Author Topic: Mengenal lebih dalam bagian tubuh Parabola, Fungsi & Cara Pengaturannya..  (Read 76925 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Ki Demang Saba Lintang

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4507
  • Age: 48
  • Location: Tulungagung, 8,0802 LS / 111,926 BT.
  • Date Registered: April 12, 2011, 02:37:19 pm
  • Reputasi : 244
  • OJO KAGETAN, OJO GUMUNAN, OJO DUMEH..
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Chrome 25.0.1364.172 Chrome 25.0.1364.172
Salam FORSAT :

-  Kamar ini akan diisi dengan lebih terperinci mengenai bagian-bagian parabola (dish antenna), sehingga bisa menjadi panduan pada saat melakukan pemasangan maupun tracking.
-  Kamar ini bersifat tutorial, adapun untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi, silahkan didiskusikan pada kamar yang telah tersedia.

Salam,
Ki Demang Saba Lintang
« Last Edit: July 30, 2013, 06:23:22 am by Ki Demang Saba Lintang »


Piye kabare le? ... ojo lali marang dhawuhe Kanjeng Pangeran Samber Nyawa "rumongso handarbeni,.. meluo hangrungkepi,.. mulat sariro hangrasa wani..."

Offline Yasin L

  • Forum Moderator
  • Maestro
  • *****
  • Posts: 8167
  • Age: 50
  • Location: TOLITOLI SULAWESI TENGAH
  • Date Registered: July 29, 2010, 12:14:26 pm
  • Reputasi : 392
  • Toliz Band
  • OS:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Browser:
  • Chrome 26.0.1410.64 Chrome 26.0.1410.64
Salam Balik

Lanjut Ki... segalanya dgn penampilan baru .... smg sy akan lebih mengenal apa yg Ki Demang kenal  ;) (top)

Offline Ki Demang Saba Lintang

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4507
  • Age: 48
  • Location: Tulungagung, 8,0802 LS / 111,926 BT.
  • Date Registered: April 12, 2011, 02:37:19 pm
  • Reputasi : 244
  • OJO KAGETAN, OJO GUMUNAN, OJO DUMEH..
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Chrome 25.0.1364.172 Chrome 25.0.1364.172
TIANG  PENYANGGA  :

Ibarat rumah tiang penyangga adalah pondasi atau landasan pertama, dimana diatasnya akan kita pasang parabola.
Ada banyak model, jenis serta bahan pembuat dari tiang penyangga parabola tersebut.
Antara lain :
- Tiang penyangga tunggal, biasanya terbuat dari pipa besi.
- Tiang penyangga model tower, bisa berkaki 3 ataupun 4, biasanya terbuat dari bahan besi siku atau pipa.
- Tiang penyangga beton dengan ujung dari pipa,
- dll.



Tiang penyangga paling tidak mempunyai 2 fungsi utama :

- Untuk menopang parabola agar dapat berdiri kokoh dan stabil (tidak bergoyang ataupun bergeser)
  >> cukup jelas dan tidak perlu keterangan lebih detail.

- Sebagai AS atau sumbu putar azimuth.
Karena fungsinya sebagai sumbu putar (AS) maka tiang ini harus dipasang dengan benar. Yaitu harus benar-benar tegak lurus terhadap bumi. Hal ini akan sangat membantu pada saat langkah-langkah selanjutnya.
Pentingnya tiang ini berdiri tegak lurus akan semakin terasa pada saat kita menghendaki pemasangan parabola yang berpenggerak.



Gambar diatas, memperlihatkan dimana sebuah mounting polar yang terpasang pada sebuah tiang. dimana mounting tersebut dapat diputar 360o dengan bersumbu pada tiang tersebut.


Salam,
Ki Demang Saba Lintang.
« Last Edit: April 14, 2013, 05:46:10 pm by Ki Demang Saba Lintang »
Piye kabare le? ... ojo lali marang dhawuhe Kanjeng Pangeran Samber Nyawa "rumongso handarbeni,.. meluo hangrungkepi,.. mulat sariro hangrasa wani..."

Offline Ki Demang Saba Lintang

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4507
  • Age: 48
  • Location: Tulungagung, 8,0802 LS / 111,926 BT.
  • Date Registered: April 12, 2011, 02:37:19 pm
  • Reputasi : 244
  • OJO KAGETAN, OJO GUMUNAN, OJO DUMEH..
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Chrome 25.0.1364.172 Chrome 25.0.1364.172
AZIMUTH  :  ( Pengertian  Azimuth  Pada  Pemasangan  Dish  Antenna )

Ada dua istilah dalam AZIMUTH, yaitu :
-  Azimuth True
-  Azimuth Magnetic.

