Kategori Utama > Tutorial Teknis Parabola dan Televisi Satelit

Mengenal lebih dalam bagian tubuh Parabola, Fungsi & Cara Pengaturannya..

<< < (2/2)

Ki Demang Saba Lintang:
ELEVASI  :   ( Pengertian  Elevasi  Pada  Pemasangan  Dish  Antenna )

Pengertian secara umum ELEVASI adalah : ketinggian atau sudut tinggi suatu benda langit di atas horizon.
Jadi secara mudahnya, jika kita melihat suatu benda diangkasa, maka sudut elevasi yang terbentuk adalah antara garis horisontal >> mata >> dan benda yang sedang diamati.
Silahkan disimak gambar dibawah ini :



Sesuai dengan standar yang ada, maka sudut elevasi itu mempunyai jangkah mulai dari “0” derajat sampai dengan “90” derajat.
Dimana garis datar atau garis Horison disebut dengan elevasi “0” derajat.
Dan sudut elevasi “90” derajat adalah tegak lurus ke atas.

Sudut elevasi tidak terpengaruh oleh arah hadap mata angin atau azimuth. Jadi kemana saja arah azimuthnya, maka sudut elevasi tetap dihitung berdasarkan garis horisontal.
Agar lebih jelas, bisa dilihat gambar dibawah ini :



Demikian pula dalam pemasangan dish antena, maka kita juga akan menjumpai istilah elevasi dish. Disini elevasi dish dapat diartikan sebagai sudut kemiringan dish akibat menghadap kearah satelit (atau benda lain diatas cakrawala) yang dituju. Gambar dibawah ini menunjukkan dish sedang mengarah dengan besar sudut elevasi 50 derajat.



Pada mounting dish yang kita pakai, ada tempat yang dinamakan sebagai AS atau sumbu elevasi. Dimana disitulah titik tempat poros putar dari elevasi tersebut. Biasanya poros putar atau sumbu elevasi ini berupa dua buah baut, Silinder AS atau Bearing.
Gambar yang diberi tanda merah dibawah ini adalah tempat-tempat dimana disebut sebagai poros atau sumbu putar elevasi.



Dibawah ini juga menunjukkan tempat-tempat yang disebut sebagai poros / sumbu putar elevasi pada beberapa model mounting :



ELEVASI DISH  dan  ELEVASI  SINYAL  DATANG  (mungkin bisa disebut Elevasi Satelit).
Seperti yang telah ditulis diatas, bahwa elevasi dish, adalah sudut kemiringan dish akibat menghadap ke arah satelit (atau benda lain) diatas cakrawala, sehingga terjadi sudut dengan  garis horisontal.
Sedangkan sudut  elevasi sinyal datang, adalah sudut yang terjadi antara garis horisontal dan satelit di angkasa (sebagai sumber pancaran sinyal).

Apakah elevasi dish (kemiringan dish) selalu sama dengan elevasi sinyal yang datang dari satelit?
Jawabnya adalah : Bisa saja sama, tetapi bisa juga berbeda.

Elevasi dish dan elevasi sinyal datang akan sama jika kita menggunakan dish jenis “Prime Focus” dan menempatkan posisi LNBF tepat pada “Center Focus”.
Pada kondisi ini dish diistilahkan mempunyai Elevasi True atau elevasi yang nyata / elevasi sebenarnya.
Elevasi  True atau elevasi nyata ini tidak kita dapat jika :
1.   Kita menggunakan dish jenis “Prime Focus” tetapi penempatan LNBF nya tidak tepat pada “Center Focus” atau biasa disebut juga dengan penempatan LNBF “Out Center Focus” (biasa terjadi pada pemasangan multi LNB-F dalam 1 dish)
2.   Kita menggunakan dish jenis Offset (Offset Dish)
Pada kondisi seperti yang telah disebutkan diatas itu, kita akan menemui apa yang dinamakan sudut elevasi semu. Dimana jika kita mengukur sudut elevasi dish secara nyata akan berbeda dengan sudut elevasi dari sinyal yang datang.



