Kategori Utama > Tutorial Teknis Parabola dan Televisi Satelit

Mengenal lebih dalam bagian tubuh Parabola, Fungsi & Cara Pengaturannya..

(1/2) > >>

Ki Demang Saba Lintang:
Salam FORSAT :

-  Kamar ini akan diisi dengan lebih terperinci mengenai bagian-bagian parabola (dish antenna), sehingga bisa menjadi panduan pada saat melakukan pemasangan maupun tracking.
-  Kamar ini bersifat tutorial, adapun untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi, silahkan didiskusikan pada kamar yang telah tersedia.

Salam,
Ki Demang Saba Lintang

Yasin L:
Salam Balik

Lanjut Ki... segalanya dgn penampilan baru .... smg sy akan lebih mengenal apa yg Ki Demang kenal  ;) (top)

Ki Demang Saba Lintang:
TIANG  PENYANGGA  :

Ibarat rumah tiang penyangga adalah pondasi atau landasan pertama, dimana diatasnya akan kita pasang parabola.
Ada banyak model, jenis serta bahan pembuat dari tiang penyangga parabola tersebut.
Antara lain :
- Tiang penyangga tunggal, biasanya terbuat dari pipa besi.
- Tiang penyangga model tower, bisa berkaki 3 ataupun 4, biasanya terbuat dari bahan besi siku atau pipa.
- Tiang penyangga beton dengan ujung dari pipa,
- dll.



Tiang penyangga paling tidak mempunyai 2 fungsi utama :

- Untuk menopang parabola agar dapat berdiri kokoh dan stabil (tidak bergoyang ataupun bergeser)
  >> cukup jelas dan tidak perlu keterangan lebih detail.

- Sebagai AS atau sumbu putar azimuth.
Karena fungsinya sebagai sumbu putar (AS) maka tiang ini harus dipasang dengan benar. Yaitu harus benar-benar tegak lurus terhadap bumi. Hal ini akan sangat membantu pada saat langkah-langkah selanjutnya.
Pentingnya tiang ini berdiri tegak lurus akan semakin terasa pada saat kita menghendaki pemasangan parabola yang berpenggerak.



Gambar diatas, memperlihatkan dimana sebuah mounting polar yang terpasang pada sebuah tiang. dimana mounting tersebut dapat diputar 360o dengan bersumbu pada tiang tersebut.


Salam,
Ki Demang Saba Lintang.

Ki Demang Saba Lintang:
AZIMUTH  :  ( Pengertian  Azimuth  Pada  Pemasangan  Dish  Antenna )

Ada dua istilah dalam AZIMUTH, yaitu :
-  Azimuth True
-  Azimuth Magnetic.

AZIMUTH  TRUE ( azimuth  sebenarnya )
Bumi berputar pada porosnya, dimana ujung poros atas adalah kutub utara bumi, dan ujung poros bawah  adalah kutub selatan bumi. Adapun dalam menghitung sudut Azimuth True, maka kutub Utara bumi ini dianggap sebagai titik Azimuth 0o, sedangkan kutub selatan bumi dianggap sebagai titik azimuth 180o.


Bumi dibagi menjadi 360 garis bujur, yaitu garis yang berawal pada kutub utara bumi  dan berakhir pada kutub selatan bumi. Dengan demikian maka garis bujur ini adalah merupakan garis yang menghubungkan Azimuth true 0o dan Azimuth true 180o.
Dengan demikian dapat dikatakan jika kita membuat garis yang menghubungkan azimuth true 0o dan azimuth tue 180o, maka garis yang kita buat tersebut akan sejajar dengan garis bujur bumi.
Demikian juga jika sekiranya kita tarik garis antara sudut azimuth true 90o dan azimuth true 270o maka otomatis garis tersebut akan sejajar dengan garis katulistiwa atau equator.

(untuk lebih jelasnya bisa lihat gambar dibawah ini  >> AZIMUTH  TRUE)



AZIMUTH  MAGNETIC  ( Azimuth kompas )
Gambar diatas ( sebelah kanan ), mengilustrasikan apa yang di istilahkan dengan Azimuth Magnetic.
Azimuth magnetic adalah arah utara dan selatan magnet bumi. Atau azimuth 0o dan azimuth 180o magnet bumi. Azimuth magnetic adalah arah azimuth yang terbaca pada kompas (compass).
Oleh karena pengaruh medan magnet, bentuk kelengkungan bumi dll, maka terjadi selisih antara 0o pada azimuth true dan 0o pada azimuth magnetic. Selisih dari keduanya itu disebut dengan "deklinasi kompas".
Adapun besarnya deklinasi kompas pada setiap daerah adalah berbeda-beda.

PENGATURAN  AZIMUTH  PADA  DISH  ANTENNA :

Adapun untuk pemasangan parabola, Azimuth yang kita pergunakan adalah azimuth true. Hal ini dikarenakan, satelitte yang kita tuju adalah satelite Geostasioner yang letaknya berjajar rapi di atas garis Equator. Dimana kita ketahui bahwa garis equator adalah sejajar dengan azimuth true 90o dan 270o.
Oleh karenanya jika kita mengarahkan dish dengan bantuan kompas, maka kita perlu mengoreksi sudut azimuthnya, agar azimuth yang terbaca pada kompas (azimuth magnetic) dikoreksi menjadi Azimuth true. Cara mengoreksinya adalah dengan memasukkan besaran sudut "deklinasi kompas" pada daerah tersebut.