AZIMUTH  TRUE ( azimuth  sebenarnya )
Bumi berputar pada porosnya, dimana ujung poros atas adalah kutub utara bumi, dan ujung poros bawah  adalah kutub selatan bumi. Adapun dalam menghitung sudut Azimuth True, maka kutub Utara bumi ini dianggap sebagai titik Azimuth 0o, sedangkan kutub selatan bumi dianggap sebagai titik azimuth 180o.


Bumi dibagi menjadi 360 garis bujur, yaitu garis yang berawal pada kutub utara bumi  dan berakhir pada kutub selatan bumi. Dengan demikian maka garis bujur ini adalah merupakan garis yang menghubungkan Azimuth true 0o dan Azimuth true 180o.
Dengan demikian dapat dikatakan jika kita membuat garis yang menghubungkan azimuth true 0o dan azimuth tue 180o, maka garis yang kita buat tersebut akan sejajar dengan garis bujur bumi.
Demikian juga jika sekiranya kita tarik garis antara sudut azimuth true 90o dan azimuth true 270o maka otomatis garis tersebut akan sejajar dengan garis katulistiwa atau equator.

(untuk lebih jelasnya bisa lihat gambar dibawah ini  >> AZIMUTH  TRUE)



AZIMUTH  MAGNETIC  ( Azimuth kompas )
Gambar diatas ( sebelah kanan ), mengilustrasikan apa yang di istilahkan dengan Azimuth Magnetic.
Azimuth magnetic adalah arah utara dan selatan magnet bumi. Atau azimuth 0o dan azimuth 180o magnet bumi. Azimuth magnetic adalah arah azimuth yang terbaca pada kompas (compass).
Oleh karena pengaruh medan magnet, bentuk kelengkungan bumi dll, maka terjadi selisih antara 0o pada azimuth true dan 0o pada azimuth magnetic. Selisih dari keduanya itu disebut dengan "deklinasi kompas".
Adapun besarnya deklinasi kompas pada setiap daerah adalah berbeda-beda.

PENGATURAN  AZIMUTH  PADA  DISH  ANTENNA :

Adapun untuk pemasangan parabola, Azimuth yang kita pergunakan adalah azimuth true. Hal ini dikarenakan, satelitte yang kita tuju adalah satelite Geostasioner yang letaknya berjajar rapi di atas garis Equator. Dimana kita ketahui bahwa garis equator adalah sejajar dengan azimuth true 90o dan 270o.
Oleh karenanya jika kita mengarahkan dish dengan bantuan kompas, maka kita perlu mengoreksi sudut azimuthnya, agar azimuth yang terbaca pada kompas (azimuth magnetic) dikoreksi menjadi Azimuth true. Cara mengoreksinya adalah dengan memasukkan besaran sudut "deklinasi kompas" pada daerah tersebut.

Gambar dibawah ini mengambarkan apa yang dimaksud dengan arah azimuth dish.



Salam,
Ki Demang Saba Lintang
Piye kabare le? ... ojo lali marang dhawuhe Kanjeng Pangeran Samber Nyawa "rumongso handarbeni,.. meluo hangrungkepi,.. mulat sariro hangrasa wani..."

Offline Ki Demang Saba Lintang

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4507
  • Age: 48
  • Location: Tulungagung, 8,0802 LS / 111,926 BT.
  • Date Registered: April 12, 2011, 02:37:19 pm
  • Reputasi : 244
  • OJO KAGETAN, OJO GUMUNAN, OJO DUMEH..
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Chrome 26.0.1410.64 Chrome 26.0.1410.64
INKLINASI  :  ( Pengertian  Inklinasi  Pada  Pemasangan  Dish  Antenna )

Apakah  INKLINASI itu ?
Arti dari inklinasi secara bebas (umum) adalah sudut antara bidang yang menjadi acuan dengan bidang yang diukur kemiringannya.
Adapun dalam pemasangan parabola, maka dapat diartikan bahwa inklinasi itu merupakan sudut yang terjadi antara bidang datar air atau waterpass (sebagai acuan) dan bidang datar pada bibir dish.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat gambar ilustrasi dibawah ini :



INKLINASI  PADA  PARABOLA
Pada pemasangan parabola kita juga akan menjumpai yang dinamakan sudut inklinasi.
Sudut inklinasi ini terjadi jika kita melakukan pemasangan parabola didaerah diluar garis katulistiwa.
Pada pemasangan parabola yang tepat berada pada daerah katulistiwa (garis lintang 0o) maka dish tersebut memiliki sudut inklinasi sebesar 0o.
Tetapi jika kita memasang di luar garis katulistiwa maka dish tersebut memiliki sudut inklinasi yang besarnya berbanding lurus dengan garis lintang. Jadi semakin besar garis lintangnya, maka sudut inklinasinya juga semakin besar.

