung.
Hukuman akan dilakukan esok hr & tepat pd saat lonceng berdentang pd pk 6 pagi.
Si ibu menangis meratapi anak yg dikasihinya & berdoa berlutut kpd Tuhan
"Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yg sdh tua ini yg menanggung dosanya"
Dg ter-tatih2 dia mendatangi raja & mohon spy anaknya dibebaskan, tp keputusan sdh bulat.
Dg hati hancur, ibu kembali ke rmh, tak hentinya dia berdoa spy anaknya diampuni.
Esok hrnya, rakyat berbondong2 menyaksikan hukuman tsb.
Sang algojo sdh siap & anak
sdh pasrah dg nasibnya.
Terbayang di matanya wajah ibunya yg sdh tua & ia mnangis menyesali perbuatannya.
Detik2 yg dinantikan tiba, lonceng blm juga berdentang.
Sdh lewat 5 menit & suasana mulai berisik, akhirnya petugas dtg. Ia heran krn sdh sejak tadi dia menarik tali lonceng tp tdk bunyi.
Saat mrk sdg bingung, tiba2 dr tali lonceng itu mengalir darah.
Bbrp org naik ke atas menyelidiki sumber
darah.
Ternyata di lonceng ditemui tubuh si ibu tua dg kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di lonceng shg lonceng tdk berbunyi & kepalanya yg terbentur di dinding lonceng.
Seluruh org yg menyaksikan kejadian itu tertunduk & meneteskan air mata.
Si anak me-raung2 memeluk tubuh ibunya yg sdh diturunkan
menyesali dirinya yg selalu menyusahkan ibunya.
Ternyata mlm sblmnya si ibu dg susah payah memanjat keatas & mengikat dirinya di lonceng u/ menghindari hukuman pancung anaknya.
Sgt jelas kasih seorg ibu u/ anaknya.
Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh
hidupnya.
Marilah kita mengasihi ortu kita masing2 selagi kita masih mampu krn mrk adl sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini..
slowly but sure just enjoy this life ;)
Joker

komunitas forumsatelit indonesia

Re: Renungan...!!
« Reply #19 on: June 12, 2010, 09:42:29 pm »