Author Topic: Renungan - Cerita Motivasi dan Inspiratif...!!  (Read 151054 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline joker

  • Masih memohon bimbingan dari para
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2205
  • Age: 43
  • Location: DKI
  • Date Registered: April 07, 2009, 06:01:11 pm
  • Reputasi : 151
  • Carilah ilmu setinggi langit
  • OS:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Browser:
  • Opera 9.80 Opera 9.80
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #100 on: November 13, 2010, 04:34:01 pm »
UNCONDITIONAL LOVE
?

Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat.

Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun.
“Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun.”

Kirimkan cerita ini :
*. kepada mereka yang berarti bagimu (aku baru saja melakukannya)…
*. kepada mereka yang menyentuh hidupmu dengan suatu atau lain cara…
*. kepada mereka yang membuatmu tersenyum ketika engkau sungguh membutuhkannya…
*. kepada mereka yang membuatmu melihat sisi baik dari segala hal ketika engkau jatuh…
*. kepada mereka yang persahabatannya engkau hargai…
*. kepada mereka yang begitu berarti dalam hidupmu.

cerita ini membuatku terharu,,,izin share ke orang2 yg berarti dihidupku broo joker (y)
Silahkan bro Ungke Frans, smg lebih bermanfaat bagi bro dan orang lain :D
slowly but sure just enjoy this life ;)
Joker

Offline joker

  • Masih memohon bimbingan dari para
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2205
  • Age: 43
  • Location: DKI
  • Date Registered: April 07, 2009, 06:01:11 pm
  • Reputasi : 151
  • Carilah ilmu setinggi langit
  • OS:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Browser:
  • Opera 9.80 Opera 9.80
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #101 on: November 13, 2010, 04:37:37 pm »
"Negative Thinking..."

 Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih dan menyesal, “akulah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri/subjektif serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal…..?! kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu malu. Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

Renungkanlah...
nice story bro >>/ >>/ >>/
memang benar bro, kadang sering secara tak sadar kita menganggap bahwa kitalah yg terhebat, kitalah yg paling benar tanpa sempat berpikir bahwa setiap manusia tak luput dari kesalahan.. dan saat kesalahan tersebut menghampiri kita, itulah saat yg tepat untuk belajar 'positive thinking'
dan biasanya, dari setiap kejadian situasi dan kondisi mental kita sangat besar sekali pengaruhnya dalam memberikan reaksi dari kejadian tersebut (contohnya sinyonya yg lagi bete nungguin pesawat), dan intinya disini adalah 'pengendalian diri'...... (top) (top) (top)
@bro Pino Maldini dan @bro yousouf Rianto

Renungan yg menarik dan patut direnungkan oleh kita manusia yg egois dan jg selalu menganggap diri selalu benar.
« Last Edit: November 13, 2010, 04:42:43 pm by joker »
slowly but sure just enjoy this life ;)
Joker

Offline joker

  • Masih memohon bimbingan dari para
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2205
  • Age: 43
  • Location: DKI
  • Date Registered: April 07, 2009, 06:01:11 pm
  • Reputasi : 151
  • Carilah ilmu setinggi langit
  • OS:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Browser:
  • Opera 9.80 Opera 9.80
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #102 on: November 13, 2010, 05:04:09 pm »
Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka
memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan
sendiri,sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia
termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya,
mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan.
Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil
mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil,
dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka.
Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah
terlambai. Dan... Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya, "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?"

Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan
untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."

Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat,
terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.

Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat
menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau
menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.

Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-
Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat.

Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian.
Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi
ujian tersebut.