SUDUT INKLINASI  POSITIV  dan  NEGATIV.
Berbicara mengenai sudut inklinasi, maka secara umum dapat dibagi menjadi 2, yaitu sudut inklinasi positif, dan sudut inkilasi negativ.
Pada pengetrapannya saat memasang parabola, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
Jika bibir parabola sebelah Utara lebih tinggi dari garis datar air, maka terjadi apa yang disebut sudut inklinasi positiv, demikian juga sebaliknya, jika bibir dish sebelah selatan lebih tinggi dari bidang datar air, maka disebut dengan sudut inklinasi negativ.
Pada praktek dilapanganpun demikian pula. Jika kita memasang parabola didaerah selatan katulistiwa atau dibelahan bumi sebelah selatan katulistiwa yang biasa ditandai dengan garis lintang negativ maka sudut inklinasi yang terjadi juga disebut dengan sudut inklinasi negativ. Demikian pula jika kita memasang parabola pada daerah di belahan bumi bagian utara katulistiwa, dimana disitu di kenal dengan garis lintang positiv, maka sudut inklinasi yang terjadi juga merupakan sudut inklinasi positiv.

Untuk lebih jelasnya bisa disimak gambar ilustrasi dibawah ini :



Pengaturan sudut inklinasi ini, dapat ditemui pada pemasangan parabola yang menggunakan mounting jenis polar dan mounting horizon to horizon.
Sedangkan untuk mounting fixed semacam groundmount dan wallmount, pengaturan inklinasi tidak ditemui.
Gambar dibawah ini adalah mounting jenis polar yang biasa ditemui di pasaran. Disitu terdapat baut yang berfungsi sebagai poros atau sumbu putar inklinasi dan baut panjang yang berfungsi sebagai pengatur besaran sudut inklinasi.





MENGUKUR  BESAR  SUDUT  INKLINASI.
Untuk mengukur besaran sudut inklinasi secara tepat, maka kita bisa menggunakan alat yang bernama Protactor, Inclinometer, Waterpass digital, dll.
Walaupun sedikit rumit, tetapi mengukur sudut inklinasi melalui bibir dish adalah cara yang paling akurat.
Sebagai gambaran saja, bisa dilihat pada ilustrasi dibawah ini :



BERAPA  DERAJAT  INKLINASI  YANG  DIBUTUHKAN ?
Besarnya sudut inklinasi pada pemasangan parabola tergantung dari lokasi atau daerah pemasangannya.
Dimana besarnya sudut inklinasi ini bisa dikatakan berbanding lurus dengan garis lintang daerah tersebut.
Oleh karenanya, pemasangan dish di daerah dekat katulistiwa atau pada garis lintang kecil, maka sudut inklinasi juga kecil. Tetapi jika pemasangannya jauh dari katulistiwa atau terletak pada garis lintang besar (baik positiv maupun negativ) maka sudut inklinasinya juga besar (baik bersifat positiv maupun negativ)
Agar lebih mempermudah untuk menentukan besarnya sudut inklinasi, maka dibawah ini saya sertakan tabel besaran sudut inklinasi berdasarkan garis lintang.
Jadi tinggal menentukan saja, daerah yang dipasang parabola itu terletak pada garis lintang berapa, maka dengan menarik garis lurus keatas (hingga bertemu garis merah) maka dari titik pertemuan itu ditarik garis kekiri, akan ditemuilah besaran sudut inklinasi yang diperlukan.




Salam,
Ki Demang Saba Lintang.
Piye kabare le? ... ojo lali marang dhawuhe Kanjeng Pangeran Samber Nyawa "rumongso handarbeni,.. meluo hangrungkepi,.. mulat sariro hangrasa wani..."

