Serba Serbi > Lain-Lain

Renungan - Cerita Motivasi dan Inspiratif...!!

(1/80) > >>

pippo_adhif:
Share buat sebuah renungan yang bisa membuat kita semakin memotivasi, mengenali jati diri dan pengenalan serta arti hidup yang hakiki sehingga menghindarkan diri kita dari sifat iri, dengki, sombong dan lainnya.  :D :D

pippo_adhif:
Satu jam saja..!!!

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya,"Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita ?".
Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, "Tidak, nak".

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,"Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun ?"
Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.

"Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukankesalahan ?"
Ayahnya tertawa, "Mungkin tidak bisa juga, nak".

"OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosadalam 1 jam saja?".
Akhirnya ayahnya mengangguk,"Kemungkinan besar, bisa nak dan kasih Tuhan lah yang akan memampukan kita untuk hidup benar".

Anak ini tersenyum lega.

"Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah.
Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar......"

Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati.
Marilah kita hidup dari waktu ke waktu,dengan memperhati kan cara kita menjalani hidup ini.

Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikankita terbiasa,dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat,dan sifat akan berubah jadi karakter,dan karakter akan menjadi destiny.............

Hiduplah 1 jam...... ....tanpa kemarahan, tanpa hati yang jahat, tanpa pikiran negatif, tanpa menjelekkan orang, tanpa keserakahan, tanpa pemborosan, tanpa kesombong an, tanpa kebohongan, tanpa kepalsuan... .

Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.........
Hiduplah 1 jam..........dengan kasih, dengan suka cita, dengan damai sejahtera, dengan kesabaran, dengan ke lemah lembutan, dengan kemurahan hati, dengan kerendah an hati, dengan penguasaan diri...........

Dan ulangilah untuk 1 jam berikutnya............
Jalanilah kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, dengan menjalaninya dari waktu ke waktu, dari 1 jam ke jam berikut nya .................

joker:
Mantap bro >>/ (y) ';/

pippo_adhif:
NIKMATI KOPINYA, BUKAN CANGKIRNYA

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.
Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stres di pekerjaan dan kehidupan mereka..

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya…

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan :
"Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum.
Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.

Sekarang perhatikan hal ini : hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya.
Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.


R e n u n g a n :

.... Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati kita..

.... Apakah kita sudah merasa bahagia dan damai ?

.... Apakah kita mencintai dan dicintai oleh keluarga, saudara dan teman-teman kita ?

.... Apakah kita tidak berpikir buruk tentang orang lain dan tidak gampang marah ?

.... Apakah kita sudah sabar, murah hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois ?


Hanya hati kita dan Tuhan yang tahu........
Namun bila kita ingin menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan kita ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi kita.

Salam

moch.michbak:

--- Quote from: pippo_adhif on May 10, 2010, 10:49:25 am ---NIKMATI KOPINYA, BUKAN CANGKIRNYA

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.
Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stres di pekerjaan dan kehidupan mereka..

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya…

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan :
"Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum.
Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.

Sekarang perhatikan hal ini : hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya.
Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.


R e n u n g a n :

.... Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati kita..

.... Apakah kita sudah merasa bahagia dan damai ?

.... Apakah kita mencintai dan dicintai oleh keluarga, saudara dan teman-teman kita ?

.... Apakah kita tidak berpikir buruk tentang orang lain dan tidak gampang marah ?

.... Apakah kita sudah sabar, murah hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois ?


Hanya hati kita dan Tuhan yang tahu........
Namun bila kita ingin menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan kita ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi kita.

Salam

--- End quote ---
mantap broo... pencerahan yang mencerahkan..
suwun,
michbak

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

Go to full version