******************************************************
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
slowly but sure just enjoy this life ;)
Joker

Offline ungke frans

  • Warga Baru
  • *
  • Posts: 51
  • Location: balikpapan
  • Date Registered: August 05, 2010, 09:53:08 am
  • Reputasi : 2
  • OS:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Browser:
  • Firefox 3.6 Firefox 3.6
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #103 on: November 13, 2010, 06:39:08 pm »
Quote
Silahkan bro Ungke Frans, smg lebih bermanfaat bagi bro dan orang lain :D

terimakasih bro joker.... segelas wedang jahe hangat meluncur ketempat anda ::Beer::
« Last Edit: November 15, 2010, 01:52:28 pm by adef, Reason: edit quote »

Offline Pino Maldini

  • ingin Belajar di Taman
  • Siswa
  • ***
  • Posts: 382
  • Location: Sintang, Kalbar
  • Date Registered: June 14, 2010, 11:23:34 am
  • Reputasi : 12
  • Ultras Milano
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.6.12 Firefox 3.6.12
Re: Renungan...!!
« Reply #104 on: November 14, 2010, 03:53:11 am »
@ Bro yousouf rianto & Bro Joker :  (top) (top)

Offline joker

  • Masih memohon bimbingan dari para
  • Up Level
  • Guru
  • ********
  • Posts: 2205
  • Age: 43
  • Location: DKI
  • Date Registered: April 07, 2009, 06:01:11 pm
  • Reputasi : 151
  • Carilah ilmu setinggi langit
  • OS:
  • BlackBerry 8520 BlackBerry 8520
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #105 on: November 15, 2010, 09:07:17 am »
Seorang anak lelaki kecil bertanya pada ibunya"Mengapa engkau menangis mama?"   "Karena aku seorang wanita",kata sang ibu kepada anaknya.    "Aku tidak mengerti",kata anak itu, Ibunya hanya memeluknya dan berkata,   "Dan kau tak akan pernah mengerti"  Kemudian anak laki laki itu bertanya kepada ayahnya,    "Mengapa mama suka menangis tanpa alasan?""    Semua wanita menangis tanpa alasan" hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.  Anak lelaki kecil itupun lalu tumbuh menjadi seorang lelaki dewasa,tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.  Akhirnya ia bertanya kepada Tuhan :   "Tuhan,mengapa wanita begitu mudah menangis?"   Tuhan berkata :" Ketika aku menciptakan seorang wanita,ia diharuskan menjadi seorang yang istimewa....Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan...Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak - anaknya...Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya...Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya....Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti istrinya,tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.....Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapanpun ia butuhkan".
slowly but sure just enjoy this life ;)
Joker

Offline urattidur

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 553
  • Date Registered: July 12, 2010, 12:57:14 am
  • Reputasi : 13
  • OS:
  • BlackBerry 9000 BlackBerry 9000
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #106 on: November 15, 2010, 12:21:45 pm »
Kemajuan suatu kaum sangat ditentukan oleh perempuan2-nya :) saluttt bro joker

Offline marwan

  • Murid
  • **
  • Posts: 227
  • Age: 36
  • Location: Gorontalo Id
  • Date Registered: February 05, 2008, 02:53:32 pm
  • Reputasi : 1
  • Jangan Takut berbuat baik,.
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.6.10 Firefox 3.6.10
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #107 on: November 15, 2010, 03:22:38 pm »
“Barangsiapa menanam kebaikan maka ia akan mendapatkan kebaikan”

Itu sudah menjadi aturan main. Saya, yang sebenarnya sering kelabakan untuk berbuat baik tampaknya tak mau kalah untuk sepihak bersama putaran bumi. Bersama roda dan hukum alam, dimana dirinya tidak berpihak kemana pun sesuai putusanNYA. Sekali lagi – bagi saya- berbuat baik bukanlah perkara gampang. Memang mudah, tapi tak selalu tepat sasaran. Niat baik saja tidak cukup, bukan ?? Niat itu masih pangkal dan hasil final yang dihisap. Suatu hari, dengan merasa gagah, saya mampir pada kehidupan seseorang. Saya baru tau, ternyata untuk urusan hati, mampir bukanlah pilihan yang terbaik. Dalam perkara ini, saya tidak harus melesat dan berlari ( sebagaimana SKSL five minutes ) yang semakin dikejar, semakin berlari. Saya harus mencontek kura-kura dalam berikhtiar. Lambat dan selamat. Pelan namun berarti. Atau tungau masuk ke telinga, diam-diam merambat. Saya pun baru tau, untuk sebuah kenyamanan berkomunikasi, dia butuh jarak untuk tidak semakin menyakitkan. Benarlah pula, bertepuk sendiri tak kan berbunyi. Hati kawanmu, adalah ruang rahasia yang sebenarnya takkan habis untuk dikaji.