Offline Ki Demang Saba Lintang

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4507
  • Age: 48
  • Location: Tulungagung, 8,0802 LS / 111,926 BT.
  • Date Registered: April 12, 2011, 02:37:19 pm
  • Reputasi : 244
  • OJO KAGETAN, OJO GUMUNAN, OJO DUMEH..
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Chrome 26.0.1410.64 Chrome 26.0.1410.64
ELEVASI  :   ( Pengertian  Elevasi  Pada  Pemasangan  Dish  Antenna )

Pengertian secara umum ELEVASI adalah : ketinggian atau sudut tinggi suatu benda langit di atas horizon.
Jadi secara mudahnya, jika kita melihat suatu benda diangkasa, maka sudut elevasi yang terbentuk adalah antara garis horisontal >> mata >> dan benda yang sedang diamati.
Silahkan disimak gambar dibawah ini :



Sesuai dengan standar yang ada, maka sudut elevasi itu mempunyai jangkah mulai dari “0” derajat sampai dengan “90” derajat.
Dimana garis datar atau garis Horison disebut dengan elevasi “0” derajat.
Dan sudut elevasi “90” derajat adalah tegak lurus ke atas.

Sudut elevasi tidak terpengaruh oleh arah hadap mata angin atau azimuth. Jadi kemana saja arah azimuthnya, maka sudut elevasi tetap dihitung berdasarkan garis horisontal.
Agar lebih jelas, bisa dilihat gambar dibawah ini :



Demikian pula dalam pemasangan dish antena, maka kita juga akan menjumpai istilah elevasi dish. Disini elevasi dish dapat diartikan sebagai sudut kemiringan dish akibat menghadap kearah satelit (atau benda lain diatas cakrawala) yang dituju. Gambar dibawah ini menunjukkan dish sedang mengarah dengan besar sudut elevasi 50 derajat.



Pada mounting dish yang kita pakai, ada tempat yang dinamakan sebagai AS atau sumbu elevasi. Dimana disitulah titik tempat poros putar dari elevasi tersebut. Biasanya poros putar atau sumbu elevasi ini berupa dua buah baut, Silinder AS atau Bearing.
Gambar yang diberi tanda merah dibawah ini adalah tempat-tempat dimana disebut sebagai poros atau sumbu putar elevasi.



Dibawah ini juga menunjukkan tempat-tempat yang disebut sebagai poros / sumbu putar elevasi pada beberapa model mounting :



ELEVASI DISH  dan  ELEVASI  SINYAL  DATANG  (mungkin bisa disebut Elevasi Satelit).
Seperti yang telah ditulis diatas, bahwa elevasi dish, adalah sudut kemiringan dish akibat menghadap ke arah satelit (atau benda lain) diatas cakrawala, sehingga terjadi sudut dengan  garis horisontal.
Sedangkan sudut  elevasi sinyal datang, adalah sudut yang terjadi antara garis horisontal dan satelit di angkasa (sebagai sumber pancaran sinyal).

Apakah elevasi dish (kemiringan dish) selalu sama dengan elevasi sinyal yang datang dari satelit?
Jawabnya adalah : Bisa saja sama, tetapi bisa juga berbeda.

Elevasi dish dan elevasi sinyal datang akan sama jika kita menggunakan dish jenis “Prime Focus” dan menempatkan posisi LNBF tepat pada “Center Focus”.
Pada kondisi ini dish diistilahkan mempunyai Elevasi True atau elevasi yang nyata / elevasi sebenarnya.
Elevasi  True atau elevasi nyata ini tidak kita dapat jika :
1.   Kita menggunakan dish jenis “Prime Focus” tetapi penempatan LNBF nya tidak tepat pada “Center Focus” atau biasa disebut juga dengan penempatan LNBF “Out Center Focus” (biasa terjadi pada pemasangan multi LNB-F dalam 1 dish)
2.   Kita menggunakan dish jenis Offset (Offset Dish)
Pada kondisi seperti yang telah disebutkan diatas itu, kita akan menemui apa yang dinamakan sudut elevasi semu. Dimana jika kita mengukur sudut elevasi dish secara nyata akan berbeda dengan sudut elevasi dari sinyal yang datang.



Mengukur sudut elevasi pada dish prime fokus.
Pada dish prime focus, pengukuran sudut elevasi dapat dilakukan pada beberapa tempat.
Tempat terbaik adalah melakukan pengukuran melalui bibir dish. Selain itu kita bisa juga melakukan pengukuran ditempat lain, seperti pada mounting atau tempat-tempat lain yang dapat mewakili.