Mengukur sudut elevasi pada dish prime fokus.
Pada dish prime focus, pengukuran sudut elevasi dapat dilakukan pada beberapa tempat.
Tempat terbaik adalah melakukan pengukuran melalui bibir dish. Selain itu kita bisa juga melakukan pengukuran ditempat lain, seperti pada mounting atau tempat-tempat lain yang dapat mewakili.



Mengukur sudut elevasi pada dish offset fokus.
Karena dish offset fokus mempunyai elevasi semu, maka sedikit lebih rumit untuk melakukan pengukuran secara nyata. Tetapi untungnya para produsen dish offset sedikit berbaik hati, sehingga memberikan skala elevasi pada mounting dish yang diproduksinya.





Salam,
Ki Demang Saba Lintang.


Ki Demang Saba Lintang:
DEKLINASI  :   ( Pengertian  Deklinasi  Pada  Pemasangan  Dish  Antenna )

Pengaturan deklinasi ini diperlukan pada dish yang berpenggerak. Sedangkan untuk dish yang diam (fixed) tidak memerlukan pengaturan deklinasi.
Pengaturan deklinasi disini dimaksudkan untuk memperbaiki penyimpangan kurva yang terjadi akibat posisi satelit dan dish tidak berada pada garis lintang yang sama.
Seperti yang kita ketahui bahwa satelit Geostasioner berada diatas garis lintang 0 derajat. Atau tepat berada diatas garis equator / khatulistiwa.

Disini ada dua kurva lengkung yang bisa disebut sebagai jalur satelit dan kurva pergerakan dish.
Kurva yang terbentuk pada jajaran satelit ini bertitik pusat pada poros bumi.
Sedangkan kurva yang terjadi karena pergerakan dish ini bertitik pusat pada poros elevasi yang terdapat pada mounting dish.

Pada posisi dish berada di garis khatulistiwa atau garis lintang 0 derajat, maka sama sekali tidak diperlukan adanya pengaturan deklinasi. Sebab kedua kurva ini berhimpit sempurna.
Lain halnya kalau posisi dish tidak berada pada garis katulistiwa maka kedua kurva ini tidak lagi berhimpit sempurna. Semakin jauh dari semakin besar pula penyimpangannya. Penyimpangan disini adalah tidak terjadinya titik temu yang tepat antara satelit dengan arah pergerakan parabola.

Silahkan simak gambar dibawah ini :




Pada gambar diatas terdapat garis kuning hijau yang diilustrasikan sebagai jalur arah pergerakan dish, sedangkan garis merah adalah garis dimana jajaran satelit berada.
Pada garis kuning hijau tersebut dapat di umpamakan warna hijau tua adalah posisi yang tepat sehingga dimungkinkan didapat SQ tertinggi, sedangkan garis kuning mengisyaratkan penerimaan tidak sempurna atau SQnya lebih rendah. Sedangkan diluar itu dapat diartikan keluar track atau No Signal.

Disini dapat dilihat, jikalau posisi kita tepat pada garis khatulistiwa maka walaupun kita arahkan dish dengan sudut elevasi kecil pada posisi barat atau timur, maka posisi kurvanya tetap berhimpit sempurna ( garis merah tepat berada di tengah garis hijau tua ).
Lain halnya jika dish pada posisi garis lintang 5 derajat ( baik + ataupun - )
Maka dapat dilihat bahwa pada posisi sudut elevasi 90 derajat, terjadi himpitan sempurna, akan tetapi pada sudut elevasi yang semakin kecil, maka kedua garis kurva itu akan semakin menyimpang, sehingga garis merah berhimpit dengan garis kuning.
Dan kalau dish kita berada pada garis lintang 10 derajat atau bahkan lebih, maka penyimpangan yang terjadi juga semakin besar.

Jadi dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa semakin jauh dish tersebut dari garis katulistiwa atau semakin besar posisi garis lintangnya, maka pengaturan deklinasi semakin diperlukan.