……………………..

…………………….

Suatu hari, saya dikirimin SMS oleh seorang teman

” Saya rindu kamu, ”

Oh.. Kaget bukan main ! Saya ini siapa ? apa saya pantas untuk dirindukan ? Berbenah diri memang sangat menyibukkan logika saya. Saking Josss-nya, bahkan kadang-kadang membuat kepekaan saya tumpul. Saya hanya memeluk keyakinan, saya bisa! Tapi apakah kali ini saya mampu untuk menganalisis kenapa teman saya itu rindu ?

” Hidup memang Luar Biasa, ” Katanya

” Allah Maha Hebat ” masih isi SMS dari orang yang sama.

 

Dia akhirnya bercerita, bahwa di tempat study-nya yang baru, dia menemukan bahagia. Di dunia dakwah yang sekarang, memang jauh dari kesempurnaan. Tapi paling tidak, dia bisa memaknai sebuah kesabaran. Bukan keistiqomahan yang imitasi apalagi sebatas koar-koar.

Lalu saya tanya, kenapa dia rindu sama saya ?

 

Dengan sedikit agak menunggu, dia pun membuat pengakuan bahwa dia sangat senang (akhirnya rindu) karena pernah jalan-jalan sore dengan saya dan kami ngobrol berdua, dan berinspirasi mulai dari urusan dapur sampai mengakhiri masa lajang. Saya tak menyangka, ”sore hari” adalah bagian yang masih dia ingat sebagai butir kebaikan yang (awalnya) saya pikir melow saja.

Huff, Saya sering bermuram durja dengan alasan dimana selama ini daftar riwayat kejahatan saya semakin panjang. Dengan pengakuan tersebut, timbul suatu rasa bening di hati atau lebih tepatnya ”ber-Eureka!” bahwa saya masih diizinkan oleh Allah SWT untuk mengecap fenomena ini.

 

”Jangan takut berbuat baik, Karena ia akan kembali ke pangkuanmu sebagai kebaikan.”

Ini bukan Lagu lama, dan saya harus berani untuk berbuat sesuatu kebajikan ditengah ragu dan gagu tentang apakah saya benar-benar bisa menjalankan misi menjadi seorang baik dan sholehah ?

Saya harus.

 

Kamu ?

Offline marwan

  • Murid
  • **
  • Posts: 227
  • Age: 36
  • Location: Gorontalo Id
  • Date Registered: February 05, 2008, 02:53:32 pm
  • Reputasi : 1
  • Jangan Takut berbuat baik,.
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.6.10 Firefox 3.6.10
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #108 on: November 15, 2010, 03:45:12 pm »
"Negative Thinking..."

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk.

Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.

Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu.

Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir ‘Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih’.

Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih!”.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati, Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih dan menyesal, “akulah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri/subjektif serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal…..?! kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu malu. Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

Renungkanlah...

Cerita yg mengarukan broo/... (top) (top) (top)

Offline urattidur

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 553
  • Date Registered: July 12, 2010, 12:57:14 am
  • Reputasi : 13
  • OS:
  • BlackBerry 9000 BlackBerry 9000
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #109 on: November 15, 2010, 04:37:08 pm »
Bro Marwan, indah banget bro :) 10 jari bertangkup ditambah batok kepala, menunduk saluuutttt :D good job bro!!!