Mengukur sudut elevasi pada dish offset fokus.
Karena dish offset fokus mempunyai elevasi semu, maka sedikit lebih rumit untuk melakukan pengukuran secara nyata. Tetapi untungnya para produsen dish offset sedikit berbaik hati, sehingga memberikan skala elevasi pada mounting dish yang diproduksinya.





Salam,
Ki Demang Saba Lintang.


Piye kabare le? ... ojo lali marang dhawuhe Kanjeng Pangeran Samber Nyawa "rumongso handarbeni,.. meluo hangrungkepi,.. mulat sariro hangrasa wani..."

Offline Ki Demang Saba Lintang

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4507
  • Age: 48
  • Location: Tulungagung, 8,0802 LS / 111,926 BT.
  • Date Registered: April 12, 2011, 02:37:19 pm
  • Reputasi : 244
  • OJO KAGETAN, OJO GUMUNAN, OJO DUMEH..
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Chrome 29.0.1547.76 Chrome 29.0.1547.76
DEKLINASI  :   ( Pengertian  Deklinasi  Pada  Pemasangan  Dish  Antenna )

Pengaturan deklinasi ini diperlukan pada dish yang berpenggerak. Sedangkan untuk dish yang diam (fixed) tidak memerlukan pengaturan deklinasi.
Pengaturan deklinasi disini dimaksudkan untuk memperbaiki penyimpangan kurva yang terjadi akibat posisi satelit dan dish tidak berada pada garis lintang yang sama.
Seperti yang kita ketahui bahwa satelit Geostasioner berada diatas garis lintang 0 derajat. Atau tepat berada diatas garis equator / khatulistiwa.

Disini ada dua kurva lengkung yang bisa disebut sebagai jalur satelit dan kurva pergerakan dish.
Kurva yang terbentuk pada jajaran satelit ini bertitik pusat pada poros bumi.
Sedangkan kurva yang terjadi karena pergerakan dish ini bertitik pusat pada poros elevasi yang terdapat pada mounting dish.

Pada posisi dish berada di garis khatulistiwa atau garis lintang 0 derajat, maka sama sekali tidak diperlukan adanya pengaturan deklinasi. Sebab kedua kurva ini berhimpit sempurna.
Lain halnya kalau posisi dish tidak berada pada garis katulistiwa maka kedua kurva ini tidak lagi berhimpit sempurna. Semakin jauh dari semakin besar pula penyimpangannya. Penyimpangan disini adalah tidak terjadinya titik temu yang tepat antara satelit dengan arah pergerakan parabola.

Silahkan simak gambar dibawah ini :




Pada gambar diatas terdapat garis kuning hijau yang diilustrasikan sebagai jalur arah pergerakan dish, sedangkan garis merah adalah garis dimana jajaran satelit berada.
Pada garis kuning hijau tersebut dapat di umpamakan warna hijau tua adalah posisi yang tepat sehingga dimungkinkan didapat SQ tertinggi, sedangkan garis kuning mengisyaratkan penerimaan tidak sempurna atau SQnya lebih rendah. Sedangkan diluar itu dapat diartikan keluar track atau No Signal.

Disini dapat dilihat, jikalau posisi kita tepat pada garis khatulistiwa maka walaupun kita arahkan dish dengan sudut elevasi kecil pada posisi barat atau timur, maka posisi kurvanya tetap berhimpit sempurna ( garis merah tepat berada di tengah garis hijau tua ).
Lain halnya jika dish pada posisi garis lintang 5 derajat ( baik + ataupun - )
Maka dapat dilihat bahwa pada posisi sudut elevasi 90 derajat, terjadi himpitan sempurna, akan tetapi pada sudut elevasi yang semakin kecil, maka kedua garis kurva itu akan semakin menyimpang, sehingga garis merah berhimpit dengan garis kuning.
Dan kalau dish kita berada pada garis lintang 10 derajat atau bahkan lebih, maka penyimpangan yang terjadi juga semakin besar.

Jadi dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa semakin jauh dish tersebut dari garis katulistiwa atau semakin besar posisi garis lintangnya, maka pengaturan deklinasi semakin diperlukan.

