Kategori Utama > Bengkel Modifikasi & Kreasi Forsatters

BENGKEL

<< < (2/663) > >>

forsat:

--- Quote from: dieto33 on February 13, 2008, 06:23:35 am ---............................. jd ga' pas diposisinya alias longgar karena tidak pake klaker/bearing katanya. Trus solusi Pak Montir (Spark) gimana ? Thx b4...


--- End quote ---

Dieto33
Kenapa posisi actuator selalu harus di setel ulang ?
Secara logika teknis, itu begini :
Kita  punya peralatan ‘penggerak’ mekanis diatas genteng dan kita gerakkan secara remote dari bawah.
Dibawah kita harus punya peralatan ‘monitor’ untuk mengamati gerak mekanis.

‘monitor’ tersebut untuk bisa mengetahui gerak dan kedudukan ‘penggerak’ tersebut haruslah punya mata-mata atau sensor yang diletakkan pada penggerak ‘mekanik’ tersebut,

Atau penggerak tersebut harus punya sensor untuk melaporkannya kepada ‘monitor’ dibawah.
Jika informasi yang diterima dibawah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya pada penggerak mekanis diatas kita bisa melihat beberapa kemungkinan. :

1 Monitor dibawah aadalah o’on, jadi tidak bisa memahami informasi yang diberikan ‘sensor’
2 Sensor tersebut suka ‘bohong’ atau tidak menerima data yang benar dari Penggerak.
3 Penggerak mekanis suka ‘ngeles’ atau ‘menghindar’ dari pantauan ‘sensor’
4 Dan berbagai kemungkinan lain. Seperti listrik mati dll

Dari kondisi Mas Dietto, bisa dilihat kemungkinannya adalah 2 dan 3 yang berarti tidak ‘sinkron’ nya data tersebut.
Dari dua kemungkinan tersebut kita bisa persempit lagi sbb :
Sepintar apapun sang penggerak ‘ngeles’ atau menghindar dikarenakan as nya longgar dan tidak memakai bearing, jika sensor itu cerdas dan nempel terus, maka sang penggerak tidak akan pernah bisa ‘ngeles’lagi

Jadi kemungkinannya yang paling besar adalah sensor tersebut adalah malas dan tidak menempel dengan benar pada objek yang di amatinya.

Untuk itu, hal yang pertama harus diperiksa bukanlah bearing pada parabola untuk kiri-kanan, tapi adalah apakah sensornya tidak longgar, atau jika sensor ini menggunakan Variable Resistor-VR (sering disebut potensio meter) di atas sana. Cobalah cek pergerakan sumbunya tidak longgar, tetapi jika ini tidak longgar, cobalah menggantinya VR tersebut dengan yang baru karena VR paling gampang aus dan rusak, dan punya ‘lifetime’.

Ini jika motor diatas memakai motor DC, tapi jika memakai motor stepper, itu perkara lain lagi.

Karena motor stepper tidak perlu sensor tapi cukup memberikan ‘denyut’ yang bisa memberikan perintah untuk bergerak di posisi tertentu.


Salam


forsat:

--- Quote from: angga039 on February 13, 2008, 08:13:23 am ---Bung spark aku boleh ngerepotin bentar bung.....gimana ya cara nya supaya piring tahan angin, biar ndak goyang berlebihan klo sedang angin kenceng ? aku tunggu di pinggir bengkel bung...hehehe

PS:Mau beli gula dulu buat kopi bung spark.... :D

Thanks B4-Angga :)

--- End quote ---

Dear Angga039.

Mengenai bagaimana supaya tahan angin, cara paling sederhana adalah memberinya jamu’tolak angin’

Angin di darat lebih mudah di eliminir ketimbang di laut atau kapal.
Posisi di darat adalah fix, dan tetap terhadap posisi sattelit. Jadi Penyetelan Azimuth serta elevasi adalah tetap.
Jika penyetelan Azimuth dan elevasi sudah benar, cara paling masuk akal adalah dengan di weld atau las. Jika hanya mengandalkan baut yang  dipasang dengan model seperti itu ya itu berarti bahwa pemasangan Antenna Parabola itu belum selesai.
Karena tanpa di las, hal itu sulit dilakukan. Terlebih lagi dengan cara di las lebih mudah melihat apakah Azimut atau elevasi berubah. Cukup dengan melihat apakah las-lasan tersebut retak, Karena pergeseran sedikit saja akan membuat las-lasan tersebut retak
Piringan boleh bergetar, tapi tidak boleh berubah arah.