Offline mbah semar

  • 081995552104 085664773697
  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 934
  • Age: 41
  • Location: Bangka Belitung
  • Date Registered: December 08, 2009, 10:30:28 am
  • Reputasi : 24
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.6.12 Firefox 3.6.12
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #110 on: November 18, 2010, 09:40:49 am »
Seorang anak lelaki kecil bertanya pada ibunya"Mengapa engkau menangis mama?"   "Karena aku seorang wanita",kata sang ibu kepada anaknya.    "Aku tidak mengerti",kata anak itu, Ibunya hanya memeluknya dan berkata,   "Dan kau tak akan pernah mengerti"  Kemudian anak laki laki itu bertanya kepada ayahnya,    "Mengapa mama suka menangis tanpa alasan?""    Semua wanita menangis tanpa alasan" hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.  Anak lelaki kecil itupun lalu tumbuh menjadi seorang lelaki dewasa,tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.  Akhirnya ia bertanya kepada Tuhan :   "Tuhan,mengapa wanita begitu mudah menangis?"   Tuhan berkata :" Ketika aku menciptakan seorang wanita,ia diharuskan menjadi seorang yang istimewa....Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan...Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak - anaknya...Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya...Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya....Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti istrinya,tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.....Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapanpun ia butuhkan".
:( :( jadi terharu..

Jangan pernah biarkan pendapat seseorang mengubah dirimu menjadi orang lain

Offline urattidur

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 553
  • Date Registered: July 12, 2010, 12:57:14 am
  • Reputasi : 13
  • OS:
  • BlackBerry 9000 BlackBerry 9000
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #111 on: November 18, 2010, 11:25:46 am »
Seorang bijak bercerita tentang filosofi pohon ....Ada 3 hal yang kita bisa belajar tentang pohon kata dia :

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri

Buah adalah hasil dari pohon...dari mana pohon memperoleh makan ? Pohon memperoleh makan dari tanah...semakin akarnya dalam semakin dia bisa menyerap nutrisi lebih banyak...ini berbicara tentang
kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai Sumber Kehidupan kita...

Ada cerita menarik...katanya buah kurma itu manis sekali...Kenapa bisa begitu ?

Menurut ceritanya pohon kurma itu ditanam di padang pasir...Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter kemudian ditutup dengan 4 lapisan...Sebelum pohon kurma itu tumbuh maka dia berakar begitu dalam sampai kemudian menembus 4 lapisan tsb dan menghasilkan buah yang manis di tengah padang pasir...

Ada proses tekanan begitu hebat ketika kita menginginkan hasil yang luar biasa...Seperti perumpamaan pegas yang memiliki daya dorong kuat ketika ditekan...

 2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang

Kadang kita protes kenapa kerja keras kita yang menikmati justru orang lain...Ini bicara tentang prinsip
memberi...dimana kita ini
bukan bekerja untuk hidup, tetapi bekerja untuk memberi buah...artinya apa ? kita bekerja keras supaya
kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yang membutuhkan...jadi bukan untuk kenikmatan sendiri...
cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu....tapi
tidak pernah ada kata cukup untuk memberkati orang lain dengan pemberian kita....

3. Buah yang dihasilkan pohon itu menghasilkan biji dan biji itu menghasilkan multiplikasi.

Ini bicara tentang bagaimana hidup kita memberi 
impact terhadap orang lain...Katanya pemimpin itu bukan masalah posisi atau jabatan...tapi masalah
pengaruh dan inspirasi yang diberikan kepada orang lain...

Demikianlah yang diceritakan orang bijak itu tentang  filosofi pohon...

Offline Pino Maldini

  • ingin Belajar di Taman
  • Siswa
  • ***
  • Posts: 382
  • Location: Sintang, Kalbar
  • Date Registered: June 14, 2010, 11:23:34 am
  • Reputasi : 12
  • Ultras Milano
  • OS:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Browser:
  • Firefox 3.6.12 Firefox 3.6.12
Re: Renungan...!!
« Reply #112 on: November 20, 2010, 01:56:04 pm »
"Filosofi Perangkap Tikus..."