Dimanakah letak pengaturan deklinasi :
Pengaturan dekinasi hanya terdapat pada mounting polar dan mounting H-H. Dimana pada mounting jenis ini memungkinkan dish digerakkan ke arah barat dan timur.
Lain halnya dengan ground mount atau wall mount, disini tidak diperlukan adanya pengaturan deklinasi, karena disini dish dalam keadaan fixed. Disini hanya diperlukan arah azimuth dan elevasi untuk mengarahkan dish dengan tepat.

Pada mounting jenis polar ataupun H-H, terdapat pengaturan Azimuth, Inklinasi, Elevasi (seperti yang sudah diterangkan pada bab sebelum ini) dan juga pengaturan Deklinasi. Disini sering terjadi kerancuan antara istilah inklinasi dan deklinasi.
Pengaturan inklinasi dan deklinasi disini sebenarnya adalah suatu paket yang tidak dapat dipisahkan. Dimana semakin besar sudut inklinasinya, maka semakin besar pula diperlukan pengaturan deklinasinya.
Poros inklinasi arahnya sama ( sejajar ) dengan poros deklinasi.
Yang membedakan adalah, letak keduanya. Jika poros inklinasi letaknya berada dibawah dari poros elevasi, sedangkan poros deklinasi ini letaknya diatas dari poros elevasi.

Untuk jelasnya silahkan disimak gambar dibawah ini :



Dikarenakan fungsi deklinasi adalah untuk mengoreksi penyimpangan, maka untuk pengaturan ini besarannya haruslah tepat. Sebab jika kurang atau terlalu besar, maka hasil yang didapat juga tidak maksimal.
Gambar dibawah, memperlihatkan pengaturan deklinasi yang terlampau besar, sehingga kurva malah keluar menyimpang dari yang seharusnya.



Seperti yang telah saya sampaikan, besaran deklinasi ini sangat tergantung dari lokasi dimana dish tersebut dipasang. Semakin jauh dari garis katulistiwa, maka semakin besar pula sudut deklinasinya.
Untuk mempermudah, di bawah ini saya lampirkan besarnya sudut deklinasi yang diperlukan berdasarkan garis lintang.



Ada beberapa produsen dish antena, menggunakan ganjal sebagai pengatur sudut deklinasinya. Dengan demikian maka tebalnya ganjal akan berbeda-beda di setiap daerahnya, besarnya ganjal juga tergantung dari jarak antara “titik mati” atau bisa juga disebut dengan poros deklinasi, terhadap ganjal tsb.
Silahkan lihat gambar dibawah ini :



Jika mounting dish tersebut menggunakan ganjal sebagai pengatur deklinasinya, maka kita bisa menghitung secara sederhana, berapa tebal ganjal yang diperlukan.
Untuk mengitung tebal ganjal, maka kita harus mengetahui dua faktor yaitu :
1.   Berapa derajat deklinasi yang diperlukan
2.   Berapa jarak antara “titik mati” dengan ganjal.

Cara menghitung tebal ganjal :

Misalkan kita akan memasang dish di kota Kupang – NTT yang terletak pada garis 10o LS. Dengan menggunakan tabel deklinasi diatas maka kita dapat mengetahui bahwa sudut deklinasi yang diperlukan adalah 1.5o.
Jika jarak “titik mati” dan ganjal adalah 50 cm, maka kita dapat menghitungnya demikian

Rumus : Tebal ganjal  =  tan deklinasi  X  jarak titik mati.

Jadi tebal ganjal :  tan 1,5  X  50 =  1.3
Jadi tebal ganjal yang dibutuhkan adalah 1.3cm atau 13mm.



Salam,
Ki Demang Saba Lintang.
Piye kabare le? ... ojo lali marang dhawuhe Kanjeng Pangeran Samber Nyawa "rumongso handarbeni,.. meluo hangrungkepi,.. mulat sariro hangrasa wani..."

Offline Ki Demang Saba Lintang

  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4507
  • Age: 48
  • Location: Tulungagung, 8,0802 LS / 111,926 BT.
  • Date Registered: April 12, 2011, 02:37:19 pm
  • Reputasi : 244
  • OJO KAGETAN, OJO GUMUNAN, OJO DUMEH..
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Chrome 29.0.1547.76 Chrome 29.0.1547.76
DISH  ANTENNA  :   ( Pengertian  Dish antenna atau Piringan Antena Parabola )



Sedang dalam proses ...
Piye kabare le? ... ojo lali marang dhawuhe Kanjeng Pangeran Samber Nyawa "rumongso handarbeni,.. meluo hangrungkepi,.. mulat sariro hangrasa wani..."

komunitas forumsatelit indonesia