Dan jangan lupa, Mast atau tiang haruslah kokoh dan fix, Jangan cuma di klem, tapi berilah jangkar dan di cor.
Penyakit orang Indonesia adalah satu, biasanya selalu dibilang ‘sementara’ padahal yang di maksud adalah ‘sementahun’.

Jika diatas kapal masalah angin adalah masalah yang sangat utama dalam membuat konstruksi, terlebih lagi di kapal parabolanya selelu ‘solid’ , tapi apakah mas Angga pernah melihat parabola di atas kapal ? Tentu tidak, karena kubah putih diatas kapal sebetulnya hanyalah kerudung untuk parabola didalamnya. Jika tidak, parabola itu pasti akan  jika berada di tengah laut.

Mas Angga pilih yang mana  ?,
kayaknya kalau mau bikin kubah untuk parabolanya, nanti rumahnya dikira masjid.......!


Salam

Putra:
Sedikit menambahkan untuk Bung Angga sebaiknya pipa tiang parabolanya diganti yang tebal dan jangan terlalu tinggi asal dish tidak menyentuh genteng saja, sebab kalau beli paketan parabola sekarang pipanya tipis jadi walaupun dilaspun posisi parabola bisa berubah karena bengkoknya pipa akibat angin kencang.

forsat:

--- Quote from: Putra on February 13, 2008, 01:57:24 pm ---Sedikit menambahkan untuk Bung Angga sebaiknya pipa tiang parabolanya diganti yang tebal dan jangan terlalu tinggi asal dish tidak menyentuh genteng saja, sebab kalau beli paketan parabola sekarang pipanya tipis jadi walaupun dilaspun posisi parabola bisa berubah karena bengkoknya pipa akibat angin kencang.

--- End quote ---

Terima kasih Putra,....

Ide lain untuk mensiasati untuk membuat mast (tiang) yang kokoh :

Pipa yang tebal adalah mahal, serta untuk memasang pipa baru perlu tukang,
cara lain mensiasatinya adalah, jika tiang itu berada di tanah atau pada dudukan beton.tembok diatap rumah, akan lebih sederhana jika Bung Angga menuangkan semen, beton kedalam pipa itu sehingga penuh, jika ini tidak terlalu panjang, bisa hanya sepotong pipa PVC 4" yang di isi semen.

Bung Angga pernah liang tiang listrik dari semen ?
Inilah yang saya sebut sebutir batu itu bung Angga,
Parabola tidak harus dari Aluminium  atau metal baja, dari resin dan fiberglass  dan bahkan semen juga bisa,
Apalagi cuma sekedar tiang.
Jika 'seandainya' memakai tiang semen yang di cor dengan menggunakan pipa PVC dll, Mungkin Bung angga tidak perlu beli pipa, cukup 'pinjam saja, sesudah itu pipanya dikembalikan lagi ke yang punya.....!

Salam,


SPARK

arie:
weiss..mantaff pak spark..! tapi saya ada satu pertanyaan! bagaimana kalau tidak di las,tapi kita berikan baut panjang yang dihubungkan ke tiang? maksud saya,kita buatkan baut panjang kira2 50cm di empat penjuru! di tiang kita buatkan semacam cincin terus diberi penahan supaya cincin pada tiang bisa muter2,terus pada cincin kita buatkan dudukan untuk penghubung ke baut panjang tersebut!Ujung baut panjang lainnya kita sambungkan ke pipa mounting,di pipa mounting kita buatkan dudukan yang seperti cincin juga,jadi dengan mengencangkan 4 baut panjang,seolah2 menarik tiang ke arah mounting..! bagaimana pak?

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

[*] Previous page

Go to full version