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak "Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus.... "Ia mendatangi ayam dan berteriak "ada perangkat tikus" Sang Ayam berkata "Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku" Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata "Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan" Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali" Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata " Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku". Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.

Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.
Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya (kita semua tahu, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Dari filosofi ini kita belajar untuk bersikap berempati terhadap sekitar kita, sikap empati adalah sikap dimana kita ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Seolah-olah kita sendiri yang merasakan penderitaan itu. Bila kita tidak bisa membantu dengan uang, bisa dengan tenaga, ataupun pemikiran, bahkan dengan kita memberinya semangat akan membuat orang lain merasa termotivasi untuk bisa keluar dari masalahnya. Dan ternyata apabila kita bersikap seperti teman-teman sang tikus, semua terkena imbasnya akibat tidak berempati dengan kesulitan yang dihadapi oleh sang tikus.

Nb :
Maka...kalau suatu hari...ketika Anda mendengar seseorang dalam kesulitan dan mengira itu bukan urusan Anda...Pikirkanlah itu sekali lagi dan biarkan alam bawah sadar Anda yang menjawab....

Online pippo_adhif

  • not
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4941
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 211
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.6.6 Firefox 3.6.6
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #113 on: November 21, 2010, 04:57:55 am »
"Filosofi Perangkap Tikus..."

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

........................................

Nb :
Maka...kalau suatu hari...ketika Anda mendengar seseorang dalam kesulitan dan mengira itu bukan urusan Anda...Pikirkanlah itu sekali lagi dan biarkan alam bawah sadar Anda yang menjawab....

sebuah pelajaran bagi kita semua untuk saling tolong menolong dalam kehiduoan ini...
nice post bro...  :D :D

Online pippo_adhif

  • not
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4941
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 211
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.6.6 Firefox 3.6.6
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #114 on: November 21, 2010, 05:02:18 am »
Berapa harga dunia anda...??


Ibnu Sammak seorang yang jago memberi nasehat menemui Harun Ar Rasyid. Saat itu Harun merasa haus dan meminta segelas air. Maka, Ibnu Sammak bertanya, “Seandainya anda dicegah untuk meminum air itu, apakah anda akan menebus dengan separuh kerajaanmu?”
Harun al Rasyid menjawab, “Ya.”

Setelah selesai minum, Ibnu Sammak bertanya lagi,

“Jika anda dicegah untuk mengeluarkan air yang telah anda minum dari perutmu, apakah anda rela membayar dengan separuh kerajanmu yang lain?”

Harun menjawab ‘ “Ya”
Ibnu Sammak pun berkata, “Tidak ada artinya sebuah kerajaan yang nilainya tidak lebih berharga dari segelas air.”


Bagaimana dengan kita, seberapa harga dunia bagi kita?? Kaya miskin sama saja. Yang membedakan adalah kualitas keimanan kita.

Tapi ingat kekayaan atau dunia juga harus dicari. Karena dengannya banyak kebaikan aygn lain dapat kita kerjakan.

Intinya jangan pernah menganggap dunia sebagai segalanya. Tapi kita tetap harus mencarinya.

« Last Edit: November 21, 2010, 05:07:50 am by pippo_adhif »

Online pippo_adhif

  • not
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4941
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 211
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.6.6 Firefox 3.6.6
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #115 on: November 21, 2010, 05:10:48 am »
Risalah Tentang Persahabatan Sejati

Seorang bijak berkata: “Jika kawanmu sanggup menyebut keburukan seseorang di hadapanmu, maka ketahuilah bahwa engkau adalah giliran berikutnya yang menjadi korban.”

“Sesungguhnya lubang jarum tidak terlalu sempit bagi dua orang sahabat yang saling mencintai. Sebalikya, dunia ini tidak cukup luas bagi dua orang yang bermusuhan.”