Gambar dibawah ini mengambarkan apa yang dimaksud dengan arah azimuth dish.



Salam,
Ki Demang Saba Lintang

Ki Demang Saba Lintang:
INKLINASI  :  ( Pengertian  Inklinasi  Pada  Pemasangan  Dish  Antenna )

Apakah  INKLINASI itu ?
Arti dari inklinasi secara bebas (umum) adalah sudut antara bidang yang menjadi acuan dengan bidang yang diukur kemiringannya.
Adapun dalam pemasangan parabola, maka dapat diartikan bahwa inklinasi itu merupakan sudut yang terjadi antara bidang datar air atau waterpass (sebagai acuan) dan bidang datar pada bibir dish.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat gambar ilustrasi dibawah ini :



INKLINASI  PADA  PARABOLA
Pada pemasangan parabola kita juga akan menjumpai yang dinamakan sudut inklinasi.
Sudut inklinasi ini terjadi jika kita melakukan pemasangan parabola didaerah diluar garis katulistiwa.
Pada pemasangan parabola yang tepat berada pada daerah katulistiwa (garis lintang 0o) maka dish tersebut memiliki sudut inklinasi sebesar 0o.
Tetapi jika kita memasang di luar garis katulistiwa maka dish tersebut memiliki sudut inklinasi yang besarnya berbanding lurus dengan garis lintang. Jadi semakin besar garis lintangnya, maka sudut inklinasinya juga semakin besar.

SUDUT INKLINASI  POSITIV  dan  NEGATIV.
Berbicara mengenai sudut inklinasi, maka secara umum dapat dibagi menjadi 2, yaitu sudut inklinasi positif, dan sudut inkilasi negativ.
Pada pengetrapannya saat memasang parabola, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
Jika bibir parabola sebelah Utara lebih tinggi dari garis datar air, maka terjadi apa yang disebut sudut inklinasi positiv, demikian juga sebaliknya, jika bibir dish sebelah selatan lebih tinggi dari bidang datar air, maka disebut dengan sudut inklinasi negativ.
Pada praktek dilapanganpun demikian pula. Jika kita memasang parabola didaerah selatan katulistiwa atau dibelahan bumi sebelah selatan katulistiwa yang biasa ditandai dengan garis lintang negativ maka sudut inklinasi yang terjadi juga disebut dengan sudut inklinasi negativ. Demikian pula jika kita memasang parabola pada daerah di belahan bumi bagian utara katulistiwa, dimana disitu di kenal dengan garis lintang positiv, maka sudut inklinasi yang terjadi juga merupakan sudut inklinasi positiv.

Untuk lebih jelasnya bisa disimak gambar ilustrasi dibawah ini :



Pengaturan sudut inklinasi ini, dapat ditemui pada pemasangan parabola yang menggunakan mounting jenis polar dan mounting horizon to horizon.
Sedangkan untuk mounting fixed semacam groundmount dan wallmount, pengaturan inklinasi tidak ditemui.
Gambar dibawah ini adalah mounting jenis polar yang biasa ditemui di pasaran. Disitu terdapat baut yang berfungsi sebagai poros atau sumbu putar inklinasi dan baut panjang yang berfungsi sebagai pengatur besaran sudut inklinasi.





MENGUKUR  BESAR  SUDUT  INKLINASI.
Untuk mengukur besaran sudut inklinasi secara tepat, maka kita bisa menggunakan alat yang bernama Protactor, Inclinometer, Waterpass digital, dll.
Walaupun sedikit rumit, tetapi mengukur sudut inklinasi melalui bibir dish adalah cara yang paling akurat.
Sebagai gambaran saja, bisa dilihat pada ilustrasi dibawah ini :



BERAPA  DERAJAT  INKLINASI  YANG  DIBUTUHKAN ?
Besarnya sudut inklinasi pada pemasangan parabola tergantung dari lokasi atau daerah pemasangannya.
Dimana besarnya sudut inklinasi ini bisa dikatakan berbanding lurus dengan garis lintang daerah tersebut.
Oleh karenanya, pemasangan dish di daerah dekat katulistiwa atau pada garis lintang kecil, maka sudut inklinasi juga kecil. Tetapi jika pemasangannya jauh dari katulistiwa atau terletak pada garis lintang besar (baik positiv maupun negativ) maka sudut inklinasinya juga besar (baik bersifat positiv maupun negativ)
Agar lebih mempermudah untuk menentukan besarnya sudut inklinasi, maka dibawah ini saya sertakan tabel besaran sudut inklinasi berdasarkan garis lintang.
Jadi tinggal menentukan saja, daerah yang dipasang parabola itu terletak pada garis lintang berapa, maka dengan menarik garis lurus keatas (hingga bertemu garis merah) maka dari titik pertemuan itu ditarik garis kekiri, akan ditemuilah besaran sudut inklinasi yang diperlukan.




Salam,
Ki Demang Saba Lintang.

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

Go to full version