Dimanakah letak pengaturan deklinasi :
Pengaturan dekinasi hanya terdapat pada mounting polar dan mounting H-H. Dimana pada mounting jenis ini memungkinkan dish digerakkan ke arah barat dan timur.
Lain halnya dengan ground mount atau wall mount, disini tidak diperlukan adanya pengaturan deklinasi, karena disini dish dalam keadaan fixed. Disini hanya diperlukan arah azimuth dan elevasi untuk mengarahkan dish dengan tepat.

Pada mounting jenis polar ataupun H-H, terdapat pengaturan Azimuth, Inklinasi, Elevasi (seperti yang sudah diterangkan pada bab sebelum ini) dan juga pengaturan Deklinasi. Disini sering terjadi kerancuan antara istilah inklinasi dan deklinasi.
Pengaturan inklinasi dan deklinasi disini sebenarnya adalah suatu paket yang tidak dapat dipisahkan. Dimana semakin besar sudut inklinasinya, maka semakin besar pula diperlukan pengaturan deklinasinya.
Poros inklinasi arahnya sama ( sejajar ) dengan poros deklinasi.
Yang membedakan adalah, letak keduanya. Jika poros inklinasi letaknya berada dibawah dari poros elevasi, sedangkan poros deklinasi ini letaknya diatas dari poros elevasi.

Untuk jelasnya silahkan disimak gambar dibawah ini :



Dikarenakan fungsi deklinasi adalah untuk mengoreksi penyimpangan, maka untuk pengaturan ini besarannya haruslah tepat. Sebab jika kurang atau terlalu besar, maka hasil yang didapat juga tidak maksimal.
Gambar dibawah, memperlihatkan pengaturan deklinasi yang terlampau besar, sehingga kurva malah keluar menyimpang dari yang seharusnya.



Seperti yang telah saya sampaikan, besaran deklinasi ini sangat tergantung dari lokasi dimana dish tersebut dipasang. Semakin jauh dari garis katulistiwa, maka semakin besar pula sudut deklinasinya.
Untuk mempermudah, di bawah ini saya lampirkan besarnya sudut deklinasi yang diperlukan berdasarkan garis lintang.



Ada beberapa produsen dish antena, menggunakan ganjal sebagai pengatur sudut deklinasinya. Dengan demikian maka tebalnya ganjal akan berbeda-beda di setiap daerahnya, besarnya ganjal juga tergantung dari jarak antara “titik mati” atau bisa juga disebut dengan poros deklinasi, terhadap ganjal tsb.
Silahkan lihat gambar dibawah ini :



Jika mounting dish tersebut menggunakan ganjal sebagai pengatur deklinasinya, maka kita bisa menghitung secara sederhana, berapa tebal ganjal yang diperlukan.
Untuk mengitung tebal ganjal, maka kita harus mengetahui dua faktor yaitu :
1.   Berapa derajat deklinasi yang diperlukan
2.   Berapa jarak antara “titik mati” dengan ganjal.

Cara menghitung tebal ganjal :

Misalkan kita akan memasang dish di kota Kupang – NTT yang terletak pada garis 10o LS. Dengan menggunakan tabel deklinasi diatas maka kita dapat mengetahui bahwa sudut deklinasi yang diperlukan adalah 1.5o.
Jika jarak “titik mati” dan ganjal adalah 50 cm, maka kita dapat menghitungnya demikian

Rumus : Tebal ganjal  =  tan deklinasi  X  jarak titik mati.

Jadi tebal ganjal :  tan 1,5  X  50 =  1.3
Jadi tebal ganjal yang dibutuhkan adalah 1.3cm atau 13mm.



Salam,
Ki Demang Saba Lintang.

Ki Demang Saba Lintang:
DISH  ANTENNA  :   ( Pengertian  Dish antenna atau Piringan Antena Parabola )



Sedang dalam proses ...

Navigation

[0] Message Index

[*] Previous page

Go to full version