Benar apa yang dikatakan oleh Umar bin Khaththab: “Pertemuan dengan sahabat dapat menghilangkan duka.”

Sufyan pernah ditanya: “Apakah kebahagiaan hidup itu?”
Ia menjawab:“Berjumpa dengan sahabat.”
Yang dinyatakan oleh Sufyan adalah benar, karena menurut pepatah: “Sahabat yang tulus ibarat perhiasan di kala senang, benteng kukuh di kala susah. Jika melihatnya, hati merasa senang, jiwa menjadi tenang, dan duka pun sirna.”

Berkata Khalid bin Shafwan: “Manusia yang paling lemah adalah yang enggan bersahabat, dan lebih lemah lagi, orang yang memutuskan tali persahabatan yang pernah terjalin.”

Seorang bijak mengatakan: “Harta karun yang paling berharga adalah sahabat sejati.”

Yang lain berkata: “Sahabat yang suka membantu adalah ibarat lengan dan siku.”

Menurut al-Kindi: “Sahabat adalah seorang manusia, dia ini kamu, hanya saja dia adalah orang lain.”

Orang bijak mengatakan: “Barangsiapa enggan menjalin persahabatan, niscaya hidupnya dipenuhi permusuhan dan kehinaan. Aku bersaksi bahwa sahabat sejati adalah kekayaan yang paling berharga dan bekal yang paling istimewa, karena ia adalah sebagian dari jiwa dan penghapus duka.”

Sementara pepatah bijak lainnya menyatakan: “Seringkali seorang sahabat lebih dicintai daripada saudara kandung sendiri.”

Mu’awiyah pernah ditanya: “Apa yang paling engkau sukai?” Ia menjawab: “Seorang sahabat yang mendorongku agar mencintai rakyat.”

Ibnul-Mu’taz berkata: “Orang yang dekat terasa jauh karena permusuhan, sementara orang yang jauh terasa dekat karena cinta dan kasih sayang.”

Malik bin Dinar berkata: “Dua insan tidak akan terikat dalam jalinan ukhuwah, kecuali jika masing-masing memiliki sifat yang sama dengan sahabatnya.”

karena itu, betapa banyak orang yang berjumpa sekilas dalam perjalanan, kemudian berubah menjadi teman yang sangat dekat. Ada juga orang yang anda kenal melalui sahabat lama, kemudian ia menjadi sahabat yang lebih dekat ketimbang sahabat lama itu sendiri. Hal tersebut biasa terjadi, karena anda menemukan beberapa kesamaan perasaan, kesenangan, pemahaman, dan idea.

Kita terkadang tidak suka melihat perangai seseorang. Tetapi ketika ia pergi, dan kita telah bergaul dengan orang lain, ternyata orang itu lebih buruk perangainya. Maka saat itulah mata kita baru terbuka, dan melihat sisi-sisi baik sahabat pertama yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya.

Orang bijak mengatakan: “Adakah orang alim yang tak pernah salah, adakah pedang yang tak tumpul, adakah orang baik yang tak pernah berubah.”

Sebuah pepatah mengatakan: “Orang yang mencari sahabat dengan syarat tidak melihat kesalahannya dan tetap mencintainya, ibarat seorang musafir yang sesat; semakin jauh melangkah, semakin jauh pula dari negeri tujuan.”

Sa’id bin al-Musayyab berkata: “Tiada orang yang mulia, alim, atau hebat yang terbebas dari kekurangan. Namun yang penting adalah, sebagian kalangan manusia tidak baik jika dibeberkan kekurangannya.”

