Kategori Utama > Stasiun Televisi

RCTI

(1/5) > >>

pippo_adhif:

Diluncurkan   : 24 Agustus 1989
Pemilik : PT Media Nusantara Citra Tbk
Slogan :
"RCTI OKE" (1994-sekarang)
Saluran Informasi & Hiburan (1991-1992)
Menghadirkan Pentas Dunia Di Rumah Anda (1989-1991)
Kantor pusat : Jakarta, Indonesia
Saluran saudara :
SINDOtv (2007-sekarang)
MNCTV (2003-sekarang)
Global TV (2002-sekarang)
MetroTV (2000-2003)
SCTV (1990-1996)

Situs web : www.rcti.tv

RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) adalah stasiun televisi swasta Indonesia pertama. RCTI pertama mengudara pada 13 November 1988 dan diresmikan 24 Agustus 1989 dan pada waktu itu, siaran RCTI hanya dapat ditangkap oleh pelanggan yang memiliki dekoder dan membayar iuran setiap bulannya. RCTI melepas dekodernya pada akhir 1989. Pemerintah mengizinkan RCTI melakukan siaran bebas secara nasional sejak tahun 1990 tapi baru terwujud pada akhir 1991 setelah membuat RCTI Bandung pada 1 Mei 1991. Pada 2004 RCTI termasuk stasiun televisi yang besar di Indonesia. Sejak Oktober 2003, RCTI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki Global TV dan MNCTV. RCTI telah memiliki hak siar atas ajang sepak bola bergengsi Eropa, Euro 2008 bersama Global TV dan MNCTV.

Motto RCTI adalah "SEMAKIN OKE".

Pada tahun 2011, RCTI memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia, bersama MNCTV dan Global TV.

Daftar direktur utama
1. Peter F. Gontha    (1989-1990)
2. J. P. Soebandono    (1990-1991)
3. M. S. Rallie Siregar    (1991-1999)
4. Nenny Soemawinata    (1999-2000)
5. Harry Kuntoro (Pjs.)    (2000-2000)
6. Wisnu Hadi    (2000-2003)
7. Hary Tanoesoedibjo    (2003-Sekarang)

Struktur dewan direksi RCTI saat ini adalah sebagai berikut:
1. Hary Tanoesoedibjo    (Direktur Utama)
2. Ella Kartika    (Direktur Pemrograman)
3. Syafril Nasution    (Direktur Korporasi)
4. Beti P. Santoso    (Direktur Keuangan dan Administrasi)
5. Kanti Mirdiati Imansyah    (Direktur Penjualan dan Pemasaran)

pippo_adhif:
Refleksi Akhir Tahun.....
RCTI, Kok Jadi Gini?

Asli! Ini gue sekarang masih gegar otak ngeliat perubahan di Indonesia. Yang gue mau ceritain yang simple aja. Televisi. Gimana nggak… guenya yang selallu gak ada kerjaan selain melototin televisi gini. Yang gue rada-rada nih, ya, sama RCTI.

Serasa nggak percaya RCTI bisa terjun bebas gini. Oke, mulai dari pagi ya… alamat udah feeling gue jelek menonton acara Rohani, tapi acaranya malah jadinya mirip lawak. Udah gak beda acara dakwah ama guyonan ala Ketoprak Humor. Presenter ama Ustadnya, ini gue maaf dulu ya, pada lomba-lombaan ngelucu!

Trus, ke Seputar Indonesianya, wah, udah nggak semenggigit dulu jaman guenya masih di Indonesia, pembaca-pembaca beritanya nggak ada yang menonjol, muka dan intonasi baca beritanya monoton! Abis, itu, udah deh… acaranya konyol melulu. Mulai dari acara musik, yang nggak lebih sekumpulan orang lebay. Olga, Raffy, dan satunya lagi tuh, gue pikir maunya sih, ngelucu, tapi kelakuan dalam mengartikan lucu adalah dengan bertindak kayak orang gila.

Lelucon mereka yaaa, guyonan lokal antar mereka aja yang jadi jualan. Pantesan aja, Yuni Sharanya ngambek dan ngancem mutusin Raffy kalo hubungan pribadinya jadi konsumsi lawakan gak mutu. Trus ada Mertua salah satu Presenter Laki-Laki yang marah-marah, gara-garanya ya, mulut si Banci yang guyon soal Presenter itu dah cerai ama anak perempuannya, padahal gak cerai.

Kalo udah mulai malam, gawat! Abis Magrib lebih parah lagi. Yang diproduksi mah Sinetron Ginian mulu. Menjungkir balikan logika, isinya yang jahat jahatnya kebangetan banget, yang tokoh baik hati isinya mewek-mewek melulu, udah gitu ceritanya dipanjang-panjaaaaangin melulu sampai kiamat kayaknya nggak ada kelar-kelarnya.

Mana jaman Layar Emas dulu yang filmnya ditunggu-tunggu, terus Seputar Indonesia yang beritanya dan pembaca beritanya sama-sama enak ditonton, gak kayak Seputar Indonesia sekarang, yang cara menyiarkan beritanya jadinya keburu-buru, abis kan mau Sinetron sih, kata bini gue,  Istri Cerewet. Terus, kemaren tetangga bilang, Liga Champions udah nggak disiarin ama RCTI lagi. Padahal ini satu-satunya acara jagoannya RCTI.

Istri Cerewet, bini gue bilang, salah lu sendiri pergi ke Libya lama-lama. Jadinya gini deh, main memori kalo nonton RCTI masih suka nostalgila sama Sinetron Si Doel Anak Jakarta, Keluarga Cemara, Siaran Langsung Liga Italia…

Sekarang RCTI mah… buat yang pengin nonton Liga Primer Indonesia, kaleee…. (kompasiana)

Kempleng:
apa benar rcti tidak lagi nyiarin 16 besar ucl musim ini?

pippo_adhif:
Kempleng :
infonya seperti itu bro... :)

z1d4n™:

--- Quote from: Kempleng on January 05, 2012, 11:05:08 am ---apa benar rcti tidak lagi nyiarin 16 besar ucl musim ini?

--- End quote ---
^_^ ^_^ ^_^ mau fokus ke sinetron kayanya... :o

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

Go to full version