Jika seseorang mampu mengendalikan emosi dan berusaha keras agar tetap terfokus dengan sisi-sisi positif pada diri sahabatnya, selalu yakin bahwa kebaikannya jauh lebih banyak dari kekurangannya, niscaya tidak akan menzhalimi sahabat atau membuatnya marah. Jika suatu waktu ia dibayangi oleh kesan negatif karena kesalahan yang pernah dilakukan olehnya, maka ia mencoba merenungkan emosinya dan mengatakan pada dirinya:

jika ia pernah menyakitiku
dengan perlakuan buruk satu kali
maka ia pernah berbuat baik kepadaku berkali-kali
jika sang kekasih melakukan satu kesalahan
segala kebaikannya membuka lebar pintu maaf


Jangan menyakiti hati sahabat yang datang untuk minta maaf dengan penuh penyesalan atas kesalahan yang pernah ia buat. Perlakukanlah sahabatmu sebagaimana kamu suka diperlakukan jika berada dalam posisinya.

Yunus an-Nahwi berkata: “Jangan musuhi seseorang, jika kamu mengira ia tidak akan memusuhimu. Jangan ragu untuk bersahabat dengan siapa saja, sekalipun kamu kira ia tidak akan menguntungkanmu. Sesungguhnya kamu tidak pernah tahu, kapan harus waspada terhadap musuh dan kapan perlu bantuan seorang sahabat. Jika ada yang meminta maaf darimu, maka maafkanlah, sekalipun kamu mengetahuinya hanya berpura-pura, agar kamu tidak banyak menyalahkan manusia.”

Betapa indah pepatah seorang Arab Badwi yang mengatakan: “Orang yang penuh kasih sayangadalah yang mau memaafkan dan mendahulukan kepentingan saudaranya.”

Dalam keadaan inilah, Abu Darda’ menyatakan: “Menegur seorang saudara adalah lebih baik daripada harus berpisah dengannya.”

Demikian pula dengan pepatah yang mengatakan: “Teguran dapat menjaga kelangsungan hubungan baik antara sesama manusia.”

Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa pada suatu saat Abu ‘Ubaid bin Salam datang berkunjung kepada Imam Ahmad bin Hanbal, ia berkata: “Wahai Abu Abdillah (panggilan Imam Ahmad), melihat kedudukanmu, seharusnya aku mengunjungimu setiap hari.”

Imam Ahmad menjawab: “Jangan berkata separti itu. Sesungguhnya beberapa sahabatku tidak pernah bertemu kecuali hanya sekali dalam satu tahun, namun aku yakin mereka lebih tulus daripada orang-orang yang bertemu denganku setiap hari.”

Ini merupakan realiti, ketulusan cinta tidak harus terbatas pada orang-orang yang sering bertemu. Sebaliknya, kita sering bertemu dengan orang yang tidak disukai bahkan menyebalkan.

Al-Yazidi mengatakan: dalam sebuah pertemuan aku melihat Khalil bin Ahmad, ia duduk di sudut ruangan yang beralaskan karpet. Khalil memberiku tempat duduk, namun aku tidak mau membuatnya susah karena terlalu sempit. Melihat keenggananku, Khalil berkata:

“Sesungguhnya lubang jarum tidak terlalu sempit bagi dua orang sahabat yang saling mencintai. Sebalikya, dunia ini tidak cukup luas bagi dua orang yang bermusuhan.”

Ungkapan separti itu menunjukkan bahwa anda betul-betul mencintai sahabat. Kisah lainnya diriwayatkan oleh Muhammad bin Sulaiman. Suatu ketika Muhammad bin Sulaiman berkata kepada Ibnu Sammak: “Aku mendengar isu yang menyisihkanmu.” Ibnu Sammak menjawab: “Aku tidak peduli.” Dengan nada heran Muhammad bin Sulaiman bertanya lagi: “Kenapa demikian?” Ibnu Sammak segera menjawab: “karena jika isu itu benar, aku yakin kamu pasti memaafkannya. Namun jika tidak benar, kamu tentu menolaknya.”

Seorang Salaf menulis surat kepada sahabatnya: “Amma ba’du, jika aku punya banyak sahabat yang tulus, maka engkaulah yang menempali urutan pertama di antara mereka. Dan jika sedikit, maka engkau adalah orang yang paling tulus di antara mereka. Namun jika sahabatku itu hanya seorang, maka engkaulah orangnya.”


Mari kita jadikan Forsat sebagai media pemersatu dan penjalin ikatan persahabatan kita semua...

Offline Pino Maldini

  • ingin Belajar di Taman
  • Siswa
  • ***
  • Posts: 382
  • Location: Sintang, Kalbar
  • Date Registered: June 14, 2010, 11:23:34 am
  • Reputasi : 12
  • Ultras Milano
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.6.12 Firefox 3.6.12
Re: Renungan...!!
« Reply #116 on: November 23, 2010, 12:36:41 am »
"Filosofi Perangkap Tikus..."

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

........................................

Nb :
Maka...kalau suatu hari...ketika Anda mendengar seseorang dalam kesulitan dan mengira itu bukan urusan Anda...Pikirkanlah itu sekali lagi dan biarkan alam bawah sadar Anda yang menjawab....

sebuah pelajaran bagi kita semua untuk saling tolong menolong dalam kehidupan ini...
nice post bro...  :D :D
thanks Bro... ';/  (top)

Offline Pino Maldini

  • ingin Belajar di Taman
  • Siswa
  • ***
  • Posts: 382
  • Location: Sintang, Kalbar
  • Date Registered: June 14, 2010, 11:23:34 am
  • Reputasi : 12
  • Ultras Milano
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 3.6.12 Firefox 3.6.12
Re: Renungan...!!
« Reply #117 on: November 23, 2010, 12:42:39 am »
Berapa harga dunia anda...??

ijin Copast ya Bro, buat di FB Saya, (peace)

Online pippo_adhif

  • not
  • Forum Moderator
  • Master
  • *****
  • Posts: 4941
  • Location: 404 Not Found
  • Date Registered: February 11, 2009, 09:51:05 pm
  • Reputasi : 211
  • kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa dan kupikirkan
  • OS:
  • Java Platform Micro Edition Java Platform Micro Edition
  • Browser:
  • Opera 9.80 (Opera Mini 5.1.21214) Opera 9.80 (Opera Mini 5.1.21214)
    • … kutulis yang kutahu, kubaca, kurasa, dan kupikirkan …
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #118 on: November 23, 2010, 02:44:37 pm »
ok..
Silahkan bro Pino.. :D

Offline urattidur

  • Up Level
  • Pendekar
  • ******
  • Posts: 553
  • Date Registered: July 12, 2010, 12:57:14 am
  • Reputasi : 13
  • OS:
  • BlackBerry 9000 BlackBerry 9000
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • Email
Re: Renungan...!!
« Reply #119 on: December 05, 2010, 04:31:47 pm »
Semoga gak repost :)
Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah. Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi.
Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek dia karena tidak menjual kudanya itu.

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandangnya!
Maka teman-temannya berkata,
"Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu sudah jadi orang kaya. Sekarang kudamu sudah hilang."
Si petani miskin hanya diam saja.

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya.
Lalu teman-temannya berkata,
"Wah beruntung sekali nasibmu! Ternyata kudamu membawa keberuntungan ya.."
Si petani hanya diam saja.

Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah.
Teman-temannya berkata,
"Ah, rupanya kuda-kuda itu membawa sial. Lihat, sekarang kaki anakmu patah!"
Si petani tetap diam tanpa komentar.

Seminggu kemudian, terjadi peperangan di wilayah itu.
Semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena dia belum bisa berjalan. Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis,
"Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang. Kami harus kehilangan anak-anak kami."

Si petani kemudian berkomentar,
"Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek.
Semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini.
Apa yang kelihatan baik hari ini, belum tentu baik untuk hari esok.
Apa yang buruk hari ini, belum tentu buruk untuk hari esok.

Jadilah bijaksana mulai hari ini!.